Bisnis Produsen Otomotif Siap Masuki ANZAFTA


Bisnis Produsen Otomotif Siap Masuki ANZAFTA
Penulis : GayatriSelasa, 17 Mei 2011 15:48 WIB
Komentar: 0
0 0
JAKARTA–MICOM: Menghadapi ratifikasi zona pasar bebas ASEAN dengan Australia dan Selandia Baru (ASEAN-New Zealand Australia Free Trade Area/ANZAFTRA), produsen otomotif mengaku siap mengekspor mobil penumpang ke kedua negara tersebut.

Namun, keputusan ekspor mobil tersebut pada akhirnya tetap dipegang oleh produsen pusat merek otomotif tersebut.

Demikian disampaikan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Djongkie Sugiarto ketika dihubungi Selasa (175).

“Kita siap dan bisa. Karena kita kan mobilnya setir kanan, Australia juga. Kita juga lebih kuat di MVP, kita bisa masuk pasar MVP di sana,” katanya.

Kendala eskpor mobil ke Australia selama ini, menurut Djongkie, adalah bea impor Australia yang cukup tinggi. Selain itu, pasar otomotif Australia lebih banyak menerima mobil produk Thailand. “Thailand lebih kuat di sedan dan pick up, kita bisa masuk di MVP,” tambahnya.

Adapun yang perlu diperhatikan produsen otomotif adalah standard keamanan yang diterapkan kedua negara tersebut.

Djongkie mencontohkan, Australia menerapkan standard mobil harus memiliki safety belt, tak hanya bagi penumpang di kursi depan tapi juga di kursi belakang. Hal semacam itu yang perlu dipersiapkan produsen.

“Tapi pada akhirnya yang mengatur ekspornya itu tak lepas dari peran principal di negara asal. Toyota, misalnya, prinsipalnya di Jepang dan mereka yang mengatur produksi yang mana untuk diekspor,” cetus Djongkie.

Ia menambahkan, kantor pusat masing-masing merek tentu dapat melihat sendiri pertimbangan untuk ekspor ke luar negeri.

Sebelumnya, Dirjen Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahayana mengatakan, salah satu industri yang harusnya dapat memanfaatkan ANZAFTA merupakan industri otomotif. Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kebutuhan kendaraan 20 juta konsumen pasar Australia, belum lagi ditambah Selandia Baru.

“Mobil bisa kita manfaatkan sampai 600 ribu pasar Australia. Sekarang, hampir semua dari Thailand. Kalau kita bisa tawarkan, kita lebih dekat, bisa lebih murah,” papar Agus. “Pasar Australia lebih suka mobil besar. Sekarang kan produksi mobil kita lebih suka mobil kecil. Tapi kita bisa masuk.”

Menurut data Kementerian Perdagangan, pada tahun lalu Indonesia mengekspor mobil penumpang US$918,1 juta. Dua bulan pertama tahun ini, nilai ekposr mobil penumpang ialah US$165,9 juta atau naik 34,49% dari periode yang sama tahun lalu yang US$123,4 juta. (*/OL-3)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: