Slovakia Batal Investasi Ban di Indonesia


Slovakia Batal Investasi Ban di Indonesia
JUM’AT, 27 AGUSTUS 2010 | 17:40 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta -Slovakia membatalkn niat untuk menanamkan investasi ban di Indonesia. “Karena ketersediaan energi dan infrastruktur di Indonesia buruk, maka mereka tidak mau investasi,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI), Aziz Pane, ketika dihubungi, Jumat (27/8).

Aziz mengatakan, keputusan itu diambil dari hasil penelusuran mengenai iklim usaha di indonesia. “Itu hasil dari upaya mereka untuk mencari tahu,” kata dia. Sedangkan untuk investasi dari Korea Selatan tetap akan masuk Indonesia.

Sebelumnya, Aziz mengatakan ada beberapa rencana investasi industri di sektor ban yang akan masuk Indonesia. Nilai investasi yang akan masuk sebesar US$ 620 juta. Investasi yang direncanakan masuk dari Korea Selatan untuk ban radial senilai US$ 600 juta. Ada pula investasi dari Slovakia untuk ban off the road senilai US$ 20 juta.

Aziz mengaku sudah memperkirakan rencana investasi ban akan terganjal sejumlah hambatan. “Jalur distribusi dari kebun karet ke pabrik panjang dan sulit karena infrastruktur belum mendukung,” kata Aziz. Ia juga mengeluhkan kurangnya dukungan dari bank untuk industri ban.

Batalnya investasi dari Slovakia patut disayangkan. Sebab, Slovakia sudah menunjukkan keseriusannya untuk menanamkan modal di Indonesia. Delegasi dari Slovakia juga sudah datang ke Indonesia beberapa bulan lalu. Apalagi ban off road belum diproduksi di Indonesia.

Direktur Industri Kimia Hilir, Kementerian Perindustrian, Tony Tanduk memaklumi alasan perusahaan Slovakia mengurungkan niatnya untuk investasi di Indonesia. “Industri ban memang butuh banyak energi untuk produksinya. Sementara pasokan energi gas di dalam negeri memang sulit,” kata dia.

Untuk mengatasi hal ini pemerintah akan membentuk tim untuk membahas rencana kebutuhan gas industri. “Tim tersebut diantaranya terdiri dari Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha,” kata dia.

Tim ini diharapkan menghasilkan neraca kebutuhan gas untuk industri. Seharusnya, kata Tony, perusahaan asal Slovakia itu mengatakan kebutuhan gasnya. Sebab, selama ini, pihaknya hanya membuat perencanaan untuk perusahaan yang sudah ada.

Tony melanjutkan, untuk perusahaan asal Korea Selatan, Hankook sudah memastikan akan investasi di Indonesia. Mereka sudah bertemu Menteri Perindustrian pekan lalu.

EKA UTAMI APRILIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: