Inilah Rapor Merah Biru Pemerintah


Kerja keras atau omong kosong saja ??
+++++
Inilah Rapor Merah Biru Pemerintah
21 Oct 2010
Headline Rakyat Merdeka
SATU tahun memerintah, kinerja SBY-Boediono dianggap belum memuaskan. Dari hasil survei yang dirilis LSI, kemarin, terungkap Dwi-tunggal ini hanya mendapat dua rapor biru. Empat sisanya merah.

Rapor ini diumumkan LSI atau Lingkaran Survei Indonesia berdasarkan hasil survei mengenai persepsi publik atas satu tahun pemerintahan SBY-Boediono. Survei ini dilakukan pada 1-10 Oktober 2010 dengan metode multi stage random sampling dengan 1.000 responden di 33provinsi.

Yang ditanyakan, bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja SBY di enam bidang hubungan internasional, ekonomi, penegakan hukum, politik, keamanan dan sosial. Nah, masyarakat hanya puas pada kinerja keamanan dan sosial. Empat sisanya sebaliknya.

Hubungan internasional contohnya. Di bidang ini hanya 42,6 persen warga menyatakan puas. Sisanya,

57,4 persen menyatakan tidak puas. Hal ini terjadi lantaran negosiasi pemerintah dengan negara lain dianggap lemah.

“Kasus yang paling menonjol adalah konflik Indonesia dengan Malaysia, masalah TKJ, dan penangkapan petugas KKP oleh Malaysia. Publik menilai pemerintah lemah di hadapan Mayasia,” kata Direktur Strategi Pemenangan LSI Agust Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Pisa Kafe, Mahakam, Jakarta, kemarin.

Untuk bidang ekonomi, tingkat kepuasan masyarakat hanya 42,6 persen, sisanya tidak puas. Hal ini gara-gara maraknya ledakan tabung gas elpiji. Menurut Agust, 76,1 persen masyarakat khawatir menggunakan tabung elpiji.

“Selain itu, ada jarak antara indikator ekonomi makro yang tumbuh positif dengan ekonomi mikro. Masyarakat menganggap ekonomi saat ini sulit karena harga-harga yang naik. BBM dan listrik yang juga naik,” tuturnya.

Di bidang penegakan hukum, yang menyatakan puas hanya 49,5 persen. Kasus yang menonjol adalah absennya negara dalam melindungi kaum minoritas seperti dalam kasus penyerangan terhadap jemaat HKBP (Huriah Kristen Batak Protestan) di Bekasi dan kriminalisasi terhadap pimpinan KPK.

Di bidang politik, kepuasan masyarakat hanya 49,2 persen. Sebanyak 50,8 persen menyatakan tidak puas. “Kasus yang menonjol adalah berlarut-larutnya penangan kasus skandal Bank Century,” jelas Agust

Sementara bidang keamanan dan bidang sosial yang dapat rapor bini karena kepuasan publik cukup bagus. Tingkat kepuasannya masing-masing 63,2 persen dan 60,2 persen. “Untuk bidang sosial, masyarakat mengganggap presiden cukup tanggap dan memberikan perhatian pada aneka bencana,” jelasnya.

Meski dapat empat rapor merah, namun posisi SBY di mata publik masih aman. Agust menyatakan, masyarakatmasih menilai SBY sebagai sosok yang santun dan ramah. Lebih dari 80 persen, publik menyatakan suka pada sosok SBY.

Agust melanjutkan, persepsi publik terhadap SBY memang beragam. Warga desa relatif menyatakan puas terhadap kinerja SBY. Sementara warga perkotaan cenderung tidak puas dengan hasil kerja Presiden. Kepuasan warga kalangan desa mencapai 67,3 persen. Sementara warga kota hanya 48,6 persen.

Agust merinci, yang menyalahkan SBY hanya ada pada kaum terpelajar. Buktinya, kepuasan warga yang pernah kuliah hanya 47,5 persen. Untuk warga lulusan SMA sebesar 60,3 persen, lulusan SMP 64 persen, dan lulusan SD 63.6 persen.

Makin tinggi tingkat pendidikan dan tinggal di kota, warga makin tidak puas terhadap kinerja SBY. “Mungkin karena mereka punya akses informasi yang memadai, sehingga lebih kritis. Namun, jumlahnya hanya sedikit dibanding warga “yang tinggal di desa,” jelasnya.

Menurut Agust, dari hasil survei itu, publik lebih menyalahkan Wapres dan para menteri di-KIB II ketimbang menyalahkan.SBY. Namun, kenyataan ini bisa saja berubah jika SBY tidak segera meng-upgrade kabinetnya. “Kalau begini terus, bisa saja ke depan warga juga tidak puas pada Presiden.” tandasnya.

Dalam hasil survei ini. lanjut Agus, ada hal yang mengejutkan. Temyata, warga merindukan sosok wapres seperti Jusuf Kalla. Pria yang akrab dipanggil JK ini yang dianggap cepat, tegas, dan punya inisiatif tinggi untuk mengimbangi pola kepemimpinan SBY. Sementara untuk Wapres Boediono, publik menganggap dia tidak melakukan apa-apa.

Tingkat kepuasan pada Wapres Boediono baik di desa maupun di kota di bawah 50 persen. Untuk masyarakat de- sa, yang puas hanya 49.8 persen. Angka yang lebih parah ada di masyarakat kota, yang puas hanya 36.6 persen. USU

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: