Archive for December, 2011

December 31, 2011

Pelayanan Angkutan agar Distandardisasi

Selama ini dephub kerjanya apaaa ya ? Yg sering terlihat dijalan pegawai dephub mengutil pungutan buat angkutan kota ( angkot) . Mereka tidak peduli soal kualitas dan keamaman penumpang yang penting buat mereka hanya setoran ! Kementrian ini harus ditongkrongin oleh KPK ! Banyak PNS yang merangkap jadi calo traject .

Kompas Sabtu,
31 Desember 2011
PERHUBUNGAN DARAT

Pelayanan Angkutan agar Distandardisasi
Jakarta, Kompas – Kementerian Perhubungan didorong untuk segera menerapkan standar pelayanan minimal bagi angkutan darat. Penerapan standar pelayanan diharapkan mampu meningkatkan kualitas angkutan darat sehingga juga terjadi perpindahan moda dari pengguna kendaraan pribadi kepada kendaraan umum.

Angkutan kereta api lebih dahulu menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) dengan terbitnya Peraturan Menhub No 9/2011 pada Februari 2011. Angkutan pesawat lebih maju lagi dengan penerapan sanksi terhadap pengabaian pelayanan.

”Kementerian Perhubungan harus berani menerapkan SPM. Dengan begitu, kualitas layanan dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu sehingga sesuai dengan ekspektasi pengguna,” kata pengamat transportasi Rudy Thehamihardja, Jumat (30/12), di Jakarta.

Dalam Peraturan Menhub Nomor 9 Tahun 2011 ditetapkan, SPM keterlambatan kereta adalah 20 persen bagi KA antarkota dan 15 persen bagi KA perkotaan. Contohnya, bila perjalanan KA Jakarta-Yogyakarta 10 jam, keterlambatan keberangkatan maksimal 2 jam. Bila KRL Tangerang-Tanah Abang 60 menit, maksimal terlambat 9 menit.

”Nah, kalau berani menerapkan SPM angkutan darat, maka misalnya pelayanan bus bandara dapat diterapkan. Ambil contoh, ada keberangkatan bus bandara tiap 30 menit, maka tidak boleh ada keterlambatan lebih dari 5 menit,” ujar Rudy.

Dukungan

Menurut Rudy, penyusunan SPM angkutan darat juga dapat menarik dukungan dari instansi supaya standar itu dipenuhi. ”Katakanlah, dibutuhkan bus dengan kondisi prima, maka Kementerian Perindustrian harus mendukung industri otomotif yang menghasilkan produk bagus,” ujar dia.

Rudy menambahkan, bila dimuat ketentuan keterlambatan maksimal sekian menit, maka Kementerian Pekerjaan Umum dapat dilibatkan untuk menambah lajur jalan nasional supaya standar tersebut terpenuhi. ”Soal standar keselamatan, misalnya, juga harus dibantu oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk melatih awak bus,” ujarnya.

Ahli transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, juga mendukung penerapan SPM angkutan darat. ”Harus secepatnya diterapkan. Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kemenhub membagi-bagi bus perkotaan. Dengan adanya standar, maka seharusnya ada perbaikan pelayanan,” ujar dia.

Djoko juga mengungkapkan, dengan SPM, maka dapat diukur peningkatan pelayanan juga penetrasi pengangkutan. (RYO)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

K

Advertisements
December 31, 2011

Radikalisasi Tunas Muda

Kompas Sabtu,
31 Desember 2011
Radikalisasi Tunas Muda
Oleh Hasibullah Satrawi

Radikalisme masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Alih-alih menemukan solusi komprehensif, jaringan radikalisme mulai menembus kehidupan tunas- tunas muda bangsa yang masih berada di jenjang pendidikan menengah atas.

Pada awal bulan ini penulis diminta mengisi materi Islam Rahmatan Lil’alamin (visi kerahmatan Islam) dalam acara pesantren kilat (di Bogor) yang diadakan oleh Kementerian Agama untuk para aktivis kerohanian Islam (rohis). Ada lebih kurang 200 aktivis rohis secara nasional yang mengikuti acara tersebut, dibagi dalam empat kelas.

Secara umum mereka dapat dikatakan sangat berpotensi radikal. Bahkan, bisa dipastikan ada 2-3 orang dari setiap kelas yang sudah positif terjangkiti ideologi radikal. Setidaknya hal ini bisa dilihat dari ekspresi ”sinisme” mereka terhadap sejumlah budaya Muslim-Nusantara seperti ziarah kubur, tawassul, dan kemajemukan. Bahkan, ada sebagian pembina rohis (juga hadir dalam acara tersebut) terang-terangan mengakui sejumlah anak didiknya sudah direkrut dan menjadi anggota NII KW 9.

Kabar baiknya (jika boleh dikatakan demikian), mereka yang positif terjangkiti ideologi radikal masih sangat terbatas. Baru 2-3 orang di setiap kelas yang memuat sekitar 50 siswa.

Namun, hal di atas tak dapat sepenuhnya bisa disebut kabar baik mengingat mereka masih berada di jenjang pendidikan menengah atas. Dengan kata lain, kenyataan ini harus tetap diwaspadai karena setidaknya menunjukkan betapa jaringan radikalisme menjalankan aksinya sedemikian sistematis. Tunas-tunas muda seperti aktivis rohis pun mulai dibidik secara serius oleh mereka.

Tentu saja ini hanyalah kesan subyektif penulis. Sangat boleh jadi kesan subyektif di atas salah alias tak sesuai dengan realitas keseharian mereka.

Sebaliknya, jika kesan subyektif tadi benar, tidak ada yang salah pada para tunas muda di atas. Jika harus ada yang disalahkan, mereka adalah ”para ustaz” (biasa disebut mentor dalam istilah mereka) dari luar sekolah yang memberikan pemahaman yang salah kepada siswa-siswi yang ada.

Al Quran dan sunah

Setidaknya ada dua hal yang bisa menjelaskan pemahaman salah yang telah diberikan kepada siswa-siswi itu. Pertama, semangat kembali ke Al Quran dan sunah. Sebagaimana di kalangan puritan dan kaum radikal, istilah kembali ke Al Quran dan sunah juga jadi semangat keberagamaan sejumlah siswa dalam acara tersebut. Padahal, mereka bahkan tak menguasai bahasa Arab, alih-alih keilmuan Islam yang termaktub dengan bahasa Arab (termasuk Al Quran dan sunah).

Tidak ada satu orang pun dari umat Islam yang tidak mau kembali kepada Al Quran dan sunah mengingat hanya Al Quran dan sunah yang ditinggalkan oleh Nabi kepada umatnya sebagai jalan selamat di dunia dan di akhirat. Namun, kembali kepada Al Quran dan sunah tak semudah yang kerap disampaikan kaum puritan dan radikal.

Kembali kepada Al Quran dan sunah membutuhkan semangat intelektualisme yang tinggi, sebagaimana keteladanan para ulama terdahulu. Kembali kepada Al Quran dan sunah berarti menguasai semua perangkat keilmuan Islam yang telah disampaikan para ulama terdahulu, mulai ilmu bahasa Arab, ilmu hadis, Al Quran, dan lainnya.

Tanpa memperhatikan hal-hal di atas, kembali kepada Al Quran dan sunah akan menjadi istilah benar yang ditujukan salah (kalimatu haqqin yuradu bihal bathil). Terkecuali jika yang dimaksud kembali kepada Al Quran dan sunah adalah kembali kepada Al Quran dan sunah versi terjemahan atau buku panduan Islam yang banyak terdapat di sejumlah kedai buku.

Jika ini yang dimaksud, kembali kepada Al Quran dan sunah jadi sangat mudah dan tak membutuhkan ketentuan-ketentuan ilmiah sebagaimana prasyarat di atas. Konsekuensinya, hal-hal yang tak termaktub dalam Al Quran dan sunah versi terjemahan pun dianggap bidah, khurafat, dan sebagainya.

Teriakan takbir

Kedua, teriakan takbir (Allahu Akbar) yang sudah jadi tradisi siswa-siswi dalam acara tersebut, termasuk di dalam kelas. Secara normatif tentu tak ada salahnya seseorang mengucapkan takbir, apalagi membacanya sebagai zikir. Namun, segala sesuatu ada tempatnya. Itu sebabnya para ulama melarang membaca asma dan ayat-ayat Allah di tempat membuang kotoran karena dianggap tidak pada tempatnya.

Dalam sejarah Islam, teriakan takbir sebagai yel-yel lazim digunakan di medan perang. Hal ini mengingat medan perang membutuhkan semangat tempur yang berkobar-kobar untuk menghadapi musuh yang nyata di depan mata. Dalam konteks di luar perang, yang dianjurkan oleh para ulama adalah selawat mengingat selawat diyakini punya pengaruh psikologis yang bersifat positif- konstruktif (ngademin). Takbir juga dianjurkan, tetapi dalam kapasitasnya sebagai zikir (dibaca pelan), bukan sebagai yel-yel.

Inilah kesalahan fatal yang kerap dilakukan oleh kaum radikal dan puritan. Di mana-mana mereka meneriakkan takbir (sebagai yel-yel), termasuk di forum-forum sosial dan keilmuan (seperti seminar dan diskusi). Ini pula yang sudah mulai menjadi tradisi baru di kalangan aktivis rohis. Bahkan, mereka secara jujur mengakui hampir di setiap forum (bahkan rapat) dibiasakan meneriakkan takbir sebagai yel-yel pembangkit semangat.

Apakah konteks sosial dan keilmuan sama dengan medan perang yang sudah secara jelas berhadapan dengan musuh yang nyata? Atau mereka memang sengaja dibidik dan dididik oleh kaum radikal untuk menjadi ”tentara perang muda” untuk menghadapi bangsanya sendiri seperti yang dilakukan oleh kaum radikal dan para teroris?

Sejatinya para aktivis rohis adalah potensi bangsa yang sangat besar. Sangat disayangkan jika potensi besar itu harus jatuh ke tangan kaum radikal dan puritan yang anti-NKRI, Pancasila, dan kemanusiaan.

Hasibullah Satrawi Pengamat Politik Timur Tengah dan Dunia Islam pada Moderate Muslim Society (MMS) Jakarta

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

December 30, 2011

Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta Turun Sepanjang 2011

Kecelakaan Lalu Lintas di Jakarta Turun Sepanjang 2011
Ahmad Thoriq – detikNews
Jumat, 30/12/2011 20:27 WIB
Share

Jakarta – Tidak cuma tindak kejahatan di DKI Jakarta yang menurun. Kecelakaan lalu lintas pun di tahun 2011 ikut menurun. Meski turunnya hanya 5,07 persen dari tahun 2010, namun Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Untung S Rajab mengaku sudah melakukan tindakan preventif.

“Kita sudah berupaya tindakan preventif. Bila dibandingkan dengan jumlah kendaraan tahun 2011 sebanyak 13.323.923 unit, maka persentase kendaraan bermotor yang terlibat laka lantas sebesar 0,09 persen,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Berikut data kecelakaan lalu lintas yang tercatat di Ditlantas Polda Metro Jaya:

Kecelakaan lalu lintas�
Tahun 2010 = 8.235 kasus
Tahun 2011 = 7.817 kasus
Angka ini turun sebesar 5,07 persen

Kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia
Tahun 2010 = 1.048 orang
Tahun 2011 = 984 orang
Angka ini turun sebesar 6,10 persen

Kecelakaan menyebabkan korban luka berat
Tahun 2010 = 3.473 orang
Tahun 2011 = 2.706 orang
Angka ini turun sebesar 22,08 persen

Kecelakaan menyebabkan korban luka ringan
Tahun 2010 = 5.825 orang
Tahun 2011 = 6.093 orang
Angka ini naik sebesar 4,6 persen

Kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan lalu lintas
Tahun 2010 = 13.149 unit
Tahun 2011 = 12.110 unit

Dari seluruh kecelakaan lalu lintas yang terjadi, total kerugian materil Tahun 2010 = Rp 17.744.413.000
Tahun 2011 = Rp 17.722.832.000
Angka ini turun sebesar 0,12 persen

Penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas
Tahun 2010 = 5.621 kasus
Tahun 2011 = 6.439 kasus
Angka ini naik sebesar 14,55 persen

“Mohon maaf kalau belum bisa melayani sesuai harapan masyarakat. Kita perlu terus belajar bermasyarakat dan bernegara serta meningkatkan toleran dan emosi kembali ketaatan hukum. Polisi perlu bantuan dalam pemikiran dan tindakan,” tuturnya.

Unjuk Rasa Anarkis Menurun

Sepanjang 2011 terjadi beberapa unjuk rasa di daerah hukum Polda Metro Jaya. Meski demikian, unjuk rasa yang dilakukan sepanjang 2011 mengalami penurunan.

Data unjuk rasa pada tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Unjuk rasa dengan pemberitahuan
Pada 2010 = 2.023 kasus
Pada 2011 = 2.070 kasus
Naik sebesar 2,23 persen

Unjuk rasa tanpa pemberitahuan
Pada 2010 = 421 kasus
Pada 2011 = 511 kasus
Naik sebesar 21,37 persen

Unjuk rasa yang anarkis
Pada 2010 = 44 kasus
Pada 2011 = 32 kasus
Turun sebesar 27,27 persen

Ada beberapa tindakan yang membuat unjuk rasa berujung anarkis. Misalnya saja bentrok antar massa yang pro kebijakan pemerintah dengan yang kontra kebijakan pemerintah. Selain itu ada pula tindakan membakar baliho dan ban di tengah jalan, termasuk pembakaran foto pejabat.

Terkadang massa juga membakar keranda yang berisikan ban di tengah jalan. Aksi saling dorong dengan petugas yang dilanjutkan dengan pelemparan terhadap petugas pun kerap terjadi.

Pelemparan telor busuk ke arah pintu gerbang instansi tempat unjuk rasa juga dilakukan demonstran. Tak jarang pula demonstran memaksa masuk ke tempat yang dilarang melakukan unjuk rasa.

Anarkisme juga terjadi mana kala ada pembubaran unjuk rasa yang tanpa pemberitahuan oleh polisi. Lainnya, merobohkan pagar pembatas jalan tol di depan Gedung MPR/DPR RI.
(gus/vit)

December 30, 2011

Selain Luhut, Puluhan Jenderal Jadi Tim Sukses Pencapresan Ical

Selain Luhut, Puluhan Jenderal Jadi Tim Sukses Pencapresan Ical
Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Jumat, 30/12/2011 13:57 WIB
Share
7

Jakarta – Persiapan Aburizal Bakrie menuju pilpres 2014 bukan main-main. Ketum Golkar yang akrab disapa Ical ini sudah merangkul lebih dari 20 purnawirawan jenderal menjadi tim suksesnya.

“Kalau yang resmi sih enggak banyak hanya beberapa jenderal, kalau yang nggak resmi ada banyak. Di dewan pertimbangan ada beberapa di dewan pakar ada beberapa, ada juga di kepengurusan yang lain. Ya jumlahnya lebih dari 20 orang jenderal lah,” tutur anggota Litbang Golkar, Indra J Piliang.

Hal ini disampaikan Indra saat berbincang dengan detikcom, Kamis (30/12/2011).

Indra mengaku, dirinya pun kenal baik dengan beberapa purnawirawan jenderal tersebut. Salah satunya, adalah Luhut Panjaitan.

“Ada beberapa yang dikenal seperti di DPP ada Pak Jasri Marin, di Wantim Pak Luhut Panjaitan, di Dewan Pakar Albert Inkiriwang, ada Sugiono Kadarisman, rata-rata mereka berpengalaman dan punya pengetahuan yang baik,” beber Indra.

Menurutnya tim sukses Ical lebih dari siap menghadapi pemilu 2014. Sementara Ical sendiri, dipandangnya cukup santai.

“Ya makanya yang terjadi Pak Ical yang didesak, karena yang siap timnya. Dan timnya banyak, ada tim pribadi, ada tim yang punya kantor masing-masing,” tandasnya.

(van/ndr)

December 30, 2011

Indonesia Targetkan Indeks Korupsi Lebih Baik dari Malaysia & Brunei

TIndonesia Targetkan Indeks Korupsi Lebih Baik dari Malaysia & Brunei
Ramadhian Fadillah – detikNews
Jumat, 30/12/2011 13:32 WIB
Share

Jakarta – Tahun 2011 indeks persepsi korupsi atau Corruption Perception Indeks (CPI) Indonesia tercatat 3,0. Angka ini naik 0,2 dari tahun sebelumnya yang hanya 2,8. Tahun 2014, Indonesia menargetkan CPI Indonesia mencapai 5,0. Lebih baik dari Malaysia dan Brunei.

Nilai CPI ada dalam skala 1 sampai 10. Makin besar angkanya, makin bagus pula pemberantasan korupsi di suatu negara. Di negara ASEAN, CPI Indonesia lebih baik daripada Vietnam (2,9), Filipina (2,6), Laos (2,2), Kamboja (2,1), dan Myanmar (1,5). Tapi CPI Indonesia masih di bawah Singapura (9,2), Brunei (5,2), Malaysia (4,3), dan Thailand (3,4).

“Kenaikan indeks 0,2 itu besar artinya,” ujar Ketua UKP4, Kuntoro Mankusubroto dalam jumpa pers usai rapat pemberantasan korupsi di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (30/12/2011).

Sementara itu Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana menyatakan Indonesia sudah mencatat kemajuan dan mengalami kenaikan tertinggi dalam periode 2004 hingga 2011. Pada 2004 CPI Indonesia hanya 2,0. Denny pun optimistis target ini bisa tercapai.

“Jadi dalam kurun waktu tujuh tahun ada kenaikan satu full percentage point, ini kenaikan yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan China, misalnya, pada periode yang sama CPI-nya hanya naik 0,2,” terang Denny.

(rdf/gun)
ap here to begin writing.
SBY Kembali Terbitkan Inpres Pemberantasan Korupsi
Ramadhian Fadillah – detikNews
Jumat, 30/12/2011 11:53 WIB
Share
19

Jakarta – Pemerintah menyatakan pencegahan dan pemberantasan korupsi masih menjadi prioritas pada 2012. Sebagai bentuk keseriusan, Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17/2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang akan dijalankan 2012 mendatang.

“Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2012 isinya substansif, bukan basa-basi,” ujar Wapres Boediono di kantornya, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/12/2011).

Pada Inpres Nomor 17 tersebut ada 106 rencana aksi, lebih banyak dibanding Inpres Nomor 9 tahun 2011 yang hanya memuat 102 rencana aksi. Lembaga-lembaga yang terlibat dan ditugaskan untuk memberantas korupsi dalam inpres ini juga lebih banyak.

Secara rinci 106 aksi tersebut terdiri dari 82 aksi di bidang pencegahan, 6 aksi penegakan hukum, 5 aksi di bidang penyusunan UU, 7 aksi di bidang kerjasama internasional dan penyelamatan aksi, 4 aksi di bidang pendidikan anti korupsi dan 2 aksi di bidang pelaporan. Inpres ini juga memerintahkan seluruh lembaga pemerintah dari pusat sampai daerah dalam melaksanakan instruksi ini harus berkoordinasi dengan KPK, BI, PPATK, Ombudsman Republik Indonesia, LPSK, BPK, KY dan MA.

“Isi Inpres tersebut cukup rinci dan akan dipantau terus-menerus. Ini adalah langkah yang lebih luas lagi bagi pemberantasan korupsi,” katanya.

(nal/nrl)

December 29, 2011

Demokrat Takkan Panggil Angie Soal Foto Pelukan Brotoseno

KAMIS, 29 DESEMBER 2011 | 18:01 WIB
Demokrat Takkan Panggil Angie Soal Foto Pelukan Brotoseno
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Beredarnya foto mesra Angelina Sondakh dengan Komisaris Polisi Brotoseno, ternyata tak mengusik Partai Demokrat. Di partainya, Angie–begitu Angelina Sondakh biasa disapa–adalah Wakil Sekretaris Jenderal I. “Enggak akan dipanggil. Biarkan saja itu kan bukan foto porno,” kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok ketika dihubungi, Kamis, 29 Desember 2011.

Dua hari terakhir, di dunia maya beredar foto mesra Angie. Angie dan Brotoseno berpose bak sepasang kekasih. Satu foto, Angie yang bergaun merah dengan polesan gincu merah menyandar di dada Brotoseno. Sementara foto yang lain menggambarkan Angie dan Brotoseno menatap kamera dengan muka yang berdekatan.

Menurut Mubarok, Angie tidak melakukan kesalahan yang melanggar etika partai. Ia hanya mengabadikan kenangan bersama orang yang dikasihinya. Tidak ada gaya yang sensual atau mengandung pornografi “Kami juga tidak akan memeriksa keaslian foto itu,” ujar dia

Hubungan Angie dan Brotoseno memang telah memangkas karier polisi itu di Komisi Pemberantasan Korupsi. Brotoseno yang dulunya penyidik dikembalikan ke kepolisian demi menghindari konflik kepentingan pemeriksaan Angie dalam kasus korupsi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin

DIANING SARI

December 29, 2011

Tamsil Akui Acos Atur Pertemuan

Kamis,
29 Desember 2011
SUAP DANA INFRASTRUKTUR

Tamsil Akui Acos Atur Pertemuan
Jakarta, kompas – Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Tamsil Linrung mengakui pengusaha Iskandar Pasojo alias Acos yang memintanya agar bertemu dengan pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tamsil mengakui kedekatannya dengan Acos karena sama-sama aktif di organisasi Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia.

Dalam persidangan kasus suap pencairan dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi dengan terdakwa Dadong Irbarelawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (28/12), Tamsil mengaku bahwa pertemuan yang diatur Acos tersebut karena pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dalam hal ini Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi Joko Sidik Pramono, meminta penjelasan soal anggaran di direktoratnya.

”Posisi saya dihubungi sama Pak Acos bahwa ada Pak Joko yang ingin ketemu untuk menjelaskan soal anggaran yang terkait program KTM (Kota Terpadu Mandiri). Pak Joko memberikan penjelasan dan mengusulkan supaya anggarannya bisa diakomodasi di APBN 2011. Saya bilang enggak bisa karena anggaran sudah diketok palu, lalu saya sampaikan, kalau mau, diusulkan melalui Kementerian Keuangan untuk masuk dalam APBN-P 2011,” kata Tamsil saat ditanya jaksa M Rum mengenai peran Acos.

Tamsil bersedia

Saat jaksa mendesak penjelasan tentang peran Acos yang bukan berasal dari kalangan Badan Anggaran DPR ataupun pihak pemerintah, tetapi malah mengatur pertemuan antara Wakil Ketua Badan Anggaran DPR serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Tamsil mengatakan, ”Bagi saya, kalau ada yang minta penjelasan, saya bersedia memberikan penjelasan mengenai penganggaran. Kebetulan yang minta Pak Joko Sidik, maka saya temui.” (BIL)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

DESEMBER 2011
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

TERPOPULER
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rencana pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

Bupati Bersedia Cabut Izin Tambang

Suu Kyi Hargai Bantuan RI

Hujan Salju Antar Kim Jong Il ke Tempat Peristirahatan Kekal

Persebaya Juara Unity Cup

TERKOMENTARI
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rehabilitasi Sekolah Model Swakelola

Aspek Pemeliharaan Terabaikan

……

Berdandan Habis-habisan

December 29, 2011

PT Pusri Perketat Penyaluran Pupuk

PERINDUSTRIAN

PT Pusri Perketat Penyaluran Pupuk

29 desember2012
PALEMBANG, KOMPAS – PT Pusri memperketat penyaluran pupuk bersubsidi karena penyelewengan rentan terjadi di jalur distribusi. Selama 2009-2010, PT Pusri menghentikan kontrak dengan lebih kurang 10 distributor yang diketahui menjual pupuk bersubsidi dengan harga nonsubsidi.

Sekretaris Perusahaan PT Pusri Zain Ismed di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/12), mengatakan, PT Pusri telah mewarnai semua pupuk urea bersubsidi dengan warna merah muda. Pupuk merah muda ini siap diedarkan mulai Januari 2012.

Sekitar 2.000 ton pupuk urea yang masih berwarna putih di wilayah Bangka Belitung juga akan ditarik untuk diganti dengan pupuk berwarna. Dengan pewarnaan ini, pupuk urea bersubsidi akan mudah dibedakan dari pupuk nonsubsidi. ”Jika pupuk warna merah muda ditemukan di kawasan perkebunan, sudah pasti ada pelanggaran,” kata Zain.

Selain memberi warna berbeda, PT Pusri juga berencana menerapkan sistem teknik informatika guna memantau jumlah pupuk di gudang-gudang di daerah. Untuk mencegah penyelewengan, sejak tahun 2008 telah diberlakukan sistem distribusi tertutup pada pupuk subsidi. Oleh karena itu, hanya petani yang terdaftar di kelompok tani yang dapat memperoleh pupuk bersubsidi.

Anggota TNI

Terkait dengan pemberitaan tentang keterlibatan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penyelewengan pupuk bersubsidi, seperti diberitakan Kompas edisi Rabu, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, anggota yang melanggar hukum pidana tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Tidak satu pun prajurit TNI kebal hukum,” katanya.

Iskandar menyatakan, anggota TNI yang berinisial J tersebut berpangkat kopral. Ia bersama beberapa orang sipil tertangkap polisi di Jalan Tol Jagorawi saat akan menyelundupkan pupuk urea bersubsidi dengan sejumlah truk.

Saat itu, J mengemudikan salah satu truk yang mengangkut pupuk selundupan. Keterlibatan oknum J adalah sebagai pengemudi yang dimanfaatkan oleh cukong berinisial RK dan JM yang saat ini ditangani polisi.

J telah diserahkan kepada Subdetasemen Polisi Militer Sukabumi, Jawa Barat, untuk dikenai sanksi lebih lanjut.

(EDN/IRE/BAY/RIZ)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

DESEMBER 2011
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

TERPOPULER
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rencana pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

Bupati Bersedia Cabut Izin Tambang

Suu Kyi Hargai Bantuan RI

Hujan Salju Antar Kim Jong Il ke Tempat Peristirahatan Kekal

Persebaya Juara Unity Cup

TERKOMENTARI
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rehabilitasi Sekolah Model Swakelola

Aspek Pemeliharaan Terabaikan

……

Berdandan Habis-habisan

December 29, 2011

Lembaga Penelitian Makin Tak Diminati

Kamis,
29 Desember 2011
REGENERASI

Lembaga Penelitian Makin Tak Diminati
Jakarta, Kompas – Lembaga-lembaga penelitian Indonesia makin tidak diminati generasi muda. Jumlah dan kualitas peneliti muda yang masuk lebih rendah dibandingkan era kebangkitan industri awal 1980-an.

”Daya tarik lembaga penelitian kini jauh lebih rendah dibandingkan industri dan sektor lain,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lukman Hakim di Jakarta, Rabu (28/12).

Selain gaji dan insentif terbatas, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan juga makin terbatas. Dulu, pemerintah memiliki anggaran besar untuk menyekolahkan peneliti dan perekayasa ke luar negeri. Kini, beasiswa dari lembaga donor asing tidak berkelanjutan.

Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Peneliti LIPI Enny Sudarmonowati menambahkan, aturan pemerintah yang membatasi perekrutan pegawai negeri membuat jumlah tenaga baru peneliti makin terbatas. Padahal, mereka dibutuhkan untuk menggantikan peneliti-peneliti senior yang sebentar lagi pensiun.

Pada 2009, rasio pegawai LIPI berdasarkan kualifikasi pendidikan untuk doktor : magister : sarjana adalah 1 : 2 : 6. Idealnya adalah 1 : 2 : 4. Perbandingan tenaga peneliti dengan tenaga penunjang adalah 1 : 3.

Sebagian besar pegawai LIPI saat ini berusia di atas 45-55 tahun. Namun, tenaga pengganti banyak yang belum siap.

Untuk mengatasi kesenjangan peneliti muda dan senior, Enny mengatakan, LIPI merekrut pegawai berkualifikasi pendidikan magister. Selain itu, peneliti muda juga didorong segera melanjutkan pendidikan dengan memanfaatkan kerja sama yang dijalin LIPI dengan lembaga-lembaga lain di luar negeri. ”Ini sangat bergantung pada keaktifan individu peneliti muda ataupun pimpinan di unitnya,” katanya.

Lukman mengatakan, pendidikan lanjutan diharapkan fokus pada bidang penelitian yang dilakukan di Indonesia. Dengan demikian, riset di Indonesia dapat berkelanjutan dan hasilnya lebih optimal.

Komitmen

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga peneliti, meningkatkan kesejahteraan, dan memanfaatkan hasil penelitian, dibutuhkan komitmen kuat pemerintah.

Menurut Enny, pemerintah perlu mendorong agar industri bekerja sama dengan lembaga penelitian, tak membangun lembaga riset sendiri. Ini akan menguntungkan kedua pihak dan menjamin keberlangsungan riset. ”Berikan insentif khusus bagi industri yang mau memanfaatkan hasil penelitian dalam negeri,” ujarnya.

Lukman berharap, pemerintah memberikan perhatian khusus dengan segera memenuhi serta meningkatkan jumlah dan kualitas peneliti.

Jika tak segera dibenahi, lembaga penelitian Indonesia akan makin tertinggal dibandingkan lembaga sejenis di luar negeri. Industri pun makin enggan melirik hasil penelitian dalam negeri.

Peneliti-peneliti unggul Indonesia dipastikan akan makin banyak berkarya di luar negeri. Selain dijanjikan insentif yang lebih besar, mereka umumnya juga diberi kesempatan besar untuk berkreasi sesuai bidang.

”Ini akan merugikan bangsa Indonesia,” katanya. Padahal, pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya bisa didapat jika investasi di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia tinggi. (MZW)

Selain gaji dan insentif terbatas, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan juga makin terbatas.

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

DESEMBER 2011
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

TERPOPULER
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rencana pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

Bupati Bersedia Cabut Izin Tambang

Suu Kyi Hargai Bantuan RI

Hujan Salju Antar Kim Jong Il ke Tempat Peristirahatan Kekal

Persebaya Juara Unity Cup

TERKOMENTARI
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rehabilitasi Sekolah Model Swakelola

Aspek Pemeliharaan Terabaikan

……

Berdandan Habis-habisan

December 29, 2011

Pasar Semen Cerah, Bosowa Lunasi Utang Lebih Awal

RESTRUKTURISASI KREDIT

Pasar Semen Cerah, Bosowa Lunasi Utang Lebih Awal
Jakarta, Kompas – Pasar semen dalam negeri yang terus membaik membuat kinerja keuangan PT Semen Bosowa Maros mampu melunasi pinjaman sindikasi ke Bank Mandiri dan Bank BNI sebesar Rp 547 miliar. Bahkan, pelunasan utang tersebut dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan dengan jadwal jatuh tempo yang seharusnya pada tahun 2013.

”Semua dana yang digunakan untuk melunasi utang yang jatuh tempo ini diperoleh dari pendapatan penjualan produk semen tahun 2011. Pendapatan dari pabrik semen langsung kami gunakan untuk membayar Bank Mandiri sebesar Rp 328 miliar dan Bank BNI sebesar Rp 219 miliar,” ujar pendiri Bosowa Group, Aksa Mahmud, dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Rabu (28/12).

Menurut Aksa, pelunasan utang yang sebenarnya baru jatuh tempo tahun 2013 tersebut menyisakan utang PT SBM tinggal Rp 1,1 triliun untuk jangka waktu pelunasan sampai tahun 2015. Namun, dengan produksi semen PT SBM yang terus meningkat dan daya serap pasar yang terus membaik, dia optimistis utang tersebut dapat dilunasi sesuai dengan jadwal jatuh tempo.

Bahkan, dengan prospek ekonomi yang terus membaik dan pembangunan jalan beton yang semakin diyakini lebih baik daripada jalan aspal, utang dapat dilunasi sebelum jatuh tempo tahun 2015. ”Tetapi, untuk hubungan baik dengan perbankan, kami memilih untuk mengikuti jadwal pelunasan tahun 2015 sesuai kesepakatan dengan pihak sindikasi bank,” ungkapnya.

Dalam catatan Kompas, PT SBM merupakan salah satu debitor Bank Mandiri yang menjalani proses restrukturisasi kredit pada 2005-2006. Perusahaan ini sempat limbung saat krisis keuangan melanda pada 1997 karena lonjakan kurs dollar AS dari Rp 2.300 per dollar AS menjadi Rp 9.300 per dollar AS. Aksa sebagai pendiri mengaku sudah diminta untuk menyerahkan perusahaannya kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional, tetapi perusahaan ini berusaha bertahan menghadapi badai krisis dan akhirnya bisa melunasi utang lebih cepat.

Aksa juga mengemukakan rencana investasi PT SBM meningkatkan kapasitas produksi dari 2,1 juta ton pada tahun 2011 menjadi 2,5 juta ton pada tahun 2012. Selain itu, PT SBM membuat rencana investasi untuk meningkatkan produksi menjadi 4,5 juta ton pada tahun 2013. Untuk meningkatkan produksi, PT SBM sedang membangun pabrik unit 2 menggunakan pembiayaan dari Bank BRI. (BOY)