Indonesia Ajak Cina Investasi Perkapalan dan Pelabuhan


Indonesia Ajak Cina Investasi Perkapalan dan Pelabuhan
SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 15:02 WIB

Aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan JICT Tanjung Priok. TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta -Indonesia mengajak Cina ikut berpartisipasi pada pembangunan pelabuhan di Indonesia. “Selat Malaka di pantai timur Sumatra dilewati 110 ribu kapal atau sekitar 30 persen volume perdagangan dunia. Maka pemerintah mendorong industri perkapalan dan kepelabuhan nasional,” kata Deputi Bidang Koordinasi Industri dan Perdagangan, Kementerian Koordinasi Perekonomian, Edy Putra Irawadi dalam Seminar Prospek Hubungan Indonesia-Cina di Jakarta, Selasa (23/11).

Selain di pantai timur Sumatera, pemerintah juga ingin membangun konektivitas di Indonesia timur. “Dengan perkembangan Indonesia timur, maka diharapkan akan mengurangi aktivitas di Jawa,” ujarnya.

Menurut Edy, Cina memiliki teknologi perkapalan dan kepelabuhan yang baik. Sehingga pemerintah berharap Cina mau ikut berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan di Indonesia.

Edy menambahkan, Indonesia juga ingin memajukan industri pertanian dan maritim. “Maka, diharapkan ada kerjasama mesin pertanian sehingga mampu bangun industri pertanian,” kata dia. Selain itu, Pemerintah ingin ada investasi industri perikanan dan proses perikanan.

Duta Besar Cina untuk Indonesia, Zhang Qiyue mengatakan bahwa Cina termasuk investor baru di Indonesia. Pada 2008, nilai investasi Cina sudah sempat mencapai US$ 139,6 juta. Pada 2009, nilai investasi menurun hanya US$ 65,5 juta.

Dia ingin perusahaan Cina terlebih dahulu mengenal Indonesia secara optimal. “Mulai dari kebijakannya, keperluan serta prioritas pengembangan Indonesia,” kata dia.

Zhang sendiri melihat saat ini, Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur. “Maka pemerintah akan dukung perusahaan untuk ikut serta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujarnya.

Zhang menambahkan, pemerintah Cina juga memperhatikan pemerintah Indonesia tengah membangun koridor ekonomi. “Maka kami dukung perusahaan untuk ikut serta,” kata dia.

Pemerintah Cina juga mendukungperluasan bidang investasi Cina di Indonesia. “Kami pandu dan dukung investasi berpindah dari energi dan sumberdaya ke industri komunikasi, pertanian, jasa, perikanan, energi baru,” ujarnya.

Untuk itu, Cina telah menyediakan kredit lunak sebesa US$ 2 miliar untuk mendukung pembangunan jalan, jembatan dan pembangkit listrik di Indonesia. “Indonesia negara paling besar mendapatkan dana dari Cina,” kata dia.

Eka Utami Aprilia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: