Indonesia Mampu Dirikan Perusahaan Semikonduktor


Indonesia Mampu Dirikan Perusahaan Semikonduktor
Rabu, 15 Juni 2011 | 18:51

Ilustrasi

Berita Terkait
CEO Marvell Tech Temui Menkominfo
DEPOK – President and Chief Executive Officer (CEO) Marvell Technology Group Sehat Sutardja menilai Indonesia mampu mendirikan perusahaan semikonduktor karena generasi mudanya sudah melek teknologi.

“Perlu kerja keras dan terus belajar untuk mengembangkan teknologi,” kata Sehat dalam kuliah umum yang bertajuk “Entrepreneurship Through Innovation” di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Rabu.

Menurut dia, generasi muda Indonesia banyak yang sudah melek teknologi sehingga perlu mendapatkan perhatian yang besar untuk mengembangkannya. “Kunci sukses adalah belajar dan mau berkerja keras,” tegasnya.

Mengenai apakah Marvell akan membuka cabang di Indonesia, Sehat mengatakan akan segera merealisasikannya karena Indonesia mempunyai potensi besar bagi perkembangan teknologi.

Sehat Sutardja merupakan putera Indonesia yang menuai sukses besar di dunia. Melalui Marvell Technology Group, perusahaan yang didirikannya di Amerika Serikat, merupakan satu dari lima perusahaan semikonduktor terbesar di dunia.

Ia saat ini menduduki posisi Chairman, President and Chief Executive Officer Marvell Technology Group. Ia merupakan lulusan Universitas Berkeley, California dan telah mengantongi lebih dari 260 hak paten atas namanya.

Perusahaan Marvell Technology Group yang kantor pusatnya berkedudukan di California ini mengembangkan teknologi penyimpanan, komunikasi, dan solusi silikon konsumen.

Produk Marvell yang beragam mencakup switching, transceiver, communication controller, teknologi nirkabel dan solusi penyimpanan yang menggerakkan seluruh infrastruktur komunikasi termasuk bagi pemerintah, perusahaan, perkotaan, dan rumah tangga.

Produk Marvell banyak digunakan di berbagai perangkat elektronika, seperti Cisco switch, Blackberry, Apple iPod, Xbox 360 dan produk-produk keluaran perusahaan elektronika ternama, seperti Panasonic, Huawei, Toshiba, Fujitsu, Sony Ericson, HP, Samsung, Hitachi, dan lainnya.

Marvell merupakan salah satu perusahaan Amerika Serikat yang tercantum dalam Majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9,5 triliun.

Sementara itu, peraih penghargaan BJ Habibie Technology Award (BJHTA) 2010 Dr Eko Fajar Nurprasetyo memperkirakan Indonesia dalam waktu 5-10 tahun mendatang akan mampu memproduksi chipset sendiri secara massal di Indonesia.

“Saya yakin bahwa 5-10 tahun lagi Indonesia akan mampu memproduksi chipset sendiri secara massal di Indonesia,” katanya beberapa waktu lalu ketika berkunjung ke kantor wali kota Depok.

Untuk mewujudkan semua itu katanya ia ingin membuat industri chip di Kota Depok sehingga Depok bisa menjadi pusat industri teknologi yang juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga Depok.

Eko telah berjaya di sebuah perusahaan semi konduktor Sony LSI di Jepang dan kini telah kembali ke Tanah Air untuk memulai usaha dalam bidang pembuatan desain chip di bawah logo Versatile Silicon Technology, yang merupakan perusahaan desain IC pertama di Indonesia yang dirintis bersama bersama beberapa temannya dari ITB.

Pada 2008 ia bergabung dengan Xirka, perusahaan satu-satunya di Asia Tenggara yang mendesain chip untuk wimax. Selain mendesain chip untuk wimax, juga mendesain chip untuk server, signal, processing, dan scanner. (tk/ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: