Myspace : Kami Tak Memiliki Kompetitor yang Berarti


Semoga adalagi perusahaan besar Internet/dot.com yang berinvestasi di Indonesia

di unduh dari Kontan online
http://executive.kontan.co.id/news/kami-tak-memiliki-kompetitor-yang-berarti/2012/05/29
Kami Tak Memiliki Kompetitor yang Berarti
Oleh Stefan Magdalinski – Selasa, 29 Mei 2012 | 09:41 WIB

0 KomentarKomentar

Multiply membuat terobosan besar dalam berbisnis, yakni memindahkan kantornya dari Amerika Serikat ke Indonesia. Langkah ini bertujuan mendekati pasar terbesar Multiply, yaitu Indonesia dan Filipina. Untuk itu, induk usaha Multiply pun menempatkan chief executive officer (CEO) baru. Berikut wawancara jurnalis KONTAN Andri Indradie dengan Stefan Magdalinski, CEO Multiply.com, Senin (21/5) pekan lalu.
Keputusan memindahkan kantor pusat dari Amerika Serikat (AS) ke Indonesia adalah keingingan induk usaha kami, Naspers Group. Sebagai induk usaha, Naspers sangat percaya bisnis Multiply yang akan fokus pada e-commerce akan lebih baik jika dekat dengan negara yang menjadi pangsa pasar terbesar.
Seperti yang Anda tahu, Multiply akan membangun platform khusus e-commerce. Usaha tim dalam membangun platform ini akan menghasilkan sesuatu yang optimal jika kami berada dekat dengan pasar e-commerce berada dan beroperasi: Indonesia dan Filipina.
Selama ini, kedua negara tersebut merupakan pasar terbesar Multiply. Peluang ke depan juga masih sangat besar. Indonesia berpenduduk sekitar
240 juta, sementara Filipina sekitar 40 juta penduduk.
Selain itu, dua negara ini merupakan basis pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Sejujurnya, di masa mendatang, saya yakin Multiply akan menjadi populer dan terbesar di Asia Tenggara dengan memanfaatkan peluang yang ada.
Untuk itulah, saya menerima kesempatan menjadi CEO baru di Multiply. Bagi saya menangani bisnis e-commerce di jantung pasar merupakan tantangan. Ini sekaligus menjadi peluang bagi saya untuk memimpin perusahaan seperti Multiply.
Sebelumnya, saya general manager di MIH, anak usaha Naspers Group. Saya membawahi tiga perusahaan sekaligus yang bergerak di bidang e-commerce, yaitu Mocality.com, Kalahari.com, dan Dealfish.com.
Mocality bergerak pada bidang direktori bisnis di Kenya dan Nigeria. Kalahari fokus pada bisnis elektronik dan media retail, juga di Kenya dan
Nigeria. Sementara Dealfish berbisnis iklan baris di Kamerun, Ghana, Pantai Gading (Cote d’Ivorie), Kenya, Tanzania, Nigeria, Kongo, dan Uganda.
Strategi bisnis
Saya baru sekitar dua minggu memimpin perusahaan ini di Indonesia. Rencana prioritas saya saat ini hanya ada dua: segera mempelajari Indonesia dan membangun tim lokal untuk membesarkan Multiply.
Dalam enam bulan ke depan, saya akan membangun team development lokal. Oleh karena itu, setiap orang yang bergerak di bidang pemrograman bisa mengirim curriculum vitae (CV) ke Multiply sehingga bisa bergabung dan mengubah Multiply menjadi perusahaan yang sukses, khususnya di platform e-commerce.
Tim ini nantinya akan mendukung migrasi Multiply dari media jejaring sosial menjadi media yang fokus pada platform bisnis e-commerce. Namun, bukan berarti fitur jejaring sosial Multiply akan hilang. Kami tetap akan mempertahankan fungsi Multiply sebagai media jejaring sosial. Platform yang menyediakan fitur blog akan tetap berlanjut.
Kami menyadari, fungsi jejaring sosial Multiply sangat berarti bagi pengguna Multiply di Indonesia. Untuk itu, sebenarnya, kami tengah mendesain ulang bagaimana fitur jejaring sosial dan platform e-commerce bisa saling terhubung dan mendukung satu sama lain.
Jadi, memang tujuan utama Multiply saat ini fokus pada migrasi platform. Ini merupakan tantangan terbesar kami. Apa yang kami usahakan, yang utama, menjaga supaya semua pengguna Multiply tetap nyaman dan tidak ada yang merasa dibedakan.
Mengapa? Seringkali, orang khawatir dengan perubahan. Banyak orang lantas merespon dengan berbagai spekulasi. Betapa bagusnya hasil sebuah perubahan, orang tetap khawatir terhadap sebuah perubahan. Oleh karena itu, kami akan berhati-hati terhadap rencana
detail bagaimana perubahan platform e-commerce ini. Yang jelas, saat ini, kami masih terus mempersiapkan proses migrasi ini dan mendiskusikannya
dengan tim kami.
Demikian pula soal rencana penerapan biaya 3,9% setiap transaksi kepada para merchant. Kami masih membahasnya. Ini belum keputusan final.
Memang, kami sedang menyiapkan beberapa rencana penetapan biaya, tetapi belum jelas apakah akan kami tetapkan di langkah selanjutnya atau tidak. Ini merupakan salah satu yang akan kami tinjau pada saat ini. Maklum, saya baru saja memegang pimpinan Multiply.
Demikian pula untuk strategi bisnis. Lantaran masih baru bergabung, saya belum punya strategi spesifik dan detail baru. Artinya, saya memang belum punya gambaran berkaitan dengan strategi pemasaran atau promosi baru.
Yang jelas, sudah ada beberapa inisiatif. Salah satu contohnya, ada hal unik yang saya temui di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya, seperti Kenya atau Nigeria, atau negara di belahan bumi mana pun, yaitu persaingan di sektor retail banking di sini sangat tinggi. Di mana-mana, misalnya di restoran, banyak bank menawarkan diskon melalui kartu kredit. Mereka jorjoran memberi diskon.
Saya pikir, kompetisi di sektor perbankan retail ini unik dan menarik. Saya pikir, iklim kompetisi di sektor itu mungkin akan menjadi peluang bagi Multiply ke depan. Misalnya, dengan menjalin kerjasama dengan bank di sektor retail ini.
Saya hanya ingin menggambarkan satu peluang besar yang menjadi kekhasan di Indonesia dan hubungannya dengan strategi Multiply. Tapi, kami belum memulai satu pembicaraan atau menjalin kerjasama dengan perbankan di sektor retail ini. Saya hanya ingin mengilustrasikan sesuatu yang bagi saya unik dan menarik di Indonesia soal peluang pasar retail. Ini kesempatan yang mungkin akan dijajaki Multiply selanjutnya.
Sejauh ini, strategi bisnis saya sederhana saja. Seiring dengan pengembangan platform, saya berharap para merchant alias penjual di Multiply makin bertambah sejalan dengan penambahan orang yang berbelanja di merchant-merchant tersebut.
Kompetitor Multiply
Tentang kinerja Multiply, saya memang tidak bisa banyak memberikan informasi. Hanya satu yang bisa saya sampaikan, kinerja kami membaik dari bulan ke bulan. Akhir tahun ini, kami optimistis target bisnis kami tercapai dan akan ada perkembangan substansial di Multiply dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Saya pikir, kami tidak memiliki kompetitor yang berarti. Di Indonesia, tidak ada yang memiliki skala yang sama di platform e-commerce yang sudah sebesar Multiply.
Meski begitu, beberapa yang mengincar konsumer serupa dengan kami bisa disebut kompetitor. Tiga perusahaan yang terbesar saat ini antara lain Tokobagus.com, BliBli.com, dan Lazada.co.id. Mungkin mereka bakal menjadi kompetitor terbesar Multiply nanti. Saat ini, kami punya hampir sekitar 80.000 merchant. Yang lain belum ada yang sebesar Multiply.
Para konsumen kami kebanyakan muda-mudi yang gandrung gadget. Selain itu, banyak juga para orang tua baru yang berbelanja perlengkapan bayi. Jenis usaha ini banyak dibuka oleh para merchant yang berjualan di Multiply.
Melihat Multiply saat ini, saya pikir, semua yang punya sasaran konsumen yang sama dengan Multiply bakal menjadi kompetitor. Tapi, hanya satu pesan saya untuk para pengguna Multiply: keep selling!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: