Indonesia harus kerja keras capai investment grade


Dari Kontan online : http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/nasional/62174/Menkeu-Indonesia-harus-kerja-keras-capai-investment-grade
Nasional
HOME|KEBIJAKAN |

Kamis, 17 Maret 2011 | 11:18 oleh Dwi Nur Oktaviani

PERINGKAT UTANGMenkeu: Indonesia harus kerja keras capai investment grade

JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan pemerintah harus bekerja keras untuk bisa mencapai peringkat utang investment grade. Menurutnya, Indonesia mempunyai peluang untuk bisa mencapai level investment grade tersebut karena kondisi perekonomian cukup baik.

Agus menjelaskan, rasio utang terhadap GDP Indonesia pada 2010 lalu dibawah 26%. Selain itu, dia mengatakan, defisit anggaran pada 2010 di bawah 2% dan neraca perdagangan surplus US$ 30 miliar.

Bukan hanya itu, Agus memaparkan, Indonesia memiliki industri perbankan dan industri pasar modal yang sehat. “Kita juga punya exchange rate selama 2010 itu apresiasinya 4 sampai 6 %. Kita juga melihat masuknya dana-dana Foreign Direct Investment (FDI) mengalir,” tegas mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini usai menghadiri Fitch Rating Indonesia Credit Briefing 2011, Kamis (17/3). .

Bahkan, Agus mengatakan, gejolak harga minyak tidak berpengaruh terhadap fiskal Indonesia. “Rasanya Indonesia semakin baik,” tegasnya.

Nah, yang terpenting menurut Agus, Indonesia harus bekerja lebih baik lagi dengan menunjukan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. “Apa-apa yang kami rencanakan bisa diimplementasikan. Bisa saja nanti ratingnya bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Seperti diketahui, Fitch Ratings menilai peluang Indonesia untuk mendapat peringkat utang investment grade terbuka lebar dalam 12-18 bulan mendatang. Asal tahu saja, saat ini peringkat utang Indonesia masih satu notch dibawah investment grade.

+++++++++++
OUTLOOK RATING INDONESIAFitch upgrade outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi positif
JAKARTA. Lembaga rating internasional, Fitch Ratings, menaikkan outlook peringkat utang (sovereign rating) Indonesia. Sebelumnya, rating Indonesia yang semula BB+/stable di-upgrade menjadi BBB-/positive.

Difi Ahmad Johansyah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI) menyampaikan, perbaikan profil kredit Indonesia menjadi penentu dari upgrade atas outlook sovereign rating RI.

Difi menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi di Indonesia saat ini diiringi juga oleh peningkatan tabungan domestik dan kinerja neraca pembayaran, dan peningkatan cadangan devisa yang menandakan terus terjaganya stabilitas ekonomi makro. “Upgrade oleh Fitch juga merefleksikan optimisme terhadap perekonomian Indonesia,” kata Difi.

Selain itu, hasil BB+/positive ini, sekaligus memberikan kepercayaan lembaga rating terhadap kredibilitas, serta kemampuan otoritas perekonomian tanah air dalam mengatasi berbagai tantangan yang tengah dihadapi, termasuk peningkatan tekanan inflasi serta besarnya arus modal masuk (capital inflow).

Sementara, analis Fitch yang berkantor di New York Amerika Serikat menyatakan, outlook positif peringkat utang Indonesia merefleksikan probababilitas yang lebih besar bagi sovereign rating Indonesia untuk mendapatkan upgrade dalam jangka waktu 12 sampai 18 bulan ke depan.

Fitch mencatat, di 2010, perekonomian Indonesia tumbuh 6,1% setelah melambat 4,6% di 2009. Pertumbuhan ekonomi Indonesia disokong oleh permintaan domestik serta adanya kenaikan tingkat rata-rata inflasi menjadi 32,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di 2010.

Kendati begitu, tingkat inflasi Indonesia menunjukkan adanya resiko jangka pendek terhadap prospek Indonesia. Asal tahu saja, Indeks Harga Konsumen Indonesia pada akhir 2010 melampaui target yang ditetapkan Bank Indonesia di range 4%-6%. Namun, langkah BI menaikkan suku bunga acuan memberikan sinyal keseriusan BI dalam menahan laju inflasi.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Definisi investment grade :
Investopedia explains Investment Grade
Investors should note that government bonds, or Treasuries, are not subject to credit quality ratings. These securities are considered to be of the very highest credit quality. In the case of municipal and corporate bond funds, fund company literature, such as the fund prospectus and independent investment research reports will report an “average credit quality” for the fund’s portfolio as a whole.


Investors should be aware that an agency downgrade of a company’s bonds from ‘BBB’ to ‘BB’ reclassifies its debt from investment grade to “junk” status with just a one-step drop in quality. The repercussions of such an event can be highly problematic for the issuer and can also adversely affect bond prices for investors. Safety-conscious fund investors should pay attention to a bond fund’s portfolio credit quality breakdown.

++++++++++++++++

Senin, 21/03/2011 13:31 WIB
Wow! Cadangan Devisa RI Tembus US$ 103,3 Miliar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Foto: dok.detikFinance

Jakarta – Cadangan devisa Indonesia terus menggelembung hingga per 18 Maret 2011 telah mencapai US$ 103,3 miliar. Melonjak US$ 1 miliar dibandingkan pekan sebelumnya atau 10 Maret 2011 yang sebesar US$ 102,2 miliar.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono kepada detikFinance di Jakarta, Senin (21/3/2011).

“Per 18 Maret 2011 cadangan devisa RI itu mencapai US$ 103,3 miliar atau setara di atas 7 bulan impor dan pembayaran utang jangka pendek pemerintah,” ujar Hartadi.

Dari sisi penempatan asing di instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada periode yang sama tercatat sebesar Rp 71,6 triliun atau mencapai 31,1% dari total SBI. “Untuk kepemilikan asing di Surat Utang Negara (SUN) per 18 Maret 2011 mencapai Rp 204,2 triliun atau 29,9% dari total SUN,” jelasnya.

Lebih jauh Hartadi mengatakan minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia masih sama walaupun belakangan terjadi teror bom yang melanda.

“Untuk ancaman bom sejauh ini tidak ada pengaruhnya, hanya krisis Libya saja yang berdampak pada pasar terutama minyak,” terangnya.

(dru/dnl)

Advertisements

One Comment to “Indonesia harus kerja keras capai investment grade”

  1. How would high yield funds perform during a rising interest rate environment, and what do you think are the risks of heading into that within the next few years?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s