Tanpa Stop di Pintu Tol


BUMN jalan tol hanya memikirkan uang recehan…, mereka lupa akan pelayanan dan juga soal transportasi publik. Lihat BUMN ini membatasi angkutan umum di jalan tol.

Selasa,29 November 2011
JALAN TOL
Tanpa Stop di Pintu Tol
DIDIE SW

Di tengah kabar kelam soal jembatan yang melintasi Sungai Mahakam roboh, semrawutnya bandara, dan belum adanya titik terang kelanjutan tender Pelabuhan Kalibaru, ada kabar positif dari Gerbang Tol Cililitan di Jakarta. Sebuah terobosan dari PT Jasa Marga dan PT Bank Mandiri.

Septerianto Sanaf, Kepala Divisi Manajemen Operasi PT Jasa Marga, dan Rahmat B Triaji, Vice President Electronic Banking Group, Senin (28/11), silih berganti memamerkan terobosan pembayaran tol, yakni fasilitas transaksi tanpa berhenti (non-stop transaction).

Mengekor pencapaian di negara maju, mulai akhir November 2011, di Gerbang Tol Cililitan dan Cengkareng mulai diberdayakan teknologi itu. PT Jasa Marga bisa melakukannya.

Pengemudi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Lantas saat terdengar ”bip”, ”bip”, dari perangkat on board unit (OBU) buatan Austria yang ditempel di kaca depan, palang pun terbuka. Transaksi pun tuntas.

Jasa Marga dan Bank Mandiri terus melangkah. Meskipun penetrasi tol elektronik baru mencapai 8 persen, pelayanan terus diperbaiki dengan memperluas keterjangkauan pelanggan tol atas sistem tersebut. Inovasi juga diperkenalkan.

Per 15 November 2011, sebenarnya ada 13.500 titik poin isi ulang kartu e-Toll dan ditargetkan per Maret 2012 ada 21.400 titik poin. Namun untuk lebih menggaet pelanggan, pada semester I-2012, nasabah dari 72 bank yang masuk jaringan ATM Bersama akan dapat mengisi ulang kartu e-Toll di ATM Mandiri.

Teknologi kini diajukan sebagai salah satu senjata pamungkas meminimalisasi kemacetan. Perangkat OBU dan transceiver yang ditempel di langit-langit gerbang tol telah berkolaborasi sehingga memungkinkan transaksi tanpa mobil harus berhenti.

Jasa Marga dan Bank Mandiri sebenarnya menghadirkan teknologi yang merupakan embrio jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP). Diharapkan, dengan pengenalan ERP ini, kultural pembayaran elektronik di sektor transportasi makin diakrabi dan meluas.

Non-stop transaction, juga membuktikan janji Adityawarman, Direktur Operasi Jasa Marga, untuk menampilkan terobosan cerdas dalam meningkatkan pelayanan jalan tol. Awal Oktober 2011, operator tol dikecam perihal di manakah letak pelayanan ketika tarif tol dinaikkan. ”Kami serius soal pelayanan,” ujar Adityawarman.

Uji coba Jasa Marga memperlihatkan, transaksi dengan uang tunai butuh waktu 4-6 detik, dengan gardu tol otomatis (GTO) 2-3 detik, sedangkan nonstop transaction hanya 1,3-1,8 detik. Ada penghematan waktu lebih dari 30 persen!

OBU harus dibeli sendiri pelanggan. Harganya relatif ringan jika dibandingkan terpangkasnya waktu transaksi dan makin lancarnya arus lalu lintas di jaringan tol.

Di sinilah dapat nilai kedewasaan pelanggan tol Indonesia. Ada terobosan dari operator tol dan perbankan, tinggal pelanggan tol mendukungnya? (HARYO DAMARDONO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: