Archive for May, 2012

May 31, 2012

Proyek Mobil Hybrid Dipercepat

Seberapa cepat ??? Pemerintahan ini tidak pernah berhasil mempercepat proyek, kecuali ada “bancakannya”..

Investor daily 31 Mei 2012

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) MS
Hidayat dan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D
Martowardojo menyepakati pemberian insentif fiskal
untuk mempercepat proyek mobil hybrid di Tanah Air.
Mobil ini diharapkan bisa diproduksi 1-2 tahun ke depan.
Oleh Damiana N Simanjuntak

JAKARTA – Implementasi pemberian insentif fiskal
untuk investasi sektor tertentu (tax holiday) berjalan
sangat lamban. Pasalnya, sejak penerbitan Peraturan
Menteri Keuangan (PMK) 130/2011 mengenai pemberian
tax holiday pada Agustus 2011, baru satu proposal
yang masuk ke meja menteri keuangan (menkeu).
“Yang masuk itu baru proposal dari Unilever sekitar
Maret 2012, yang diajukan melalui menteri perindustrian.
Jadi, baru dari Kemenperin. Itu pun belum ada
perkembangan,” kata Kepala Badan Pengkajian Kebijakan
Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) Arryanto Sagala di Jakarta,
Rabu (30/5).
Dia melanjutkan, perkembangan proposal tersebut
masih belum terlihat karena belum ada pembahasan
oleh Komite Verifikasi. Dalam alur pengajuan tax holiday,
proposal disampaikan ke menkeu, kemudian
dibahas Tim Teknis Kementerian Keuangan, lalu
dibahas Komite Verifikasi untuk dievaluasi, dan terakhir,
menkeu menyampaikan ke menko perekonomian untuk
dibahas dan diajukan ke presiden.
Arryanto mengaku, dirinya belum mengetahui proses
pembahasan Tim Teknis Kemenkeu atas proposal
Unilever. Padahal berdasarkan aturannya, pembahasan
Tim Teknis seharusnya hanya sekitar 30 hari.
“Saya juga tidak tahu. Kami malu karena dulu kami
yang mendorong perusahaan mengajukan permohonan
pemberian insentif ini. Kalau masih belum juga, saya
akan surati mereka (Kemenkeu) untuk mempertanyakan
kenapa lama sekali?” kata Arryanto.
Seperti diketahui, Unilever akan membangun pabrik
pengolahan fatty alcohol dan surfactant di Sei Mangkei,
Simalungun, Sumatera Utara. Investasi untuk pembangunan
pabrik itu diperkirakan menelan dana hingga
Rp 1,2 triliun.
Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo
mengatakan, pembahasan mengenai tax holiday
siap dilakukan setelah studi oleh BKPM dan Kemenperin
selesai. “Beberapa sudah dilakukan dan sudah ada yang
presentasi rencana (investasinya), itu dari berbagai industri.
Secara detailnya, saya belum bisa jelaskan sekarang.
Berapa proposal yang sudah masuk, saya belum
bisa jawab,” kata Agus, usai bertemu Menteri Perindustrian
MS Hidayat, kemarin.
Sebelumnya, sebanyak 87 jenis produk dari lima sektor
industri, yakni logam dasar, pengilangan miyak bumi dan
atau kimia dasar organik yang bersumber dari minyak
bumi dan gas alam, permesinan, sumber daya terbarukan
dan peralatan komunikasi bisa mendapatkan fasilitas tax
holiday selama kurun waktu 5-10 tahun.
Jenis produk itu terdiri atas 35 di sektor industri logam
dasar, yakni 20-21 jenis di industri pengilangan miyak bumi
dan atau kimia dasar organik yang bersumber dari minyak
bumi dan gas alam, 17 pada industri permesinan, 10 jenis
pada industri bidang sumber daya terbarukan, dan empat
jenis produk pada industri peralatan komunikasi.
Sementara itu, Arryanto juga menyampaikan,
pihaknya baru mengembalikan proposal pembangunan
pabrik butadiene yang diajukan oleh PT Chandra Asri
Petrochemical Tbk. Proposal dikembalikan karena
perseroan memasukkan modal kerja dalam perhitungan
total investasi yang direncanakan.
“Padahal jika sesuai aturan modal kerja tidak termasuk,
hanya nilai investasinya. Jadi, kami kembalikan
proposalnya. Karena percuma diajukan kalau nanti
kurang dari Rp 1 triliun. Mereka akan konfirmasi lagi,”
imbuh Arr yanto. (eme)
Pemerintah pun segera membuat payung
hukumnya, yang disebut dengan
program mobil berteknologi rendah emisi
karbon (low carbon emission). Selain
mobil hybrid, aturan tersebut juga akan
mengatur insentif mobil listrik, mobil murah
dan ramah lingkungan (low cost and
green car/LCGC), dan mobil advance.
“Tadi, kami bicara soal hybrid. Kami
sudah ada kesepakatan mengenai konsep
dasar pemberian insentif fiskal kepada
produsen mobil hybrid,” ujar Hidayat,
seusai dikunjungi Agus di Kementerian
Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/5).
Untuk mencari masukan, Menperin pun
akan memanggil produsen atau agen tunggal
pemegang merek (ATPM) yang tertarik
memproduksi mobil hybrid di Tanah
Air pekan depan. Mobil hybrid dikenal
hemat energi karena memiliki mesin ganda,
yakni berbahan bakar listrik dan bahan
bakar minyak (BBM).
Hidayat menambahkan, produsen yang
sudah maju lebih dulu untuk memasarkan
mobil hybrid di Indonesia adalah Toyota,
yang sudah memasarkan Prius dan Camry.

Dua mobil tersebut saat ini masih diimpor
utuh dan diproduksi terbatas, sehingga harganya
di atas Rp 600 juta per unit.
Produsen lain juga terbuka mengajukan
jika sudah mengaplikasi teknologi tersebut.
Dia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan
bersama (Menperin dan Menkeu),
insentif fiskal akan diberikan berdasarkan
pada komitmen produsen memproduksi
mobil tersebut di dalam negeri.
“Kemudian, produsen diharapkan
meningkatkan dari manufacturing ke
lokalisasi komponen. Itu (regulasi insentif)
akan selesai pekan ini. Yang jelas,
sudah ada kesepakatan, tinggal menunggu
prosedurnya,” tegas Hidayat.
Menkeu menambahkan, pihaknya
bersedia memberikan insentif fiskal untuk
program mobil berteknologi low
emission carbon, baik LCGC dan hybrid
karena bukan merupakan teknologi
yang sederhana. “Kami ingin menyampaikan
bahwa potensi pasar di sini baik.
Untuk itu, kami mengundang mereka
yang berkomitmen investasi untuk memproduksi
di Indonesia,” tegas Agus.
Mobil hybrid dan LCGC perlu diberikan
insentif agar harganya menjadi lebih murah.
Menurut Agus, ada 4-5 jenis mobil akan dikembangkan
dengan dukungan insentif.
Karena itu, Kementerian Keuangan juga memerlukan
dukungan dari Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) agar mobil-mobil
tersebut bisa diproduksi di dalam negeri.
Butuh Transisi
Agus pun mengakui, produksi mobil
berteknologi low emission carbon memerlukan
masa transisi sebelum dilakukan alih
teknologi dan bisa diproduksi di Tanah Air.
Karena itu, pemerintah akan memberikan
toleransi pemberian insentif kepada produsen
untuk mengimpor mobil hybrid sampai
bisa memproduksinya di Indonesia.
“Insentif untuk itu tetap terbuka.
Setidaknya, masa transisi membutuhkan
waktu 1-2 tahun,” imbuhnya.
Hidayat pernah menyampaikan, prinsipal
mobil asal Jepang, Toyota telah
meminta izin impor sementara mobil hybrid
selama 2-3 tahun sebelum memproduksinya
di Indonesia. Namun, dia
juga menegaskan, izin tersebut hanya
bisa diberikan maksimal 1-1,5 tahun.
“Transisi itu tetap akan kami dukung
dengan insentif fiskal. Tetapi, itu harus
sesuai dengan keseriusan prinsipal untuk
memproduksinya di dalam negeri.
Insentif (untuk impor) dapat dipertimbangkan,”
kata dia.
Program LCGC
Sementara itu, Agus belum bisa memastikan
tentang insentif fiskal untuk mobil
LCGC, apakah tetap memakai skema berupa
cukai. “Jangan tanya itu, tapi tanya rencananya
dulu. Kami sudah mempunyai
jawabannya,” ujar Agus, diplomatis.
Sementara itu, Dirjen Industri Unggulan
Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi
Darmadi menuturkan, dalam pertemuan
tersebut disepakati, pemerintah akan mempercepat
proses aspek legal untuk insentif
fiskal program LCGC. Rencananya, insentif
yang diberikan berupa pemotongan pajak
penjualan atas barang mewah (PPnBM).
“Itu yang akan diberikan karena beberapa
produsen sudah ada yang mau
investasi. Jadi, bagaimana caranya supaya
cepat. Kami pakai tatanan yang lebih
cepat dulu aja,” imbuh Budi.
Dihubungi terpisah, Direktur Pemasaran
dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect

Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan,
pihaknya akan ikut program produksi
LCGC meskipun konsekuensinya mobil
yang diproduksinya akan turun kelas.
“Kami belum tahu, apakah LCGC yang
disiapkan Honda Brio atau yang lain. Yang
pasti, kami harus merambah ke segmen
menengah ke bawah untuk memperbesar
volume penjualan dan semua tergantung
pada regulasi pemerintah,” katanya

Advertisements
May 31, 2012

Irak Buka Penawaran Eksplorasi Gas Alam

Kok Pertamina tidak ikutan melakukan penawaran ???

Investor Daily 31 Mei 2012

BAGHDAD – Irak mulai membuka penawaran
eksplorasi minyak dan gas alam pada Rabu (29/5).
Sebanyak 47 perusahaan asing telah mendaftar
dalam tender dua hari berturut-turut itu.

Tujuan penawaran eksplorasi yang
keempat sejak pertengahan 2009 itu
adalah untuk memperbesar ekspor
minyak negara. Cadangan minyak
Irak adalah yang terbesar keempat
dan menyumbang hampir 95% anggaran negara

Tapi tidak seperti tiga penawaran
sebelumnya, dalam penawaran kali
ini diumumkan juga area-area yang
akan digarap. “Kompetisi ini akan
menjadi suatu yang transparan dan
terbuka,” kata Menteri Perminyakan
Abdelkarim Al Luaybi, saat pembukaan
lelang.

“Banyak perusahaan berkualitas
akan berpartisipasi. Putaran tender
kali ini dipertimbangkan sebagai
suatu yang penting untuk kementerian
dan negara untuk menumbuh-
Irak Buka Penawaran Eksplorasi Gas Alam
kan dan memperbaiki kondisi ekonomi,”
kata dia.
Blok yang akan dieksplorasi sebanyak
12 blok, terdiri atas tujuh blok
gas, dan lima yang berisi kandungan
minyak. Seluruhnya, ada 47 perusahaan
yang menyatakan ikut penawaran
prakualifikasi. Tapi hingga kini
hanya 39 perusahaan yang membayar
uang partisipasi.
Menurut kementerian, enam blok
akan dilelang pada Rabu, dan enam
lainnya pada Kamis. Di antara perusahaan
yang ikut berpartisipasi, ada
Royal Dutch Shell, BP dari Inggris,
Chevron dan Occidental dari Amerika
Serikat, CNOOC dan CNPC dari
Tiongkok, Japex dari Jepang, Lukoil
dari Rusia dan lain-lain.
Ekplorasi terhadap 12 blok itu diharapkan
bisa menambah 29 triliun
kubik cadangan gas alam yang
saat ini sudah mencapai 126,7 kubik,
dan sekitar 10 miliar barel minyak
yang kini telah mencapai
143,1 miliar barel.
Hampir 70% dari blok-blok itu
memiliki kandungan gas alam, se-
Oleh Ovi Oktaviani
 BAGHDAD – Irak mulai membuka penawaran
eksplorasi minyak dan gas alam pada Rabu (29/5).
Sebanyak 47 perusahaan asing telah mendaftar
dalam tender dua hari berturut-turut itu.
mentara sisanya kombinasi minyak
dan gas.
Lima di antara blok itu berada di
barat Irak, yakni di Provinsi Anbar.
Dua blok berada di utara Provinsi
Ninevah, satu di antara Provinsi
Diyala dan Provinsi Wasit, sementara
lainnya tersebar di wilayah selatan
Irak.
Para penawar dikabarkan mengincar
kontrak eksiminasi di mana
mereka akan dibayar secara flat, dan
bukan dalam bentuk kontrak bagi
hasil.(ap/afp)

May 31, 2012

Hortikultura lokal sulit jadi raja di dalam negeri

Menyedihkan. Mentan (PKS) ini memang doyan mengurusi produk impor. Mulai dari import sapi sampai dengan wortel

Sumber dari Kontan online
http://industri.kontan.co.id/news/hortikultura-lokal-sulit-jadi-raja-di-dalam-negeri
ATURAN PRODUK HORTUKULTURA
Hortikultura lokal sulit jadi raja di dalam negeri
Oleh Muhammad Yazid – Kamis, 31 Mei 2012 | 17:21 WIB

JAKARTA. Rencana penerapan aturan importasi produk hortikultura pertengahan bulan Juni nanti tampaknya masih menjadi momok menakutkan bagi importir maupun pengusaha ritel produk hortikultura.
Pengusaha dan importir itu mengaku kesulitan untuk meneruskan bisnis karena kesulitan untuk impor. Sementara alternatif mengganti produk impor dengan produk lokal, sulit dilakukan karena pasokan hortikultura di dalam negeri belum mampu penuhi kebutuhan domestik.

Kafi Kurnia, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) bilang, sejatinya pasar dalam negeri potensial untuk perdagangan hortikultura. “Kalau saya diberikan pilihan, saya berdagang hortikultura hanya di domestik saja, karena tingginya sangat tinggi. Tetapi produknya sulit dicari,” kata Kafi di Jakarta, Kamis (31/5)

Ia mengatakan, pasokan buah dan sayuran di Indonesia sebenarnya cukup berkualitas dibandingkan dengan produk impor. Namun, masalahnya adalah, minimnya infrastruktur pendukung membuat industri hortikultura lokal kalah bersaing di negeri sendiri.

Ia beri contoh: buah nanas parit asal Pontianak merupakan produk unggulan yang berdaya saing tinggi, bahkan untuk pasar ekspor. “Tetapi kami pengusaha buah dan sayur kesulitan mendatangkan ke Jakarta karena sulitnya pengangkutan. Pernah saya coba datangkan, malah akhirnya busuk ketika sampai di Tanjung Priok,” terang Kafi.

Kafi bilang, minimnya sarana pendukung di dalam negeri menjadi kendala sulitnya produk hortikultura lokal menjadi raja di pasar sendiri. Sementara, pilihan untuk membatasi produk impor, dikhawatirkan menurunkan pasokan buah dan sayuran ke dalam negeri yang berimbas pada kurangnya konsumsi buah dan sayuran nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, konsumsi buah nasional mencapai kisarannya 32,59 kg per kapita per tahun. Sedangkan sayur kisarannya 40,66 kg per kapita per tahun. “Tingkat konsumsi ini bisa bertambah rendah,” kata ujar Kafi.

May 31, 2012

Persaingan bisnis pesawat jet pribadi kian panas

Dari kontan online
http://industri.kontan.co.id/news/persaingan-bisnis-pesawat-jet-pribadi-kian-panas

Persaingan bisnis pesawat jet pribadi kian panas
Oleh Ragil Nugroho – Kamis, 31 Mei 2012 | 17:40 WIB

KomentarTelah dibaca sebanyak 361 kaliKomentar

Berita Terkait
AP I akan menyediakan terminal khusus jet pribadi
KNKT telah menyelesaikan transkrip isi VCR Sukhoi
KNKT sambut baik temuan FDR
FDR Sukhoi ditemukan 20 meter dari ekor pesawat
Akhirnya, FDR Sukhoi Superjet 100 ditemukan!
JAKARTA. Bisnis jasa transportasi seperti pesawat jet pribadi di Asia Tenggara khususnya Indonesia berkembang sangat pesat. Perusahaan seperti Embraer, Bombardier dan Hawker Beechcraft semakin sengit bersaing dan gencar mengincar pasar Asia bagi pesawat jet mereka.
Pasar raksasa China dan India memang penting, tapi mereka pun kian tertarik akan pertumbuhan ekonomi pesat di Asia Tenggara. Akhir 2011, Embraer menjual Lineage 1.000 pertamanya di Indonesia.
Pesawat jet kecil masih menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan untuk Indonesia, dengan rangkaian pulau yang tersebar luas dan jaringan maskapai penerbangan yang belum menyeluruh. Menurut riset Hawker Beechcraft yang dikutip dari situs Hawker, ada 48 pesawat jet bisnis yang terjual di Indonesia antara 2006 dan 2010.
Dalam periode lima tahun sebelumnya, hanya ada 13 pesawat yang terjual. Sehingga total kenaikan menjadi 270%. Perusahaan itu juga telah menjual dua pesawat jet Hawker 900XP ke maskapai Lion Air.
Mereka bekerja sama untuk menyediakan jet pribadi bagi kaum jetset Indonesia. Hawker Beechcraft berkata industri ini sebetulnya jauh lebih sehat di Asia dibanding di AS, yang memiliki infrastruktur bandara dan perawatan pesawat yang lebih baik.

Menurut mereka, salah satu cara menganalisis pasar ini adalah dengan mengukur berapa banyak konsumen yang ingin menjual kembali pesawat mereka. Jika semakin banyak, bisa menjadi pertanda bahwa mereka sudah tak sanggup lagi menanggung biayanya. Data Hawker Beechcraft mengungkap 7% pesawat jet bisnis sedang ditawarkan untuk dijual, sedangkan di AS angkanya 12%, dan di Eropa 16%.

May 31, 2012

Indonesia Diharapkan Jadi Contoh

Contohlah Pancasila Indonesia bukan MUI dan FPI nya.

Kamis,31 Mei 2012
DEMOKRASI
Indonesia Diharapkan Jadi Contoh
Doha, Kompas – Demokrasi di Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara Islam. Meski berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia tidak memaksakan ideologi agama mayoritas menjadi ideologi bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, saat menghadiri US-Islamic World Forum yang diselenggarakan atas kerja sama Brookings Doha Center dengan Kementerian Luar Negeri Qatar di Doha, Qatar, Rabu (30/5).

”Meski Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, agama tidak dijadikan ideologi bangsa. Dasar negara dan ideologi Indonesia adalah Pancasila,” kata Irman.

Wartawan Kompas Anita Yossihara dari Doha melaporkan, menurut Irman, dengan tidak dijadikannya Islam sebagai ideologi bangsa, menunjukkan bahwa Indonesia berupaya memisahkan antara agama dan negara. Namun, hal itu bukan berarti Indonesia merupakan negara sekuler. Negara tetap menjamin hak warga negara untuk memeluk agama dan beribadah menurut agama dan kepercayaan, seperti tertuang dalam konstitusi.

Lembaga agama tidak mengintervensi pemerintahan, begitu pula sebaliknya. Pemerintah hanya memiliki kewenangan untuk mengeluarkan peraturan untuk menjaga keselarasan antara penduduk dan agama berbeda-beda.

Bukan hanya itu, partai politik yang menang dalam pemilihan umum pascareformasi juga bukanlah parpol yang berbasis agama. Parpol yang menang pemilu justru parpol nasionalis.

”Ini berarti Indonesia sangat sadar akan kebutuhan memisahkan agama dan negara,” ujarnya.

Kemiskinan

Sebelumnya, Perdana Menteri Banglades Sheikh Hasina menyatakan, tantangan negara-negara Islam adalah kemiskinan dan terorisme. Menurut dia, kemiskinan adalah tantangan utama karena kemiskinan dapat menjadi cikal bakal perkembangan terorisme.

Salah satu jalan keluar untuk mencegah tumbuh kembangnya paham terorisme adalah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sudah seharusnya negara-negara mengupayakan peningkatan kesejahteraan rakyat.

May 31, 2012

TNI AU Operasikan Simulator Helikopter Super Puma Produksi Lokal

TNI AU Operasikan Simulator Helikopter Super Puma Produksi Lokal

Sumber TNI

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat dan Komandan Wing 4 Pangkalan Udara Atang Sendjaya Kolonel Pnb Eding Sungkana menjajal simulator helikopter Super Puma NAS 332 di Kompleks Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor, Kamis (29/9). (Foto: ANTARA/DispenAU-Eko ES/HO/ed/pd/11)

29 Mei 2012, Bogor: Asisten Operasi (Asops) Kasau Marsekal Muda TNI R. Agus Munandar, pukul 07.30 WIB, tiba di Mako Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, Senin (28/5), diterima langsung oleh Komandan Lanud Atang Sendjaja (ATS) Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso, S.IP. Asops Kasau melaksanakan kunjungan kerja ke fasilitas Simulator didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Elektro Mabesau Marsekal Pertama TNI Sumardjo beserta Staf.

Sebelum meninjau fasilitas dimaksud Asops Kasau beserta Staf terlebih dahulu mendapat paparan dari beberapa mitra kerja yang selama ini mulai dari awal membangun fasilitas simulator pesawat Super Puma Nas 332 yang merupakan produk anak bangsa.

Pihak PT. Multi Karisma Perkasa dalam paparannya menyampaikan, bahwa simulator ini merupakan kebanggaan anak bangsa, karena murni hasil karya Indonesia, sedangkan untuk perawatan nantinya tetap merupakan tanggung jawab pihak mitra, sedangkan rekomponen sampai pada 15 tahun ke depan masih di jamin oleh pihak mitra.

Usai acara paparan, Asops Kasau beserta pejabat lainnya melaksanakan uji terbang pesawat simulator dengan rute yang di lewati Atang Sendjaja-Halim Perdanakusumah-Atang Sendjaja dan Atang Sendjaja-Mabesau-Atang Sendjaja dengan melewati berbagai cuaca, kecepatan angin, dan mencoba pendaratan darurat.

Disampaikan pihak PT Multi Karisma Perkasa, Sembilan puluh persen kondisi simulator ini telah tercapai hingga saat ini, diharapkan nantinya pada saat penyerahan secara fisik ke Wing 04 Lanud Atang Sendjaja dalam hal ini TNI AU benar-benar kondisinya siap opersional seratus persen.

Sumber: TNI

May 31, 2012

Mandiri dengan R-Han 122

Dari koran kompas cetak 31 Mei 2012

Ayo… maju terus !

TEKNOLOGI PEROKETAN
Mandiri dengan R-Han 122

Mandiri dengan R-Han 122
YUNI IKAWATI

Memiliki wilayah luas dengan belasan ribu pulau yang terpencar, Indonesia mengembangkan sistem pertahanan yang strategis untuk mengamankannya. Salah satu sarananya adalah roket. Kemandirian di bidang peroketan mulai dibangun dengan merintis pembuatan roket pertahanan R-Han 122.

Rancang bangun dan rekayasa roket pertahanan merupakan upaya Indonesia membangun kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Rintisan dimulai lewat prototipe roket pertahanan sistem balistik berdiameter 122 milimeter disebut R-Han 122.

Roket pertahanan ini merupakan derivasi roket eksperimen rancangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), D230 tipe Rx 1210.

Roket eksperimen (Rx) dikembangkan untuk misi nonmiliter, seperti pemantauan cuaca, pemantauan pelayaran, pertanian, bencana, dan observasi untuk perencanaan tata ruang. Roket dimuati radio, kamera, dan sensor. Adapun roket untuk pertahanan (R-Han) dipasang bahan peledak, demikian paparan Hari Purwanto, Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bidang Hankam.

Sebagai sarana yang dapat digunakan untuk tujuan militer, penguasaan teknologi peroketan tak mudah. Penyebarannya dipagari dengan beberapa aturan, antara lain, missile technology control regime dan center for information on security trade control.

Saat ini teknologi hankam tersebut hanya dimiliki negara tertentu. Di Asia negara yang tergolong maju dalam teknologi ini antara lain China, India, Korea Selatan, dan Korea Utara.

Kemampuan rekayasa dan rancang bangun peroketan sampai batas tertentu dimiliki oleh BPPT, Balitbang Kemhan, dan PT LEN Industri. Dengan kemampuan masing-masing lembaga, kata Gunawan Wibisono, Asisten Deputi Menristek Bidang Produktivitas Riset Iptek Strategis, terbentuk Konsorsium Roket Nasional tahun 2007.

Konsorsium terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Pertahanan, TNI AL, lembaga riset (BPPT dan Lapan), perguruan tinggi (ITB, ITS, UI, UGM, dan Undip), serta industri strategis PTDI, Krakatau Steel, LEN Industri, Pindad, dan Perum Dahana. Konsorsium inti terdiri atas beberapa plasma yang menangani riset material, mekatronika, dan sistem kontrol atau kendali.

Kementerian Ristek menyediakan dana insentif untuk pembuatan prototipe roket. PTDI melaksanakan pengembangan struktur dan desain roket. PT Krakatau Steel menyediakan material untuk tabung dan struktur roket. Bahan bakar roket, yakni propelan, disediakan PT Dahana.

Bagian PTDI adalah membangun sarana peluncur roket dan sistem penembaknya dengan laras sebanyak 16. Kendaraan yang digunakan sebagai anjungan untuk peluncuran adalah jip GAZ buatan Rusia, Nissan Jepang, dan Perkasa buatan Tata, India.

Muatan teknologi

Meski bentuk roket sederhana, tabung bermoncong lancip, pembuatannya tidak sederhana. Di dalamnya termuat berbagai komponen berteknologi mutakhir, seperti material maju, mekatronika, dan propulsi.

Dibandingkan roket generasi lama, R-Han 122 mengalami beberapa pengembangan desain dan material. Pada roket eksperimen menggunakan baja. Pada R-Han digunakan aluminium dan karbon yang dua kali lebih ringan. Bahan itu lebih tahan panas. Untuk menjaga kestabilan dan daya jangkau yang tinggi, material yang digunakan harus tahan terhadap suhu 3.000 derajat celsius, kata Ketua Program Penggabungan Roket Nasional Sutrisno.

Pengembangan lain pada konstruksi roket, pada versi terdahulu, roket menggunakan sirip tetap. Untuk meluncurkan, roket harus ditumpangkan pada peluncur dilengkapi rel. Pada roket generasi baru dipasang sirip lipat yang dilengkapi pegas yang akan menegakkan sirip secara otomatis setelah keluar dari tabung peluncur.

Pada roket terdahulu, tabung propelan diisi langsung dan terikat permanen di tabung roket. Kini tabung propelan dibuat terpisah dan diberi lapisan isolasi termal. Saat ini bahan propelan masih diimpor. Untuk membangun kemandirian, pabrik propelan akan dibangun PT Dahana.

Untuk wahana peluncur, dilakukan modifikasi kendaraan jip berbobot 2,5 ton dan truk berkapasitas 5 ton. Dirancang pula bangun unit peluncur yang memuat 16 roket dan mampu meluncurkan secara otomatis sejumlah roket tersebut dengan hanya menekan satu tombol.

Uji peluncuran

Adi Indra Hermanu, Kepala Subbidang Analis Teknologi Hankam Kementerian Ristek, menyatakan, uji coba peluncuran roket R-Han 122 dilaksanakan akhir Maret di Baturaja, Sumatera Selatan. Sebanyak 50 roket diluncurkan di hutan lindung itu. ”Roket R-Han 122 yang diluncurkan rata-rata mampu melesat dengan kecepatan 1,8 mach atau 2.205 km per jam,” ujarnya.

Pada tahap peluncuran, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berperan mengoperasikan sistem radar untuk memantau posisi jatuh roket. ITB memasang sistem kamera nirkabel untuk merekam gambar saat roket meluncur sampai di lokasi sasaran.

Dalam penggunaannya, R-Han 122 pada tahap awal akan menjadi senjata dengan sasaran target di darat yang berjarak tembak 15 km. Roket ini akan digunakan TNI AL untuk pengamanan pantai.

Menurut Sonny S Ibrahim, Asisten Direktur Utama PTDI, tahun ini tahap pengembangan teknis selesai. Persiapan industrialisasi saat ini sudah 80 persen.

May 31, 2012

Blokade Tongkang Berakhir Penyelewengan BBM Bersubsidi Terus Terjadi

Kebijakan energi Indonesia memang ambrudabrul..

Kamis,31 Mei 2012
Blokade Tongkang Berakhir
Penyelewengan BBM Bersubsidi Terus Terjadi
ANTARA/AMIRULLAH
Puluhan orang dengan menggunakan perahu memblokade jalur distribusi batubara di bawah Jembatan Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (30/5). Aksi pemblokadean yang dilakukan Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat yang terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan dan ormas, di antaranya Gerakan Suku Asli Kalimantan Lintas Batas (Gasak Libas), Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak), dan KNPI, itu menuntut pemerintah pusat menambah kuota bahan bakar minyak di Pulau Kalimantan dan Kaltim khususnya.
Jakarta, Kompas – Aksi protes kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi di Kalimantan dengan memblokade tongkang batubara telah dihentikan. Pemerintah sejauh ini bersedia menambah kuota bahan bakar minyak, tetapi kelangkaan akan tetap ada karena penyelewengan.

”Pemblokiran pengiriman hasil tambang dari Kalimantan ke luar daerah hanya berlangsung satu hari dan telah dihentikan,” ujar Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin seusai pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Rabu (30/5), di Jakarta.

Pertemuan antara Jero Wacik dan empat gubernur se-Kalimantan membahas kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kalimantan. Empat gubernur itu adalah Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis, dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.

Kelangkaan BBM bersubsidi ini menimbulkan konflik antara pusat dan daerah, khususnya di Kalimantan. Bentuk protes daerah berupa pemblokiran tongkang pengangkut batubara. Massa menggunakan perahu kelotok, Sabtu lalu, memblokade jalur tongkang batubara di Sungai Barito, Kalsel.

Dalam pertemuan dengan Menteri ESDM disepakati komitmen menambah pasokan BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi. Kuota tambahan premium untuk empat provinsi tersebut ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Kenaikan volume BBM bersubsidi itu lebih dari 5 persen.

”Kami berharap kuota tambahan itu sudah bisa direalisasikan minggu ini agar tidak ada lagi antrean panjang pengguna kendaraan bermotor di SPBU. Itu butuh suasana kondusif sehingga pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat bisa kita capai,” ujar Rudy.

Kuota tambahan ditargetkan bisa mencukupi kebutuhan sampai ada pembahasan mengenai penambahan kuota BBM bersubsidi lebih lanjut antara pemerintah dan DPR.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menolak anggapan telah terjadi konflik antara pusat dan daerah gara-gara BBM. Yang ada hanya semacam kenaikan permintaan dari satu daerah yang mengalami pertumbuhan ekonomi, tetapi telah melebihi kuota untuk wilayahnya.

Hatta menjelaskan, ancaman yang disampaikan melalui media di Kalimantan, seperti tampak pada spanduk, dipahami pemerintah sebagai upaya untuk menarik perhatian. Pemerintah tidak menafsirkannya secara politis. Yang terpenting sudah melakukan upaya memenuhi kebutuhan BBM yang tinggi di Kalimantan.

Penyelewengan terjadi

Namun, kesepakatan menambah kuota di Kalimantan belum akan menyelesaikan kelangkaan BBM yang terlihat dari antrean panjang di SPBU. Ketua Komisi A DPRD Kalimantan Barat Retno Pramudya yakin penyelewengan BBM bersubsidi ke sektor industri di Kalbar masih terus berlangsung. Akibatnya, kelangkaan bahan bakar semakin meluas.

Indikasi penyelewengan itu terlihat dari semakin sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar di sebagian besar SPBU di sejumlah daerah di Kalbar. Seperti terpantau pada Rabu pagi hingga siang, tidak tersedia solar di Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, dan Landak.

Menurut Retno, distribusi sebagian solar bersubsidi tidak tepat sasaran. Pasalnya, banyak kendaraan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang bisa mendapatkan solar bersubsidi. ”Di banyak daerah di Kalbar saya melihat masih ada SPBU yang melayani pembelian menggunakan jeriken. Padahal, setelah keluar dari SPBU, solar dan premium itu bisa dengan mudah dibawa atau digunakan oleh perusahaan yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi,” katanya.

Retno menilai, pengawasan distribusi BBM bersubsidi lemah. Akibatnya, kebutuhan BBM bersubsidi di Kalbar menjadi lebih tinggi daripada kebutuhan sesungguhnya. ”Kuota BBM bersubsidi yang sekarang ditetapkan pemerintah masih kurang. Namun, kalau pengawasan ketat, disparitas kuota dan kebutuhan tidak akan timpang,” tambah Retno.

Mudah di pengecer

Di Pontianak dan sekitarnya serta beberapa daerah di Kalbar, pengguna kendaraan justru lebih mudah mendapatkan solar di warung-warung pengecer. Namun, harga solar di warung pengecer yang dekat dengan SPBU bisa mencapai Rp 6.000 per liter.

Sebenarnya upaya pengawasan distribusi sudah dilakukan pemerintah. PT Pertamina Unit VII Depo Gorontalo menjatuhkan sanksi kepada salah satu SPBU di Jalan Sultan Botutihe, Kota Gorontalo. Sanksi itu berupa penghentian pasokan bensin jenis premium selama tiga hari berturut-turut terhitung Rabu.

”Kami sudah mengeluarkan edaran tentang pembatasan penjualan bensin jika terjadi antrean panjang, yakni pembelian maksimal Rp 100.000 untuk mobil dan Rp 20.000 untuk sepeda motor per 1 Februari 2012. Namun, SPBU ini tidak mematuhi edaran itu,” ujar Wira Pratama, Sales Representative PT Pertamina Unit VII Depo Gorontalo.

Terkait pengawasan di lapangan, dalam pertemuan antara Menteri ESDM dan para gubernur Kalimantan, kemarin, disepakati, pemerintah daerah setempat agar berkomunikasi dengan manajemen PT Pertamina untuk membentuk tim bersama. Sebagai contoh, pemerintah daerah mencatat setiap transaksi penjualan BBM bersubsidi di depot ataupun SPBU.

Di Kalsel, misalnya, ada 74 SPBU yang beroperasi. Pemda akan mencatat berapa jumlah tangki BBM bersubsidi yang masuk ke SPBU itu, lalu akan dicocokkan datanya ke PT Pertamina. ”Ke depan, pemda akan mengawasi bersama antara Pertamina, pemda, dan penegak hukum,” ujar Jero Wacik.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menambahkan, pihaknya siap mendistribusikan BBM bersubsidi sesuai kuota dan BBM nonsubsidi dalam jumlah tidak terbatas. ”Kami mengajak pengusaha Kalimantan untuk membangun SPBU nonsubsidi,” katanya.

(EVY/OSA/AHA/APO/UTI/ODY)

May 31, 2012

Myspace : Kami Tak Memiliki Kompetitor yang Berarti

Semoga adalagi perusahaan besar Internet/dot.com yang berinvestasi di Indonesia

di unduh dari Kontan online
http://executive.kontan.co.id/news/kami-tak-memiliki-kompetitor-yang-berarti/2012/05/29
Kami Tak Memiliki Kompetitor yang Berarti
Oleh Stefan Magdalinski – Selasa, 29 Mei 2012 | 09:41 WIB

0 KomentarKomentar

Multiply membuat terobosan besar dalam berbisnis, yakni memindahkan kantornya dari Amerika Serikat ke Indonesia. Langkah ini bertujuan mendekati pasar terbesar Multiply, yaitu Indonesia dan Filipina. Untuk itu, induk usaha Multiply pun menempatkan chief executive officer (CEO) baru. Berikut wawancara jurnalis KONTAN Andri Indradie dengan Stefan Magdalinski, CEO Multiply.com, Senin (21/5) pekan lalu.
Keputusan memindahkan kantor pusat dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia adalah keingingan induk usaha kami, Naspers Group. Sebagai induk usaha, Naspers sangat percaya bisnis Multiply yang akan fokus pada e-commerce akan lebih baik jika dekat dengan negara yang menjadi pangsa pasar terbesar.
Seperti yang Anda tahu, Multiply akan membangun platform khusus e-commerce. Usaha tim dalam membangun platform ini akan menghasilkan sesuatu yang optimal jika kami berada dekat dengan pasar e-commerce berada dan beroperasi: Indonesia dan Filipina.
Selama ini, kedua negara tersebut merupakan pasar terbesar Multiply. Peluang ke depan juga masih sangat besar. Indonesia berpenduduk sekitar
240 juta, sementara Filipina sekitar 40 juta penduduk.
Selain itu, dua negara ini merupakan basis pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Sejujurnya, di masa mendatang, saya yakin Multiply akan menjadi populer dan terbesar di Asia Tenggara dengan memanfaatkan peluang yang ada.
Untuk itulah, saya menerima kesempatan menjadi CEO baru di Multiply. Bagi saya menangani bisnis e-commerce di jantung pasar merupakan tantangan. Ini sekaligus menjadi peluang bagi saya untuk memimpin perusahaan seperti Multiply.
Sebelumnya, saya general manager di MIH, anak usaha Naspers Group. Saya membawahi tiga perusahaan sekaligus yang bergerak di bidang e-commerce, yaitu Mocality.com, Kalahari.com, dan Dealfish.com.
Mocality bergerak pada bidang direktori bisnis di Kenya dan Nigeria. Kalahari fokus pada bisnis elektronik dan media retail, juga di Kenya dan
Nigeria. Sementara Dealfish berbisnis iklan baris di Kamerun, Ghana, Pantai Gading (Cote d’Ivorie), Kenya, Tanzania, Nigeria, Kongo, dan Uganda.
Strategi bisnis
Saya baru sekitar dua minggu memimpin perusahaan ini di Indonesia. Rencana prioritas saya saat ini hanya ada dua: segera mempelajari Indonesia dan membangun tim lokal untuk membesarkan Multiply.
Dalam enam bulan ke depan, saya akan membangun team development lokal. Oleh karena itu, setiap orang yang bergerak di bidang pemrograman bisa mengirim curriculum vitae (CV) ke Multiply sehingga bisa bergabung dan mengubah Multiply menjadi perusahaan yang sukses, khususnya di platform e-commerce.
Tim ini nantinya akan mendukung migrasi Multiply dari media jejaring sosial menjadi media yang fokus pada platform bisnis e-commerce. Namun, bukan berarti fitur jejaring sosial Multiply akan hilang. Kami tetap akan mempertahankan fungsi Multiply sebagai media jejaring sosial. Platform yang menyediakan fitur blog akan tetap berlanjut.
Kami menyadari, fungsi jejaring sosial Multiply sangat berarti bagi pengguna Multiply di Indonesia. Untuk itu, sebenarnya, kami tengah mendesain ulang bagaimana fitur jejaring sosial dan platform e-commerce bisa saling terhubung dan mendukung satu sama lain.
Jadi, memang tujuan utama Multiply saat ini fokus pada migrasi platform. Ini merupakan tantangan terbesar kami. Apa yang kami usahakan, yang utama, menjaga supaya semua pengguna Multiply tetap nyaman dan tidak ada yang merasa dibedakan.
Mengapa? Seringkali, orang khawatir dengan perubahan. Banyak orang lantas merespon dengan berbagai spekulasi. Betapa bagusnya hasil sebuah perubahan, orang tetap khawatir terhadap sebuah perubahan. Oleh karena itu, kami akan berhati-hati terhadap rencana
detail bagaimana perubahan platform e-commerce ini. Yang jelas, saat ini, kami masih terus mempersiapkan proses migrasi ini dan mendiskusikannya
dengan tim kami.
Demikian pula soal rencana penerapan biaya 3,9% setiap transaksi kepada para merchant. Kami masih membahasnya. Ini belum keputusan final.
Memang, kami sedang menyiapkan beberapa rencana penetapan biaya, tetapi belum jelas apakah akan kami tetapkan di langkah selanjutnya atau tidak. Ini merupakan salah satu yang akan kami tinjau pada saat ini. Maklum, saya baru saja memegang pimpinan Multiply.
Demikian pula untuk strategi bisnis. Lantaran masih baru bergabung, saya belum punya strategi spesifik dan detail baru. Artinya, saya memang belum punya gambaran berkaitan dengan strategi pemasaran atau promosi baru.
Yang jelas, sudah ada beberapa inisiatif. Salah satu contohnya, ada hal unik yang saya temui di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya, seperti Kenya atau Nigeria, atau negara di belahan bumi mana pun, yaitu persaingan di sektor retail banking di sini sangat tinggi. Di mana-mana, misalnya di restoran, banyak bank menawarkan diskon melalui kartu kredit. Mereka jorjoran memberi diskon.
Saya pikir, kompetisi di sektor perbankan retail ini unik dan menarik. Saya pikir, iklim kompetisi di sektor itu mungkin akan menjadi peluang bagi Multiply ke depan. Misalnya, dengan menjalin kerjasama dengan bank di sektor retail ini.
Saya hanya ingin menggambarkan satu peluang besar yang menjadi kekhasan di Indonesia dan hubungannya dengan strategi Multiply. Tapi, kami belum memulai satu pembicaraan atau menjalin kerjasama dengan perbankan di sektor retail ini. Saya hanya ingin mengilustrasikan sesuatu yang bagi saya unik dan menarik di Indonesia soal peluang pasar retail. Ini kesempatan yang mungkin akan dijajaki Multiply selanjutnya.
Sejauh ini, strategi bisnis saya sederhana saja. Seiring dengan pengembangan platform, saya berharap para merchant alias penjual di Multiply makin bertambah sejalan dengan penambahan orang yang berbelanja di merchant-merchant tersebut.
Kompetitor Multiply
Tentang kinerja Multiply, saya memang tidak bisa banyak memberikan informasi. Hanya satu yang bisa saya sampaikan, kinerja kami membaik dari bulan ke bulan. Akhir tahun ini, kami optimistis target bisnis kami tercapai dan akan ada perkembangan substansial di Multiply dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Saya pikir, kami tidak memiliki kompetitor yang berarti. Di Indonesia, tidak ada yang memiliki skala yang sama di platform e-commerce yang sudah sebesar Multiply.
Meski begitu, beberapa yang mengincar konsumer serupa dengan kami bisa disebut kompetitor. Tiga perusahaan yang terbesar saat ini antara lain Tokobagus.com, BliBli.com, dan Lazada.co.id. Mungkin mereka bakal menjadi kompetitor terbesar Multiply nanti. Saat ini, kami punya hampir sekitar 80.000 merchant. Yang lain belum ada yang sebesar Multiply.
Para konsumen kami kebanyakan muda-mudi yang gandrung gadget. Selain itu, banyak juga para orang tua baru yang berbelanja perlengkapan bayi. Jenis usaha ini banyak dibuka oleh para merchant yang berjualan di Multiply.
Melihat Multiply saat ini, saya pikir, semua yang punya sasaran konsumen yang sama dengan Multiply bakal menjadi kompetitor. Tapi, hanya satu pesan saya untuk para pengguna Multiply: keep selling!

May 30, 2012

10 Perusahaan RI di Daftar 2000 Raksasa Dunia

bu, 30 Mei 2012 | 22:43 WIB
Fokus

10 Perusahaan RI di Daftar 2000 Raksasa Dunia

Enam di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sisanya perusahaan swasta.
JUM’AT, 20 APRIL 2012, 21:54 WIB Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar, Iwan Kurniawan, Syahid Latif

Enam BUMN masuk perusahaan raksasa dunia. (VIVAnews/Adri Irianto)
BERITA TERKAIT
BUMN: Selama Ini Kami Sering Diremehkan
10 Perusahaan Raksasa Dunia
6 BUMN Masuk Perusahaan Raksasa Dunia
12 Calon Penguasa Pasar Dunia asal Indonesia
Perusahaan Kelas Dunia RI Terbanyak di ASEAN
VIVAnews – Tahun ini, majalah ekonomi terkemuka dunia, Forbes, kembali merilis daftar 2.000 perusahaan raksasa dunia. Total pendapatan 2.000 korporasi dunia itu mencapai US$36 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan tahun lalu. Laba yang diperoleh mencapai US$2,64 triliun atau naik 11 persen. Total aset 2.000 perusahaan tersebut mencapai US$149 triliun. Namun, perolehan aset itu hanya meningkat 8 persen dibanding posisi setahun lalu.

Sementara itu, nilai pasar dari seluruh perusahaan itu justru merosot 0,5 persen menjadi US$37 triliun. Perusahaan-perusahaan raksasa ini mempekerjakan sebanyak 83 juta orang di seluruh dunia.

Laporan Forbes yang dikutip Jumat 20 April 2012 itu menempatkan Exxon Mobil sebagai perusahaan paling untung sejagat. Ini untuk pertama kalinya perusahaan minyak asal Amerika Serikat itu memuncaki posisi teratas “The Global 2.000.”

Exxon menggeser JP Morgan Chase, yang sebelumnya berada di posisi puncak. Posisi lima besar lainnya ditempati oleh General Electric, Royal Dutch Shell, dan bank asal China, ICBC. Perusahaan-perusahaan kelas dunia itu dinilai berdasarkan kinerja penjualan, laba, aset, dan nilai pasar.

Menariknya, dalam daftar itu, Forbes menempatkan 10 perusahaan dari Indonesia. Bahkan, enam di antaranya adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sisanya perusahaan swasta.

Posisi teratas untuk perusahaan Indonesia yang masuk daftar Global 2.000 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. BUMN di sektor perbankan itu berada di peringkat 479 dunia. Menyusul di belakangnya PT Bank Mandiri Tbk (488) dan selanjutnya PT Bank Central Asia Tbk yang meraup laba US$3,1 miliar di posisi ketiga.

Kementerian Negara BUMN mengklaim masuknya enam perusahaan pemerintah dalam daftar 2.000 korporasi terbesar dunia menunjukkan bahwa BUMN tidak kalah dari perusahaan-perusahaan swasta kelas dunia yang beroperasi di Indonesia.

Sekretaris Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat, mengakui BUMN selama ini kerap diremehkan dibandingkan swasta. “Namun ternyata tidak. Masuknya enam BUMN ini menunjukkan kami tidak kalah dengan PT Unilever dan perusahaan lainnya,” kata Wahyu di Jakarta, Jumat, 20 April 2012.

Menurut Wahyu, masuknya perusahaan pelat merah dalam jajaran korporasi raksasa dunia sejalan dengan kebijakan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang selalu mendorong perusahaan pelat merah untuk tumbuh lebih besar.

Berikut ini adalah 10 perusahaan besar asal Indonesia yang masuk daftar Global 2.000:
Peringkat Global 2.000 Perusahaan
Penjualan
(US$)
Laba
(US$)
Aset
(US$)
Nilai Pasar
(US$)
479 Bank Rakyat Indonesia 5,9 miliar 1,7 miliar 51,5 miliar 18,4 miliar
488 Bank Mandiri 6 miliar 1,3 miliar
60,4 miliar 17,6 miliar
700 Bank Central Asia 3,1 miliar 0,9 miliar 35,9 miliar 21,1 miliar
726 Telkom Indonesia 7,6 miliar
1,3 miliar 11,1 miliar 14,9 miliar
969 Bank Negara Indonesia 3,1 miliar 0,6 miliar
32,9 miliar 7,8 miliar
1.351 PGN 2,2 miliar 0,7 miliar 3,5 miliar 10,1 miliar
1.399 Gudang Garam 4,2 miliar 0,5 miliar 3,4 miliar 11,5 miliar
1.636 Bank Danamon Indonesia 2,4 miliar 0,4 miliar 15,6 miliar 4,6 miliar
1.674 Semen Gresik 1,6 miliar
0,4 miliar 1,7 miliar 8,1 miliar
1.898 Bumi Resources 4,4 miliar 0,3 miliar 8,8 miliar 5,4 miliar
Bukan pertama kali
Masuknya sejumlah perusahaan besar Indonesia di jajaran raksasa bisnis global sebenarnya bukan pertama kali. Sebelumnya, Boston Consulting Group juga melansir 50 perusahaan asal Asia Tenggara yang diprediksi menjadi pemain tingkat regional bahkan global.

Dari 50 perusahaan tersebut, sebanyak 12 perusahaan juga berasal dari Indonesia.

Seperti dikutip dari laporan The Companies Piloting a Soaring Region yang diperoleh VIVAnews, ke-12 perusahaan asal Indonesia tersebut berasal dari beragam sektor–mulai dari industri rokok hingga penerbangan.

Perusahaan Indonesia di bidang sumber daya alam menjadi penyumbang terbanyak calon perusahaan kelas dunia. Selain pertambangan, industri yang masuk dalam kategori ini adalah kimia dan pertanian. Nama-nama seperti PT Adaro Energy Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Bayan Resources Tbk, dan Golden Agri Resources adalah perusahaan-perusahaan calon penguasa pasar Asia Tenggara dan dunia.

Selain sumber daya alam, sektor bisnis lain yang menghasilkan perusahaan kelas dunia berasal dari industri barang-barang konsumsi. Di industri ini terdapat nama-nama besar seperti PT Garuda Food, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk, dan ABC Group.

Perusahaan besar lainnya di sektor ini adalah PT Djarum, yang telah mengantarkan dua saudara kandung, Michael dan Budi Hartono sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Dari sektor manufaktur terdapat perusahaan raksasa otomotif, PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya, PT Astra Otoparts Tbk. Satu nama lagi adalah perusahaan penerbangan nasional Wings Air yang merupakan anak usaha Lion Air. Wings Air memiliki 40 pesawat jenis ATR dan menempatkannya sebagai operator pesawat angkutan terbesar untuk jenis tersebut.

10 besar dunia
Selain menyuguhkan 10 perusahaan besar asal Indonesia yang masuk daftar “The Global 2.000”, majalah Forbes menempatkan 10 teratas perusahaan raksasa dunia. Krisis global ternyata tidak menyurutkan kinerja perusahaan-perusahaan itu untuk memacu laba.

Mereka masih mencatat pertumbuhan penjualan dan laba sebesar dua digit pada 2011.

Peringkat tahun ini meliputi 66 negara, dengan empat di antaranya adalah negara baru. Amerika masih mendominasi daftar itu, dengan menempatkan 524 perusahaan. Sementara itu, Jepang menyusul dengan 258 perusahaan.
China berada di posisi ketiga dengan menambah 15 perusahaan baru tahun ini. Negara lain yang juga menambah jumlah perusahaan mereka dalam daftar 2.000 korporasi besar dunia adalah Korea Selatan (68), India (61), dan Inggris (93).

Berikut daftar lengkap 10 perusahaan terbesar dunia itu:
No Perusahaan Negara Penjualan Laba Aset Nilai Pasar
1 Exxon Mobil AS US$433,5 miliar US$41,1 miliar US$331,1 miliar US$407,4 miliar
2 JPMorgan Chase AS US$110,8 miliar US$19 miliar
US$2.265 miliar
US$170,1 miliar
3 General Electric AS US$147,3 miliar US$14,2 US$ US$717,2 miliar
US$213,7 miliar
4 Royal Dutch Shell Belanda US$470,2 miliar
US$30,9 miliar
US$340,5 miliar
US$227,6 miliar
5 ICBC China US$82,6 miliar
US$25,1 miliar
US$2.039 miliar
US$237,4 miliar
6 HSBC Holdings Inggris US$102 miliar
US$16,2 miliar US$2.550 miliar
US$164,3 miliar
7 PetroChina China US$301,1 miliar
US$20,6 miliar
US$304,7 miliar
US$294,7 miliar
8 Berkshire Hathaway AS US$143,7 miliar
US$10,3 miliar
US$392,6 miliar
US$202,2 miliar
9 Wells Fargo AS US$87,6 miliar
US$15,9 miliar
US$1.313 miliar
US$178,7 miliar
10 Petrobas-Petroleo Brasil Brasil US$145,9 miliar
US$20,1 miliar
US$319,4 miliar
US$180 miliar