Mandala jadi maskapai layanan minimum


Sabtu, 31/07/2010 18:51:21 WIB
Mandala jadi maskapai layanan minimum
Oleh: Hendra Wibawa
BANDUNG (Bisnis.com): Maskapai Mandala Airlines menurunkan jenis layanan yang diberikan kepada penumpang selama penerbangan menjadi layanan minimum (no frills) dari sebelumnya medium.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti Singayuda Gumay mengatakan keputusan itu mengharuskan Mandala mengenakan tarif maksimal 85% dari aturan tarif batas atas.

“Mandala sudah melaporkan perubahan layanan itu pada 13 Juli 2010 yang lalu kepada kami,” katanya disela-sela Lokakarya Wartawan Perhubungan hari ini.

Dia menyatakan pihaknya telah mengeluarkan persetujuan untuk menurunkan jenis layanan Mandala terhitung mulai 14 Juli 2010 sehingga maskapai itu wajib menyesuaikan tarifnya sesuai jenis layanan minimum.

Sesuai Kepmenhub No. KM 26/2010 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Ba-tas Atas Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam negeri, maskapai no frills hanya diizinkan mengenakan tarif 85% dari tarif batas atas.

Dengan masuknya maskapai maskapai itu ke jenis layanan minimum, kini terdapat tujuh maskapai memilih no frills yakni Lion Air, Wings Air, Indonesia AirAsia, Dirgantara Air Service (DAS), Travira Air dan Mandala Airlines.

“Mandala harus konsisten dengan permintaan itu, jangan sampai sudah meminta no frills tapi masih mengenakan tarif medium,” ujar Herry.

Sesuai KM 26/2010, tujuh maskapai itu hanya diizinkan mengenakan tarif 85% dari tarif batas. Dalam aturan itu, tarif batas atas rute Jakarta-Surabaya sejauh 778 km sebesar Rp1,206 juta per penumpang sedangkan rute Jakarta-Denpasar sejauh 1.079 km sebesar Rp1,478 juta.

Untuk maskapai no frills, rute Jakarta-Surabaya hanya diizinkan dikenakan sebesar Rp1,025 juta per penumpang sedangkan Jakarta-Denpasar maksimal Rp1,256 juta per penumpang.

Selain itu, Herry menerangkan tujuh maskapai itu diizinkan tak memberikan layanan bagasi, jarak antar-kursi 29 inchi, tidak ada hiburan dalam pesawat, dan tak ada makan minum.

Sampai dengan saat ini, Kemenhub menrapkan masa transisi dan penyesuaian bagi maskapai untuk mengikuti aturan tarif batas atas sehingga jika da pelanggaran pihaknya hanya menegur maskapai yang bersangkutan.

Menjelang musim Lebaran 2010, Herry memastikan Direktorat Angkutan Udara akan mengawasi lebih ketat lagi pelaksanaan KM 26/2010 di 24 bandara Indonesia.(htr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: