Imbangi Penerbangan


Imbangi Penerbangan

Jakarta, Kompas – Kemelut antara manajemen Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda diyakini merupakan puncak gunung es dari persoalan-persoalan yang dipicu ledakan industri penerbangan. Pemerintah dan maskapai diimbau bahu-membahu untuk mengimbanginya.

Demikian dikatakan Harnowo Tripianto, pengamat penerbangan dari Aero Consulting Jakarta, Jumat (29/7). ”Konflik antara manajemen Garuda dan Asosiasi Pilot Garuda terutama akibat kekurangan pilot,” kata Harnowo.

Ia menambahkan, ada kekhawatiran, dalam beberapa tahun ke depan, konflik bermunculan tidak hanya dipicu oleh kekurangan pilot, tetapi juga kekurangan teknisi elektronik, teknisi pesawat, dan petugas lalu lintas udara.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, menegaskan, dibutuhkan tambahan 1.000 pilot per tahun (2011-2014). Jumlah lulusan sekolah pilot dalam negeri hanya 320 orang per tahun. Akibatnya, lebih banyak pilot asing terpaksa dikaryakan.

Mantan Presiden Federasi Pilot Indonesia Manotar Napitupulu, Selasa, malah mengatakan bahwa lulusan sekolah pilot dalam negeri maksimal 100 orang per tahun. ”Padahal, Garuda saja butuh 500 pilot sampai tahun 2012,” ujarnya.

Pertumbuhan penumpang pesawat di Indonesia memang luar biasa, yakni lebih dari 11 persen per tahun (tahun 2005-2010). Berdasarkan data The International Air Transport Association (IATA), pertumbuhan penumpang di dunia dalam lima tahun ini sebesar 5-6 persen.

Kementerian Perhubungan pun mencatat, pada tahun 2010 terjadi penambahan jumlah pesawat sebanyak 55 unit dari 766 pesawat pada tahun 2009. Jumlah maskapai niaga berjadwal pun menjadi 19 maskapai (2010), naik dari 16 maskapai (2009). Untuk penerbangan domestik, apabila tahun 2009 hanya menyinggahi 83 kota, tahun 2010 menjadi 94 kota.

Seiring dengan pertumbuhan industri penerbangan, berdasarkan data Garuda Maintenance Facilities (GMF), juga dibutuhkan 7.000 teknisi dalam lima tahun ke depan. Sementara secara nasional hanya ada 1.000 lulusan teknisi per tahun. Itu pun GMF berencana merekrut hingga 700 teknisi baru per tahun.

Meski tidak bersedia membuka nilai nominal gaji para pilotnya, Manajer Humas Indonesia AirAsia Audrey Progastama menyatakan membayar gaji pilot asing dan lokal dengan nilai yang setara untuk mencegah konflik.

Namun, Harnowo mengatakan bahwa solusinya harus dengan mempercepat pembangunan sekolah pilot dan teknisi. Tujuannya adalah supaya suplai pekerja di bidang penerbangan mencukupi. (RYO)

One Comment to “Imbangi Penerbangan”

  1. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: