Asing Incar Sumber Daya Laut Indonesia


Asing Incar Sumber Daya Laut Indonesia
Tri Wahono | Kamis, 16 Juni 2011 | 18:32 WIB
Dibaca: 2825Komentar: 3
| Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Laut yang tampak bening dengan bayangan terumbu karang di dasar laut dengan latar belakang Gunung Manado Tua di Taman Nasional Laut Bunaken, Manado.
JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti asing banyak yang mengincar Samudra Hindia yang diperkirakan memendam kandungan mineral serta minyak dan gas yang sangat kaya. Dalam penelitian terdahulu di Samudra Hindia, ditemukan endapan mineral dan gas hidrat.

Survei kelautan yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Bundesanstalt fur Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) Jerman pada tahun 1998 dan 2004 menemukan sumber gas metana atau hidrokarbon di kawasan itu.

Hal itu diungkapkan dalam diskusi yang diadakan Dewan Kelautan Indonesia di Jakarta, Rabu (15/6/2011). Diskusi ini merupakan salah satu kegiatan yang diadakan untuk memperingati World Oceans Day (WOD) pada 8 Juni 2011. Tema peringatan tahun ini adalah “Our Oceans: Greening Our Future” (Lautan Kita, Melestarikan Masa Depan Kita).

Menurut Yusuf Surachman, pakar geologi dari BPPT yang kini menjadi Deputi Infrastruktur Data Spasial Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), sumber gas metana ditemukan di dasar laut yang terbentang dari barat Bengkulu hingga selatan Jawa Barat sepanjang 450 kilometer.

Sumber gas itu berada di kedalaman 500 meter dari dasar laut atau 2.500 meter dari permukaan laut. Kandungan gas metana di zona tersebut lebih besar daripada yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara pada tahun 1994 yang mencapai 0,23 triliun kaki kubik.

Selain itu, survei lanjutan BPPT bersama Jerman pada tahun 2004 menemukan potensi hidrokarbon—termasuk metana—dalam jumlah sangat besar di perairan timur laut Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam.

“Potensi ini diperkirakan terbesar di dunia untuk saat ini. Keberadaan hidrokarbon itu berasosiasi dengan minyak bumi dan gas,” kata Yusuf. Selain di perairan NAD, sumber hidrokarbon juga ditemukan di perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat.(YUN)

Artikel selengkapnya dapat dibaca di rubrik Humaniora Kompas Edisi Cetak, Kamis (16/6/2011)

Sumber :Kompas Cetak

Share
159

Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini.

Enda
Kamis, 16 Juni 2011 | 21:44 WIB
judul beda sama isi..
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

euleuh euleuh
Kamis, 16 Juni 2011 | 20:08 WIB
nyelam Samudera Hindia biarin aja, biar diculik sama Nyi Roro Kidul
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0
0

defmar 21
Kamis, 16 Juni 2011 | 19:28 WIB
Jangan sampai di kuasai oleh Negara Asing. Sebaik nya Pemerintah menyiapkan SDM yg handal yg kelak dapat mengelola sendiri SDA di bumi pertiwi. Berikan Beasiswa Sebanyak2 nya untuk Putra-Putri Terbaik Bangsa. Saat ini Indonesia cuma bisa Mengekspor Babu dan mengImpor Juragan.
Tanggapi Komentar
Laporkan Komentar
0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: