Tabung 3 kg non-SNI marak


Tabung 3 kg non-SNI marak
Saturday, 31 July 2010
Tabung 3 kg non-SNI marak

BOYOLALI – Kendati PT Pertamina mengaku telah melakukan resosialisasi terhadap masyarakat menengah ke bawah, terkait label SNI serta jaminan keamanan tabung ukuran tersebut sejak Juni lalu, namun kenyataannya di lapangan berbicara lain. Selain masih maraknya peredaran tabung gas elpiji 3 kg tak berlabel SNI, resosialisasi yang digembar-gemborkan PT Pertamina bersamaan sidak dengan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kamis lalu belum sampai ke masyarakat tingkat bawah.

Dari informasi yang dikumpulkan Wawasan, Jumat kemarin dari sejumlah konsumen rata-rata mengatakan, belum mengetahui, apakah tabung yang mereka gunakan sudah berlabel SNI atau belum. Bahkan, sejumlah pangkalan juga tak terlalu paham, apakah tabung yang diterima SNI atau belum.

’’Tahunya ya kami dikirimi dari agen. Kalau label SNI atau tidak, kami jarang memperhatikan,’’ ungkap Sri Nuryati, pemilik pangkalan tabung elpiji 3 kg di Kampung/Kelurahan Banaran, Kecamatan Boyolali Kota.

Menurut Sri, kerusakan tabung biasanya sudah disortir dari agen. Sehingga pihaknya hanya menerima tabung dalam kondisi baik, meskipun banyak di antaranya yang belum SNI. Selain belum ber-SNI, banyak pula tabung yang sudah berkarat dan penyok. Namun, dirinya belum menemukan tabung yang bocor.

’’Kalau saat dipasang ngosos memang sering. Bahkan, warga tidak berani memasang sendiri. Sehingga sering meminta tolong kepada kami, untuk memasangkan pada regulatornya,’’ terang dia.

Belum tahu
Mengenai program resosialisasi dari Pertamina, Sri juga mengaku belum mengetahui. Yang dia tahu, sosialisasi itu dilakukan di kantor-kantor. Bahkan, dalam sosialisasi itu juga dimanfaatkan untuk menjual regulator lengkap dengan selangnya. Mereka menyebutkan sudah ber-SNI, namun harganya mencapai Rp 350 ribu.

Persoalan yang sama juga dikatakan Siti Cahyani (53), warga Banaran. Wanita itu mengaku, masyarakat di lingkungannya belum pernah mendapatkan resosialisasi, terkait penggunaan tabung elpiji 3 kilogram. Selama ini masyarakat hanya tahu dari tayangan televisi.

Sebelumnya, Manajer Gas Domestik Region III Pertamina DIY/Jateng, Arie Anggoro mengungkapkan, resosialisasi sudah dilakukan mulai awal Juni lalu. Resosialisasi dilakukan bersama dengan penarikan tabung rusak, untuk ditukarkan dengan yang baru. Hud-die

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: