Standar ganda ala Citibank


Di muat di Politikana 2 April 2011

Beberapa tahun yang lalu  Citibank  selalu menjadi patokan untuk urusan pelayanan dan kinerja industri perbankan di Indonesia. Bank yang terkenal memiliki jaringan perbankan terluas di Dunia ini selain memiliki pelayanan prima bagi nasabahnya, juga terkenal memiliki sistem rekruitmen dan pendidikan bagi calon bankir. Untuk  Indonesia citra bank ini juga terkenal karena telah berhasil menelurkan para bankir yang handal. Banyak diantara bankir dan CEO top Indonesia adalah jebolan eksekutif Citibank, salah satunya adalah Emirsyah Satar, bos Garuda Indonesia , adalah mantan Assistant of Vice President of Corporate Banking Group Citibank. Dengan reputasi  ini, menurut perkiraan kasar, sedikit sekali alumnus Citibank harus menghabisi waktunya di hotel prodeo.

Kasus penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh bankir seksi yang sudah senior di Citibank, Inong Melinda Dee , mengundang saya untuk berselancar di Internet untuk mencari tahu sepak terjang Citibank  di negara lain. Sementara dari penemuan menarik hasil berselancar di internet bukan soal  kasus menggelapkan uang nasabah Citibank  ( kasus serupa juga terjadi di USA dan tempat lain),tapi yang menarik adalah kasus pemecatan seorang bankir yang bernama  Debrahlee Lorenzana oleh Citibank. Alasan pemecatan dia bukan karena kasus menggelapkan uang nasabah tapi karena  “postur tubuh ” miss Debrahlee Lorenzana ini dianggap  terlalu mengganggu atasan dan rekan sepekerja yang laki laki. Lekukan  tubuh miss Lorenzana   dianggap oleh pihak Citibank bisa  mengganggu  konsentrasi  rekan sepekerjanya yang laki laki. ( *heuleuh),padahal dalam dari tatabusana yang dikenakan  Miss Lorenzana, dia selalu berpakaian sopan seperti layaknya karyawan di  sektor finansial . Sekarang ini Miss Lorenzana sedang menggugat balik  pihak Citibank .(link :http://nymag.com/daily/intel/2010/06/debrahlee_lorenzana_is_too_hot.html )

Mengamati kasus yang dialami oleh miss Lorenzana, rupanya Citibank USA menerapkan standar “syariah” (mirip di Aceh)  dengan melakukan pembatasan  terhadap akses buat mencari nafkah karyawatinya berdasarkan ” postur tubuh” atau ekspresi terhadap tubuh yang bersangkutan.

Jika kita bandingkan dengan Citibank Jakarta, kantor pusat Citibank harus banyak belajar. Standar yang dipakai oleh Citibank Jakarta  adalah standar metropolis.  Citibank Jakarta  justru memberikan kebebasan  untuk mengolah dan mengeskrpesikan tubuhnya, terutama di divisi  “Private Banking “.  Konon kabar Miss Citibank Jakarta, Inong Melida Dee  sudah menghabiskan uang banyak termasuk uang dari para nasabah binaannya, untuk mempermak keindahan postur tubuhnya.  Mungkin  saja di divisi ” Private Banking” justu ” postur tubuh” dan wajah nan cantik menjadi bahan penilaian dari pihak manajemen Citibank.  Asumsi dari Pihak Manajemen Citibank para nasabah Private Banking Citibank adalah kaum laki laki  yang memerlukan pelayanan ekstra spesial.   Alasan ini pula   yang rupanya  bisa menyebabkan pihak pengawas internal luput mengawasi  tindakan kriminal yang dilakukan oleh miss Inong Melinda Dee, karena setelah 3 tahun aksi kriminal nya baru ketahuan oleh pihak manajemen.

Kita tunggu saja, apakah Miss Inong Melinda Dee,nan cantik dan bohay ini dapat lolos dari pihak kepolisian dan kejaksaan RI

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: