Kecelakaan di Jalur Mudik Melejit


Kecelakaan di Jalur Mudik Melejit
29 Aug 2011
Headline Republika
Bilal Ramadhan
sekeluarga naik motor bebek: 2 anak + ibu+ bapak SIAPA yang mesti tanggu jawab jika ada kecelakaan??
JAKARTA – Kasus kecelakaan dan korban meninggal dunia pada arus mudik Lebaran 2011 di seluruh Tanah Air meningkat pesat hingga lebih 100 persen bila dibandingkan tahun lalu. Mayoritas korban kecelakaan adalah pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Hingga H-3 Lebaran atau 27 Agustus 2011, jumlah kecelakaan yang terdata Polri melalui Operasi Ketupat 2011 sebanyak 1.466 kasus dengan perincian korban meninggal mencapai 212 orang, luka berat 361 orang, dan luka ringan 852 orang. Pada kurun waktu yang sama setahun lalu, kecelakaan hanya terjadi sebanyak 499 kasus dengan korban tewas 106 orang, luka berat 144 orang, dan luka nngan 246 orang.

Sementara pada 2009, kasus kecelakaan lebih kecil lagi, yaitu 314 kasus dengan korban meninggal 119 orang, luka berat 155 orang, dan luka ringan 296 orang. “Data jumlah kecelakaan dan korbannya memang semakin meningkat,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam kepada Republika, Ahad (28/8).

Di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, Kepala Sub Bagian Lalu Lintas Jasa Marga Cece Kosasih memaparkan, telah terjadi kecelakaan sebanyak 14 kasus sejak 23 sampai 28 Agustus 2011. Jumlah kasusnya memang menurun, tetapi tetap saja akibat kecelakaan itu satu orang harus meregang nyawa, lima luka berat, dan lima luka ringan.

Petugas Informasi dan Komunikasi Jasa Marga Choirul Effendi menambahkan, penyebab kecelakaan di jalan tol sebagian besar karena kesalahan pengemudi. Meski, pecah ban juga menjadi salah satu biang keladinya. “Pengendara kurang mengantisipasi dan menjaga jarak aman,” ujar Choirul

Dalam sehari, Sabtu lalu, tiga pemudik dengan sepeda motor tewas di wilayah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada dua insiden yang berbeda. Kecelakaan pertama terjadi pada pukul 18.2D WIB ketika bus angkutan antarkota, Prima-jasa. menabrak tiga sepeda motor akibat rem bus blong. Akibatnya, seorang pengendara sepeda motor asal Cimahi, Wirya (43 tahun), meninggal seketika di tempat kejadian.

Sedangkan istri Wirya, Lina M (40), menyusul tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Cicalengka setelah sempat kritis. Lalu, pada pukul 20.00 WIB, kecelakaan kembali terjadi di wilayah yang sama. Kali ini antara mobil Elf dengan sepeda motor. Pengemudi sepeda motor, Nono Darsono (63), tewas seketika.

Di Sukabumi, Jawa Barat, terjadi empat kecelakaan lalu lintas dengan satu korban meninggal dunia di jalur utama mudik di wilayah tersebut sejak H-7 sampai H-3 Lebaran. Kasat

Lantas Polres Sukabumi AKP Indra Setiawan menyebutkan, tiga orang korban kecelakaan juga menderita luka berat dan ringan. “Kecelakaan didominasi kendaraan roda dua,” ungkapnya.

Insiden kecelakaan, misalnya, terjadi di kawasan Selakopi, Cicantayan, pada H-6 lalu. Indra menyatakan, kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan bermotor yang dua di antaranya adalah sepeda motor.

Ada sejumlah titik rawan kecelakaan di jalur utama mudik Sukabumi, di antaranya kawasan Cicurug, Bo-jongkokosan, Cibadak, Ka-rangtengah, Selakopi, Ciki-dang, dan Cikembar. Karena itu, Indra berharap pengemudi sepeda motor berhati-hati ketika melintasi daerah rawan kecelakaan. Mereka juga diminta melengkapi diri dengan helm standar.

Sementara di dalam Kota Surabaya, Jawa Timur, terdapat 10 titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai pemudik. Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Eddi menyebutkan, kesepu-luh titik rawan ini berada di Jalan Perak Barat, Greges, Arjuno, Kedung Cowek, Jalan Raya Kenjeran, Basuki Rahmat. Rungkut Industri, Mengantri, Mastrip, dan Ahmad Yani

Semua jalur macet

Kendaraan pemudik dari wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, Ahad (28/8), terjebak macet, baik di jalur pantai utara (pantura) maupun selatan. Pemudik yang melewati pintu tol keluar Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, sempat dihadang kemacetanhingga pertigaan pantura Pejagan.

Petugas monitoring pintu Tol Pejagan, Jaja, mengatakan, arus lalu lintas tersendat karena pintu perlintasan kereta api dan pedagang asongan yang berkerumun di pinggir jalan. “Sempat macet hingga 15 kilometer,” kata Jaja.

Di jalur selatan, penyebab kemacetan berpindah dari Nagreg ke Limbangan, Gentong, dan Pasa Lewo. Polisi lantas menerapkan sistem buka-tutup jalan.

c26/cO2/nga nurul iman/cOl ad budi raharjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: