Masih Ada Rute Merugi, Garuda Incar Laba Rp 1 Triliun di 2011


Senin, 31/01/2011 16:21 WIB
Masih Ada Rute Merugi, Garuda Incar Laba Rp 1 Triliun di 2011
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Foto: Angga/detikFinance

Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) menargetkan laba bersih tahun 2011 mencapai Rp 1 triliun, meskipun masih ada rute penerbangan perseroan yang merugi. Laba ini meningkat dari perkiraan laba tahun 2010 yang mencapai Rp 450 miliar.

“Profit Rp 1 triliun, itungan ini yang pesimistik,” jelas Direktur Keuangan, Elisa Lumbantoruan usai dialog dengan para analis di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/1/2011).

Ia menyebutkan, rute penerbangan perseroan memang masih ada yang merugi, seperti Jakarta-Amsterdam. Namun ini tidak menyulutkan semangat perseroan untuk meraih laba Rp 1 triliun sepanjang tahun 2011, meski bayang-bayang kenaikkan bahan bakar bisa saja menggerus laba perseroan.

“Rute Jakarta-Amsterdam memang masih rugi. Tapi kita tutupi dengan memaksimalkan penerbangan lain, dengan menjaga break even load factor di 70%. Tahun 2007 76%, dan sepanjang tahun (2010) 71%,” tambahnya.

Perseroan memang terus mengupayakan agar rute Jakarta-Amsterdam tidak merugi dengan cara mengkaji ulang pola pemasaran yang sudah dijalani satu tahun belakangan.

“Akan ada perbaikan, dari kegiatan marketing, go to market model. Review model yang tepat. Misalkan Jakarta-Kuala Lumpur jika masuk low cost carrier, kita akan masukkan Citilink,” ucap Elisa.

Garuda sendiri akan melepas saham baru melalui penawaran saham perdana sebanyak 6,3 miliar lembar atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Porsi ini didiskon dari target semula 30%.

Pemerintah menetapkan harga IPO Garuda, Rp 750 per lembar. Dengan demikian, total dana yang didapat mencapai Rp 4,751 triliun.

Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham. Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar.

Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk BMRI Rp 1,451 triliun. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities. Saham yang dilepas ini sudah termasuk saham PT Bank Mandiri Tbk di Garuda 10%.

(wep/ang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: