Pabrik Misbakhun di Pasuruan Tutup, Ratusan Karyawan Belum Digaji


Kamis, 14/07/2011 17:46 WIB
Pabrik Misbakhun di Pasuruan Tutup, Ratusan Karyawan Belum Digaji
Muhajir Arifin – detikNews

Pasuruan – Kasus hukum yang mendera Misbakhun ternyata berimbas pada kelangsungan bisnisnya. Perusahaan yang memproduksi agar-agar dari rumput laut terpaksa ditutup. Nasib ratusan karyawan pun tidak jelas.

“Sejak bapak kena kasus, pabrik tak beroperasi. Semua karyawan dipulangkan kecuali 10 satpam untuk menjaga pabrik,” kata seorang satpam pabrik yang menolak disebut namanya, Kamis (14/7/2011).

Misbakhun dijerat pidana 2 tahun terkait kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas letter of credit (L/C) Bank Century. Misbakhun dtahan sejak April 2010, kini dia menjalani masa asimilasi.

Pabrik agar-agar PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) milil mantan pegawai di Ditjen Pajak itu tutu sejak Misbakhun menjalani proses hukum. Ratusan karyawan pun terpaksa dipulangkan karena pabrik yang berada di Desa Bakalan Kecamatan Purwosari itu sudah tidak berproduksi. Sebagian besar gaji para karyawan juga belum dilunasi oleh perusahaan.

Karyawan pabrik yang meproduksi bubuk agar-agar merek ‘Agar Kita’ ini 90% warga setempat. Sejak mereka tidak bekerja, banyak diantara mereka yang masih menganggur. Selain menyangkan ditutupnya pabrik, ratusan karyawan juga baru dibayar 50%.

Bukan hanya gaji, para karyawan juga mengeluhkan sikap perusahaan yang sejak 2008 silam tidak pernah membayar uang jamsostek yang menjadi hak mereka. Para karyawan pun sudah melakukan upaya agar hak-hak mereka terpebuhi termasuk dengan menggelar unjuk rasa di depan pabrik dan gedung DPRD Kabupatena Pasuruan menuntut hak mereka dipenuhi, seperti pada hari Senin (4/7) lalu.

Dari pantauan wartawan, pabrik yang sudah berdiri sejak 2002 itu tampak sepi. Gerbang masuk terkunci rapat sementara suasana di dalam pabrik tampak lengang. Seorang satpam yang ditemui berharap pabrik segera beroperasi lagi agar teman-temannya sesama karyawan bisa kembali bekerja.

“Paling tidak gaji mereka dibayar lah pak, kasihan,” ujar pria tinggi besar yang mengingatkan wartawan untuk tidak menyebut namanya.

Hal itu dibenarkan oleh Nurkhana, salah seorang karyawan yang rumahnya berada tak jauh dari pabrik. Ia berharap gajinya dan 90% karyawan lainnya segera dibayarkan.

“Yang saya minta cuma satu agar gaji saya dan teman-teman 90 segera dibayar,” bebernya.

(bdh/ndr)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: