Pencurian Ikan Rugikan Negara Rp 200 Miliar


Ekonomi dan Bisnis
KAMIS, 8 DESEMBER 2011
Ralat
Pada berita halaman A4, edisi 7 Desember 2011, yang berjudul “Penunggak Pajak Akan Dicekal”, disebutkan hingga November 2011 realisasi penerimaan pajak Rp 635,381 triliun atau 69,2 persen dari target
Muliaman dan Ronald Jadi Deputi Gubernur BI
JAKARTA –Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat menetapkan Muliaman D
SINYAL
Pembelian Netto Asing Rp 1,57 Triliun
JAKARTA — Positifnya bursa regional dan menguatnya bursa Eropa di sesi pembukaan sore ini mampu memicu kenaikan indeks lokal
KILAS
Coca-Cola dan Burger King Jalin Kongsi
MIAMI — Produsen minuman Coca-Cola mendapat mitra strategis untuk memasarkan produk
Amerika Pasok Toyota Camry Korea
WASHINGTON — Pabrikan mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp, akan mengekspor sedan Camry rakitan Amerika Serikat ke Korea Selatan pada awal tahun depan
Dewan Eropa Ajukan ‘Fiscal Compact’
BRUSSEL — Presiden Dewan Uni Eropa Herman van Rompuy menggagas solusi cepat untuk menangani krisis yang semakin kronis
KILAS
Produksi Kayu Perhutani Bakal Turun 30 Persen
JAKARTA — Produksi kayu Perhutani diperkirakan terus menyusut hingga 30 persen pada 2016
Pemerintah Kaji Kenaikan Harga BBG
JAKARTA — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Evita Herawati Legowo, menyatakan pemerintah sedang mempertimbangkan usulan kenaikan harga bahan bakar gas (BBG) yang disampaikan para pengembang BBG
Pencurian Ikan Rugikan Negara Rp 200 Miliar
JAKARTA — Banyaknya kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh nelayan asing membuat negara menanggung kerugian sebesar US$ 10-23 juta (Rp 90-200 miliar) per tahun
Pariwisata Jadi Pengaman Krisis
JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pengestu menyatakan industri pariwisata memiliki potensi yang besar untuk menjadi sabuk pengaman ekonomi nasional di saat perekonomian dunia mengalami krisis
Investasi Eksplorasi CBM Capai Rp 666 Miliar
JAKARTA — Pemerintah mendapatkan investasi total senilai US$ 73,8 juta atau setara dengan Rp 666 miliar untuk komitmen eksplorasi blok minyak dan gas serta gas metana batu bara (CBM) dari hasil lelang langsung yang ditawarkan sejak Oktober lalu
KISRUH AGEN INSPEKSI
Mogok Kerja Diminta Dilakukan di Luar Bandara
JAKARTA — Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti Singayuda Gumay mempersilakan para pengusaha yang menolak tarif baru pemeriksaan kargo melakukan mogok kerja
Telkom Targetkan 497 Kota Terjangkau Broadband
JAKARTA — PT Telkom Indonesia Tbk menargetkan sebanyak 497 kota di Indonesia akan menikmati layanan true broadband pada 2015
Anak Ayam Berlimpah, Laba Japfa Tergerus
JAKARTA — Laba bersih PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk tahun ini diperkirakan turun 10 persen dibanding pada tahun lalu
�Sulit Capai Investment Grade 2012�
JAKARTA — Ekonom Universitas Gadjah Mada yang juga Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk, Tony Prasetyantono, menilai Indonesia masih kesulitan mencapai predikat layak investasi (investment grade) pada 2012
BI Dorong Efisiensi BPR
JAKARTA — Bank Indonesia mendorong sejumlah bank perkreditan rakyat (BPR) untuk meningkatkan efisiensi
Persiapan Redenominasi Harus Matang
JAKARTA — Bank Indonesia menyatakan penyederhanaan mata uang (redenominasi) harus disiapkan secara matang sebelum diterapkan
KPK Usut Rekening Gendut PNS Muda
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi akan mengusut rekening gendut para pegawai negeri sipil muda sebagaimana temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

BERITA UTAMA (126)
NASIONAL (13)EKONOMI DAN BISNIS (18)METRO (10)NUSA (9)EDITORIAL (1)SENI (1)OLAH RAGA (12)INTERNASIONAL (10)OPINI (3)DIGITAL (2)ILMU DAN TEKNOLOGI (3)BERITA UTAMA-JATENG (12)MAKASSAR (28)GAYA HIDUP (4)
ARSIP

Ekonomi dan Bisnis
Pencurian Ikan Rugikan Negara Rp 200 Miliar
THURSDAY, 08 DECEMBER 2011
Kembali
JAKARTA — Banyaknya kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh nelayan asing membuat negara menanggung kerugian sebesar US$ 10-23 juta (Rp 90-200 miliar) per tahun. Kerugian lainnya adalah rusaknya terumbu karang dan ekosistem laut.
“Pencurian ikan ini mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia di bidang kelautan dan perikanan serta kehidupan para nelayan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ida Kusuma, kemarin.
Para pencuri menggunakan kapal petron dan koling panjang milik nelayan asing di perairan Indonesia.
Mereka menangkap ikan secara besar-besaran, bahkan mengeruk sampai ke dasar laut. Akibatnya, banyak terumbu karang dan ekosistem yang rusak. “Kerugian ini meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun,” tutur Ida.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, selama 2005-2011, sebanyak 1.162 kapal perikanan pelaku Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing ditangkap di perairan Indonesia. Khusus November 2011, ada 103 orang yang diproses hukum.
Dosen hukum internasional dari Universitas Indonesia, Melda Kamil Ariadno, mengatakan pencurian ikan merupakan kejahatan lintas negara yang dilakukan secara terorganisasi.
Karena itu, penanganan kejahatan ini harus dimasukkan ke dalam hukum internasional. Alasannya, kejahatan itu tidak hanya merugikan suatu negara, tapi juga merugikan ekosistem laut.
“Para ahli sepakat agar ASEAN membuat kebijakan khusus dalam memberantas IUU Fishing,” katanya.
Selama ini, ucap dia, banyak nelayan asing yang ditangkap tapi selalu dibebaskan. “Pemerintah hanya menahan kapalnya, tapi tidak memberi hukuman badan atau penjara bagi pelaku kejahatan,” ujarnya. Bahkan terkadang denda pun tak dibayar.
Pertemuan para pakar perikanan kemarin tidak hanya diikuti oleh anggota-anggota ASEAN, tapi juga negara-negara di luar ASEAN, seperti Norwegia dan Amerika Serikat.
Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Norwegia, Gunnar Stolsrik, mengungkapkan, dampak pencurian ikan juga dirasakan di negaranya. “Norwegia menderita kerugian ekonomi yang cukup besar. Apalagi secara global kerugian mencapai US$ 11-23 miliar,” kata Gunnar.
Karena itu, dia menyarankan agar hasil pertemuan para ahli ini menjadi rekomendasi bagi penegakan hukum internasional di bidang kelautan. “Saya berharap ASEAN mengenali dan mengakui bahwa IUU Fishing merupakan kejahatan Internasional,” katanya.SAHRUL | EFRI

Nelayan Juga Dilibatkan
JAKARTA — Terbatasnya armada pengawasan mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan membentuk kelompok pengawas dengan melibatkan nelayan di seluruh Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ida Kusuma mengatakan Kementerian telah membentuk 1.462 kelompok pengawas.
“Mereka akan melakukan pengawasan wilayah laut di daerahnya masing-masing,” kata Ida.
Kelompok nelayan ini akan melaporkan hasil pengawasan mereka ke pos pengawas di daerahnya masing-masing. Sebelum bertugas, para pengawas terlebih dulu diberi pembinaan.
Meskipun memiliki keterbatasan dalam bidang pengawasan, pemerintah tetap memprioritaskan penyelamatan sumber daya ikan. “Selain itu, tetap memperkuat armada pengawasan serta mendorong industri pengolahan.”
JAKARTA — Banyaknya kasus pencurian ikan yang dilakukan oleh nelayan asing membuat negara menanggung kerugian sebesar US$ 10-23 juta (Rp 90-200 miliar) per tahun. Kerugian lainnya adalah rusaknya terumbu karang dan ekosistem laut.
“Pencurian ikan ini mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia di bidang kelautan dan perikanan serta kehidupan para nelayan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ida Kusuma, kemarin.
Para pencuri menggunakan kapal petron dan koling panjang milik nelayan asing di perairan Indonesia.
Mereka menangkap ikan secara besar-besaran, bahkan mengeruk sampai ke dasar laut. Akibatnya, banyak terumbu karang dan ekosistem yang rusak. “Kerugian ini meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun,” tutur Ida.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, selama 2005-2011, sebanyak 1.162 kapal perikanan pelaku Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing ditangkap di perairan Indonesia. Khusus November 2011, ada 103 orang yang diproses hukum.
Dosen hukum internasional dari Universitas Indonesia, Melda Kamil Ariadno, mengatakan pencurian ikan merupakan kejahatan lintas negara yang dilakukan secara terorganisasi.
Karena itu, penanganan kejahatan ini harus dimasukkan ke dalam hukum internasional. Alasannya, kejahatan itu tidak hanya merugikan suatu negara, tapi juga merugikan ekosistem laut.
“Para ahli sepakat agar ASEAN membuat kebijakan khusus dalam memberantas IUU Fishing,” katanya.
Selama ini, ucap dia, banyak nelayan asing yang ditangkap tapi selalu dibebaskan. “Pemerintah hanya menahan kapalnya, tapi tidak memberi hukuman badan atau penjara bagi pelaku kejahatan,” ujarnya. Bahkan terkadang denda pun tak dibayar.
Pertemuan para pakar perikanan kemarin tidak hanya diikuti oleh anggota-anggota ASEAN, tapi juga negara-negara di luar ASEAN, seperti Norwegia dan Amerika Serikat.
Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan Norwegia, Gunnar Stolsrik, mengungkapkan, dampak pencurian ikan juga dirasakan di negaranya. “Norwegia menderita kerugian ekonomi yang cukup besar. Apalagi secara global kerugian mencapai US$ 11-23 miliar,” kata Gunnar.
Karena itu, dia menyarankan agar hasil pertemuan para ahli ini menjadi rekomendasi bagi penegakan hukum internasional di bidang kelautan. “Saya berharap ASEAN mengenali dan mengakui bahwa IUU Fishing merupakan kejahatan Internasional,” katanya.SAHRUL | EFRI

Nelayan Juga Dilibatkan
JAKARTA — Terbatasnya armada pengawasan mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan membentuk kelompok pengawas dengan melibatkan nelayan di seluruh Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ida Kusuma mengatakan Kementerian telah membentuk 1.462 kelompok pengawas.
“Mereka akan melakukan pengawasan wilayah laut di daerahnya masing-masing,” kata Ida.
Kelompok nelayan ini akan melaporkan hasil pengawasan mereka ke pos pengawas di daerahnya masing-masing. Sebelum bertugas, para pengawas terlebih dulu diberi pembinaan.
Meskipun memiliki keterbatasan dalam bidang pengawasan, pemerintah tetap memprioritaskan penyelamatan sumber daya ikan. “Selain itu, tetap memperkuat armada pengawasan serta mendorong industri pengolahan.”
1 / 2

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: