Karyawati seksi Citibank tilep duit milyaran


Sepertinya berita heboh berbumbu  hal yang syuur  bakal terus mewarnai pemberitaan Indonesia. Konon kabar karyawati sexy ini menilap atau menggelapkan uang nasabahnya ratusan milyar. Nasabahnya adalah customer Citibank yang punya networth yang besar .. Sementara ini mereka hanya mengaku digelapkan  Rp17 M (konon bisa mencapai Rp  1,5 T ), mungkin karena malu pernah berhubungan intim dengan Miss Citibank Inong  Malinda Dee..  Luarbiasa Indonesia !

++++

Selasa, 29/03/2011 11:16 WIB
Diduga Gelapkan Rp 17 M, MD Punya Pangkat Tinggi di Citibank
Arifin Asydhad – detikNews

Diduga Gelapkan Rp 17 M, MD Punya Pangkat Tinggi di Citibank
Melinda

Jakarta – Kasus penggelapan dana nasabah Citibank Rp 17 miliar masih terus diselidiki oleh polisi. Pelaku penggelapan, berinisial MD, sudah ditahan polisi. Siapa sebenarnya MD? Baik polisi maupun Citibank belum membuka identitasnya. Namun, di jejaring sosial, MD disebut Malinda Dee. Dia punya pangkat tinggi di Citibank.

Beberapa pegawai dan mantan pegawai Citibank berbisik dan membenarkan bahwa MD yang dimaksud adalah Malinda Dee. Mereka pun membenarkan bahwa foto-foto perempuan cantik yang beredar di sejumlah forum online dan Blackberry Messenger (BBM) itu adalah Malinda Dee.

Informasi yang didapatkan detikcom, Selasa (29/3/2011), Malinda merupakan karyawati Citibank senior. Diperkirakan dia sudah bekerja di bank asing itu sekitar 15 tahun.

“Setahun lalu, jabatan dia Senior Relation Manager, dengan pangkat Vice President. Ini pangkat tertinggi untuk karyawan Citibank,” kata sumber yang pernah beberapa tahun bekerja di bank tersebut.

Malinda Dee pernah menjadi account officer (AO) di Citibank cabang Landmark. Para nasabahnya pejabat dan orang-orang kaya, khususnya para pengusaha pribumi. “Setahu saya, Malinda punya prestasi yang sangat bagus,” kata dia yang pernah satu kantor dengan Malinda itu.

“Dia sangat senior dan menjadi panutan di Citibank karena jago mengelola nasabah. Yang saya dengar, dia sudah bekerja di Citibank sudah 15 tahunan,” ujar sumber yang lain. Sehari-hari, dia mengantor dengan mengendarai mobil mewah. Salah satunya mobil Mercedes S 300.

Karena prestasinya, Malinda menjadi Senior Relation Manager Citigold. Jadi, dia memang khusus menangani para nasabah besar yang memiliki deposito di atas Rp 500 juta.

Selama ini, Malinda dikenal sebagai orang yang baik, murah senyum dan berbicara sangat santun. “Dia memang jago dan piawai mengelola hubungan dengan nasabah Citigold, karena memang dia sudah lama di Citibank. Cara bicaranya pelan, santun, murah senyum, baik,” ujar dia.

Karena itu, narasumber ini mengaku terkejut mendengar Malinda Dee ditahan aparat kepolisian dengan dugaan penggelapan dana nasabah. “Semua karyawan Citibank yang bekerja di Landmark, pasti kenal dia,” kata dia.

Sumber itu juga mengakui bahwa Malinda memang cantik dan memiliki postur tubuh yang menarik, meski ada informasi miring yang beredar di kalangan karyawan tentang kecantikannya itu. Usia Malinda juga masih simpang siur. “Ada yang bilang dia sekitar 37 tahun, tapi ada yang bilang sebenarnya usia dia sekitar 45 tahun. Saya gak tahu persis,” kata dia.

Mabes Polri mengungkap kasus penggelapan dana nasabah di Citibank ini pada Jumat (25/3/2011) atas laporan nasabah. Polisi telah menangkap Malinda dan menyita sejumlah barang bukti, antara lain dokumen-dokumen transaksi dan 1 unit mobil merek Hummer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK yang ditaksir senilai Rp 3,4 miliar.

Malinda dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU no 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU no 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah menyampaikan rilis mengenai kasus ini.  Citibank menjamin perlindungan bagi nasabahnya terkait kasus penggelapan dana Rp 17 miliar itu. Citibank menegaskan semua nasabah aman dan akan diberi penggantian bagi yang dirugikan.

“Adalah komitmen kami untuk melindungi kepentingan nasabah kami, termasuk secepatnya mengembalikan kerugian yang dialami oleh nasabah yang hilang melalui transaksi tidak sah di dalam rekening mereka secara adil dan tepat waktu,” kata Director Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya dalam siaran pers, Senin (28/3/2011) kemarin.

Dia menjelaskan peristiwa penggelapan oleh MD merupakan kejadian yang hanya terjadi di satu tempat dan pihak Citibank telah bertindak cepat untuk menghubungi seluruh nasabah yang mungkin terkena dampak buruk. “Kami bekerja sama dengan seluruh pihak berwenang terkait. Staf yang terlibat tidak lagi bekerja pada kami,” kata Ditta.

Namun, Ditta belum bisa memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus ini, karena masih dalam penyelidikan. Dalam rilisnya, Ditta juga tidak menjelaskan mengenai identitas MD, termasuk riwayat bekerja di Citibank.

(asy/asy)

++++++++++

Selasa, 29/03/2011 11:15 WIB
Polisi Fokus Kejar Uang Nasabah Citibank Rp 17 M yang Ditilep MD
Indra Subagja – detikNews

Polisi Fokus Kejar Uang Nasabah Citibank Rp 17 M yang Ditilep MD

Jakarta – Polisi masih memeriksa intensif MD, wanita cantik tersangka penilepan dana nasabah Citibank Rp 17 miliar. MD yang sudah dipecat dari bank terkemuka itu ditengarai sudah membelanjakan uangnya untuk membeli sejumlah barang mahal.

“Kita upayakan recovery aset,” kata Direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyo saat dihubungi detikcom, Selasa (29/3/2011).

Polisi sudah menyita 1 unit mobil merek Hammer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK yang ditengarai seharga Rp 3,4 miliar. Polisi tengah menyelidiki dugaan keterlibatan pihak lain.

“Ini white collar crime, sabar dulu. Kita masih kembangkan,” tuturnya.

MD dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah memastikan bahwa MD kini sudah tidak lagi bekerja di Citibank. Citibank juga bertindak cepat mengganti dana nasabah yang diduga ditilep MD.

Siapa MD? Baik polisi maupun Citibank tidak mau mengungkap identitas perempuan tersebut. Namun, di jejaring sosial, MD disebut inisial dari Melinda Dee. Dia dikenal sebagai perempuan yang cantik yang sudah lama bekerja di Citibank.

++++++++++++

Selasa, 29/03/2011 13:13 WIB
Pembobol Citibank Rp 17 M
Foto MD Semasa SMA Juga Beredar
Gagah Wijoseno – detikNews

Foto MD Semasa SMA Juga Beredar
Dulu dan sekarang

Jakarta– MD menjadi obrolan panas terkait pembobolan Rp 17 miliar dana nasabah Citibank maupun fotonya yang bling-bling. Fotonya ramai dipertukarkan lewat forum diskusi di Internet, Twitter, hingga BBM.

Selain foto, identitasnya juga pelan-pelan dibuka. Bahkan foto masa lalunya juga dilempar ke Twitter. “Foto Malinda Dee Jaman masih SMA di SMA 6 Angkatan 81, paling depan dengan Poni Jamboel,” tulis seorang Tweep, Selasa (29/3/2011). Karena masih jadoel, wajar bila penampilan MD semasa remaja tidak sekinclong sekarang. Foto itu juga menyebar ke piranti komunikasi lainnya.

Asal usul MD juga didikusikan. Ada yang menyebut dia memiliki nama depan Inong dan lahir pada 5 Juli 1965. Ada juga yang membicarakan ikhwal Hummer dan Mercy miliknya yang diduga bermasalah.

Hingga kini baik polisi maupun Citibank tidak mau mengungkap identitas tersangka yang kini ditahan polisi tersebut. Namun, di jejaring sosial, MD disebut inisial dari Malinda Dee. Dia dikenal sebagai perempuan yang cantik yang sudah lama bekerja di Citibank. Dia disebut-sebut punya pangkat tinggi di bank elite itu.

MD dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah memastikan bahwa MD kini sudah tidak lagi bekerja di Citibank. Citibank juga bertindak cepat mengganti dana nasabah yang diduga ditilep MD.

++++

Selasa, 29/03/2011 18:14 WIB
Polisi Benarkan Suami MD Berinisial AG
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Polisi Benarkan Suami MD Berinisial AG
MD dan satu mobil mewahnya.

Jakarta – Mabes Polri sedikit demi sedikit menguak identitas suami MD, tersangka kasus pembobolan dana nasabah Citibank senilai Rp 17 miliar. Polri membenarkan bahwa suami MD adalah seorang bintang iklan berinitial AG.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan, masih menyelidiki keterlibatan sang suami. Saat ini status sang suami yang berinisial nama AG masih sebatas saksi.

“Suami itu benar (AG),” kata Anton melalui pesan singkat, Selasa (29/3/2011).

Informasi yang dikumpulkan, diduga kuat AG adalah kependekan dari Andhika Gumilang. Saat, MD ditahan, Kamis (17/3) lalu, AG yang beberapa tahun lalu membintangi iklan rokok tersebut terlihat mendampingi istrinya di kantor Bareskrim Mabes Polri. Kabarnya, AG berumur  22 tahun.

Polisi juga telah menyita dua mobil mewah milik MD yakni  1 unit mobil merek Hummer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK yang ditaksir senilai Rp 3,4 miliar dan Mercedez S300. Mobil Hummer dimiliki atas nama suami MD dan Mercedez atas nama anaknya.

Dua mobil tersebut diduga memiliki kaitan dengan tindak pidana yang dilakukan MD. MD diduga melakukan pembobolan dana nasabah Citibank senilai Rp 17 milliar.

MD diduga bernama Malinda Dee. Ia merupakan salah seorang karyawati Citibank senior. Selain MD, polisi juga menangkap D, teller Citibank yang diduga ikut serta dalam pembobolan tersebut.

“Ditangkap tadi pagi jam 04.00 WIB di Bintaro,” ungkap Anton.

Malinda dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU no 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU no 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

Citibank telah menyampaikan rilis mengenai kasus ini. Mereka menjamin perlindungan bagi dana milik nasabahnya terkait kasus penggelapan dana Rp 17 miliar itu. Citibank menegaskan semua nasabah aman dan akan diberi penggantian bagi yang dirugikan.

“Adalah komitmen kami untuk melindungi kepentingan nasabah kami, termasuk secepatnya mengembalikan kerugian yang dialami oleh nasabah yang hilang melalui transaksi tidak sah di dalam rekening mereka secara adil dan tepat waktu,” kata Director Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya dalam siaran pers, Senin (28/3/2011) kemarin.

+++

Pembobol Citibank Bernama Inong Melinda, Bukan Melinda Dae

KAMIS, 31 MARET 2011 | 09:08 WIB

TEMPO InteraktifJakarta – Mantan Relationship Manager Citibank yang juga tersangka pencurian dan penggelapan dana nasabah bukan bernama Melinda Dee. Menurut Juru Bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam nama asli Melinda adalah Inong Melinda, bukan Melinda Dee yang selama ini ditulis media.

“Nama asli dia Inong Melinda, di kantornya gunakan nama Melinda,” kata Anton di kantornya, Kamis (31/3).

Melinda merupakan mantan pegawai Citibank yang mencuri dan menggelapkan uang nasabah sebesar Rp 17 miliar. Dana tersebut dialirkan Melinda dengan bantuan temannya yang merupakan teller Citibank, Dwi. Menurut Anton, polisi mengungkap kasus tersebut berdasar laporan dari Citibank. “Dua pekan lalu pihan bank melapor, kan banknya tidak mau ketumpuan juga,” kata dia.

Uang yang ditilep Melinda itu, dialirkannya ke sejumlah bank di Jakarta. Dari rekening tersebut, dana itu dialirkan ke beberapa perusahaan. “Pada akhirnya uangnya masuk ke perusahaan milik Melinda yang atas nama orang lain.” Namun sampai sekarang Anton belum mau menyebutkan bergerak di bidang apa perusahaan tersebut. “Yang pasti ada di Jakarta,” ujarnya.

Polisi menangkap MD pada Rabu tanggal 23 Maret pekan lalu. Sejak ditangkap, perempuan berusia 47 tahun itu ditahan di ruang tahanan Bareskrim Mabes Polri. Namun hingga hari ini, Anton belum mau menjelaskan lokasi penangkapan MD. Sedangkan dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah dokumen berupa bukti transaksi, mobil Hummer, dan Mercedes Benz.

CORNILA DESYANA

+++++++++++

Buru Aset Malinda di Dua Benua

31 Mar 2011 

 

Dugaan Penggelapan Dana Nasabah Citibank

JAKARTA-Mabes Polri terus membongkar skandal penggelapan dana nasabah Citibank oleh Malinda Dee. Sosialita cantik 47 tahun itu diperiksa secara maraton oleh penyidik Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri. Sejak Kamis (24/3), Malinda diperiksa tujuh jam sehari. Dalam pemeriksaan, polisi menduga Malinda menyembunyikan hartanya di dua benua. Australia dan Inggris (Eropa).

Karena itu, kemarin Malinda terlihat tertekan dalam menghadapi kasus tersebut. Akibatnya, keterangan yang diperoleh penyidik dari dia sering berubah-ubah. “Kami siapkan penyidik perempuan untuk mendampingi, bukan mengistimewakan. melainkan untuk memperlancar penyidikan,” ujar sumber INDOPOS kemarin.

Malinda ditahan di Rutan Bareskrim. Malinda diperiksa di ruang eksus di lantai 3 gedung Bareskrim. “Break (istirahat. Red) hanya Minggu,” tutur dia. Barang-barang Malinda sudah diantar oleh Andhika, suaminya, dalam sebuah travel bag berwarna meTah.

Malinda juga belum secara terbuka mengakui perbuatannya. Terutama soal korban-korbannya, dia mengaku lupa,” ujar dia. Namun, pengakuan itu bisa dipatahkan oleh penyidik berdasar dokumen yang disita dari apartemen dan bekas ruangnya di Citibank. “Dia overconfident (sangat percaya diri. Red). Berkas-berkas tidak dimusnahkan,” tambah perwira muda tersebut Saat ini penyidik masih berkonsentrasi mendalami modus dan jumlah korban Malinda. “Ada pengusaha dan politisi yang dia kenal baik. Dari dokumen yang kami temukan, ada jejak namanya. Tapi, kami belum tahu, apakah hubungannya legal atau ikut menjadi korban,” tambah dia.

Secara terpisah, Direktur II Eksus Bareskrim Polri Brigjen Arief Sulistyanto membenarkan adanya penyidik perempuan yang ikut memeriksa Malinda. Namun, menurut Arief, Malinda baik-baik saja. “Dia sehat, tidak apa-apa,” tutur Arief.

Penyidik juga tidak akan menangguhkan penahanan Malinda. “Anda lihat ancaman hukumannya, jelas tidak mungkin,” ungkap dia. Mantan koordinator staf pribadi Kapolri itu menyatakan masih sangat dini untuk menjelaskan skandal Malinda secara terbuka. “Kami pasti paparkan nanti ke publik. Tunggu humas saja,” terang dia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam menjelaskan, pemeriksaan Malinda berkembang ke arah strategi penggelapan. Mantan Kapolda Jatim tersebut menambahkan, penyidik kini berupaya menelusuri aset Malinda di Indonesia maupun luar negeri. “Kalau terkait, bisa saja ikut disita,” katanya.

Perwira tinggi polisi ini mengatakan, modus penggelapan yang dilakukan Malinda dengan cara menyuruh tersangka lain, Dewi. Teller ini disuruh memindahkan transaksi atau mentransfer dana nasabah ke sebuah rekening di bank lain tanpa sepengetahuan nasabah sebagai pemilik uang. Dana nasabah Citibank yang sudah ditransfer ke bank lain itu masuk ke rekening perusahaan Malinda di bank itu.

Slip (blanko) kosong itulah yang diisi Malinda dengan data-data dan tanda tangan nasabah yang dipalsukan Malinda seakan-akan nasabah itu sendiri yang meminta dilakukan pen-transferan uang ke rekening bank lain.

“MD (Malinda Dee) bisa melakukan (kejahatan) itu karena dibantu teller (Dewi) di bank itu. Dia (Dewi) kan teller. Dia transfer ke rekening PT apa di bank lain, tapi ternyata PT itu punya MD, tapi atas nama orang lain. Jadi disamarkan,” ungkap Anton. Dewi sendiri ditangkap Selasa dini hari (29/3) lalu di rumah mewahnya di kawasan Bintaro Tanggerang Selatan.

Ia melanjutkan, dengan modus tersebut uang nasabah yang dicuri Malinda dari rekening nasabah agak lama baru terungkap lantaran uang di rekening nasabah yang dipegang Malinda lumayan besar. Sehingga, banyakyang tidak sadar kalau dananya sudah dicuri dengan menggunakan transfer palsu di rekeningnya. “Yang disamarkan bisa sampai Rp 2 miliar. Tapi kan rekeningnya besar-besar dan banyak,” terangnya perwira berkumis tipis ini.

Ia melanjutkan, pihaknya juga masih menyelidiki secara terperinci bagaimana uang nasabah dapat digunakan Malinda. Tang jelas perusahaannya punya dia,” imbuhnya tanpa mau menyebut nama perusahaan itu maupun bergerak di bidang usaha apa. “Perusahaan besarlah,” tukasnya.

Sedang terkait keberadaan sedan mewah Ferrari Cabriolet, polisi masih melacak keberadaannya. Namun diketahui, kalau Ferrari diserahkan janda beranak satu itu itu kepada anaknya yang masih berusia 16 tahun.

Kabareskrim Komjen Ito Sumardi membenarkan bahwa anak buahnya kini melacak jejak duit Malinda ke luar negeri. “Mungkin ada di Australia dan London,” ungkap Ito. Dikatakan, penyembunyian harta di dunia benua sekaligus tersebut untuk mempersulit aparat dalam mengendus keberadaan hartanya.

Mantan Kapolwiltabes Surabaya tersebut juga membenarkan bahwa penyidik mendalami peran pihak lain dalam kasus Malinda. “Rasanya, tidak mungkin dia sendirian. Tapi, penyidik tidak boleh berdasar pada dugaan, harus ada fakta,” tegas Ito.

Secara terpisah. Kepala PPATK Yunus Husein menyatakan siap membantu Bareskrim dalam mengusut tuntas skandal itu. “Kami selama ini selalu bekerja sama dalam white collar crime. Silakan saja,” ucap Yunus melalui pesan singkat kemarin.

Dihubungi sebelumnya, Direktur Country Corporate Affairs Head Citibank Ditta Amahorseya mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Perlu diketahui, kamilah yang pertama melaporkan kasus ini ke polisi, bukan orang lain,” katanya.

Sebab, kata perempuan berkacamata itu, pihaknya menemukan kejanggalan dalam pembukuan. “Kami sebelumnyajuga telah melakukan investigasi mendalam, memeriksa berkas, serta adanya kejanggalan transaksi antara nasabah dengan MD (Melinda, Red). Karena ada kerancuan dalam transaksi, maka kami lapor polisi,” tukasnya saat ditemui INDOPOS di Citibank Tower, Jakarta Selatan, siang kemarin.

Ditta menambahkan, dana nasabah bank dibobol Melinda hanya berasal dari cabang Jakarta. “Kami sudah menghubungi satu persatu nasabah yang dirugikan. Kami akan mengganti dana nasabah transaksi tidak adil ini tepat waktu,” katanya, (ind/rdl)

+++++++++++

Si Seksi Pembobol Citibank Pintar Merayu
Headline

Oleh: MA Hailuki
Metropolitan – Kamis, 31 Maret 2011 | 14:16 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Tersangka pembobol dana nasabah Citibank Inong Melinda alias Malinda Dee sangat dikenal kalangan pengusaha papan atas sebagai figur yang lihai merayu.

Seorang pengusaha minyak ternama di Indonesia, mengakui dirinya mengenal Melinda sejak lama. Dia mengenal perempuan yang sebelumnya disebut berinisial MD itu sejak masih menjadi Relationship Manager hingga naik menjadi Vice President.

Menurutnya, Melinda adalah pribadi yang sangat supel dan pintar. Kecerdasan Melinda bukan hanya dalam hal perbankan melainkan juga mampu merayu dan meyakinkan nasabah untuk berinvestasi di Citibank.”Saya beberapa kali ditraktir oleh dia di tempat-tempat berkelas. Memang Mel ini sangat pintar merayu,” ujar pengusaha yang minta identitasnya disembunyikan kepada INILAH.COM, Kamis (31/3/2011).

Pengusaha yang mantan anggota DPR itu juga menuturkan, dalam melakukan lobi ataupun pendekatan, Melinda selalu tampil meyakinkan. Untuk sekadar makan siang, Melinda selalu menggunakan mobil Mercy mewahnya.

Agar calon nasabahnya tertarik berinvestasi, Melinda juga tak segan-segan melancarkan rayuan maut yang membuat nasabah bertekuk lutut. “Saya tidak perlu jelaskan seperti apa, orang sudah paham,” tegas pengusaha itu.

Seperti diberitakan, Jumat (24/3/2011) Mabes Polri resmi mengumumkan MD sebagai tersangka pembobolan dana nasabah Citibank sebesar Rp17 miliar. Dalam melancarkan aksinya, MD tak sendiri.Dia berkomplot dengan rekan kerjanya berinisial D yang menjabat sebagai teller Citibank. Diduga masih ada karyawan Citibank lainnya yang ikut berkomplot dengan MD. [mah]

+++++++++++

Inilah Jurus Maut Melinda Merayu Nasabah Citibank

INILAH.COM, Jakarta – Dalam meyakinkan nasabah atau calon nasabah Citibank, Inong Melinda alias Malinda Dee (MD) memiliki jurus jitu dan ampuh.

Agar costumer nyaman dan yakin, Melinda mengajak pertemuan di hotel mewah atau restoran berkelas. Semua biaya pertemuan ditanggung oleh Melinda sehingga costumer diperlakukan layaknya raja.

“Saya diajak makan di Kartika Chandra, semua dia (Melinda) yang bayar soalnya dia yang traktir,” ujar seorang pengusaha resor wisata kepada INILAH.COM, Kamis (31/3/2011).

Setelah mengajak makan siang atau makan malam, Melinda melanjutkan pembicaraan lebih intens dengan costumer di sebuah exclusive lounge dengan jamuan first class.

Tak lupa, Melinda membawa dua wanita cantik mendampinginya selama pertemuan. Kedua wanita pendamping itu ikut ‘nimbrung’ membahas tentang perbankan dan dunia investasi.

“Mel kalau pakai baju memang suka pakai baju begitu (seksi, red) dan berkelas, makanya saya yakin dia memang profesional,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Jumat (24/3/2011) Mabes Polri resmi mengumumkan MD sebagai tersangka pembobolan dana nasabah Citibank sebesar Rp17 miliar. Dalam melancarkan aksinya, MD tak sendiri.

Dia berkomplot dengan rekan kerjanya berinisial D yang menjabat sebagai teller Citibank. Diduga masih ada karyawan Citibank lainnya yang ikut berkomplot dengan MD. [mah]

+++++++++++++

Cerita Inong Si Pembobol Bank

Metro TVOleh Metro TV News | Metro TV – Kam, 31 Mar 2011 20.38 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Melinda mendadak terkenal. Foto-foto perempuan berusia 47 tahun tersebut beredar di dunia maya. Mendadak, semua orang pun ingin tahu kehidupan miliarder istri model iklan Andika Gumilang tersebut.

Tak heran, nama Melinda muncul karena ia menjadi tersangka kasus pencurian uang nasabah prioritas di Citibank. Kasus tersebut, entah sengaja entah tidak, awalnya ditutup-tutupi oleh Polri. Pun Citibank lebih banyak tutup mulut soal Melinda yang mereka sebut “eks-karyawan” Citibank itu.

“Nama aslinya Inong Melinda, di kantornya menggunakan nama Melinda,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, buka suara soal kasus ini, Kamis (31/3). Anton menambahkan, Melinda tidak menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya.

Bahkan, sebelum berkasus, Linda, panggilan akrab Melinda, juga sudah menjadi buah bibir. Pasalnya, penampilan Linda yang usianya hampir paruh baya itu memang menarik. Pegawai Citibank yang tak kenal dengannya pun minimal pasti tahu siapa dia. Belum lagi nasabah Citibank. Linda memang sengaja ditempatkan untuk menangani nasabah prioritas karena kepiawaiannya bicara dan menjaga hubungan dengan nasabah.

“Dia itu operasi semua, dirombak wajahnya, jadi sebetulnya nggak cantik,” kata Anton mengomentari kehebohan masyarakat mengenai penampilan Linda sebagaimana foto-fotonya yang beredar di dunia maya.

Lepas dari penampilannya, Linda memang terkenal cukup lincah dan pandai berhubungan dengan klien. Linda sudah 20 tahun bekerja di Citibank, tapi baru tiga tahun terakhir ini ia mulai beraksi, membobol dana nasabah. Setidaknya dari tiga perusahaan yang jadi nasabah Citibank, Linda sudah mengantongi Rp17 miliar.

Polri menduga masih banyak lagi uang nasabah yang dibobol Linda. Sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut disinyalir takut melapor lantaran tak mau merusak hubungan baik dengan bank internasional asal New York tersebut.

Menurut Polri, dalam aksinya Linda meminta teller Citibank bernama Dwi untuk membantunya melakukan pencatatan palsu beberapa transfer uang. Nilainya antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Catatan tersebut merupakan manipulasi transfer uang dari rekening nasabah ke rekening milik beberapa perusahaan milik Linda di dalam dan di luar Citibank.

Tak tahu yang dilakukannya kriminal, Dwi yang bekerja di Citibank atas bantuan Linda, tak menolak mengerjakannya. Pencatatan tersebut secara administrasi bank memang tak bermasalah. Oleh karenanya, kejahatan Linda tak tercium.

Dwi kemudian juga ditangkap Polri dan sempat masuk rutan Bareskrim Mabes Polri atas dugaan keterlibatannya. Tetapi ia kemudian dilepas kembali karena tak ikut menikmati uang yang dicuri Linda. Status Dwi masih tersangka. Ia hanya dikenakan wajib lapor setiap dua minggu sekali.

Namun, banyak pihak memandang kekayaan Linda wajar-wajar saja. Pasalnya, Linda memang mempunyai banyak usaha, selain bekerja sebagai manajer di Citibank Cabang Landmark, kemudian pindah ke cabang Pondok Indah. Namun belum dapat dikonfirmasi bergerak di bidang apa saja perusahaan-perusahaan tersebut.

Linda pun, menurut Polri, piawai menyembunyikan kejahatannya. Harta kekayaannya banyak yang disamarkan dengan atas nama orang lain.

Rekening perusahaannya, misalnya, tercatat atas nama orang lain. Mobil-mobil mewah yang dimilikinya pun demikian. Salah satunya, Hummer H-3 warna putih bernomor polisi B 18 DIK yang disita polisi sebagai barang bukti pencucian uang, dicatat atas nama Dika. Selain itu, Linda diketahui masih memiliki Mercedes Benz S300 dan sebuah Ferrari yang kerap dibawa Dika ke Sentul untuk bergaul bersama komunitas Ferrari lainnya.

Dika adalah Andhika Gumilang, suami Melinda yang usianya jauh lebih muda. Model iklan dan artis itu disebutkan baru berusia sekitar 22 tahun.

“Dia punya Hummer dipegang (atas nama) suaminya, Mercy dan Ferrari dipegang anaknya,” ujar Anton.

Sampai kini Polri belum dapat dengan jelas memetakan harta Linda yang lain. Polri tengah meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan memantau aliran dana keluar masuk rekening perusahaan Linda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, Linda ditangkap di kamar mewahnya di sebuah apartemen di kawasan elite SCBD, Semanggi. Ia juga diketahui pernah tinggal di Oakwood, Kuningan. Selain itu, Linda masih punya beberapa rumah di Jakarta, termasuk di Tebet.

Menyembunyikan hubungan istimewanya dengan model iklan pun Linda jago. Tak tercium infotainment, Linda menikah dengan Dika yang umurnya terpaut 25 tahun. Padahal, pada pertengahan 2007, Dika masih dikabarkan infotainment bermasalah dengan pacarnya kala itu, Trindah Herlina.

Pasangan Linda dan Dika tinggal bersama kedua anak Linda dari pernikahan pertamanya. Anak pertama Linda, lulusan universitas luar negeri, berusia tak terpaut jauh dengan Dika, sementara anak keduanya masih duduk di bangku sekolah swasta di Jakarta.

Menghindari kemungkinan kejahatan perbankan serupa, Polri mengimbau semua pihak untuk tidak mudah percaya pada kedekatan hubungan pribadi ketika menyangkut urusan finansial.

“Kepada masyarakat, kalau berkaitan dengan bank harus cek dan ricek karena petugas itu belum tentu yang sebenarnya,” papar Anton.

“Harus sesuai dengan prosedur, harus baca aturan sistem. Jangan terlalu percaya dengan pihak bank yang sudah dikenal baik. Itu belum tentu benar, harus hati-hati, tahu-tahu ditandatangan kosong.”(MI/DSY)

+++++++++++

Gaji Malinda di Citibank Rp 70 Juta Perbulan, Bonus Rp 250 Juta

Minggu, 03/04/2011 09:05 WIB
Gaji Malinda di Citibank Rp 70 Juta Perbulan, Bonus Rp 250 Juta
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Gaji Malinda di Citibank Rp 70 Juta Perbulan, Bonus Rp 250 Juta

Jakarta – Menjabat sebagai senior relationship manager di Citibank, Malinda alias Melinda Dee mempunyai gaji cukup tinggi. Bahkan setiap tiga bulan, wanita beranak dua ini mendapat bonus ratusan juta rupiah.

“Gajinya Rp 70 juta per bulan itu di luar bonus. Per tiga bulan bonusnya Rp 250 juta,” kata salah seorang sumber yang dekat dengan Malinda kepada detikcom, Minggu (3/4/2011).

Sumber juga mengatakan, selama 22 tahun bekerja di Citibank, Malinda selalu mencari sendiri nasabahnya. Ia diberi kewenangan oleh kantornya untuk mencari nasabah dengan rekening di atas Rp 500 juta.

“Makanya wajar saja kalau dia punya mobil seperti itu. Dihitung saja,” jelas sumber itu.

Setiap tahun, karir Malinda selalu menanjak. Baik Citibank dan Malinda selalu berbagi keuntungan.

“Makanya kenapa sekarang ada laporan dari Citibank? Apakah ada kerugian dari Citibank?” tanya sumber itu.

Polisi telah menahan Malinda karena diduga menggelapkan dana nasabah hingga mencapai puluhan milliar. Polisi telah menyita 4 mobil mewah Malinda yakni Ferrari Scuderia F340, Ferrari California, Mercedes-Benz E350, dan Hummer H3.

“Membeli mobil itu pakai uang dari hasil penggelapan,” jelas Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat dihubungi, Sabtu (2/4) kemarin.

Malinda dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU no 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU no 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU no 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU no 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU no 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

 

 

+++++

Minggu, 03/04/2011 09:38 WIB
Wah! Uang yang Ditilep Malinda Diduga Rp 1,5 T  
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Wah! Uang yang Ditilep Malinda Diduga Rp 1,5 T

Jakarta – Polisi merilis uang nasabah yang ditilep Malinda alias Melinda Dee mencapai Rp 20 milliar. Namun ternyata jumlah duit yang digelapkan diduga melebihi puluhan miliar bahkan mencapai satu triliun rupiah lebih.

“Dia punya 500 nasabah. Kalau setiap orang Rp 3 miliar kalikan saja berapa? Rp 1,5 triliun kan,” kata salah seorang sumber yang dekat dengan Malinda kepada detikcom, Minggu (3/4/2011).  

Nasabah-nasabah Malinda umumnya orang yang sudah dikenalnya dengan baik. Sehingga setiap nasabah begitu mempercayakan uangnya kepada wanita beranak dua ini.

“Makanya Inong (Malinda) bilang tersinggung kalau hanya disebut Rp 17 miliar saja,” papar sumber itu.

Dari jabatannya sebagai senior relationship manager di Citibank, Malinda bisa memperoleh gaji Rp 70 juta per bulan dan bonus Rp 250 juta pertiga bulan. “Kalau dari mobil yang disita Rp 17 milliar itu saja lebih kan? Coba dihitung harga mobilnya? Iya, dari gaji saja bisa terbeli,” kata sumber itu menekankan.

Polisi telah menahan Malinda karena diduga menggelapkan dana nasabah. Polisi telah menyita 4 mobil mewah Malinda yakni Ferrari Scuderia F340, Ferrari California, Mercedes Benz E350, dan Hummer H3.

“Membeli mobil itu pakai uang dari hasil penggelapan,” jelas Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat dihubungi, Sabtu (2/4) kemarin.

Malinda dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 UU No 7 tahun 1992 sebagaimana diubah dengan UU No 10 tahun 1998 tentang perbankan dan atau pasal 6 UU No 15 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UU No 25 tahun 2003 sebagaimana diubah dengan UU No 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang.

++++++++++
Malinda Diduga Alirkan Duit ke 30 Rekening
SENIN, 04 APRIL 2011 | 15:34 WIB
Besar Kecil Normal
Melinda Dee. TEMPO/Aditia Noviansyah

Berita terkait
Malinda Sempat Keluar Tahanan Siang ini
KUA: Pernikahan Icha dan Umar Otomatis Batal
Icha Kembali Jadi Pria
Satu Pelapor Cukup untuk Jerat Malinda
DPR Akan Panggil Citibank
TEMPO Interaktif, Jakarta – Inong Malinda Dee, mantan Relationship Manager Citigold Citibank diduga tak hanya menilap belasan miliar rupiah dana nasabah premium Citibank. Selain memakai blanko fiktif, tersangka kasus pembobol dana nasabah itu diduga juga mengalirkan dana ke 30 rekening di berbagai bank. Salah satunya atas namanya sendiri, dengan total Rp 11 miliar.

“Sementara sisa rekening lain masih diblokir dan masih proses izin untuk dibuka rekeningnya,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareksrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto di Jakarta, Senin 4 April 2011.

Penyidik, kata Sulistyanto, telah menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya 29 formulir transfer yang disalurkan kepada beberapa rekening. “Total kerugian dari tiga nasabah Citibank yang melaporkan ke kita, sementara sebesar Rp 16,6 miliar,” katanya.

asus berawal dari laporan penggelapan dana nasabah Citibank. Hasil penelusuran polisi mengetahui bahwa dana tersebut digelapkan Malinda dengan modus menyodorkan blangko fiktif. Ia mengangsir sebagian dana nasabah dan mentransfernya ke rekening perusahaannya.

Malinda juga mengaburkan transaksi dengan melakukan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer. Slip transfer penarikan dana di rekening nasabah itu dipakai untuk memindahkan sejumlah dana milik nasabah tanpa seizin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasai oleh pelaku.

Sejauh ini, polisi juga telah memblokir 30 rekening yang terkait kasus tersebut. Sebagian rekening milik Malinda, dan sisanya milik para nasabah. “Saat ini baru tiga nasabah yang dimintai keterangan,” kata Sulistyanto.
Polisi juga belum bisa menyimpulkan kerugian karena masih menunggu laporan dari Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan. Hanya sejumlah aset Malinda termasuk mobil, sudah disita.

Pengacara Malinda, Halapancas Simanjuntak mengklaim semua aset yang dimiliki kliennya merupakan hasil usaha yang ia kembangkan bersama suaminya, Agus, yang berprofesi sebagai pengusaha mobil mewah. Namun saat ini keduanya tidak lagi berada dalam satu rumah. “Sedang dalam proses perceraian,” katanya.

RIKY FERDIANTO

+++++++++++++

Malinda Janji Kembalikan Uang Nasabah Penulis : Rita AyuningtyasSenin, 04 April 2011 20:03 WIB
Komentar: 0
0 0
MI/Angga Yuniar/vgTERKAIT
BI Cium Kelemahan Sistem Perbankan
Oknum Bank Berperan di Delapan Kejahatan Perbankan
Malinda Janji Kembalikan Uang Nasabah
JAKARTA–MICOM: Pihak Inong Malinda tidak begitu saja percaya dengan pernyataan penyidik yang menyebutkan ada kerugian karena perbuatan relation manager Citibank cabang Landmark itu. Namun, jika memang terbukti ada kerugian, Malinda bersedia untuk mengembalikannya.

“Kalau dia terbukti, dia akan bertanggung jawab. Kalau nanti Citibank bisa buktikan dan meyakinkan kita, ibu akan bertanggung jawab semampu dia. Sekarang pilih mana lu dapat Rp3 miliar dipenjara, enggak mau orang,” tukas pengacara Malinda, Batara Simbolon, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/4).

Sebelumnya, siang ini, Malinda dan pengacaranya akan ke Citibank untuk mengklarifikasi tentang pihak yang diduga dirugikan oleh relation manager Citibank cabang Landmark. Selain itu, mereka juga akan meminta sejumlah dokumen, seperti slip gaji dan bonus Malinda.

Dia mengatakan rencana kedatangan Malinda juga untuk memastikan status wanita yang dikabarkan menikah siri dengar artis Andika Gumilang itu di Citibank. Sebab, sampai saat ini, Malinda masih berstatus sebagai pegawai Citibank.

Namun, rencana tersebut terganjal oleh kondisi kesehatan Malinda. Selain itu, lanjut Batara, tim penasihat hukum belum mendapat izin dari pihak bank.(Bob/OL-2)

++++

Luar biasa !! : Wow, Melinda Berperan Besarkan Omzet Citibank

INILAH.COM, Jakarta – Senior Relationship Manager Citibank cabang LandMark, Jakarta, Inong Melinda alias Malinda Dee adalah salah satu petinggi Citibank yang banyak memberikan keuntungan bagi bank tempatnya bekerja.

Malinda merupakan pejabat bank swasta yang mampu merangkul hingga 500 nasabahnya. Bahkan Malinda masuk dalam katageri 5 besar dalam mendapatkan dana bank ini. Ia dikabarkan tidak lagi wajib masuk kantor setiap hari layaknya seorang karyawan. Pokonya ia bisa memenuhi targetnya mendapatkan dana.

“O iya ibu (Malinda) di lima cabang bank tugasnya, dia pegang 500 nasabah,” kata pengacara Malinda, Halapancas Simanjuntak, di Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Sehingga wajar jika Malinda begitu dipercaya oleh nasabahnya, dan bank tempatnya bekerja selama 20 tahun. “Karena dia sama Citibank saling membesarkan, Citibank kalau enggak ada dia (Malinda) susah juga,” imbuhnya.

Lebih lanjut Halapancas mengatakan, Malinda tak menyangka perusahaan tempatnya bekerja memidanakan dirinya, yang telah membesarkan Citibank selama 20 tahun terakhir.

Melinda mengawali karier di Citibank pada 1989 sebagai Costumer Service, lalu pada tahun 2000 diangkat menjadi Relationship Manager. Melinda menapaki kariernya dari jenjang bawah hingga mencapai level tinggi di Citibank.

Melinda telah ditetapkan sebagai tersangka pembobolan Citibank sebesar Rp17 miliar. Polisi telah menyita empat mobil mewah milik Melinda yaitu Ferrari F430, Ferrari California, Mercedez Benz E320 dan Hummer 3 Luxury Sport. [mah]

++++++++

Kamis, 07/04/2011 13:20 WIB
Diduga Ada Money Laundering, Rekening Nasabah Malinda Juga Diselidiki
Aprizal Rahmatullah – detikNews

BERITA TERKAIT
Kamis, 07/04/2011 11:36 WIB
Mabes Polri Tegaskan Irjen Budi Gunawan Bukan Nasabah Citibank
Rabu, 06/04/2011 10:57 WIB
Anton akan Bertemu Irjen Budi Gunawan Klarifikasi Jadi Korban Malinda
Selasa, 05/04/2011 17:57 WIB
Malinda Dikenal Ramah & Dermawan, Aslinya Mirip Cut Memey
Selasa, 05/04/2011 16:32 WIB
Suami Malinda Jadi Incaran Wartawan
Selasa, 05/04/2011 08:34 WIB
Malinda Beri Peringatan Lemahnya Pengawasan Bank di Indonesia
SELENGKAPNYA

Jakarta – Selain fokus pada penyelidikan pembobolan dana nasabah Citibank, Mabes Polri juga menyelidiki asal usul dana nasabah Malinda Dee. Polisi akan menyelidiki apakah ada unsur pencucian uang dalam rekening itu.

“Begini, kita kan koordinasi dengan Citibank. Kan data itu ada di Citibank. Nah kita harap mudah-mudahan Citibank juga memberikan (data),” ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2011).

Anton mengatakan, polisi masih berfokus pada pengungkapan kasus tindak pidana perbankan yang dilakukan Malinda. Sementara, penyelidikan dana nasabah masih belum dilakukan.

“Jadi kan semua aliran dana ini perlu ditindaklanjuti. Banyak sekali aliran dana yang diikuti ditelusuri,” jelas mantan Kapolda Jatim ini.

Menurut Anton, hingga saat ini penyidik baru menerima 3 data nasabah. “Jadi yang sudah diterima, sudah disidik penyidik 3 nasabah itu. Yang lainnya nanti berkembang,” terang Anton.

Apakah penyidik mengarah ke pihak manajemen Citibank? “Ya termasuk itu. Semuanya, karena nasabah itu kan bagian dari manajemen,” tandasnya.

+++++++++++++++++++

Malinda: Dalam Seminggu Nama Saya Hancur
SENIN, 11 APRIL 2011 | 11:42 WIB
Besar Kecil Normal
Malinda Dee. singaporenews.com

Berita terkait
Malinda Transfer Dananya ke Bank Mega
Polisi Temukan Bukti Transfer Malinda
Tifatul Minta Dewan Syariah Beri Sanksi Arifinto
Pernyataan “TNI Boleh Berbisnis” Perlu Diluruskan
Marsekal Berbisnis, Pembelaan Panglima TNI Dinilai Salah Kaprah
TEMPO Interaktif, Jakarta – Apa yang dirasakan Malinda Danuardja alias Inong Malinda Dee, setelah beberapa pekan mendekam di ruang sempit tahanan Bareskrim Mabes Polri? Apa pula yang dipikirkannya begitu seluruh media memberitakan soal gaya hidup dan sepak terjangnya di dunia perbankan?

Perempuan 47 Tahun yang pernah menjadi Senior Relationship Manager Citibank itu mengeluhkan pemberitaan media massa perihal kasusnya. Ia menganggap, pemberitaan itu telah membunuh karakternya.
Kepada Tempo yang menemuinya di tahanan, pekan lalu, Malinda menyatakan tuduhan dirinya melakukan penggelapan uang atau money laundering tidak benar. Sepengetahuan dia, tak ada nasabah yang melaporkan telah dirugikan oleh dirinya. “Laporan ini seperti bapak melaporkan anaknya,” katanya memberi perumpamaan perihal laporan Citibank atas dirinya ke polisi.

Petang itu, ketika Tempo menyambangi Malinda, perempuan itu membalut tubuhnya dengan serba hitam. Dari kerudung, baju, hingga celana panjangnya. Kerudungnya terjuntai panjang menutupi dadanya. Tubuhnya terlihat sangat kurus dibanding foto dirinya yang banyak muncul di Internet atau berseliweran di layar BlackBerry.

Poni khasnya menyeruak dari balik kerudungnya dan tergerai di keningnya yang mulus. “Bobot tubuh saya memang turun,” kata perempuan 47 tahun berkulit putih ini. Kendati demikian, ia menyatakan akan tetap menjaga kesehatannya. “Supaya pikiran saya juga sehat,” ujarnya.

Berkali-kali Malinda menyatakan tak melakukan kesalahan apa pun dalam kasus yang dituduhkan terhadap dirinya itu. Tuduhan ia membeli mobil-mobil mewah dengan menggelapkan uang nasabah dianggapnya tidak benar.

Menurut Malinda, tidak mungkin kariernya, yang sudah 22 tahun di Citibank, ia hancurkan sendiri. Apalagi jika dihitung akan segera pensiun beberapa tahun lagi. “Kini hanya dalam satu minggu nama saya hancur oleh opini tidak benar,” kata perempuan yang pernah mendapat penghargaan sebagai juara ketiga tingkat Asia-Pasifik dari Citibank atas prestasinya dalam pencapaian target kerja sebagai manajer ini.

Didesak menjelaskan sejumlah ketidakbenaran yang dituduhkan penyelidik, berkali-kali perempuan kelahiran Pangkalpinang berdarah Aceh-Betawi ini menggelengkan kepala.

Jadi Anda tidak melakukan penggelapan?
Nanti akan saya ungkapkan di pengadilan. Tidak mungkin sekarang saya ungkapkan A, B, C, atau D. Saya tidak mau ribut.

Dan tuduhan melakukan pencucian uang itu?
Nanti, nanti semua akan saya jelaskan di pengadilan. Yang jelas, semua pekerjaan saya sudah diaudit.

L.R. Baskoro

+++++++++++++

Inilah Modus Malinda Mencuci Uang
KAMIS, 14 APRIL 2011 | 09:02 WIB
Besar Kecil Normal
Malinda Dee. singaporenews.com

Berita terkait
Panglima TNI Didesak Copot Rio Mendung
Polisi Belum Akan Panggil Rio Mendung
Polisi Hanya Blokir Rekening yang Terkait Kasus Malinda
Polisi Dinilai Abaikan Kewenangan dalam Kasus Malinda
PPATK: Kasus MD Melibatkan Lebih Dari 3 Nasabah
TEMPO Interaktif, Jakarta – Pusat Analisis dan Transaksi Keuangan telah mengendus puluhan transaksi dari 28 rekening dalam kasus aliran dana yang dilakukan Malinda Danuardja alias Inong Malinda Dee. Mantan Senior Relationship Manager Citibank ini disebut mencuci sendiri kejahatan keuangan lewat rekening nasabahnya,

Ketua PPATK Yunus Hussein mengatakan, ada 28 rekening yang diperiksa lembaganya, belum sampai 30 rekening seperti diungkap polisi. Dari 28 rekening itu, telah terjadi lebih dari 28 transaksi. “Semuanya ada di 8 bank dan dua perusahaan jasa keuangan asuransi,” kata Yunus Hussein, Rabu 13 April 2011.
Delapan bank itu, adalah bank swasta dan bank asing. Bank-bank itu telah diperiksa, namun ada satu bank yang belum karena menolak diperiksa.

Seperti apa modus pencucian uang yang dilakukan Malinda? Dalam penelusuran PPATK, Malinda ternyata memakai rekening nasabahnya untuk mentransfer uang ke sejumlah perusahaan. Satu diantaranya adalah PT Sarwahita. ” Jadi tidak langsung dari rekening MD sendiri” kata Direktur Pengawasan dan Kepatuhan PPATK Subiantoro kepada Tempo.

Duit yang ditransfer itu, juga mengalir dari bank ke perusahaan asuransi. Malinda, diduga membayar premi sejumlah asuransi. “Keterangan dari Bank begitu” ujarnya.

Upaya pencucian uang lewat produk asuransi ini diduga menjadi modus baru para pencuci uang. Yang paling populer adalah unitlink, produk yang menggabungkan asuransi jiwa dan investasi.

Malinda diduga juga mencuci cuang dengan membeli asset properti seperti rumah, apartemen dan mobil mewah. Namun mobil-mobil itu dibeli lewat leasing.

Demi memuluskan langkahnya, Malinda diduga memakai empat kartu identitas. PPATK menemukan, setidaknya ada empat Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berbeda. “Dari laporan bank dan asuransi kami dengar, dia punya empat KTP. Nomernya lain-lain,” ungkap Yunus.

Penipuan menggunakan identitas palsu seperti yang dilakukan MD ini, kata Yunus, masih sulit dideteksi oleh polisi dan PPATK. Apalagi, Indonesia belum menerapkan single identity atau identitas tungal. Sehingga siapa pun bisa dengan mudah membuat identitas ganda.

Malinda diduga juga mentransfer dana ke PT Sarwahita. Transaksi itu tersebar di beberapa bank. Penelusuran PPATK, dari transaksi senilai Rp 16 miliar yang melibatkan PT Sarwahita itu, terdapat modus yang sama, yakni membayar premi asuransi.

WDA | FEBRIANA FIRDAUS

++++++++++++++++++

Kamis, 14/04/2011 11:44 WIB
Ssst! Ada Eks Pejabat Jadi Korban Malinda, Tapi Emoh Melapor
Indra Subagja – detikNews

Jakarta – Siapa saja nasabah korban Malinda Dee masih teka-teki. Pihak kepolisian dan Citibank enggan buka-bukaan. Tapi bocoran yang beredar, salah satu nasabah yang ‘dikerjai’ Malinda adalah mantan pejabat. Siapa dia?

“Pokoknya dia termasuk yang nggak melapor,” kata Kepala Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein saat dikonfirmasi, Kamis (14/4/2011).

Yunus enggan merinci lebih lanjut identitas mantan pejabat itu, ketika didesak, dia hanya sedikit membuka informasi, pejabat itu pernah wara-wiri di hadapan publik.

“Ya sekarang sudah pensiun,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan Polri, ada 3 nasabah Malinda yang menjadi korban. Mereka sudah menjalani pemeriksaan. Polri juga pernah menyampaikan total uang yang dikuras, untuk sementara mencapai Rp 17 miliar.

Polri juga sudah menyita 4 mobil mewah dan rekening milik Malinda senilai Rp 11 miliar. Malinda dijerat pasal pencucian uang dan penggelapan.

Advertisements

3 Responses to “Karyawati seksi Citibank tilep duit milyaran”

  1. cantik2 sifanya itu loh..
    bikin gregetan…

Trackbacks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: