Pertamina perlu antisipasi persaingan dengan SPBU asing


Pertamina perlu antisipasi persaingan dengan SPBU asing
Minggu, 28/11/2010 18:04:54 WIB
Oleh: Nurbaiti
JAKARTA: PT Pertamina (Persero) diminta mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan dengan pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing, terkait rencana pelaksanaan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai Januari 2010.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengungkapkan dengan semakin terbukanya usaha hilir migas, tentunya dimungkinkan adanya SPBU asing.

“Kita memang belum tahu bagaimana persaingannya terkait pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi untuk Januari nanti karena masih dalam persiapan. Tetapi memang Pertamina harus siap bersaing,” tutur dia, akhir pekan.

Namun demikian, jelas dia, Pertamina sudah menguasai sebagian besar infrastruktur migas di sektor hilir, sehingga tidak akan kesulitan menghadapi persaingan tersebut.

Terkait rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi yang akan diberlakukan mulai Januari tahun depan, Evita mengatakan pemerintah belum memutuskan opsi apa yang akan diterapkan di masyarakat. (Bisnis/nti)

Pasalnya, kata dia, pembahasan dan diskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pembatasan tersebut akan dilaksanakan pada awal Desember ini. “Harapan kami bisa ada penghematan, tetapi apa opsinya, tergantung nanti persetujuan dengan DPR,” tutur Evita.

Seperti diketahui, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian, menuturkan kebijakan distribusi BBM bersubsidi dipastikan berlaku pada 1 Januari 2011 dengan dua opsi yang tengah dipertimbangkan bersama DPR.

Opsi pertama adalah melarang penggunaan BBM bersubsidi bagi semua mobil berpelat nomor hitam, dan opsi kedua pembatasan hanya mengarah pada mobil produksi 2005 ke atas.

Di sisi lain, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) mengungkapkan dari seluruh pengusaha SPBU yang tergabung dalam Hiswana Migas, hanya sekitar 35% yang sudah siap dengan rencana pembatasan tersebut.

Itu pun, hanya berpusat di kota-kota besar karena SPBU di daerah masih banyak yang belum memiliki infrastruktur untuk menjual BBM nonsubsidi, seperti pertamax.

Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomohadi meminta pemerintah menggencarkan sosialiasasi serta memberikan pelatihan kepada operator SPBU, terkait rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi mulai 1 Januari 2011.

Dia berpendapat bila rencana pembatasan penggunaan BBM bersubsidi itu akan diberlakukan per 1 Januari 2011, seharusnya pemerintah melalui Kementerian ESDM sudah memberikan sosialisasi dan pelatihan terhadap operator mulai Desember ini. (gak)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: