Archive for April, 2011

April 30, 2011

Garuda Indonesia Pertahankan Emirsyah Satar sebagai Dirut

Garuda Indonesia Pertahankan Emirsyah Satar sebagai Dirut
Jumat, 29 April 2011 | 23:08
Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan Dirut PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar mengacungkan jempol saat mencoba kursi pesawat Airbus 330-200 yang tiba dari Toulouse, Prancis, di Hanggar Garuda Maintenance Facility, Tangerang, Banten, Sabtu (16/4). Foto: Investor daily/TINO OKTAVIANO

JAKARTA- Pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk memutuskan memperpanjang masa jabatan Direktur Utama (Dirut) Emirsyah Satar dan Direktur Niaga Agus Priyanto dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat.

Siaran pers Garuda menyebutkan, tidak ada perubahan manajemen dalam perseroan kecuali perubahan Komisaris Independen yang kini dipegang Adi Rahman Adiwoso. Emirsyah Satar sendiri menjabat Dirut Garuda sejak 2005.

Rapat yang dihadiri sebanyak 84% pemegang saham atau mewakili 19.088.996 lembar saham juga menyetujui Laporan Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2010.

Pada 2010 Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha Rp19,534 triliun, meningkat sebesar 9,4% dibanding 2009 sebesar Rp17,860 triliun. Namun pada saat yang sama perusahaan penerbangan “plat merah” ini mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp515,5 miliar dari sebelumnya (2009) Rp1,01 triliun atau merosot 49,3%.

Selama 2010 jumlah penumpang Garuda mencapai 13 juta orang, naik dibanding 2009 sebanyak 10,3 juta penumpang.

Sementara itu kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) meningkat menjadi 25,7 miliar dari 21,7 miliar seat kilometer pada 2009. Tingkat isian penumpang pada 2010 sebesar 71,7 atau menurun 1,5% dibanding 2009 sebesar 73,1%, sementara tingkat ketepatan penerbangan (OTP) sebesar 80,2%.

Pada 2010 Garuda Indonesia mendatangkan 24 pesawat baru yang terdiri atas 23 pesawat Boeing 737-800 Next Generation, dan satu Airbus A330-200.

Selain mendukung pengembangan rute dan peningkatan pelayanan Garuda, penambahan armada tersebut menjadikan usia rata-rata seluruh pesawat yang dimiliki perusahaan menjadi 8,2 tahun dari sebelumnya rata-rata 10,4 tahun.

Garuda Indonesia pada tahun lalu membuka dan menambah rute-rute baru baik di dalam maupun luar negeri, antara lain penerbangan langsung Jakarta-Tokyo, Jakarta-Sydney, Jakarta-Melbourne, Jakarta-Palu, Jakarta-Ambon, Jakarta-Ternate, di samping membuka kembali penerbangan ke Eropa/Amsterdam sejak Juni 2010. (gor/ant)

Advertisements
April 30, 2011

Potensi Investasi Cina US$ 10,4 Miliar

Potensi Investasi Cina US$ 10,4 Miliar
SABTU, 30 APRIL 2011 | 20:49 WIB
Besar Kecil Normal
MS Hidayat. TEMPO/Dinul Mubarok

TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan elama dua hari lawatan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, pemerintah dan perusahaan Cina menjanjikan potensi investasi baru sekitar US$ 10,4 miliar (Rp 90,48 triliun).

Potensi investasi berasal dari 16 kesepakatan kerja sama dalam bentuk pemberian pinjaman, rencana investasi, dan perjanjian bisnis dengan PT PLN (Persero), pabrik semen, kertas, serta minyak sawit.
Hidayat menyebutkan, beberapa kesepakatan berbentuk pinjaman bagi industri. Misalnya pinjaman komersial senilai US$ 8 miliar bagi proyek infrastruktur dan industri dari dua bank Cina.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu perusahaan Cina yang berminat berinvestasi di Indonesia. “Yang dianjurkan adalah investasi industri manufaktur di sini, kemudian produknya diekspor lagi ke Cina,” ujarnya usai penandatanganan perjanjian Indonesia – Cina di Hotel Grand Hyatt, Sabtu, 30 April 2011.

Hidayat berharap, perjanjian ini benar-benar bisa mendorong peningkatan investasi dari Cina. Sebab, investasi Cina kecil sekali selama ini, hanya US$ 170 juta. Jauh lebih kecil ketimbang nilai perdagangan kedua negara yang senilai US$ 36 miliar.

Direktur Kerja Sama Industri Internasional, Kementerian Perindustrian, Agus Tjahajana mengatakan, pinjaman sebesar US$ 8 miliar dari Cina sebetulnya tergolong kecil untuk investasi.
Bandingkan, misalnya, dengan kebutuhan investasi Krakatau Steel saat ingin tanur tinggi senilai US$ 5 miliar. Tapi, menurut Agus, pinjaman tersebut bisa menjadi awalan yang baik. “Jika satu industri saja sudah masuk, maka industri pendukungnya akan ikut berpindah,” kata dia.
Saat ini pemerintah sudah mampu menarik perusahaan alat berat asal Cina, Sany Group. Perusahaan alat berat semacam ini bisa menarik masuk 30-40 industri pendukung.

EKA UTAMI | MUNAWWAROH

April 30, 2011

Layanan Premium Dihentikan Sementara

Sabtu,
30 April 2011
Layanan Premium Dihentikan Sementara
Jakarta, Kompas – Bank Indonesia meminta 23 bank yang memiliki jasa pelayanan nasabah premium untuk menghentikan sementara penerimaan nasabah baru. Penghentian sementara itu berlaku selama satu bulan mulai hari Senin (2/5) mendatang.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengemukakan hal itu kepada wartawan, Jumat (29/4). Halim yang sedang berada di Yogyakarta menambahkan, hal itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap nasabah kelas premium.

”Untuk pelayanan khusus kepada nasabah lama, masih boleh berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Selama masa penghentian sementara penerimaan nasabah baru, bank diminta memperbaiki kebijakan, prosedur standar operasi, dan pengawasan internal. Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada nasabah.

”Pada waktunya, BI akan melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan tersebut,” tambah Halim.

Siaran pers BI menyebutkan, hal ini merupakan tindak lanjut atas pemeriksaan layanan nasabah premium pada 23 bank. Masyarakat diimbau tenang dan tidak khawatir karena langkah ini merupakan pengawasan biasa yang umum dilakukan dan tidak berpengaruh terhadap pelayanan perbankan kepada nasabah secara umum.

Sesuai data Lembaga Penjamin Simpanan, per Maret 2011, simpanan lebih dari Rp 500 juta pada bank mencapai Rp 1.597,74 triliun yang terdiri dari 543.420 rekening.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini yang dimintai tanggapan soal langkah BI mengatakan, di Indonesia hanya ada 23 bank yang memiliki layanan premium. ”Bank Mandiri termasuk di antara 23 bank itu. Kami akan laksanakan,” kata Zulkifli.

Direktur Perbankan Mikro dan Ritel Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, sejak diluncurkan tahun 2004, Bank Mandiri memiliki 57.000 nasabah kelas premium. Dengan demikian, setiap bulan terdapat tambahan sekitar 700-1.000 nasabah premium. Umumnya, mereka berasal dari nasabah Bank Mandiri yang meningkat ke kelas premium setelah memiliki simpanan Rp 500 juta.

”Dengan penghentian sementara penerimaan nasabah baru, nasabah yang akan naik tingkatannya ke premium tertunda,” kata Budi.

Deffy Hardjono, Head of Group Strategic Marketing and Communication PT Bank DBS Indonesia, menyatakan, DBS Indonesia menghormati dan menjalankan keputusan BI itu.

”Kami mendukung kebijakan BI karena akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, yang akhirnya akan berdampak positif bagi pertumbuhan kami,” kata Deffy. (IDR)

April 30, 2011

200 Mahasiswa ITB Diduga ‘Drop Out’ Akibat NII

200 Mahasiswa ITB Diduga ‘Drop Out’ Akibat NII
SABTU, 30 APRIL 2011 | 10:53 WIB
Besar Kecil Normal
Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). TEMPO/Budi Yanto

Berita terkait
Zuhairi: Panji Gumilang Tak Ditindak karena Kepentingan Pemilu
Panji Gumilang Bantah Ada Donatur Khusus Al-Zaytun
Mahasiswa: Isu NII Diembuskan untuk Muluskan RUU Intelijen?
Tjahjo Kumolo: NII Lahir dari Kekecewaan Masyarakat
Panji Gumilang: Kami Anggap NII Tak Ada Lagi
TEMPO Interaktif, Jakarta – Peneliti sejarah Darul Islam (DI) dan Negara Islam Indonesia (NII) Sholahudin mengatakan sebanyak 200 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) diduga drop out akibat aktivitas NII. “Itu pernah ada penelitiannya,” kata Sholahudin dalam diskusi dengan topik NII dan Radikalisme di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 30 April 2011.

Namun, Sholahudin sendiri tak meyakini kebenaran penelitian tersebut. “Enggak tahu itu benar karena NII atau kuliahnya yang berat,” ujarnya. Tapi, yang menarik adalah bagaimana gerakan ini bisa masuk di kampus seperti ITB yang dikenal sangat selektif. Bahkan dari kalangan Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah pun sulit masuk kampus ini.

Menurut dia, dua organisasi besar ini sulit masuk karena kuatnya pengaruh Masjid Salman di ITB. Masjid Salman yang dipimpin oleh Imam Abdurrohim, kata dia, merupakan organisasi Islam yang punya pengaruh kuat dan dominan.

“Kelompok kuat radikal justru masuk melalui pembinaan dari kelompok sejak SMA,” kata Sholahudin. Ketika telah menjadi mahasiswa, mereka sudah bisa melakukan perekrutan.

Paham NII yang berkembang di ITB sudah dibina sejak SMA. “Sama dengan tarbiyah, mereka dibina jauh sebelum kuliah,” katanya.

Dia mencontohkan paham NII juga sudah ada di SMU Negeri 3 Bandung, yang merupakan sekolah menengah favorit di Bandung sejak 1985. Lulusan sekolah itu bisa menyebar ke perguruan-perguruan tinggi dan universitas terbaik di Indonesia.

AMANDRA MM

April 30, 2011

Malinda Juga Alirkan Duit ke Adik dan Iparnya

Malinda Juga Alirkan Duit ke Adik dan Iparnya
JUM’AT, 29 APRIL 2011 | 14:46 WIB
Besar Kecil Normal
Melinda Dee. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO Interaktif, Jakarta – Polisi mencium keterlibatan dua tersangka baru dalam kasus Malinda, tersangka kasus penggelapan dana nasabah Citibank. Keduanya adalah pasangan suami istri, Viska dan Ismail. “Mereka kami tangkap sejak kemarin siang (Kamis, 28 April 2011),” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigadir Jenderal Arif Sulistyanto 29 April 2011.
Berita terkait
Setiap Transaksi, Adik Malinda Mendapat ‘Fee’ Rp 5 Juta
Uthe Tertekan, Jeffrey Waworuntu Minta Maaf
Indra Sahnun Ngotot Mengaku Pengacara Malinda
Dituding Menipu, Ini Jawaban Jeffry
Citibank Rekrut 1.400 Karyawan Penagih

Viska, 37 tahun, adalah adik kandung Malinda. Istri Ismail itu diketahui memiliki rekening yang kerap digunakan Malinda untuk menampung sejumlah aliran nasabah. Berdasarkan hasil penyidikan, kata Arif, praktek kongkalikong itu juga dilakukan Malinda bersama Imanuel. “Jumlahnya mencapai miliaran,” kata Arief.

Malinda diduga menggelapkan dana nasabah Citibank sejak tahun 2008. Mantan Relation Manager Citibank itu diduga menggangsir miliaran dana nasabah dengan modus blangko fiktif atau pemalsuan tanda tangan. Dengan blangko tersebut, ia mencairkan dana nasabah dan mengalihkan ke rekening pribadi dan perusahaannya, PT Sarwahita.

Kamis lalu, 28 April 2011, polisi juga menyatakan telah menangkap suami siri Malinda, Andhika Gumilang. Artis muda itu ditangkap polisi karena menerima aliran dana dari Malinda sebesar Rp 311 juta. Total dana yang digasak Malinda dari nasabah Citibank diperkirakan Rp 20 miliar.

Duit dari Malinda itu lalu digunakan Andhika untuk membeli mobil mewah Hummer warna putih. Artis yang terkenal sebagai bintang iklan rokok dengan tag “Mana Ekspresinya?” itu juga menggunakan duit itu untuk membeli jam mewah .

RIKY FERDIANTO

April 30, 2011

‘Dewan Permalukan Rakyat’

Sabtu, 30/04/2011 07:01 WIB
‘Dewan Permalukan Rakyat’
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

foto: detikcom

Jakarta – Banyak Anggota DPR memanfaatkan masa reses (libur sidang), untuk berkunjung ke luar negeri. Padahal parlemen negara tujuan mereka juga tengah reses. DPR dianggap mempermalukan rakyat Indonesia dengan mengunjungi negara sahabat hanya untuk berjalan-jalan tanpa tujuan jelas.

“Ini kan DPR nggak punya malu, dewan permalukan rakyat. Efektifitas studi banding yang nggak ada sama sekali tetap saja dilakukan,” kritik peneliti Indonesian Corruption Watch, Emerson Yuntho.

Hal ini disampaikan Emerson menanggapi kepergian sejumlah rombongan anggota DPR ke luar negeri tanpa alasan yang jelas. Ia menyampaikan kritik tersebut melalui perbincangan dengan detikcom, Sabtu (30/4/2011).

Wajar saja kunjungan DPR diprotes. Setelah Komisi VIII dan X DPR yang berkunjung di tengah masa reses parlemen Australia dan Spanyol, malah ada rombongan yang diam-diam nyasar berjalan-jalan ke Jerman. Menurut Emerson, seharusnya anggota DPR tidak menggunakan agenda kunjungan kerja untuk berjalan-jalan.

“Kalau mau jalan-jalan nggak kaya gini caranya, harusnya menggunakan uang sendiri jangan memakai uang negara,” sarannya.

Ketua Komisi III DPR dari FPD, Benny K Harman, menyadari derasnya kritik rakyat menyoal agenda kunjungan kerja DPR ke luar negeri yang tidak jelas. Benny mengaku malu dan mendorong evaluasi menyeluruh kunjungan kerja DPR ke luar negeri.

“Rusak ini dewan kalau dibiarkan. Ini kan aneh-aneh. Memang saya setuju dengan kritikan, ini perlu dikoreksi menyeluruh,” keluh Benny.

Benny mengakui banyak kunjungan kerja yang tidak membawa manfaat berarti. Karena itu, ia memilih mengunjungi konstituennya selama reses.

“Saya nggak pernah studi banding ke luar negeri. Saya di dapil saja, kemarin saya selama 10 hari di dapil. Saya sosialisasi UUD 1945 kemudian mengunjungi lembaga permasyarakatan dan hutan-hutan. Saya juga menyumbang 100 kilogram beras untuk korban bencana, ini jauh lebih bermanfaat,” ujarnya memberi contoh.

April 29, 2011

FPI Kepri Siapkan 500 Orang untuk Bubarkan Parade Bikini di Lagoi

Sabtu, 30/04/2011 01:03 WIB
FPI Kepri Siapkan 500 Orang untuk Bubarkan Parade Bikini di Lagoi
Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Lagi- lagi “monyet monyet berjubah” ini bikin ulah dan seperti biasa pemerintah hanya bisa mendiamkan dan beretorika ala presiden SBY.

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) menentang acara parade bikini yang akan ditayangkan stasioun Fashoin TV di Lagoi Kabupaten Bintan, Kepri. FPI ranting Kepulauan Riau sudah menyiapkan massa sebanyak 500 orang yang siap membubarkan acara tersebut.

“Kita tidak main-main dalam masalah ini. Kita sudah siapkan massa FPI di Kepri. Massa datang dari Batam, Tanjungpinang dan Tanjungbalai Karimun. Ini belum ditambah massa FPI dari DPP FPI di Jakarta,” kata Ketua Laskar FPI Kepri, Edwin Nasution, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (29/04/2011).

Menurutnya, FPI Kepri secara resmi telah menyurati pihak Pemkab Kabupaten Bintan untuk membatalkan acara tersebut. Parade bikini dinilai tidak sesuai dengan norma adat serta peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.

“Massa FPI sudah siap mengambil resiko apapun bila acara itu di gelar pihak Hotel Nirwana di Lagoi. Kami siap bertindak untuk membubarkan acara itu. Intinya kami siap melakukan anarki bila pihak hotel Nirwana dan Pemkab Bintan ngotot melaksanakan acara itu,” ancam Edwin.

Menurut Edwin, saat ini sejumlah anggota FPI di Kepri sudah melakukan penyisiran ke lokasi yang akan dijadikan arena parade tersebut. Beberapa orang FPI yang turun ke lokasi itu untuk melihat sejuah mana persiapan panitia untuk melaksanakan acara tersebut.

“Hari ini tim kita sudah ada yang meninjau lokasi tempat acara tersebut. Kalau dilihat di lokasi belum ada tanda-tanda persiapan dari pihak panitia. Namun apa bila benar-benar dilaksanakan, kami siap membubarkan acara itu dengan segala resiko,” kata Edwin.

Masih menurut Edwin, dalam persiapan massa untuk membubarkan parade bikini itu, FPI akan bekerja sama dengan ormas lainnya. Misalnya dari kelompok ormas Granat dan sejumlah ormas lainnya. Sejumlah ormas di Kepri sudah siap untuk turun kejalan bersama-sama menolak acara tersebut.

“Dari kita saja jumlah massa yang siap terjun ke lokasi sebanyak 500 orang, ditambah FPI Jakarta 200 orang. Ini belum massa dari ormas lainnya. Kita perkirakan bisa mencapai 1.000 orang untuk membubarkan acara tersebut,” tutupnya

(cha/van)

April 29, 2011

Palsukan Paspor, Gayus Tambunan Diancam 7 Tahun Penjara

Koran Tempo 29 April 2011
Gayus Tambunan bakal kembali menghadapi sidang.
Kali ini terdakwa kasus mafia pajak itu harus menghadapi kasus pemalsuan paspor. Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Chaerul Amir mengatakan Gayus akan dijerat dengan lima pasal dalam Undang-Undang Keimigrasian dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.“Kami menggunakan pasal ‘pukat harimau’. Jadi jaring di sini agar tidak lepas. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,”kata Chaerul mengistilahkan pasal berlapis itu saat ditemui di kantornya kemarin.

Gayus ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan paspor saat pergi ke Singapura, Makau, dan Malaysia. Dia menggunakan paspor bernomor T-116444 dengan nama Sony Laksono. Kemarin polisi menyerahkan bukti, berkas, serta tersangka kasus itu ke kejaksaan.
Saat pelimpahan, Gayus tiba di kejaksaan dengan menumpang mobil KIA Travello perak berpelat 161101 dengan lambang Mabes Polri.

Dia duduk di kursi tengah, dan sembilan polisi berseragam lengkap mengawal Gayus. Gayus mengenakan kaus oblong berwarna

ungu, celana abu-abu, dan sepatu hitam. Saat tiba di kejaksaan, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
Chaerul menjelaskan modus pemalsuan paspor yang dilakukan bekas pegawai Direktorat Pajak itu.

Menurut dia, paspor yang digunakan Gayus diterbitkan di Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Namun paspor tersebut ternyata sudah dikeluarkan atas nama seseorang berinisial MIA.“Data paspor itu malah digunakan kembali oleh Gayus dengan bantuan Ari Kalap, rekan Gayus, dan Jhon Jeromy, warga Ameri

ka yang buron,”kata Chaerul.
Adapun Dion Y. Pongkor, pengacara Gayus, mengatakan kliennya tidak mengetahui bahwa paspornya palsu.“Toh, klien kami bisa lolos saat pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Dion setelah mendampingi Gayus di kejaksaan.

Pelimpahan berkas Gayus berlangsung kurang-lebih satu setengah jam dari pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 14.20. Seusai pelimpahan berkas, Gayus tidak banyak berkomentar. Dia hanya menjawab singkat, “Baik, sehat, alhamdulillah.” ● AYU CIPTA

April 29, 2011

3 Kali Tak Salat Berjamaah, PNS Rohul Ditindak

salat 5 waktu tapi korupsi (doyan terima suap) jalan terus.. Negeri Melayu nan MUNAFIK

++++++
By anton, okezone.com, Updated: 4/29/2011 4:20 AM
3 Kali Tak Salat Berjamaah, PNS Rohul Ditindak

PEKANBARU- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menetapkan peraturan salat berjamaah kepada para pegawai muslim. Jika tiga kali pegawai absen salat, sanksinya uang kesejahteraan dipotong 100 persen.

Instruksi itu langsung disampaikan Bupati Rohul, Ahmad. Menurut dia salat berjamaah diberlakukan hampir di semua pegawai baik pegawai negeri maupun yang masih honer.

Ibadah yang diharuskan berjamaah adalah salat Zuhur dan Asar. Pegawai diwajibkan salat di Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian.

Tokoh Islam Riau, Mahdini, menyambut baik peraturan tersebut sangat bagus diterapkan di kabupaten yang berjuluk Negeri 1.000 Suluk itu. Menurut dia, ibadah salat menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

“Tapi dengan adanya peraturan ini, jangan pula dijadikan para pegawai berleha-leha seusai salat. Usai salat, mereka harus kembali bekerja karena melayani masyakat juga kewajiban,” ungkap pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau itu saat berbincang dengan okezone, Jumat (29/4/2011).

Sementara itu untuk mengantisipasi adanya pegawai yang “bolos” salat, Ahmad menyatakan pihaknya memperketat abeseni yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk khusus.

“Kami akan mengabsen semua pegawai. Kami berharap instruksi ini bisa dijalankan. Harapannya agar Rohul selalu diberi berkah dari Allah SWT,” sebut Ahmad.

April 29, 2011

Menhan Yakin RUU Intelijen & Kamnas Bisa Redam NII KW 9

umat, 29/04/2011 15:51 WIB
Menhan Yakin RUU Intelijen & Kamnas Bisa Redam NII KW 9
Bagus Kurniawan – detikNews

Sleman – Pemerintah yakin ada dua RUU yang bisa meredam ancaman gerakan semacam Negara Islam Indonesia (NII) KW 9. Dua RUU itu adalah RUU Keamanan Nasional dan RUU Intelijen, yang selama ini banyak mendapat kritikan dan penolakan sejumlah aktivis LSM.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dalam acara ASEAN Defence Senior Officials Meeting (ADSOM) Plus di Hotel Hyatt Regency di Jl Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik, Sleman, Jumat (29/4/2011).

“Dua undang-undang tersebut sebagai bentuk penanganan sekaligus langkah pre-emptive terhadap adanya gerakan seperti NII,” kata Purnomo.

Dia meminta masyarakat agar bisa memahami langkah yang ditempuh pemerintah untuk membuat landasan kebijakan tersebut, yakni untuk mengatasi organisasi seperti NII KW 9. Hal itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan yang dapat mengancam stabilitas.

“Singapura dan Malaysia bisa aman karena memiliki undang-undang yang keras. Beri kami ruang, kalau ada penolakan terus, bagaimana kami bisa bekerja. Persoalan seperti itu memang perlu kebersamaan seluruh elemen masyarkat, bukan hanya TNI dan Polri,” katanya.

Dia menambahkan UU Intelijen akan selesai pada bulan Juni mendatang. Namun saat ini masih mendapat penolakan oleh sejumlah LSM. Hal itu diakibatkan tingginya resistensi dan trauma saat masa pemerintahan Orde Baru.

“Kami menghormati penolakan ini. Namun sekarang ini alamnya sudah beda yakni masa demokrasi. Siapapun yang melanggar peraturan akan dibawa ke ranah hukum, termasuk polisi maupun TNI,” katanya.