Percepat Proyek Tol Solo-Kertosono, PU Siapkan Rp 500 Miliar


Memang lambat sekali jalannya proyek infrastruktur di negeri ini.

Investor daily 15 Mei 2012

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan
Umum (PU) segera menyiapkan
dana Rp 500 miliar dari total
anggaran sebesar Rp 2,06 triliun
bagi pembebasan lahan tol Solo-
Kertosono sepanjang 187 kilometer
(km). Pengalokasian anggaran tersebut
dimaksudkan untuk mempercepat
pembebasan lahan agar jalan
tol dapat dioperasikan sesuai target
tahun 2014.
Dirjen Bina Marga Kementerian
PU Djoko Murjanto mengatakan,
dana pembebasan lahan tol Solo-
Kertosono diambil dari sisa anggaran
lebih (SAL) 2011. Namun, dana
itu diperkirakan baru dapat dicairkan
pada semester II-2012, karena
seluruh dana SAL untuk Kementerian
PU yang dialokasikan sebesar
Rp 12,29 triliun belum diserahkan
oleh Kementerian Keuangan.
“Kepastian pencairan dana SAL
menunggu proses. Pasalnya, hingga
saat ini, dana itu masih dalam
verifikasi final dari Kementerian
Keuangan sebelum dikucurkan ke
Kementerian PU,” kata Djoko di
Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Djoko, total kebutuhan
anggaran pembebasan lahan tol
Solo-Kertosono mencapai Rp 2,06 triliun.
Anggaran APBN untuk tol Solo-
Kertosono cukup besar, karena pembebasan
lahan sepanjang 187 kilometer
tersebut ditanggung pemerintah
pusat melalui pendanaan APBN.
Pemerintah juga akan mendanai
konstruksi ruas tol Solo-Kertosono
sepanjang 60 km guna meningkatkan
kelayakan proyek. Sedangkan,
sisa proyek ruas tol sepanjang 120
kilometer dibangun oleh pemegang
konsesi proyek yaitu PT
Thiess Contractor Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan
pendanaan konstruksi proyek, Kementerian
PU telah mengajukan
pinjaman ke pemerintah Tiongkok
sebesar Rp 3 triliun. Secara keseluruhan,
pemerintah juga telah mengalokasikan
anggaran untuk proyek
tol Solo-Kertosono sekitar Rp 800
miliar. Dia merinci anggaran
sebesar Rp 150 miliar telah dialokasikan
tahun lalu, Rp 130 miliar tahun
ini, dan dana SAL Rp 500 miliar.
Dihubungi terpisah, Kepala Biro
Perencanaan dan Kerja Sama Luar
Negeri Kementerian Pekerjaan
Umum Taufik Widjojono mengatakan,
pihaknya belum mengajukan
pinjaman untuk konstruksi tol Solo-
Kertosono ke Tiongkok. Namun,
proses pencairan pinjaman itu diperkirakan
tahun depan.
“Pinjaman ke pemerintah Tiongkok
untuk proyek Solo-Kertosono
masih usulan. Jadi, saya perkirakan
paling cepat setahun lagi dicairkan,
karena prosesnya masih sangat
panjang,” jelas dia.
Proyek tol Solo-Kertosono yang
merupakan bagian dari tol Trans
Jawa ditargetkan mulai beroperasi
pada 2014. Ruas tol tersebut bakal
terkoneksi dengan dua ruas lainnya
yakni Semarang-Solo dan Kertosono-
Mojokerto.
Sekadar informasi, proyek tol sepanjang
187 km tersebut tidak diminati
investor dalam proses tender.
Namun, akhirnya Thiess sepakat
untuk membangun tol Solo-
Kertosono dengan syarat seluruh
dana pembebasan lahan dibebankan
ke pemerintah. Demikian pula,
pendanaan sebagian konstruksi
dianggarkan dari APBN.
“Karena secara finansial, proyek
tol kurang layak, pemerintah memberikan
dukungan agar proyek tol
layak,” kata Djoko Murjanto.
Enam Ruas Tol
Sementara itu, Menteri Pekerjaan
Umum (PU) Djoko Kirmanto
memproyeksikan hanya enam dari
sembilan ruas tol Trans Jawa yang
dapat beroperasi pada 2014. Keenam
ruas tol itu adalah Cikampek-
Palimanan, Semarang-Solo, Solo-
Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-
Mojokerto, dan Mojokerto-
Surabaya.
“Untuk beberapa ruas tol Trans
Jawa, saya masih optimistis bisa diselesaikan
sesuai target awal, seperti
Cikampek-Palimanan dan
ruas Semarang ke arah Surabaya.
Penyelesaian yang justru agak berat
adalah untuk ruas tol dari Semarang
ke arah barat sampai Cirebon,”
kata dia.
Djoko Kirmanto mengungkapkan,
pembangunan tol dari Semarang ke
arah Cirebon bakal mundur, karena
badan usaha jalan tol (BUJT) menemui
sejumlah kendala. Dia menambahkan,
realisasi operasional tiga proyek
tol di area tersebut yaitu Pejagan-
Pemalang, Pemalang-Batang, dan
Batang-Semarang, berpotensi mundur
hingga 2015.
Kendala yang dihadapi BUJT antara
lain adalah proses pengadaan
lahan yang tersendat akibat kerancuan
aturan yang tertuang dalam
Undang-Undang No 12 Tahun 2012
tentang Pengadaan Tanah bagi
Pembangunan untuk Kepentingan
Umum. Aturan baru menyebutkan
sisa tanah yang belum dibebaskan
saat undang-undang diberlakukan,
pengadaannya bisa diselesaikan
berdasarkan regulasi baru. Namun
demikian, hingga kini petunjuk
pelaksanaan (jutlak) aturan baru
belum juga diterbitkan.
“Masalah pembebasan lahan nyaris
terjadi di seluruh ruas tol Trans
Jawa sepanjang 615 kilometer,”
imbuh dia.
Data Ditjen Bina Marga Kementerian
PU awal Februari 2012 menunjukkan,
realisasi pengadaan lahan
tol Trans Jawa baru mencapai
46,92% dari total kebutuhan lahan
seluas 656,90 hektare (ha). Dengan
demikian, pemerintah baru berhasil
membebaskan lahan sekitar
308,22 ha dan masih dibutuhkan
tanah seluas 348,68 ha. (imm)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers

%d bloggers like this: