Indonesia Tidak Pilih FTA dengan Negara Maju


Indonesia Tidak Pilih FTA dengan Negara Maju
JUM’AT, 29 OKTOBER 2010 | 16:18 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kebijakan perdagangan internasional Indonesia tidak diarahkan untuk membuat kesepakatan Free Trade Agreement (FTA) dengan negara maju. Indonesia memilih bentuk kerjasama seperti Economic Partnership Agreement (EPA) dengan negara maju.

“Kerjasama dengan negara maju bukan Free Trade Agreement (FTA) konvensional. Tapi kerjasama lebih luas yang juga mencakup kerjasama investasi, bukan hanya soal penurunan tarif,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar di kantornya, Jumat (29/10).

Sebab, lanjut Mahendra, rata-rata bea masuk ke pasar di negara maju sudah rendah sehingga menjadi tidak terlalu menguntungkan kalau melakukan kerjasama pasar bebas dengan negara-negara maju. “Justru bea masuk ke negara-negara berkembang yang lebih tinggi,” kata dia.

Menurut dia, yang menjadi penghambat akses pasar ke negara maju lebih banyak seperti aturan nontarif. “Seperti standar, kesehatan dan keberlangsungan lingkungan hidup,” kata dia.

Pernyataan tersebut menanggapi banyaknya negara-negara yang kini menjalin kerjasama Free Trade Agreement. Beberapa FTA yang baru disepakati adalah FTA Uni Eropa-Korea Selatan. Selain Korea Selatan, Uni Eropa juga menjajaki FTA dengan Jepang.

Wamendag menambahkan, untuk kerjasama FTA lebih ditujukan untuk memperkuat perdagangan regional bersama ASEAN. “Kita sebagai anggota, punya komitmen yang sama dengan negara ASEAN lain,” ujarnya.

Sementara untuk FTA bilateral, Indonesia pun merasa tak harus buru-buru melakukannya. “Sebelum melakukan FTA, kami akan pertimbangkan untung ruginya terlebih dahulu,” kata Mahendra.

Salah satu bentuk kerjasama EPA yang akan dilakukan adalah antara Indonesia dengan Australia. Menurut Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional, Gusmardi Bustami, pembahasan terkait kerjasama tersebut telah memasuki tahap akhir. “Kesepakatan ini hanya tinggal menunggu waktu, kemungkinan tahun depan. Sebab, kita masih akan melakukan pertemuan dalam forum di tingkat menteri,” ujarnya.

Duta besar Indonesia di Canberra, Primo Alui Joelianto pun mengatakan bahwa bentuk kerjasama EPA akan memberi keuntungan lebih besar dari sekedar FTA. “Sebab, akan ada transfer pengetahuan dan teknologi,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: