Peran Neneng dalam Bisnis Nazar


Kamis, 25/08/2011 13:39 WIB
Peran Neneng dalam Bisnis Nazar
Neneng Hobi Traktir Istri Pejabat PD
Deden Gunawan – detikNews

Jakarta – Nazaruddin sangat marah saat istrinya, Neneng Sri Wahyuni diusik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Waktu Neneng satu kali diperiksa KPK, Nazar mengaku berinisiatif menemui Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja.

Nazar memberi dokumen yang membela Neneng tidak terlibat dalam kasus korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2008 yang merugikan negara sebesar Rp 3,9 miliar.

“Saya kasih data istri saya tak terlibat. Kenapa istri saya diganggu,” kata Nazar dalam perbincangan dengan penyidik KPK di Mako Brimob Kelapa Dua, 15 Agustus 2011 yang rekamannya diperoleh detik+.

Neneng telah dijadikan tersangka dan kini menjadi buron Interpol. Siapa sebenarnya Neneng dan apa kiprahnya dalam sejumlah bisnis Nazar?

Menurut Nazaruddin, Neneng hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kepada pengacaranya pun Nazar berulangkali menegaskan Neneng hanya istri rumahan. “Kalau KPK mau buktikan itu silakan saja. Tapi kami tetap berkeyakinan kalau Neneng hanyalah seorang ibu rumah tangga,” kata salah seorang pengacara Nazar, Dhea Tungga Esti.

Tapi mantan anak buah Nazar justru memberi kesaksian sebaliknya. Neneng adalah orang penting dalam 100 lebih perusahaan mantan bendahara umum PD itu. Neneng sangat berperan dalam penanganan proyek-proyek pemerintahan yang dilakukan perusahaan Nazar.

Kesaksian itu antara lain disampaikan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, saat bersaksi dalam sidang terdakwa kasus suap Wisma Atlet Mindo Rosalina Manulang.

Yulianis mengungkapkan Neneng menjabat sebagai Direktur Keuangan Permai Group. “Semua aliran dana yang keluar harus melalui persetujuan Neneng,” kata mantan anak buah Nazar itu. Menurut Yulianis, Neneng-lah yang memegang kendali atas brankas X, brankas tempat menyimpan fee proyek Wisma Atlet yang diterima Nazar. Penggunaan uang dalam brankas itu harus melalui persetujuan Neneng.

***

Sumber detik+ yang merupakan orang dekat Nazaruddin mengatakan, Neneng berkenalan dengan Nazar pada 2003 silam. Saat itu Neneng yang bekerja sebagai sales di sebuah showroom mobil di Pekanbaru. Nazar datang ke showroom tempat Neneng bekerja itu untuk membeli sebuah mobil Toyota Land Cruiser Turbo, berwarna hijau gelap. Mobil itu kemudian diberi nomor polisi BM 1 MN.

Sejak berkenalan itu, Nazaruddin rupanya kepincut. Itu sebabnya pasca pembelian mobil, ia berulang kali menelepon Neneng. Hubungan itu kemudian berlanjut hingga akhirnya mereka berpacaran.

“Saat Nazar ditahan di Polda Metro Jaya karena kasus pemalsuan dokumen, Neneng sedang hamil 3 bulan. Karena itu orang tua Neneng mendesak Nazar untuk menikahinya,” jelas sumber tersebut.

Namun permintaan orang tua Neneng supaya Nazar segera menikahi anaknya itu tidak digubris. Beberapa minggu kemudian Nazar memang mengaku kepada orang tua Neneng sudah menikahi perempuan kelahiran 1982 itu di Jakarta. Tapi kepada kolega bisnisnya di Jakarta, Nazar malah bilang telah menikahi Neneng di Pekanbaru.”Kami sampai bingung mana yang benar,” jelas sumber detik+ yang mengaku pernah bermitra dengan Nazaruddin pada 2005, silam.

Ketua Divisi Kaderisasi DPD Demokrat Riau Roni Riansyah memberi versi lain soal pernikahan Nazar. Menurut Roni, Nazar menikahi Neneng setelah sebelumnya bekerja sebagai sekretaris di showroom mobil miliki Nazar. Soal kapan pernikahan berlangsung, Roni mengaku tidak tahu.

Kepastian pernikahan Nazar akhirnya baru diketahui pada 2008 akhir, saat ia ingin mencalonkan diri sebagai caleg dari Partai Demokrat.

Saat itu Nazar kepada beberapa teman menunjukan buku nikah dari Kantor Urusan Agama (KUA) di Jakarta. Tapi saat itu Nazar sudah memiliki 3 orang anak. “Jadi usia anak-anaknya itu lebih tua dari buku nikahnya,” canda kolega Nazar yang tidak mau disebut namanya.

***

Setelah menikah dengan Nazar, Neneng semakin terlibat dalam perusahaan sang suami. Nazar sangat tergantung pada sang istri. Sumber detik+ mengungkap Neneng berperan dalam melobi dan penyusunan teknis dalam proyek-proyek pemerintah yang akan digarap. Bahkan Neneng pula yang memberi arahan kepada Nazar dalam setiap menghadapi orang-orang di panitia lelang. “Neneng itu kan latar belakangnya sebagai sales. Dia mengerti betul cara meraih simpati mitra kerja atau bisnis,” ucap sumber itu.

Sumber itu mengungkap, Neneng juga pandai meniru tanda tangan orang. Pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Neneng inilah yang kemudian menyebabkan sang suami masuk bui pada 2005. Nazar dilaporkan karena memalsukan bank guarantee dari Bank Syariah Mandiri Cabang Pekanbaru, Riau. Dalam kasus itu, Nazar sempat ditahan di Polda selama 3 minggu.

Neneng pula yang menjadi kunci sukses lobi Nazar di PD. Selama ini, perempuan tamatan SMU itu rajin melakukan pendekatan lewat istri-istri petinggi PD, termasuk istri Ketua Umum PD Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila. Bahkan Neneng sering mentraktir belanja perhiasan istri-istri petinggi PD.
(iy/nrl)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi DETIK+ dengan aplikasi detiKios untuk iPad Anda

” Sent from Smartfren Blackberry, Hebat Cepat Hemat “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: