Film Lokal Ikut Lesu Gara-gara Kisruh Pajak Impor


Kamis, 30/06/2011 13:34 WIB
Film Lokal Ikut Lesu Gara-gara Kisruh Pajak Impor
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mencatat penurunan drastis kontribusi film-film lokal dalam omset bisnis bioskop di Indonesia. Tertahannya film-film box office Hollywood diperkirakan menjadi andil penyebab tingkat penurunan tersebut.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengatakan sebelumnya kontribusi film-film lokal memberikan kontribusi omset hingga 15% kepada para pengusaha bioskop. Kini dengan berkurangnya minat masyarakat untuk datang ke bioskop akibat kosongnya suplai film-film Hollywood, kontribusinya hanya 10% saja.

“Sekarang ini film nasional hancur-hancuran, sekarang untuk mengejar 100.000 penonton sulit, biasanya 300.000 sangat mudah. Pada jeblok semuanya. Film nasional sekarang anjlok dari 15% menjadi 10% omset penjualan karcis di bioskop,” katanya kepada detikFinance, Kamis (30/6/2011)

Ia mengamati selama 6 bulan terakhir ketika kisruh film impor berlangsung, justru terjadi tren penurunan kuantitas dan kualitas film lokal. Menurut Johny saat ini yang bisa mendongkrak kembali gairah bisnis bioskop adalah film-film box office Hollywood.

“Film-film MPAA ini punya magnet untuk mendatangkan orang-orang ke bioskop,” ujarnya.

Johny menambahkan selama ini masyarakat sudah terlanjur bergantung dengan kualitas film-film impor khususnya dari Hollywood. Ia memperkirakan jika ada salah satu film box office masuk ke Indonesia pasti akan langsung mendapat respons masyarakat dan secara langsung akan kembali mengerek film lokal.

“Kalau dimasukin dua saja film Hollywood, kalau nggak meledak tuh film Harry Potter,” serunya.

Dikatakannya masalah yang terjadi saat ini, pihak importir film tak bisa disalahkan akibat tak konsistennya pemerintah menerapkan perpajakan royalti film impor. Saat ini, lanjut Johny, semuanya sangat tergantung pihak produsen film-film Amerika yang tergabung dalam MPAA yaitu Disney, Fox, Warner, Columbia, Paramount, dan Universal.

“Kalau dibiarkan 2-3 bulan lagi akan tutup bisa sampai separuh (bioskop),” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: