PT TMA Membangun HTI Berbasis Kerakyatan


Sepak terjang Sinarmas forestry

PT TMA Membangun HTI Berbasis Kerakyatan
29 Jan 2010
Nasional Pelita
MEMBANGUN Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan pola berbasis kerakyatan telah dimulai di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Areal seluas 19.770 hektar, yang terletak di Kecamatan 7 Koto dan 7 Koto Ilir, sekarang ini sedang berlangsung aktivitas land clearing.

Artinya. PT Tebo Multi Agro (PT TMA) sebagai perusahaan patungan yang telah memiliki izin dari Departemen Kehutanan itu, sedang bergegas agar areal yang sudah dikuasainya itu. secepatnya akan dapat
berubah sebagai area) HTI yang selanjutnya akan berkontribusi terhadap percepatan pembangunan di daerah itu.

PT TMA. yang didirikan dengan investasi patungan antara Perusahaan Daerah Tebo Holding Company (PD THC) dengan PT Hutani Pratama Makmur (PT HPM) yang merupakan anak perusahaan PT Sinarmas Group, dengan komposisi saham 30 persen milik PD THC dan 70 persen saham dlmlllk PT HPM. menunjukkan perbedaan karena perusahaan ini lebih mengedepankan program yang disebutkan dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR yang digelontorkan PT TMA, tentunya tidak dapat dipisahkan dari berbagai kegiatan serupa yang dilakukan PT Wirakarya Sakti (PT WKS) yangjugri merupakan anak perusahaan-PT Sinarmas Group yang hingga sekarang Ini terus berkonsentrasi terhadap pembangunan HTI di Provinsi Jambi.

Pemerintah Kabupaten Tebo, seperti dikatakan Bupati Tebo Drs HA Madjid Muaz MM kepada Pelita, pihaknya menyambut baik adanya investasi PT Hutani Pratama Makmur, karena anak perusahaan PT Sinarmas Group Itu, tidaklah semala-mala membutuhkan kayu hasil tebangan untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan baku bubur kertas di pabrik bubur kertas PT Lontar Papyrus yang Juga merupakan anak perusahaan PT Sinarmas Group.

Tetapi lebih dari itu, dengan adanya Investasi anak perusahaan PT Sinarmas Group di dalam pengelolaan areal yang dlmilik PT TMA untuk kawasan HTI tersebut. Juga dirasakan sangat membantu pemerintah daerah karena asset yang ada, seperti ruas Jalan yang menghubungkan antara areal PT TMA dengan pabrik PT Lontar Papyrus yang berada di Kecamatan Tungkai Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, akan dapat dipergunakan masya-rakat.

Dengan demikian tentunya, ruas Jalan yang panjangnya sampai beratus-ratus kilometer itu yang sudah dibangun anak perusahaan PT Sinarmas Group sebelumnya, akan sangat berarti bagi masyarakat kita daerah Ini karena bukan saja ruas Jalan itu dapat membuka keterisolasian daerah, tetapi Juga ruas Jalan yang ada semakin memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan yang lainnya ke daerah antar kabupaten bertetangga, termasuk ke Provinsi Riau yang berdampingan dengan Provinsi Jambi.

Karena Itu. dikatakan Madjid Muaz, untuk mencari Investor yang tidak saja kuat dalam permodalan, tetapi tentunya Juga harus memiliki kamam-puan untuk mengedepankan program yang berbasis kerakyatan, setidaknya bukanlah hal yang gampang untuk didapatkan. Apalagi, bagi sebuah perusahaan daerah, seperti PD Tebo Holding Company yang mesti diakui memiliki berbagai kekurangan, selain permodalan tentunya pengalamannya dalam membangun HTI.

Dengan demikian, kata Madjid Muaz, yangjuga merupakan calon Gubernur Jambi 2010-2015. investasi PT Hutan! Pratama Makmur dalam membangun areal HTI yang perizinannya dimiliki PTTebo Muti Agro, diyakini akan dapat mempercepat tidak saja pembangunan di Kabupaten Tebo, tetapi Juga terhadap pembangunan di Provinsi Jambi, (nf)

++++
Sinar Mas Grup Memperalat Aparat Membunuh Rakyat
SURAT TERBUKA
Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau
menyikapi
Tragedi Berdarah Senyerang Jambi 8 November 2010

“SINAR MAS GRUP MEMPERALAT APARAT MEMBUNUH RAKYAT”
( Hentikan Pendekatan Kekerasan Terhadap Rakyat )

Jika dicermati pola investasi yang dikembangkan dewasa ini, nampak bahwa kebijakan industrialisasi yang makin terintegrasi dengan pasar global, justru bukannya makin menguntungkan rakyat tetapi makin memberi peluang kepada elit ekonomi didalam negeri maupun kekuatan ekonomi internasional, untuk menguras dan mengalihkan surplus hasil pengelolaan sumber daya alam dari daerah-daerah penghasil sumber daya alam ke pusat-pusat kekuatan ekonomi dan politik dalam negeri maupun luar negeri.

Hal ini kemudian mendapat dukungan dan penguatan dari negara melalui penataan politik. Melalui penerapan kebijakan politik yang represif dan sentralistis, negara memainkan peran dominan sebagai agen kekuatan ekonomi dan pemegang hak monopoli kekayaan alam, sekaligus pemberi keabsahan politik bagi amannya investasi. Kebutuhan negara dan pemodal akan tanah dipenuhi dengan cara-cara yang tidak wajar, yaitu menggunakan mekanisme pemaksaan. Bahkan tindakan represif Negara ini tidak sedikit memakan korban jiwa ditingkat rakyat yang seharusnya dilindungi Hak serta Kedaulatannya atas sumber daya alam.

Masih belum selesai pengusutan atas tragedi Kuansing Berdarah di Riau yang menyebabkan (almh) YUSNIAR meninggal dunia akibat peluru yang menembus dadanya ketika bersama masyarakat Kenegrian Pucuk Rantau sedang menuntut hak atas tanah yang diserobot oleh oleh PT. Tribakti Sarimas (TBS), tapi kejadian serupa kembali terjadi di desa Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada Senin (8/11/ 2010).

Tragedi berawal dari konflik tanah warga desa Senyerang seluas 7.224 Ha yang diambil secara sepihak oleh perusahaan Hutan Tanama Industri (HTI) PT. Wira Karya Sakti (WKS), pada tahun 2001 tanah tersebut ditanami HTI Akasia. Dan ketika masyarakat mencoba menuntut haknya yang di kuasai oleh PT. WKS yang merupakan bagian dari Sinar Mas Grup justru kemudian dihadapkan dengan pasukan bersenjata. Dalam peristiwa tersebut selain menyebablan puluhan korban luka juga telah menewaskan Ahmad Adam akibat luka tembak di bagian kepala.

Melihat perkembangan yang sangat memprihatinkan dalam sengketa pertanahan di Indonesia dewasa ini, dimana kualitas dan kuantitas konflik pertanahan tersebut semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi, maka kami segenap elemen masyarakat sipil yang peduli pada nasib petani, lingkungan hidup, demokrasi dan HAM menyampaikan, KEPADA:

Presiden RI untuk Segera melakukan evaluasi terhadap izin-izin perusahaan yang berkonflik maupun yang berpotensi konflik dengan masyarakat, khususnya perusahaan yang berafiliasi dengan Sinar Mas Grup.

Kementrian Kehutanan untuk segera mencabut izin perusahaan yang telah melakukan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

KAPOLRI segera mencopot KAPOLDA JAMBI dan KAPOLRES Tanjung Jabung Barat dari jabatannya sebagai bentuk tanggungjawab tugas serta mengusut tuntas peristiwa penembakan.

KOMNAS HAM, KOMPOLNAS dan LPSK untuk secepatnya melakukan Investigasi Lapangan serta dalam waktu singkat mengeluarkan rekomendasi hasil investigasinya.

DPR-RI untuk mendesak Pemerintah segera melaksanakan Reforma Agraria yang berpihak kepada Rakyat.

Seluruh Masyarakat dan pasar-pasar konsumen kertas yang berada di Luar dan Dalam Negeri untuk melakukan aksi boikot produk yang dihasilkan oleh PT. WKS (Sinar Mas Grup).

Seluruh Petani Indonesia khusunya di Jambi, kami akan selalu mendukung segala upaya perjuangan yang dilakukan untuk mencapai keadilan dengan cara damai.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Pekanbaru, 10 November 2010
Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Riau :
WALHI RIAU, SCALE UP, GREENPEACE SEA, LBH-PEKANBARU, KBH-RIAU, JIKALAHARI, PERKUMPULAN ELANG, KALIPTRA SUMATRA, SPKS – RIAU, JMGR, MITRA INSAN

+++++++
DEMO UNTUK SINAR MAS GROUP
Sumber Kontan online
Link : http://klasik.kontan.co.id/nasional/news/51970/Satu-tewas-dalam-unjuk-rasa-terhadap-Sinar-Mas
Satu tewas dalam unjuk rasa terhadap Sinar Mas

JAKARTA. Aksi pemblokiran warga atas kapal Grup Sinar Mas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (8/11) berlangsung ricuh. Dalam demonstrasi ini, warga memblokade kapal milik PT Wira Karya Sakti (WKS) dan PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, anak usaha Grup Sinar Mas, dari akses darat maupun sungai.

“Unjuk rasa sudah berlangsung beberapa hari. Namun Senin (8/11), terjadi penembakan,” ujar Arif Munandar, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi dalam siaran pers yang diterima KONTAN. Dalam insiden ini, seorang petani tewas dan tiga luka kritis. Arif menjelaskan, pada Kamis pekan silam (4/11), ratusan warga Senyerang memblokir jalur kapal Wira Karya Sakti. Menurutnya, aksi ini merupakan buntut sengketa lahan seluas 7.224 hektare (ha).

Dalam menjalankan aksinya, warga menyebarkan 30 pompong atau kapal kayu untuk mencegah kapal WKS dan Lontar Papyrus melintas. “Makin hari, warga yang melakukan unjuk rasa bertambah hingga mencapai 1.500 orang,” lanjut Arif. Untuk itu warga mendirikan kemah dan membekali diri dengan senjata tajam dan bom molotov.

Gloria Haraito

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: