Penerima “Tax Holiday” Wajib Menabung di Perbankan Nasional


Penerima “Tax Holiday” Wajib Menabung di Perbankan Nasional
26 Aug 2011
Headline Pelita
Penerima “Tax Holiday” Wajib Menabung di Perbankan Nasional

Jakarta, Pelita

Agar investasi yang ditanamkan lebih lamaberada di Indonesia, setiap investor penerima

.insentifpajak berupa tax holiday wajib menyimpanminimal 10 persen investasinya di perbankannasional.

Demikian Pit Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Kamis (25/8). Pihaknya mengakui investasi sebesar 10 persen merupakan kewajiban. Ini sebagai bentuk komitmen sehingga investasi tersebut bisa tertahan lebih lama di Indonesia.

Semua itu dilakukan untuk menjaga komitmen. “Ya, ada memang (kewajiban tersebut]. Kita 1 ingin menjaga komitmen. Dan itu kan tidak semuanya, ada persentasenya. Intinya untuk menunjukkan bahwa dana yang masuk itu bisa diarahkan ke sektor perbankan,” jelasnya.

Bambang mengatakan, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130 Tahun 2011 tentang pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan badan dalam rangka penanaman modal. Pasal 3 Ayat IC, disebutkan wajib pajak yang dapat diberikan fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

Isinya adalah wajib pajak badan baru yang memenuhi kriteria menempatkan dana di per-bankan di Indonesia paling sedikit 10 persen dari total rencana penanaman modal dan tidak boleh ditarik sebelum saat dimulainya pelaksanaan realisasi penanaman modal.

Pemberian fasilitas pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan selama 5-10 tahun, dalam PMK itu disebutkan terdapat tambahan fasilitas, yaitu pemotongan pembayaran PPh badan sebesar 2 persen selama dua tahun “Iya, itu di masa transisilah, cooling down,” ujar Bambang.

Hingga sekarang belum ada perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan fasilitas pajak ter-sebut. Meski Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melansir beberapa perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapatkan pembebasan pajak.

“Belum, belum ada yang mendaftar. Itu kan BKPM, yang penting kan yang masuk di Kementerian Keuangan. Belum ada yang daftar,” tegas Bambang.

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, perusahaan yang memenuhi kriteria dalam PMK nomor 130 tahun 2011, bisa mengajukan ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dari Kemenperin. usulan diajukan ke BKPM, kemudian ke Kementerian Keuangan yang akan diverifikasi oleh Komite Verifikasi. Masa verifikasi tersebut tidak ada batasan waktu agar tidak ada perhitungan yang salah dalam pemberian kewajiban oleh perusahaan kepada negara.

“Kalau semua dokumen, kelengkapan, itu terutama feasible, planning mereka sudah lengkap, nggak ada maksimal (batas waktu). Sengaja kita nggak taruh itu supaya nggak diburu-buru sehingga bikin perhitungan salah,” tuturnya.

Penerimaan pajak

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan tidak khawatir jika pemberian tax holiday dapat mengganggu penerimaan pajak.

“Pemberian insentif tersebut

bukan berarti industri tidak membayar pajak. Namun, insentif tersebut akan diberikan kepada bidang investasi baru yang menjadi pionir dan strategis. Ini bukan sesuatu hal membuat yang ada sekarang ini menjadi tidak membayar pajak. Ini adalah khusus bagi investasi baru bidangnya adalahbidang yang pionir dan strategis kita berikan suatu insentif dalam bentuk tax holiday,” katanya.

Hal senada dikatakan Menperin MS Hidayat bahwa usulan tax holiday tersebut tidak akan mengganggu penerimaan perpajakan. “Tidak juga kehilangan pajak karena untuk sementara tax korporasi, tapi base banyak yang masuk,” ujarnya, (oto)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: