PT Pusri Perketat Penyaluran Pupuk


PERINDUSTRIAN

PT Pusri Perketat Penyaluran Pupuk

29 desember2012
PALEMBANG, KOMPAS – PT Pusri memperketat penyaluran pupuk bersubsidi karena penyelewengan rentan terjadi di jalur distribusi. Selama 2009-2010, PT Pusri menghentikan kontrak dengan lebih kurang 10 distributor yang diketahui menjual pupuk bersubsidi dengan harga nonsubsidi.

Sekretaris Perusahaan PT Pusri Zain Ismed di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/12), mengatakan, PT Pusri telah mewarnai semua pupuk urea bersubsidi dengan warna merah muda. Pupuk merah muda ini siap diedarkan mulai Januari 2012.

Sekitar 2.000 ton pupuk urea yang masih berwarna putih di wilayah Bangka Belitung juga akan ditarik untuk diganti dengan pupuk berwarna. Dengan pewarnaan ini, pupuk urea bersubsidi akan mudah dibedakan dari pupuk nonsubsidi. ”Jika pupuk warna merah muda ditemukan di kawasan perkebunan, sudah pasti ada pelanggaran,” kata Zain.

Selain memberi warna berbeda, PT Pusri juga berencana menerapkan sistem teknik informatika guna memantau jumlah pupuk di gudang-gudang di daerah. Untuk mencegah penyelewengan, sejak tahun 2008 telah diberlakukan sistem distribusi tertutup pada pupuk subsidi. Oleh karena itu, hanya petani yang terdaftar di kelompok tani yang dapat memperoleh pupuk bersubsidi.

Anggota TNI

Terkait dengan pemberitaan tentang keterlibatan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penyelewengan pupuk bersubsidi, seperti diberitakan Kompas edisi Rabu, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, anggota yang melanggar hukum pidana tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. ”Tidak satu pun prajurit TNI kebal hukum,” katanya.

Iskandar menyatakan, anggota TNI yang berinisial J tersebut berpangkat kopral. Ia bersama beberapa orang sipil tertangkap polisi di Jalan Tol Jagorawi saat akan menyelundupkan pupuk urea bersubsidi dengan sejumlah truk.

Saat itu, J mengemudikan salah satu truk yang mengangkut pupuk selundupan. Keterlibatan oknum J adalah sebagai pengemudi yang dimanfaatkan oleh cukong berinisial RK dan JM yang saat ini ditangani polisi.

J telah diserahkan kepada Subdetasemen Polisi Militer Sukabumi, Jawa Barat, untuk dikenai sanksi lebih lanjut.

(EDN/IRE/BAY/RIZ)

Facebook Twitter Email Print
KOMENTAR

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

KIRIM KOMENTAR

Name

lila
Email

lilamaniz68@gmail.com
Komentar

Kirim Batal

TODAY’S NEWSPAPER

NEWS ARCHIVE

DESEMBER 2011
Sn Sls Rb Kms Jmt Sbt Mg
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

TERPOPULER
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rencana pembangunan jalan sepanjang 40 kilometer ke Pinogu, sebuah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

Bupati Bersedia Cabut Izin Tambang

Suu Kyi Hargai Bantuan RI

Hujan Salju Antar Kim Jong Il ke Tempat Peristirahatan Kekal

Persebaya Juara Unity Cup

TERKOMENTARI
Pembangunan Jalan ke Pinogu Dilematis

Rehabilitasi Sekolah Model Swakelola

Aspek Pemeliharaan Terabaikan

……

Berdandan Habis-habisan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: