Archive for November, 2011

November 30, 2011

Baja ‘Abal’ di Pasar RI Banyak Diproduksi China

Selasa, 29/11/2011 15:34 WIB
Baja ‘Abal’ di Pasar RI Banyak Diproduksi China
Winda Veronica Silalahi – detikFinance

Share
10

Jakarta – Pasar dalam negeri perlahan dirusak oleh munculnya baja ‘abal’ dari China. Pemerintah pun bakal berlakukan wajib SNI untuk baja umum konstruksi dan non konstruksi.

Direktur Industri Material Dasar Logam I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, sejak 1997 besi baja ‘abal’ ini banyak diproduksi oleh China untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.

“Besi baja banci ini banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik dari China sejak tahun 1997 di mana baja tidak lagi dikontrol oleh Krakatau Steel,” jelas Gusti di kantornya, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Gusti mengatakan, pabrik-pabrik dari China bisa menutupi kebutuhan baja dalam negeri karena kebutuhan listrik pabrik baja China ini cukup sedikit, di tengah krisis energi dunia yang terjadi saat itu.

“Asal ada listrik 10 megawatt saja sudah bisa produksi baja dan ini tetap berlanjut karena permintaan tinggi. Ke depannya kedua jenis baja yaitu konstruksi dan non konstruksi akan diwajibkan SNI,” kata Gusti.

Dia sebelumnya mengatakan, di akhir tahun ini baja untuk keperluan umum non konstruksi akan diwajibkan SNI.

Gusti mengatakan, di pasar dalam negeri marak beredar baja ‘abal’ yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Karena diatur wajib SNI agar baja ‘abal’ ini musnah.

Namun, produk baja ‘abal’ ini tetap diminati oleh masyarakat yang menginginkan harga lebih murah.

Terdapat 3 hal yang menyebabkan baja ‘abal’ ini harus dilarang beredar yaitu:

Dari segi spesifikasi bajanya tidak layak untuk dijadikan sirip di mana sirip ini digunakan untuk konstruksi
Diameternya dikurangi, misalnya untuk polos 10 diameternya 10mm, maka ketika baja ‘abal’ ini diukur hanya 9,1mm
Panjangnya, misalnya menurut SNI 12 meter namun untuk produk ‘abal’ ini menjadi 11,8m.

Advertisements
November 29, 2011

Semen Gresik Siap Suntik KKA Rp 800 M

Investor daily 29 nov 2011

Untuk KKA, kami siapkan dana Rp 600-800
miliar. Investasi tersebut bisa memperkuat
supply chain dan mengurangi impor,” kata
Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto
di Jakarta, Senin (28/11).
Dwi menegaskan, pengoperasian pabrik
kertas kantung semen milik KKA dapat menekan
biaya produksi Semen Gresik, sehingga
perseroan semakin efisien. Meski demikian,
Semen Gresik belum memastikan rencana
akuisisi saham KKA.
Sebelumnya, sumber Investor Daily di
BUMN mengungkapkan, Semen Gresik
mengincar 20% saham KKA. Kepemilikan saham
bisa bertambah, jika pengoperasian
pabrik KKA ternyata bisa menguntungkan
lebih besar.
Selain memproduksi kertas kantong semen,
KKA diproyeksikan ekspansi ke produk kertas
lain yang bernilai jual tinggi, seiring permintaan
kertas nasional. Sementara itu, permintaan
kertas kantong semen juga tinggi
sejalan pertumbuhan konsumsi semen dan
percepatan pembangunan infrastruktur.
Semen Gresik akan merealisasikan investasi
pada KKA pada 2012. Investasi tersebut
masih menunggu kepastian bahan baku dan
bahan bakar untuk produksi kertas KKA.
“Saat ini, kami hanya tinggal memastikan ketersediaan
bahan baku dan energi, sehingga
kami pertimbangkan untuk masuk KKA,”
jelas Dwi.
KKA sudah tidak beroperasi sejak 2007.
KKA butuh dana dari mitra strategis supaya
bisa kembali beroperasi. Direktur Operasi
KKA Andriano pernah mengungkapkan, untuk
mengoperasikan kembali pabrik penghasil
kertas kantong semen, pihaknya membutuhkan
dana Rp 800-900 miliar.
KKA akan menggunakan dana tersebut
untuk membangun satu hingga dua mesin
tungku (boiler) serta peningkatan teknologi
dan kualitas produksi. Adapun pengoperasian
pabrik KKA baru bisa dilakukan pada 2013.
Pasalnya, perusahaan membutuhkan waktu
untuk persiapan operasi seperti pembangunan
boiler selama dua tahun.
Semen Gresik Siap
Suntik KKA Rp 800 M
Oleh Elizabeth Gloria Berahmana
JAKARTA – PT Semen
Gresik Tbk (SMGR) siap
mengucurkan dana hingga Rp
800 miliar untuk
mengoperasikan PT Kertas
Kraft Aceh (KKA), produsen
kertas kantung semen milik
negara. Sumber dana berasal
dari pinjaman bank.
Terbitkan Obligasi
Selain mencari pinjaman bank untuk KKA,
Semen Gresik akan menerbitkan obligasi senilai
Rp 1 triliun untuk membiayai belanja modal
(capital expenditure/capex) 2012. “Kami
akan mengajukan rencana emisi obligasi awal
tahun depan, setelah mendapat persetujuan
dari pemegang saham,” kata Dwi.
Tahun depan, Semen Gresik membutuhkan
dana sebesar Rp 5-6 triliun. Perseroan akan
menggunakan dana tersebut untuk membiayai
pembangunan pabrik baru dan pembangkit
listrik.
Produsen semen terbesar di Indonesia itu
menargetkan produksi sebanyak 25 juta ton
pada 2012. Tahun ini, produksi perseroan
diproyeksi naik 11-12% menjadi 19,5 juta ton.
Kapasitas produksi akan digenjot hingga mencapai
30 juta ton pada 2015.
Semen Gresik akan membangun dua pabrik
baru di Sumatera Barat dengan total kapasitas
6 juta ton setahun. Total investasinya mencapai
Rp 7 triliun. Konstruksi pabrik baru itu
akan dimulai pada pertengahan 2012. Tahap
awal, perseroan akan mengucurkan Rp 1,4 triliun
atau 20% dari total investasi.
Perseroan juga menyiapkan dana Rp 5 triliun
untuk akuisisi perusahaan semen di Malaysia.
Saat ini, negosiasi masih berjalan. Sumber
dana untuk akuisisi berasal dari pinjaman
bank dan obligasi.
“Akuisisi di regional merupakan bagian dari
strategi kami. Jadi, kami siapkan dana Rp 5
triliun. Dana tersebut di luar investasi pabrik,”
ujar Dwi.
Tahun depan, Semen Gresik menargetkan
pertumbuhan pendapatan sebesar 10-12%
menjadi Rp 15,4-16,8 triliun. Tahun ini, pendapatan
perseroan diprediksi mencapai Rp 14-
15 triliun.
Namun, laba bersih bakal tertekan, karena
biaya produksi naik dan persaingan semakin
ketat. Laba bersih tahun depan ditaksir
hanya tumbuh 8-10% menjadi Rp 4,2-4,27
triliun, dibandingkan estimasi tahun ini Rp
3,89 triliun.

November 29, 2011

Qantas sex in the air:

Quantas sex in the air

Selasa, 29/11/2011 11:07 WIB
Walah! Pilot Qantas Bercumbu dengan Penumpang
Rita Uli Hutapea – detikNews
Share
87

AFP Canberra – Maskapai penerbangan Australia, Qantas tengah menyelidiki seorang pilotnya yang dilaporkan bercumbu dengan salah seorang penumpang wanita saat penerbangan ke Australia. Kejadian itu terjadi di dalam pesawat Airbus A380 dalam perjalanan dari London, Inggris menuju Australia.

Menurut sumber-sumber seperti dilansir Herald Sun, Selasa (29/11/2011), saat kejadian pada Jumat, 25 November lalu, pilot Qantas itu duduk di kelas bisnis pesawat bernomor penerbangan QF32.

Saat itu, para penumpang kelas bisnis dikagetkan dengan tingkah pilot yang mabuk asmara itu. Selama penerbangan, pria itu terus duduk di pangkuan seorang penumpang wanita kelas bisnis. Kedua insan itu pun asyik bercumbu, tak peduli dengan keadaan sekitar.

Adegan itu dilakukan di bagian premium mewah pesawat di mana kursinya dilengkapi dengan partisi untuk privasi. Pilot tersebut saat itu sedang tidak bertugas dan tidak mengenakan seragam pilotnya.

Pilot tersebut sempat ditegur dua kali oleh kru pesawat karena para penumpang terganggu oleh perbuatannya. Setelah dikomplain berulang kali, sang pilot akhirnya pindah ke kelas ekonomi meninggalkan penumpang wanita tersebut.

Wanita itu akhirnya turun dari pesawat setelah tiba di Singapura. Pilot itu pun kemudian kembali duduk di kabin kelas bisnis saat pesawat kembali melanjutkan perjalanan ke Sydney, Australia.

Belum jelas apakah pilot tersebut telah mengenal wanita itu sebelum naik pesawat atau apakah saat itu dia sedang mabuk usai meminum anggur yang ditawarkan untuk para penumpang kelas bisnis.

Juru bicara Qantas membenarkan insiden tersebut. “Qantas tahu mengenai insiden yang melibatkan seorang anggota kru yang sedang bepergian dengan pesawat QF32. Masalah ini tengah diselidiki secara internal sesuai kebijakan Qantas,” kata juru bicara tersebut.

Organisasi Asosiasi Pilot Australia dan Internasional (AIPA) bertekad akan membela pilot tersebut. Wakil Presiden AIPA Kapten Richard Woodward mengatakan, dirinya telah mendengar insiden itu dan tengah mengumpulkan keterangan lebih detail.

“Hak-hak anggota ini, sama seperti yang lainnya, akan dibela oleh AIPA jika memang diperlukan,” tegas Woodward.
Site Meter

November 29, 2011

Kementerian Agama Terkorup

Nama kementrian agama lebih baik diganti jadi kementrian HAJI.. gimana dengan sang Mentri Agama nya??

Memalukan kementrian AGAMA tapi juara 1 Korupsi.. apa kata dunia?

Menurut Ridwan Saidi,  sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bahwa   kementrian agama juara 1 soal Korupsi.   Memang dari fakta sejarah berdiri Republik Indonesia di  tahun 1954   Departemen Agama, sudah menjadi   PIONIR untuk urusan Korupsi,   Pada saat departemen yang lain masih meraba raba anggaran mana untuk dikorup, kementrian Agama sudah  selesai melaksanakan ibadah korupnya..  terutama urusan Haji. selanjutnya lihat saja cuplikannya  di Youtube..

 

IKHLAS BERAMAL BERKORUPSI= DEPAG

Selasa,
29 November 2011
Kementerian Agama Terkorup
Banyak Suap dan Gratifikasi dalam Penyelenggaraan Haji

Jakarta, Kompas – Hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan, Kementerian Agama menduduki peringkat terbawah dalam indeks integritas dari 22 instansi pusat yang diteliti. Peringkat terburuk selanjutnya karena banyak praktik suap dan gratifikasi adalah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Nilai ketiga kementerian tersebut jauh di bawah standar integritas pusat yang mencapai 7,07. Angka indeks integritas pusat (IIP) Kementerian Agama hanya 5,37, Kemnakertrans 5,44, serta Kementerian Koperasi dan UKM 5,52.

Wakil Ketua KPK M Jasin mengatakan, rendahnya angka indeks integritas menunjukkan bahwa masih banyak praktik suap dan gratifikasi dalam pelayanan publik. ”Belum ada perbaikan,” kata Jasin saat mengumumkan hasil Survei Integritas Sektor Publik Indonesia 2011 di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/11).

Instansi yang disurvei KPK sebanyak 22 instansi pusat, 7 instansi vertikal, dan 60 instansi daerah. Survei juga dilakukan terhadap 507 unit layanan. Jumlah responden dalam survei sebanyak 15.540. KPK menyerahkan hasil survei ini kepada Presiden dan DPR.

Indikator untuk menentukan IIP antara lain besaran gratifikasi, frekuensi pemberian gratifikasi, kebiasaan pemberian, kebutuhan pertemuan di luar prosedur, keterbukaan informasi, dan keterlibatan calon.

Penyelenggaraan haji

Jasin mencontohkan, di Kementerian Agama, yang dinilai banyak suap dan gratifikasi adalah pendaftaran perpanjangan izin penyelenggaraan ibadah haji khusus dan perpanjangan izin kelompok bimbingan ibadah haji. Adapun di Kemnakertrans adalah izin menggunakan tenaga kerja asing serta di Kementerian Koperasi dan UKM adalah pelayanan data akses pasar domestik.

Instansi pusat dengan IIP tertinggi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal. Instansi yang masuk 10 besar terbaik selain Badan Koordinasi Penanaman Modal di antaranya Kementerian Kesehatan, PT Jamsostek, dan Kementerian Perindustrian.

Untuk instansi daerah, peringkat terendah adalah Pemerintah Kota Metro, Lampung (3,15), didiikuti Pemkot Depok (3,19), Pemkot Serang (3,54), dan Pemkot Semarang (3,61).

Salah satu bukti Kota Semarang masuk peringkat buruk dalam indeks integritas adalah tertangkapnya Sekretaris Daerah Kota Semarang Akhmad Zaenuri bersama dua anggota DPRD Kota Semarang, Agung PS dari Fraksi PAN dan Sumartono dari Fraksi Demokrat, oleh KPK beberapa waktu lalu. Ketiga pejabat tersebut disangka terlibat suap dalam pembahasan Rancangan APBD 2012.

Untuk mengungkap kasus tersebut, KPK telah memeriksa lima pejabat Pemkot Semarang. Tidak tertutup kemungkinan pula, kata Juru Bicara KPK Johan Budi, KPK memeriksa Wali Kota Semarang Soemarmo HS dan anggota DPRD Kota Semarang yang lain.

Menurut Direktur Polldev Institute Malang, yang juga mantan pengurus Malang Corruption Watch, Zia Ul Haq di Malang, Jawa Timur, celah kolusi yang berujung praktik korupsi muncul di setiap kota dan kabupaten. Bukan tidak mungkin praktik ini terjadi di hampir semua kota dan kabupaten.

”Korupsi dalam bentuk kolusi untuk mengegolkan anggaran yang harus dengan persetujuan DPRD dapat diyakini terjadi di mana-mana. Hanya kebetulan saja di Kota Semarang ada yang melapor ke KPK sehingga KPK bisa mendapat temuan yang sangat akurat sampai bisa menangkap basah pelaku,” katanya.

Hal seperti itu, menurut Zia Ul Haq, tidak bisa dibiarkan sebagai perkara hukum saja, tetapi harus dimanfaatkan sebagai kajian untuk mengevaluasi pola penyusunan anggaran daerah. Harus dibuat sistem baru penyusunan anggaran. (ray/ody/who)
++++++++++++++++++

JUM”AT, 06 JULI 2012 | 09:05 WIB
KPK Periksa 8 Proyek Kementerian Agama
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Tortama V Badan Pemeriksa Keuangan, Heru Kresna Reza, menjelaskan ada delapan proyek pengadaan yang diperiksa KPK. “Ada delapan yang diperiksa oleh KPK. Kami memeriksa selain dari delapan itu,” kata Heru kepada Tempo, Kamis 5 Mei 2012.

Kedelapan proyek yang dimaksud adalah peralatan laboratorium komputer, sarana buku perpustakaan MTS, sarana buku perpustakaan MA, peralatan laboratorium IPA untuk MTS, peralatan laboratorium IPA untuk MA, pengembangan sistem komunikasi MA, pengembangan sistem komunikasi dan media pembelajaran terintegrasi dan sarana sumber belajar berbasis integral (integrasi modul hardware).

Ia menyebutkan menurut laporan keuangan tahun 2010, realisasi belanja terkait paket pengadaan Kementerian Agama mencapai Rp 1,152 triliun.

Heru menjelaskan, pihaknya sempat hendak melakukan pemeriksaan rutin terhadap kedelapan proyek, tapi akhirnya mundur. “Pemeriksaan rutin saja. Kebetulan saat ditanya (data) ini mana, oh sudah diambil KPK. Kami yang lain, itu saja,” Heru berujar.

BPK tak ikut memeriksa proyek pengadaan laboratorium untuk madrasah pada tahun anggaran 2010 lantaran KPK sudah lebih dulu mengambil data terkait proyek ini.

+++++++++++++++++++++++

Proyek Pengadaan Al-Quran Bengkak 44 Kali Lipat
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Nilai proyek pengadaan Al-Quran membengkak hingga 44 kali lipat sejak 2009. Kementerian Agama mengakui, selain kualitas cetakan lebih bagus, jumlahnya pun melonjak. Pada 2009, nilai kontrak pengadaan kitab suci umat Islam ini sebesar Rp 2,5 miliar. Tiga tahun kemudian, anggarannya menjadi Rp 110 miliar. Selain untuk mushaf Al-Quran dan terjemahannya, dana itu untuk mencetak tafsir, juz amma, dan terjemahan.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kementerian Agama, Abdul Djamil, beralasan kebutuhan Al-Quran amat besar, yaitu 2 juta eksemplar per tahun. Angka tersebut dipatok berdasarkan rata-rata jumlah pasangan yang menikah setiap tahun. Asumsinya, setiap keluarga baru membutuhkan satu mushaf Al-Quran. “Yang dicetak oleh Kementerian Agama tidak pernah mencukupi kebutuhan,” katanya.

Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, menduga ada niat menggelembungkan dana pengadaan Al-Quran. “Terlalu mahal, cenderung mark-up,” katanya.

2009
Anggaran pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama mencapai Rp 2,5 miliar dengan jumlah 78.079 buah.

2010
Proyek serupa menelan dana Rp 3,2 miliar dengan jumlah 170.250 buah.

2011
Total anggaran pengadaan Al-Quran pada 2011 adalah Rp 25 miliar yang dikucurkan dalam dua tahap. Dari APBN murni, anggarannya sebesar Rp 4,5 miliar untuk pengadaan 225.045 buah Al-Quran. Pada tahap kedua, dalam APBN Perubahan, nilai kontrak membengkak menjadi Rp 20,5 miliar untuk pengadaan sebanyak 653 ribu eksemplar Al-Quran.

2012
Tahun ini nilai anggaran melonjak hingga 44 kali lipat dibanding angka pada 2009. Seperti tahun lalu, anggaran dikucurkan dalam dua tahap dengan total anggaran Rp 110 miliar. Adapun jumlah Al-Quran yang dicetak adalah 2 juta buku.

++++++++++
UM”AT, 06 JULI 2012 | 07:35 WIB
Setengah Juta Al-Quran Teronggok di Gudang
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 653 ribu Al-Quran menumpuk di gudang milik PT Adhi Aksara Abadi Indonesia, pemenang proyek tender penggandaan Al-Quran 2011, di daerah Bekasi, Jawa Barat. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Sapto Amal Damandari, mengatakan kitab yang belum dibagikan itu termasuk dalam proyek tahun lalu.

Pada 2011, pengadaan Al-Quran oleh Kementerian Agama dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 225.045 buah dengan biaya Rp 4,5 miliar. Sedangkan tahap kedua menelan dana Rp 20,5 miliar, untuk pengadaan 653 ribu Al-Quran.

Menurut Sapto, pemeriksaan oleh tim BPK dilakukan pada Juni. Tim akan bertugas selama 50 hari kerja. Pemeriksaan dilakukan karena banyaknya Al-Quran yang menganggur.

Majelis Ulama Indonesia mengingatkan agar Kementerian Agama ikut mengawasi distribusi Al-Quran yang dibagikan secara gratis. “Jangan sampai ternyata separuh masih ada di gudang,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan.

Ketika dimintai konfirmasi, Direktur Urusan Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Ahmad Jauhari, mengaku belum mengetahui temuan BPK. “Menurut anak buah saya, sudah didistribusikan semua,” katanya, Kamis malam 5 Juli 2012.

Jauhari menduga Al-Quran yang masih mengendap di gudang ada kemungkinan adalah bagian dari proyek pengadaan tahun ini yang belum sempat dibagikan. Sebelumnya ia menyatakan, setelah dicetak, Al-Quran langsung didistribusikan ke kantor-kantor wilayah di setiap provinsi dan 150 kantor kabupaten.

Sejumlah daerah mengaku sudah menerima. Sumatera Barat, misalnya, mendapat 9.380 buah pada Maret lalu. Di Yogyakarta, 28 ribu Al-Quran sudah disebar ke seluruh wilayah. Adapun di Nusa Tenggara Timur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat, Eusabius Binsasi, mengaku belum menerima.

Anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat, Muhammad Baghowi, menyayangkan banyaknya Al-Quran yang belum dibagikan. “Ini berarti distribusi tidak berjalan,” katanya kemarin.

Kisruh pengadaan Al-Quran membuat Komisi Pemberantasan Korupsi turun tangan. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan Komisi akan mengusut pengadaan Al-Quran, selain kasus suap yang membelit anggota Dewan, Zulkarnaen Djabar. Komisi antirasuah ini menemukan indikasi dugaan pelanggaran dalam proses pengadaan kitab suci agama Islam ini. “Dalam proses penyelidikan, ditemukan beberapa unsur yang termasuk perbuatan melawan hukum,” katanya, Kamis 5 Juli 2012.

MARTHA T. | GADI MAKITAN | SUBKHAN | RUSMAN | YOHANES SEO | ANANG ZAKARIA | ANDRI L. | S.G. WIBISONO | DEWI RINA

++++++++++++++++++++

akibatnya nonggol monster macam MMI

UM”AT, 06 JULI 2012 | 05:13 WIB
Protes Versi Pemerintah, MMI Terjemahkan Quran
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO , Medan: Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. Karena itu, MMI menerbitkan sendiri Al-Quran dengan terjemahan versi mereka

MMI menganggap terjemahan Al-Quran versi mereka lebih baik dari terjemahan versi pemerintah. “Sejak Maret 2012 di Aceh dan Sumatera Utara telah terjual 600 eksemplar Al-Quran versi MMI,” kata Ketua MMI Sumatera Utara, Zulkarnain, kepada Tempo, Kamis, 5 Juli 2012.

Zulkarnain menyebutkan, terjemahan Al-Quran versi pemerintah banyak terjadi kekeliruan. “Yang paling fatal itu pada Surat Al-Baqarah ayat 191, yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir),” kata Zulkarnain.

Terjemahan itu, lanjut Zulkarnain, sangat terkesan Islam itu radikal. ”Semestinya terjemahannya arti tafsiriah. Pemerintah menerjemahkannya kata demi kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.

Kepala Bidang Qurais Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Zulfan Arif enggan memberikan komentar soal itu. Dihubungi Tempo, Zulfan berkilah hal itu sudah lama.

Mengenai penerimaan Al-Quran, Zulfan tidak tahu. “Tanya kepada Kabid Pondok Pesantren dan Pengembangan Masjid, Jaharudin,” kata dia.

Jaharudin yang mengaku tengah berada di Batam, tidak hafal dengan jumlah Al-Quran yang diterima oleh Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. ”Sudah 4 hari saya di Batam, saya tidak berani menyebutkannya karena takut salah, bisa gawat,” kata dia.

Jaharudin melanjutkan, sejak tiga hari lalu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama telah meminta laporan penyaluran Al-Quran. ”Laporannya telah dikirim oleh staf, hari ini, mereka sudah keluar kantor dan tidak ingat jumlahnya,” ujar Jaharudin.

Kementerian Agama, sebut Jaharudin, kerap memberikan Al-Quran ke Kanwil Kemenag Sumatera Utara. ”Berdasarkan permintaan, Al-Quran dibagikan ke masyarakat dan masjid-masjid,” kata Jaharudin.

Tudingan MMI soal terjemahan Al-Quran bukan kali pertama disampaikan. Pada April 2011, Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, mengatakan bom bunuh diri di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada medio April 2011 adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Ia menilai pemerintah salah menerjemahkan Al-Quran selama puluhan tahun. Kesalahan terjemahan pada sekitar 3.400 ayat itu diduga memicu tindakan radikalisme.

Kementerian Agama membantah tuduhan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bahwa terjadi kekeliruan dalam menerjemahkan 3.400 ayat Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia.

SOETANA MONANG HASIBUAN

Komentarnya :

Assalamaualaikum wrwb.

Saya kaget membaca berita bahwa di Depag,pimpinan Syuryadarma Ali,yang memaki maki
Lady Gaga tidak bermoral dan melarang Lady Gaga utk mengadakan pertunjukan konser di Jkt.

ALLAH menghukum lansung Syuryadarma Ali(Depag) dgn perbuatan keji,korupsi
di rumah nya sendiri.

Saya setuju DEPAG di bubarkan saja,merusak cintra Islam.Yg merusak Islam,bukan non Islam, tapi orang2 yang mengaku pembela moral Islam. Mereka2 itu muslim MUNAFIK. Termasuk MUI,FPI yg memaki maki tamu dr luar negeri.

Al quran yang di cetak itu sebaiknya di tarik kembali,kemungkinan ada ayat2 yg dipalsukan oleh manusiaSyaitan yang kerjanya adalah perusak.

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-islam.htm

Site Meter

November 29, 2011

Sekitar 72,3 Persen Diinisiasi Pejabat Pemerintah

Setiap tahun pejabat- pegawai negeri ingin gaji+ segala macam tambahan fasilitasnya dinaikan, walhasil mereka tetap menyumbang korupsi -suap di negeri ini..
LINTAH DUIT RAKYAT
+++++
Selasa,29 November 2011
Aksi Suap Tetap Marak
Sekitar 72,3 Persen Diinisiasi Pejabat Pemerintah


Jakarta, Kompas – Sekitar 80 persen persaingan usaha di Indonesia, baik di daerah maupun di pusat, masih berlangsung tidak sehat. Sebagian besar berada di ranah lelang pengadaan barang dan jasa. Persaingan usaha yang tidak sehat membuat pertumbuhan ekonomi tidak maksimal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Nawir Messi seusai membuka seminar persaingan usaha di Jakarta, Senin (28/11). ”Selama sepuluh tahun terakhir, ada 260 kasus yang masuk ke KPPU. Sebagian besar adalah kasus lelang atau tender yang tidak sehat,” ujarnya.

Dia mengatakan, persaingan usaha adalah hal baru bagi Indonesia. Selama rezim Orde Baru hampir tak ada persaingan karena semuanya dilakukan atas dasar penunjukan. ”Bayangkan kita terbiasa dengan bisnis tanpa persaingan dan sekarang harus diatur. Ini bukanlah hal mudah karena hampir 80 persen bisnis berjalan tanpa persaingan sehat,” ujarnya.

Menurut Nawir, persoalan persaingan muncul karena dua hal, yakni perilaku dan kebijakan. Dalam konteks perilaku, persaingan tidak sehat muncul karena berbagai faktor, seperti keserakahan dan ketidakjujuran. ”Untuk konteks kebijakan contohnya adalah penataan frekuensi 3G yang melibatkan Telkomsel dan operator lainnya. Kasus tersebut muncul karena ketidakjelasan regulasi. Dalam kasus seperti itu, kami hanya bisa memberikan rekomendasi kebijakan kepada instansi terkait,” ujarnya.

Dari hasil survei Indonesia Procurement Watch (IPW) terhadap 792 penyedia barang dan jasa pengusaha rekanan pemerintah, yang dirilis Juni lalu, sebanyak 89 persen menyatakan melakukan suap untuk memenangi tender. Responden survei adalah penyedia barang dan jasa pemerintah yang dibagi dalam empat bidang usaha, yaitu jasa/pekerjaan konstruksi, jasa konsultasi, barang, dan jasa lainnya, di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor.

Pejabat pemerintah

Ketua IPW Hayidrali mengatakan, sekitar 72,3 persen kasus suap tersebut diinisiasi oleh pejabat pemerintah. Pengusaha biasanya hanya menjadi korban dari sistem yang korup. ”Namun, tidak dimungkiri ada sebagian pengusaha yang melakukan praktik suap untuk memenangkan tender. Perusahaan yang merasa dirugikan dalam praktik pengadaan yang tidak sehat biasanya enggan melapor karena takut dimasukkan ke daftar hitam dalam pengadaan selanjutnya,” ujarnya.

Wakil Ketua KPPU Sukarmi mengatakan, persaingan usaha di antara pelaku bisnis akan memacu kreativitas dan inovasi. Tanpa persaingan, para pelaku bisnis cenderung pasif. Persaingan juga menguntungkan konsumen karena pilihan yang disuguhkan lebih banyak.

”Persaingan usaha membuat konsumen tidak lagi menjadi korban produsen yang menempatkan diri sebagai penentu harga. Lewat persaingan pasar semakin terbuka sehingga memberi kesempatan bagi para pelaku usaha baru. Beberapa hal yang mendapat sorotan adalah soal monopoli, monopsoni, dan persekongkolan,” katanya.

Manfaat bukan cuma dirasakan konsumen, tetapi juga dunia usaha. Contohnya bisnis penerbangan. Saat bisnis itu dikuasai satu maskapai, maka peluang bagi yang lain pun tertutup. Saat dibuka, muncullah pemain-pemain bisnis baru dengan tarif lebih murah.

Contoh lainnya adalah penghapusan monopoli taksi bandara. Tarif taksi mahal akibat monopoli. (EN

November 29, 2011

Tanpa Stop di Pintu Tol

BUMN jalan tol hanya memikirkan uang recehan…, mereka lupa akan pelayanan dan juga soal transportasi publik. Lihat BUMN ini membatasi angkutan umum di jalan tol.

Selasa,29 November 2011
JALAN TOL
Tanpa Stop di Pintu Tol
DIDIE SW

Di tengah kabar kelam soal jembatan yang melintasi Sungai Mahakam roboh, semrawutnya bandara, dan belum adanya titik terang kelanjutan tender Pelabuhan Kalibaru, ada kabar positif dari Gerbang Tol Cililitan di Jakarta. Sebuah terobosan dari PT Jasa Marga dan PT Bank Mandiri.

Septerianto Sanaf, Kepala Divisi Manajemen Operasi PT Jasa Marga, dan Rahmat B Triaji, Vice President Electronic Banking Group, Senin (28/11), silih berganti memamerkan terobosan pembayaran tol, yakni fasilitas transaksi tanpa berhenti (non-stop transaction).

Mengekor pencapaian di negara maju, mulai akhir November 2011, di Gerbang Tol Cililitan dan Cengkareng mulai diberdayakan teknologi itu. PT Jasa Marga bisa melakukannya.

Pengemudi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Lantas saat terdengar ”bip”, ”bip”, dari perangkat on board unit (OBU) buatan Austria yang ditempel di kaca depan, palang pun terbuka. Transaksi pun tuntas.

Jasa Marga dan Bank Mandiri terus melangkah. Meskipun penetrasi tol elektronik baru mencapai 8 persen, pelayanan terus diperbaiki dengan memperluas keterjangkauan pelanggan tol atas sistem tersebut. Inovasi juga diperkenalkan.

Per 15 November 2011, sebenarnya ada 13.500 titik poin isi ulang kartu e-Toll dan ditargetkan per Maret 2012 ada 21.400 titik poin. Namun untuk lebih menggaet pelanggan, pada semester I-2012, nasabah dari 72 bank yang masuk jaringan ATM Bersama akan dapat mengisi ulang kartu e-Toll di ATM Mandiri.

Teknologi kini diajukan sebagai salah satu senjata pamungkas meminimalisasi kemacetan. Perangkat OBU dan transceiver yang ditempel di langit-langit gerbang tol telah berkolaborasi sehingga memungkinkan transaksi tanpa mobil harus berhenti.

Jasa Marga dan Bank Mandiri sebenarnya menghadirkan teknologi yang merupakan embrio jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP). Diharapkan, dengan pengenalan ERP ini, kultural pembayaran elektronik di sektor transportasi makin diakrabi dan meluas.

Non-stop transaction, juga membuktikan janji Adityawarman, Direktur Operasi Jasa Marga, untuk menampilkan terobosan cerdas dalam meningkatkan pelayanan jalan tol. Awal Oktober 2011, operator tol dikecam perihal di manakah letak pelayanan ketika tarif tol dinaikkan. ”Kami serius soal pelayanan,” ujar Adityawarman.

Uji coba Jasa Marga memperlihatkan, transaksi dengan uang tunai butuh waktu 4-6 detik, dengan gardu tol otomatis (GTO) 2-3 detik, sedangkan nonstop transaction hanya 1,3-1,8 detik. Ada penghematan waktu lebih dari 30 persen!

OBU harus dibeli sendiri pelanggan. Harganya relatif ringan jika dibandingkan terpangkasnya waktu transaksi dan makin lancarnya arus lalu lintas di jaringan tol.

Di sinilah dapat nilai kedewasaan pelanggan tol Indonesia. Ada terobosan dari operator tol dan perbankan, tinggal pelanggan tol mendukungnya? (HARYO DAMARDONO)

November 29, 2011

Babel Tawarkan Lahan Bisnis

Senin,
28 November 2011
INVESTASI
Babel Tawarkan Lahan Bisnis

Pangkal Pinang, Kompas – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menawarkan 37.500 hektar untuk kawasan pelabuhan dan industri terpadu. Kawasan itu dekat dengan alur pelayaran internasional yang memudahkan pengangkutan barang hasil produksi. Para investor dijanjikan pembebasan pajak selama lima tahun.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bangka Belitung Nazalius, beberapa negara mencari lahan ribuan hektar untuk kawasan industri dan pelabuhan terpadu. Korea Selatan termasuk negara agresif mencari lahan itu. ”Babel menawarkan tiga alternatif lokasi yang sudah diteliti kelayakannya. Babel sudah bekerja sama dengan Universitas Delft, Belanda, untuk meneliti kawasan Tanjung Berikat sebagai pelabuhan terpadu,” ujarnya, Minggu (27/11), di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Babel.

Alternatif pertama di Tanjung Berikat, Bangka Tengah. Di sana ada 20.000 hektar lahan siap dijadikan kawasan pelabuhan dan industri terpadu. ”Lahannya rata, jadi menekan biaya investasi untuk perataan lokasi. Untuk pelabuhan, industri, dan kawasan permukiman terpadu sangat cocok,” tuturnya

Tanjung Berikat terletak di tepi Selat Karimata yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau rute pelayaran internasional. Industri dengan orientasi ekspor cocok berlokasi di sana. Lokasi itu juga relatif berada di tengah dan relatif dekat dengan pusat pasar dalam negeri, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Babel juga menawarkan 7.500 hektar lahan di Tanjung Batu, Belitung. Kawasan itu terletak di tepi Selat Karimata dan Selat Gaspar. Selat Gaspar kerap dijadikan alternatif kapal yang melayari ALKI I. ”Lahan di Tanjung Batu sudah jadi milik pemerintah semua. Jadi, investor tidak perlu membebaskan lahan sendiri,” ujarnya.

Ada pula 10.000 hektar di kawasan Air Kelik, Belitung Timur, tetapi lahannya masih harus dibebaskan.

Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan mengaku, pihaknya menyiapkan sejumlah insentif bagi investor yang tertarik ke Tanjung Berikat. ”Kami dan Pemprov Babel sudah mempromosikan kawasan ini kepada investor dari beberapa negara,” ujarnya. (RAZ)

November 29, 2011

Soekarno-Hatta Segera Dibenahi untuk Layani 62 Juta Orang

berapa abad lagi para penumpang harus menunggu ? pembangunan rel kereta bandara saja belum ada perkembangan sama sekali setelah 5 tahun terakhir..

Selasa,29 November 2011
INFRASTRUKTUR
Soekarno-Hatta Segera Dibenahi untuk Layani 62 Juta Orang

Jakarta, Kompas – PT Angkasa Pura II, pengelola Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, berjanji segera membenahi bandara yang kini dalam kondisi ”darurat”, antara lain karena terminal-terminal penumpang sudah dijejali puluhan juta penumpang, di atas kapasitasnya yang 18 juta orang. Bandara Soekarno-Hatta akan disiapkan untuk menampung 62 juta orang.

”Kami bukannya terlambat, tetapi persiapan harus matang supaya begitu ground-breaking langsung bekerja,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko, Senin (28/11) di Jakarta. Angkasa Pura II menjanjikan tender pengembangan Bandara Soekarno-Hatta disusul pemancangan batu pertama pada semester I-2012.

Pemerintah telah menyetujui rencana induk baru Bandara Soekarno-Hatta dalam rapat di Kantor Wakil Presiden pada 24 Oktober 2010. Saat ini sedang disusun rincian desain teknisnya.

Pengembangan Terminal 3 yang akan dimulai tahun 2012 dan selesai tahun 2013 adalah proyek pertama Angkasa Pura II. Terminal 3 yang kini berdaya tampung 4 juta orang akan mampu melayani 25 juta penumpang per tahun. Kini baru ada Dermaga (Pier) 1 Terminal 3, kelak dibangun bangunan utama dan Dermaga 2. Bersama dengan pembangunan Terminal 1, dibangun gedung terminal yang terintegrasi antara Terminal 1 dan 2. Mulai dibangun tahun 2011, terminal selesai pertengahan 2013.

Di gedung yang terintegrasi tersebut dirancang akan ada area parkir bertingkat dengan kapasitas 20.000 mobil, ruang konvensi, pusat belanja, sarana rekreasi, fasilitas hotel, perkantoran penunjang operasional bandara, hingga stasiun kereta api. Desainnya bulat (circle), selaras desain Terminal 1 dan 2.

Tri Sunoko menjelaskan, selama Terminal 3 dan integrated building dibangun, secara paralel dimulai revitalisasi Terminal 1 dan 2. Revitalisasi Terminal 1 dimulai pertengahan 2013 dan selesai 2014, kemudian disusul revitalisasi Terminal 2 mulai pertengahan 2012-2013.

Ketika tuntas, Soekarno-Hatta akan mampu menampung hingga 62 juta orang per tahun.

”Dalam tender kami, harus ada investor dan kontraktor lokal. Juga harus ada kontraktor asing yang berpengalaman membangun bandara sebab selagi dibangun, pasti ada kepadatan di Soekarno-Hatta,” tutur Tri.

”Kami ingin kontraktor yang tidak saja membangun, tetapi membangun dengan memastikan berjalannya operasional bandara,” ujar Tri.

Tri mencontohkan, dibutuhkan keterlibatan kontraktor seperti Schiphol Airport. Selama transisi, diupayakan pemanfaatan Bandara Halim.

Dari mana dana ekspansi Bandara Soekarno-Hatta Rp 10 triliun? ”Terminal 1, 2, dan 3 dikerjakan sendiri dengan pinjaman perbankan, sementara integrated building dan terminal kargo akan dikerjasamakan,” ujar Tri.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, dibutuhkan investasi Rp 32 triliun untuk membangun bandara dalam 10-15 tahun ke depan. ”Jadi, memang dibutuhkan partisipasi swasta,” ujarnya.

Lahan 830 Hektar

Supaya Bandara Soekarno-Hatta mampu melayani 87 juta penumpang per tahun, yang diperkirakan tahun 2025, dibutuhkan perluasan lahan 830 hektar. Lahan itu untuk membangun landasan pacu ketiga dan Terminal 4. Di atas lahan 830 hektar tersebut juga akan dibangun hotel dan hanggar bekerja sama dengan PT Jasa Marga Tbk.

Pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 1.000 hektar. Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang mencatat beberapa desa akan digusur. ”Yang duluan harus pindah adalah Desa Rawa Rengas dan Desa Rawa Burung yang dekat bandara,” kata Pelaksana Kades Kebon Cau Husein.

”Paling murah, harga tanah Rp 150.000 per meter persegi berupa tanah kosong dan sawah. Paling mahal Rp 300.00 per meter persegi untuk perumahan,” ujar Unan, pegawai Kepala Urusan Perekonomian dan Pembangunan Desa Rawa Rengas.

Sejauh ini, baru 112,46 hektar tanah yang dibebaskan dari 830 hektar kebutuhan lahan.(PIN/RYO/DEN

November 29, 2011

KKIP Dorong Industri Pertahanan Penuhi Kebutuhan TNI

KKIP Dorong Industri Pertahanan Penuhi Kebutuhan TNI
Meriam produksi PT. PINDAD. (Foto: Berita HanKam)

25 November 2011, Jakarta (Jurnas.com): Komite Kebijakan Industri Pertahanan kembali menggelar sidang pleno. Sidang pleno keempat untuk memperkuat industri pertahanan (Indhan) agar dapat memenuhi kebutuhan TNI. Agenda yang dibahas dalam sidang ini adalah penetapan kriteria industri pertahanan, kebijakan dasar pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat material khusus (almatsus), verifikasi kemampuan industri pertahanan.

Revitalisasi manajemen industri pertahanan BUMNIP, penunjukan langsung proses pengadaan kepada BUMNIP, permintaan program offset dari Kementerian Pertahanan Malaysia untuk pembelian panser Anoa 6×6 APC produk PT Pindad, informasi tentang industri pertahanan, serta progres RUU Industri Pertahanan.

“Ini semua kita amanatkan kepada Pokja untuk diselesaikan, tim asistensi yang dipimpin oleh Sekretaris KKIP Wamenhan untuk menyelesaikan tiga agenda yaitu poin 1-3,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat (25/11). Untuk revitalisasi manajemen industri pertahanan BUMNIP, dilaksanakan oleh Meneg BUMN. “Tapi kami akan mendukung agar penyehatan dan kemampuan BUMNIP terjadi lebih cepat,” tambahnya.

KKIP juga membahas percepatan pengadaan barang dan jasa alutsista, terutama dari BUMNIP. Hal ini, kata Menhan, merupakan penjabaran perpres yang mengamanatkan penunjukan langsung pengadaan alutsista.

Pengadaan alutsista ini juga diupayakan dengan program offset, agar local content bisa didapatkan sehingga menambah nilai tambah bagi industri pertahanan. “Kami persiapkan program offset, seberapa besar nilai offset atau local content yang kita lakukan agar di satu sisi industri bisa berkembang dan masuk pasar luar negeri. Tetapi di sisi lain kita menerima adanya persyaratan offset tersebut,” tutur Menhan.

Selain itu, pengadaan alutsista juga dilakukan dengan program trade off, sehingga selain membeli alutsista dari luar negeri, Indonesia bisa melakukan penjualan. Hal ini, jelas Menhan, dilakukan agar kemampuan industri pertahanan Indonesia dapat terus meningkat. “Kami maksimalkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri dengan meningkatkan ToT (transfer of technology),” imbuhnya.

Inilah Industri Pertahanan yang Ingin Dikuasai Indonesia

Indonesia rupanya terus menaikkan targetnya dalam mengembangkan industri pertahanan di Indonesia. Hal ini terlihat pada saat pertemuan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang digelar di Kantor Kementerian Pertahanan, Jumat (25/11).

Dalam hasil pertemuan itu, setidaknya terdapat lima kemampuan yang ingin dikuasai Indonesia. Pertama, industri kendaraan tempur (Ranpur/ armor vehicle) dan kendaraan taktis (Rantis/ tactical vehicle).

“Kedua, industri kapal perang atas air (combat vessel) dan bawah air (submarine) serta kapal-kapal pendukungnya (support vessel),” kata Ketua KKIP yang juga Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Ketiga, industri pesawat militer angkut ringan dan sedang (light dan medium military air transport, fix wing and rotary wing) serta pesawat tempur (fighter). Keempat, industri senjata ringan dan berat untuk perorangan dan kelompok/ satuan (pistol, assault riffle, caraben, SMR, SMB, mortir, AGL, RPG) sampai dengan meriam dan munisinya (MKK dan MKB), roket/MLRS, torpedo, serta peluru kendali.

Sedangkan kelima adalah industri peralatan netword centric operation system, mulai alat komunikasi radio, sistem kendali/ kontrol, komputasi, dan komando untuk penembakan senjata, radar dan thermal optic untuk pencari/deteksi dan penjajak sasaran walau dengan kemampuan industri yang relatif masih terbatas.

KKIP sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2010 dalam rangka memantapkan fondasi industri pertahanan nasional dalam rangka revitalisasi industri pertahanan. Tugas komite ini antara lain merumuskan kebijakan yang terdiri dari penelitian, pengembangan, dan peningkatan sumber daya manusia, mengkoordinasikan kerjasama luar negeri, dan memantau serta mengevaluasi kebijakan industri pertahanan.

Sumber: Jurnas/PelitaOnline

November 29, 2011

Kisah Joko ‘Alfamart’ Susanto, Si Miliarder Baru

HomeBisnisWirausaha
foto

Djoko Susanto. Dok.TEMPO/Taufik Subarkah
Bagikan17
B
Bisnis Ritel

Sabtu, 26 November 2011 | 10:08 WIB
Kisah Joko ‘Alfamart’ Susanto, Si Miliarder Baru
Besar Kecil Normal

TEMPO.CO, – Namanya mencuat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Joko Susanto, disebut majalah Forbes di urutan 25 dari 40 orang terkaya di Indonesia yang dilansir Rabu, 23 November lalu.

Djoko Susanto, yang merupakan pendiri sekaligus pemilik perusahaan retail Alfamart, berhasil mengungguli kekayaan orang-orang terkenal Indonesia, seperti Aburizal Bakrie (peringkat 30) dan Ciputra (peringkat 27). Kekayaannya yang dikumpulkan berjumlah US$ 1,040 miliar (Rp 9,36 triliun).

Semua bermula di tahun 1967, ketika Djoko Susanto masih berusia 17 tahun. Ia diminta mengurus kios sederhana milik orang tuanya di Pasar Arjuna, Jakarta.

Toko itu dinamakan Sumber Bahagia, yang menjual bahan makanan. Tapi tak lama kemudian, Djoko melihat ada kesempatan yang lebih besar. Kiosnya mulai menjajakan rokok.

Djoko benar, bisnis dia dengan cepat membuat para perokok dan pengusaha grosir serta pengecer menjadi pelanggan tetap. Dia bertaruh, perokok akan membayar lebih banyak daripada yang dibayangkan.

Hal ini menarik perhatian Putera Sampoerna, yang mempunyai perusahaan rokok tembakau dan cengkeh terbesar di Indonesia saat itu. Mereka bertemu pada awal 1980 dan bersepakat pada 1985 untuk membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta.

Upaya itu berhasil dan menginspirasi mereka untuk membuka supermarket yang dinamakan Alfa Toko Gudang Rabat. Kedua orang itu kemudian membuka toko Alfa Minimart (yang kemudian dikenal sebagai Alfamart) pada 1994.

“Saya pikir penamaan Sampoerna Mart kurang menjual, kemudian saya menggunakan Alfa, sebuah merek yang lebih dikenal dan teruji,” ujar Djoko, seperti dikutip majalah Forbes, Kamis, 24 November 2011.

Kerja sama tersebut berakhir pada 2005, ketika Sampoerna menjual bisnis tembakau–beserta anak perusahaannya (termasuk 70 persen bagian perusahaan Sampoerna yang ada di Alfamart)–kepada Philip Morris International dengan nilai lebih dari US$ 5 miliar.

Philip Morris, yang tidak tertarik bisnis retail, kemudian menjual saham Alfamart kepada Djoko dan investor ekuitas swasta, Northstar. Tahun lalu, Djoko membeli Northstar sehingga membuatnya memiliki 65 persen perusahaan.

Saham itu kemudian diperdagangkan dan menghasilkan dua kali lipat pada 12 bulan terakhir. Hal inilah yang akhirnya membuat Djoko termasuk ke dalam jajaran miliuner dunia. Dia membuat debutnya pada urutan ke-25 dalam jajaran orang terkaya Indonesia dengan kekayaan bersih sebesar US$ 1,04 miliar.

FORBES.COM | FERY FIRMANSYAH | EKA UTAMI