De Jong Indonesian Membalas Budi


De Jong Indonesian Membalas Budi
Selasa, 15 Maret 2011 | 08:17 WIB

Istimewa
Para anggota De Jong Indonesian saat disambut Velix Wanggai, Staf Khusus Presiden RI Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (13/3/2011).

AMBON, KOMPAS.com – Pimpinan para pemain Belanda keturunan Indonesia, De Jong Indonesian, Sam Pormes, menegaskan, kedatangan mereka ke Indonesia karena ingin melihat tanah nenek moyang, selain melakukan balas budi. Sebanyak 21 pemain yang semuanya keturunan Maluku itu juga ingin bertemu sanak saudaranya.

“Sejak berangkat dari Belanda seluruh pemain sebenarnya sudah tidak sabar untuk segera tiba di Ambon, bertemu dengan sanak saudara serta menikmati keindahan tanah leluhurnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, seluruh pemain yang datang untuk mengikuti program “Indonesia Tanah Air Beta” itu, merupakan keturunan ketiga dari warga Maluku yang telah bermukim di Belanda sejak 60 tahun terakhir.


Sam Pormes mengatakan, kedatangan 21 pemain keturunan Maluku, tanpa Geovanni van Bronckhorst, untuk menunjukkan penghormatan kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Maluku dapat membangun kembali daerah ini dari kehancuran akibat konflik sosial masa lalu.

“Ini bentuk balas budi kami kepada pemerintah dan masyarakat yang mampu bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali rasa persaudaraan yang kuat. Saat ini kami hanya bisa membalas budi baik pemprov dan masyarakat dengan memberikan pendidikan sepak bola,” tandasnya.

Benju Nunumete (VVV Venlo), Mahiri Sabandar (NEC Nijmegen), Sagall Hertog (Top Oss), Martinus Titaley (Fortuna Sittard), Nicky Munz (PSV Eindhoven), Michel van Veen (Fortuna Sittard/KRG Genk), Allesio Franciscus (Fortuna Sittard), Timmy Hattu (VVV Venlo), dan Didi Taihuttu (Fortuna Sittard), serta didampingi Johnny Taihuttu (pelatih), Max Hattu (Asisten Pelatih).

Selama di Ambon 13-17 Maret, 21 pemain itu akan melakukan serangkaian kegiatan, di antaranya pelatihan kepada pemain muda, pertandingan persahabatan, workshop pada pelatih lokal, serta mendukung pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) menggiring bola bersama 5.000 warga Ambon. (ANT)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: