PTBA Anggarkan Belanja Modal Rp 1,8 Triliun


Senin, 31/01/2011 17:05 WIB
PTBA Anggarkan Belanja Modal Rp 1,8 Triliun
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance

Jakarta – PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menganggarkan belanja modal (Capex/Capital Expenditure) sebesar Rp 1,8 triliun untuk tahun 2011. Salah satu penggunaan dananya adalah mengakuisisi tambang.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PTBA, Sukrisno usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan anggota Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta (31/1/2011).

“Untuk dana yang disiapkan, saya tidak memisahkan antara akuisisi dengan yang lain. Tapi kalau tidak salah, di 2011 itu kita ada alokasi dana kurang lebih Rp 1,8 triliun. Itu nanti untuk semuanya,” kata Sukrisno.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahan PTBA, Achmad Sudarto juga menyampaikan, anggaran sebesar Rp 1,8 triliun tersebut nantinya akan digunakan secara menyeluruh demi pengembangan perseroan.

“Bukan hanya akuisisi saja , jadi untuk pengembangan juga, kalau kita mau bikin CBM (Coal Bed Methane) kan namanya juga pengembangan, begitu juga dengan proyek lain. Tapi kalau pengembangan infrastruktur itu lain, itu kan rutin,” ujar Achmad.

Terkait dengan rencana akuisisi yang ingin dilakukan oleh PTBA, Achmad menolak untuk memberitahu detilnya. “Untuk akuisi bisa di mana saja, jangan tanya di mananya. Kan banyak peminatnya. Sekarang sudah tahap due dilligence,” ucapnya.

“Untuk masalah akuisisi, kita inginnya menjadi majority, minimal 51% saham kita miliki. Tapi kalau minimal produksi dari akuisisi saya gak bisa ngomong. Pokoknya sementara ini dari produksi PTBA dulu saja,” kata Achmad.

“Kalau ngomongin kapasitasnya kan yang masih dieksplorasi bisa saja kita bilang penambahan. Yang pasti nanti ke depannya buat pengembangan lah. Potensi penambahan produksi dari akuisisi saya belum tahu, belum bisa ngomong. Kalau kita pengen secepatnya, kita minimal punya 2 perusahaan lah untuk tahun ini yang diakuisisi. Pokoknya nanti lah,” tambahnya. Tidak Akan Jual Batubara Mahal ke PLN Pada kesempatan yang sama, Sukrisno mengatakan, perseroan tidak ingin menjual batu bara kepada PT PLN dengan harga yang mahal. BUMN tambang itu berjanji dapat menjual harga yang lebih murah, namun tidak terlalu murah.

“Memang biasa ya kalo dalam bisnis itu, yang penjual maunya mahal dan yang beli maunya murah. Itu adalah hal yang biasa.Tapi sampai di mana ketemunya nanti. Kalau PTBA maunya mahal, PLN maunya murah. PTBA tidak akan lebih mahal dari orang (pemasok) lain, pasti akan lebih murah. Tetapi jangan terlalu murah,” kata Sukrisno.

Sukrisno mengatakan, sejauh ini belum ada kesepakatan masalah harga dengan PLN. Namun pasokan tetap dikirim oleh perseroan. “Itu masih belum selesai. Yang jelas PTBA itu masih tetap mengirim pasokan ke PLN di Suralaya, meskipun harganya belum deal,” katanya.

“Kita kan ada kondisi yang berbeda. Misalnya, ada tambang yang dekat dengan. Nah, kalau PTBA dari tambang ke pelabuhan itu kan jauh, 400 km. Jadi kan nggak bisa disamakan dengan yang dari tambang ke pelabuhan hanya 20-30 Km. Itulah perbedaan-perbedaan yang kita bicarakan dengan PLN,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, harga deal harus sudah ditetapkan akhir Februari 2011 nanti. “Akhir Februari, dan itu harus ada kesepakatan. Kalau sesuatu itu jangan mengharapkan tidak, tapi harus iya,” tegasnya. (nrs/ang)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: