Archive for May, 2012

May 30, 2012

Gerakan Kakao rp 3,5 T gagal

Contoh performance menteri pertanian (PKS).. harusknya segera diperiksa KPK

Dari Bisnis Indonesia 30 Mei 2012(cetak)

Gerakan kakao (gernas)dengan biaya Rp 3,5 T untuk merevitalisasi 450000 ha lahan gagal. Revitalisasi sekitar 26.852 ha lahan harus dilakukan tahun ke depan. Itu artinya gerakan kakao tidak bisa diselesaikan tahun ini. Pasalnya hingga akhir tahun ini realisasi gerakan itu hanya mencakup 423.148 ha.

Program itu awalnya akan dilaksanakan pada 2009-2011 dengan anggaran Rp 3,5 T untuk merevitasisasi 450000 ha areal perkebunan kakao. Namun target gernas tersebut belum tercapai sehingga dilanjutkan pada tahun ini…

……………..

Ketua Dewan Kakao Indonesia mengatakan gernas kakau sudah dilaksanakan 4 tahun tetapi tidak mampu meningkatkan produksi “Justru produksi turun , Anggaran gernas Kakao tahun ini mencapai 504 milyar.” ujar Djoko S Damardjati.
Ketua Asosiasi Kakao Indonesia Zulhefi Sihombing menilai pelaksanaan gernas kakao selama ini salah karena petani hanya dijadikan object sedangkan program itu hanya dijadikan projeck ( oleh orang partai pak Menteri)..

May 30, 2012

Konyol : pemilik mobil mewah pakai platnomer Tni

Fenomena paling konyol di jalanan, mobil super mewah dengan plat ( palsu) TNI . Apa maksudnya pemilik mobil mewah dgn plat TNI agar tidak ditilang polisi nakal ? Atau untuk ” pamer” dgn kawan .

Mabes Cari Pemilik Porsche, BMW, dan Mercy yang Pakai Pelat TNI
Ray Jordan – detikNews
Selasa, 29/05/2012 14:22 WIB

Jakarta Mabes TNI tidak diam saja melihat sejumlah mobil mewah bersliweran di jalan memakai pelat TNI. Mabes TNI akan bertindak, perburuan pemilik mobil itu tengah dilakukan. TNI juga meminta bantuan masyarakat.

“Tolong teman-teman media, masyarakat, bantu kita, cari itu mobil Porsche, BMW, dan Mercedez itu punya siapa? Kalau ketemu mobil itu, dan saat ini kita terus memcari pemiliknya. Dan kita terus dalami,” kata Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul.

Hal itu disampaikan Iskandar usai acara Hari Pasukan Perdamaian Dunia atau Peacekeeper’s Day Ke-64 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/5/2012).

Iskandar menegaskan, pelat TNI yang dipakai oleh mobil mewat itu dipastikan palsu. Karenanya pihak TNI akan meneruskan kasus ini ke ranah pidana bila pemilik kendaraan itu ditemukan.

“Itu bukan milik TNI. Kalau tahu alamatnya, biar kita dalami dan kita tangkap orangnya. Nantinya kita serahkan kepada pihak kepolisian,” jelas Iskandar.

TNI akan melaporkan ke kepolisian terkait kasus pemalsuan. Yang disasar TNI yakni mereka yang nekat memalsukan pelat TNI. Tentu hal tersebut mencoreng citra TNI.

“Jadi ini kan pemalsuan. Jadi sasaran kita orang yang memalsukan itu,” tegasnya.

(ndr/gah)

May 30, 2012

Indonesia Siap Produksi Pesawat Tempur

Indonesia Siap Produksi Pesawat Tempur

29 Mei 2012, Jakarta: Ini kabar membanggakan dari industri alat utama sistem persenjataan Indonesia. Para insinyur Indonesia sedang menyiapkan jet tempur baru. Kualitas pesawat ini diharapkan mampu menandingi jet dari Rusia Sukhoi Mk 2.

Teknisi putra bangsa bekerja bersama dalam proyek yang disebut jet tempur Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) yang dilakukan bersama Korea Selatan. “Perkembangannya sangat bagus,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen Hartind Asrin kemarin (28/05).

Sepanjang 2012 ini, para teknisi diharapkan bisa menguasai pengembangan teknis pesawat KFX. Sampai sekarang, pengembangan teknis sudah berjalan sesuai rencana. “Kita harapkan prototipe pesawat tuntas pada tahun depan,” katanya.

Delegasi Komite Kerja Sama Industri Pertahanan Korea Selatan juga sudah berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Menurut Hartind, pihak Korsel sangat puas dengan kinerja insinyur Indonesia.

Tahun depan, para teknisi harus sudah beralih pada pencapaian berikutnya, yakni pengembangan mesin dan manufaktur. Diharapkan, pada tahap ini sudah bisa dibuat enam buah prototipe pesawat KFX.

Menurutnya, teknisi dari Indonesia dalam alih teknologi KFX/IFX ini bisa mengimbangi para teknisi dari Korea Selatan yang notabene adalah negara perancang pesawat itu.

“Awalnya sulit bagi teknisi kita. Tapi, saat ini mereka sudah bisa mengimbangi,” ujarnya. Sekitar tujuh bulan lalu, Kemhan telah mengirimkan 37 teknisi untuk tahap awal proses alih teknologi. Mereka terdiri atas enam pilot pesawat tempur TNI AU, tiga orang dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, 24 teknisi dari PT Dirgantara Indonesia, dan empat dosen teknik penerbangan dari Institut Teknologi Bandung.

Mantan Atase Pertahanan KBRI Malaysia ini mengatakan, untuk pengiriman para teknisi selanjutnya, Kemhan akan mempersiapkan sarana dan prasana, sumber daya manusia, serta manajemen yang baik.

“Biasanya kita akan meminta kepada pihak Korea, pengembangan apa yang bisa dilakukan lebih awal. Kita berupaya melengkapi sesuai dengan keinginan mereka agar alih teknologi berjalan sebaik-baiknya,” katanya.

Kemhan berkomitmen, alih teknologi ini tidak hanya fokus pada hasil, tetapi pada proses. Hal ini dinilai penting agar proses alih teknologi benar-benar berjalan sempurna dan Indonesia bisa segera mampu membuat jet tempur sendiri.

Rencananya, proyek KFX/IFX ini akan berlangsung hingga 2020 dengan jumlah pesawat yang akan dibuat adalah 150 unit senilai USD 8 miliar. Sementara Indonesia akan mendapatkan sebanyak 50 unit dengan anggaran sebesar USD 1,6 miliar.

“Jika lancar semua, ini adalah pesawat jet tempur pertama yang dibuat oleh ilmuwan Indonesia,” katanya.

Sumber: JPNN

May 30, 2012

PAL Indonesia Siapkan 150 Teknisi Ahli Untuk Belajar Di Korsel & Belanda

Bisnis Jatim , 29 MEI 2012
PAL Indonesia Siapkan 150 Teknisi Ahli Untuk Belajar Di Korsel & Belanda
29 Mei 2012

Pembuatan Kapal PKR dari Belanda dan Kapal Selam dari Korea ditargetkan selesai 2016, setelah itu PT PAL akan membuat unit lainnya (photo : Schelde)

SURABAYA: PT PAL Indonesia (Persero) menyiapkan 150 teknisi ahli perkapalan untuk alih teknologi produksi kapal selam di Korea Selatan dan kapal perusak kawal rudal (PKR) di Belanda, menyusul dibuatnya kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan di dua negara itu.

Proses alih teknologi itu merupakan persiapan untuk membuat sendiri kapal selam pada beberapa tahun mendatang, suatu upaya kemandirian industri pertahanan di dalam negeri.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Muhamad Firmansyah Arifin mengatakan BUMN tersebut selama ini telah banyak memproduksi berbagai jenis kapal perang untuk memenuhi kebutuhan TNI AL seperti kapal patroli cepat, landing platform dock (LPD), kapal cepat rudal (KCR), landing craft utility (LCU), landing craft vehicle personal (LCVP).

Namun, lanjutnya, sejauh ini PAL belum menguasai teknologi pembuatan kapal selam, karena membutuhkan ilmu tinggi serta kesiapan SDM yang memiliki kemampuan dalam menerima alih teknologi kapal perang tersebut.

“Kami akan menyiapkan 300 teknisi untuk diseleksi menjadi 150 orang guna dikirim ke Korea Selatan dalam keperluan alih teknologi pembuatan kapal selam. Dijadwalkan penyeleksian itu rampung pada 2013,” ujarnya saat mendampingi Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa, 29 Mei 2012.

Kunjungan tersebut dimaksudkan melihat pelaksanaan produksi sejumlah kapal perang pesanan TNI AL di PAL Indonesia seperti 3 unit KCR, 2 unit kapal tunda 2400 HP dan 4 unit LCU. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Kepala Staf TNI AL Laksdya TNI Marsetio dan Irjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Sumartono.

Sjafrie mengatakan PAL harus menyiapkan diri menjadi bagian dari industri pertahanan yang mampu memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) berteknologi tinggi, melalui proses alih teknologi dari negara lain.

Menurut dia, Kementerian Pertahanan tengah melakukan pengadaan 2 unit kapal perusak kawal rudal (PKR) yang dibuat di Belanda. Selain itu, 3 unit kapal selam, diantaranya 2 unit dibuat di Korea Selatan.

Dalam kontrak pembuatan kapal perang di dua negara itu disepakati kerja sama alih teknologi kepada kalangan teknisi ahli kapal perang asal Indonesia.

“Pembuatan PKR di Belanda ditargetkan dapat dirampungkan pada 2016 mendatang,” ujarnya.

Dalam waktu sama, diharapkan pembuatan kapal selam di Korea pun dapat rampung, kemudian akan dibuat di dalam negeri. Dana yang disiapkan untuk pengadaan kapal perang berteknologi tinggi itu disebutkan Rp150 triliun.

Muhamad Firmansyah menyatakan kesiapannya menjadi lead integrator [bersama BUMN lain] untuk pembangunan alutsista, dengan menyiapkan fasilitas bengkel terintegrasi.

“Kami memiliki 2 graving dock, 2 floating dock dan shiplift sekaligus memiliki divisi desain yang merancang kapal-kapal perang,” paparnya.(bas)

(BisnisJatim)

May 29, 2012

Ini 12 Larangan Karyawan BUMN dari Dahlan Iskan

Ini 12 Larangan Karyawan BUMN dari Dahlan Iskan
Whery Enggo Prayogi – detikfinance
Selasa, 29/05/2012 17:48 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta – Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Dahlan Iskan mengeluarkan aturan kode etik pegawai Kementerian BUMN. Ada 12 larangan yang tak boleh dilakukan pegawai BUMN. Apa saja?

Larang ini diatur Dahlan dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-04/MBU/2012 tentang Kode Etika Aparatur Kementerian Badan Usaha Milik Negara tertanggal 9 April 2012.

Dikutip dari situs Kementerian BUMN, Selasa (29/5/2012), larangan yang dimaksud adalah:

Bersikap diskriminatif dalam bertugas
Menjadi pengurus dan anggota partai politik
Ikut serta atau diikutsertakan sebagai pelaksana atau menghadiri kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Ini juga berlaku dalam pemilihan Bupati/Walikota/Gubernur, serta anggota legislatif.
Karyawan BUMN juga dilarang menyalahgunakan kewenangan jabatan
Dilarang menyalahgunakan data atau informasi Kementerian.
Menghilangkan aset negara atau/dan dokumen milik negara/Kementerian
Menyalahgunakan aset dan dokumen milik negara/Kementerian
Menggunakan fasilitas Kementerian untuk selain kepentingan Kementerian
Menerima dan memberi suap
Melakukan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan dapat merusak citra serta martabat Kementerian.
Membeli saham perdana (IPO) BUMN
Melakukan bisnis apa pun dengan BUMN
Aturan ini berlaku menyeluruh, aparatur di Kementerian BUMN, dari Menteri BUMN, staf khusus, eselon I, PNS, dan calon PNS di Kementerian BUMN serta tenaga outsourcing.

Tujuan Permen ini untuk meningkatkan disiplin pegawai, menjamin terpeliharanya tata tertib, menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas kementerian BUMN.

Dengan aturan diharapkan menjamin kelancaran pelaksanaan tugas, menjaga iklim kerja yang kondusif, serta menciptakan dan memelihara kondisi kerja serta perilaku yang profesional.

Dalam mengoptimalkan aturan ini dibentuklah Majelis Kode Etik setelah diterimanya pengaduan adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh aparatur.

(wep/dnl)

May 29, 2012

SBY Keluarkan 5 Jurus Gerakan Penghematan BBM dan Listrik

Jika tidak diikuti kok tidak dikenakan sangsi ?

SBY Keluarkan 5 Jurus Gerakan Penghematan BBM dan Listrik
Rachmadin Ismail – detikfinance
Selasa, 29/05/2012 20:16 WIB

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan 5 kebijakan penghematan BBM dan listrik secara nasional. Namun tak ada yang baru dari pemaparan SBY malam ini.

“Secara khusus untuk mengurangi subsidi BBM dan listrik perlu ada gerakan penghematan secara nasional. Sesungguhnya memang ada cara lain yang sederhana dan murah, yan dilakukan banyak negara yaitu menaikan harga BBM dan TDL (tarif dasar listrik). Kenaikan itu tidak dilakukan dan kita pilih. Oleh karena itu gerakan penghematan besar-besaran harus dilakukan serius agar APBN aman,” kata SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5/2012)

Berikut ini 5 gerakan penghematan untuk tahun ini dan tahun mendatang, yang disampaikan SBY:

1. Pertama pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU, dengan kemajuan teknologi yang sudah ada. Setiap kendaraan akan didata elektronik. Setiap mengisi BBM maka jumlah BBM yang dibeli akan tercatat secara otomatis pembelian setiap harinya. Agar konsumsi BBM subsidi dapat dikendalikan secara transparan dan tepat sasaran.

“Ingat BBM subsidi hanya bagi mereka yang berhak. Jumlahnya harus tepat, harus dicegah kebocoran dan penyimpangan yang merugikan negara. Pertamina akan menjaga pasokan sesuai kuota daerah, sekaligus menyediakan BBM non subsidi,” seru SBY.

2. Melarang BBM subsidi untuk kendaraan pemerintah dan BUMN. Dengan stiker khusus bagi kendaraan yang dilarang.

“Jajaran pemrintah dan BUMN harus beri contoh. Agar subsidi benar-benar tepat sasaran,” ujar SBY

3. Pelarangan BBM subsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan dengan stiker.

“Penugasan kepada BPH Migas bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Harus ada kontrol ketat di daerah-daerah industri. Pertamina akan menambah SPBU BBM non subsidi di lokasi industri,” kata SBY

4. Konversi BBM ke BBG untuk transportasi. Pengalihan ini harus menjadi program utama nasional sebagai upaya mengurangi ketergantungan BBM.

“Tahun ini akan dibangun 33 SPBG dan 8 SPBG untuk revitalisasi. Tahun ini akan dibagi 15 ribu converter kit, untuk angkot. Efektivitasnya dirasakan pada 2013 mendatang,” katanya.

5. Penghematan listrik dan air di kantor-kantor pemerintahan BUMN dan BUMD serta penerangan jalan yang diberlakukan Juni 2012.

“Pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung jawab. Pada 2008/2009 lalu saat kondisi relatif sama, gerakan penghematan berjalan sangat sukses. Kita berhasil menurunkan signifikan,” katanya.

(hen/dnl)

May 29, 2012

Bakrie Investasi US$ 500 Juta di Nigeria

Lapindo dan nasabah bakrie life dulu urus, Cal!

Bakrie Investasi US$ 500 Juta di Nigeria
Whery Enggo Prayogi – detikfinance
Selasa, 29/05/2012 20:34 WIB

Jakarta – Bakrie Delano Africa siap menginvetasi US$ 500 juta mulai tahun ini dalam rangka pengembangan bisnis minyak sawit dan karet di Nigeria. Grup Bakrie bersama grup Delano siap berpartner untuk menangkap peluang bisnis yang ada di Benua Hitam.

CEO Bakrie Delano Africa, Ladi Delano menjelaskan, industri migas di Nigeria sudah maju. Namun tidak dengan industri lain seperti agrikultur. Atas dasar inilah Bakrie Delano Africa masuk kepada sektor minyak sawit dan karet.

“Kita akan siapkan dana US$ 500 juta untuk beberapa bulan ke depan. Kita masuk awal di minyak sawit dan karet,” kata Delano di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Ia menuturkan, tidak hanya agrikultur. Sektor minyak dan gas juga akan perseroan garap. Hingga total investasi Bakrie Delano Africa mencapai US$ 1 miliar.

Hari ini Delano bersama Mantan Presiden Nigeria, Olesogun Obasanjo melakukan kunjungan ke beberapa proyek milik grup Bakrie diantaranya Sangatta kawasan pertambangan Kaltim Prima Coal (KPC), di Kalimantan Timur. Terdapat pula perkebunan di Sumatera.

“Kami juga akan masuk ke migas. Investasi awal memang kami fokus di Nigeria, dan tidak menutup kemungkinan ke luar. Karena kita lihat pertumbuhan GDP Nigeria adalah paling besar,” tuturnya.

Olesogun menyebut, kerja sama ini sangat strategis. Dimana Bakrie menjadi grup berpengalaman di bidang investasi dan industri migas dan agrikultur. “Indonesia jadi yang terbaik dan salah satu pihak yang kami kerja samakan,” imbuh Olesogun.

(wep/dru)

May 29, 2012

Terkena Jebakan, Industri Susu Rakyat Mandek

Terkena Jebakan, Industri
Susu Rakyat Mandek

Investor daily 29 Mei 2012

“Kita semua terkena business trap,
sehingga yang terjadi adalah business
as usual. Akibatnya, impor menjadi
tidak masalah dan semua enjoy seperti
sekarang. Meski industri sapi perah
susah, tidak masalah,” kata Rusman
dalam jumpa pers peringatan Hari Susu
Nusantara di Jakarta, Senin (28/5).
Dia memaparkan, harga komoditas
dalam negeri yang lebih tinggi ketimbang
impor selalu menjadi hambatan
bagi upaya Indonesia dalam mencapai
swasembada pangan. Kondisi itu juga
terjadi pada lima komoditas pangan utama
nasional, yaitu beras, jagung, kedelai,
daging, dan gula. “Secara fundamental,
impor dilakukan karena harga
dalam negeri lebih mahal,” ujar dia.
Menurut Rusman, importir sangat
berkepentingan dengan harga komoditas
lokal yang lebih mahal karena
dengan impor, mereka akan mendapat
keuntungan cukup besar.
“Kalau harga dalam negeri lebih
mahal, importir sangat berkepentingan
karena bisa impor tanpa batas, termasuk
susu. Itu yang membuat kita
terlena, sehingga 70% bahan baku susu
masih impor,” tutur dia.
Dia menambahkan, harga susu dalam
negeri yang lebih mahal juga mendorong
industri pengolah susu (IPS) untuk impor.
Akibatnya, posisi tawar peternak lebih
lemah. “Jika harga susu lokal bisa
sama dengan impor, posisi tawar peternak
bisa sejajar dengan IPS,” ucapnya.
Pengusaha, kata dia, lebih suka impor
karena keuntungannya lebih jelas.
Sedangkan budidaya sapi perah kurang
dilirik karena membutuhkan dana besar
dan balik modalnya lebih lama.
Business trap, menurut Wamentan,
bisa diatasi dengan demand driven, yaitu
meningkatnya permintaan susu sehingga
bisa menciptakan pressure demand.
Hal itu bisa menciptakan situasi kondusif
dalam industri sapi perah dalam negeri.
Rusman mengakui, perhatian pemerintah
saat ini masih tertuju pada
swasembada daging. Namun, mulai
2013 pihaknya akan mulai memberi
perhatian pada swasembada susu.
“Gerakan minum susu lebih pada
ranah sosial agar bangsa kita sehat.
Diharapkan ada subsidi pemerintah
untuk gerakan minum susu di
sekolah,” papar mantan kepala Badan
Pusat Statistik itu.
Susun Road Map
Sekretaris Ditjen Peternakan dan
Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian
(Kementan) Fauzi Luthan
menyatakan, pihaknya sedang berkoordinasi
dengan Kementerian
Koordinator Perekonomian, Kementerian
Perdagangan, dan Kementerian
Perindustrian untuk menyusun
road map swasembada susu.
“Kami berharap road map itu bisa
diluncurkan tahun ini, sehingga bisa
menjadi acuan para stakeholder,”
ujarnya.
Dia menjelaskan, populasi sapi perah
lokal saat ini 600 ribu ekor. Untuk
menambah populasi dalam
negeri, tahun ini pemerintah provinsi
akan mengimpor 2.300 ekor sapi
perah dari Australia.
“Saat ini sapi perah impor masih
dalam proses pengadaan dan tender.
Kami belum tahu kebutuhan dananya,”
kata Fauzi.
Dia menilai, impor bukan satu-satunya
jalan untuk menambah populasi
sapi perah. Hal itu bisa juga dilakukan
dari dalam negeri, yaitu dengan
memperbesar ukuran pedet.
Setiap tahun, kata dia, diperkirakan
ada 80 ribu ekor pedet lahir dan minimal
50% berpotensi menjadi calon induk.
“Kami mengawal anakan agar
bisa menjadi calon induk berikutnya,”
papar Fauzi.
Kementan juga mendorong pengembangan
kelompok-kelompok sapi
perah di tiga sentra, yaitu Jawa Barat,
Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Kami
juga memberikan bantuan peralatan
pembuatan pakan,” tutur dia.
Saat ini, menurut Fauzi, peternak
susu lokal hanya mampu memenuhi
30% dari total kebutuhan nasional.
Dengan populasi sapi perah dalam
negeri sebanyak 600 ribu ekor, dia
memperkirakan Indonesia butuh 2
juta ekor sapi perah untuk memenuhi
kebutuhan susu dalam negeri.
“Ini bukan kerja yang ringan. Bisa
naik kontribusinya jadi 50% saja pada
2020 sudah baik,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Pusat (Kapus)
Hewan Badan Karantina Pertanian
Kementan Sujarwanto mengatakan,
pihaknya telah mempersiapkan persyaratan
teknis bagi pemasukan sapi
perah impor. Hal itu dimaksudkan agar
hewan impor tersebut tidak membawa
penyakit yang bisa berdampak di
dalam negeri. “Ada sejumlah penyakit
yang kami waspadai,” kata dia.

May 29, 2012

Indonesia Kuasai 50% Pasar Dunia

Rumput laut juga sangat potensial untuk menjadi bahan bakar pesawat jet.
RUMPUT LAUT

Indonesia Kuasai 50% Pasar Dunia
JAKARTA – Indonesia terbukti
menguasai 50% pangsa pasar rumput
laut jenis euchema cotonii di dunia.
Tahun lalu Indonesia memproduksi
3,5 juta ton rumput laut jenis ini. Sebagian
besar produksi itu diekspor.
“Tentu semua karena kerja keras
yang nyata dari para pelaku rumput
laut nasional,” kata Ketua Asosiasi
Rumput Laut Indonesia (ARLI)
Safari Azis, pada pembukaan rapat
kerja nasional asosiasi itu di Jakarta,
Senin (28/5). Diketahui, Indonesia
juga memproduksi rumput
laut jenis gracilaria. Jenis euchema
cotonii umumnya berguna untuk
kosmetik dan farmasi, sedangkan
gracilaria bermanfaat untuk bahan
bakar alternatif.
Menurut Aziz, pihaknya segera
menyusun peta jalan (road map)
dan cetak biru (blue print) industri
rumput laut nasional. Hal ini
penting dilakukan agar pengembangan
industri memiliki arah dan
target yang jelas. Peta jalan dan
cetak biru, kata Aziz, akan disesuaikan
dengan konsep pembangunan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
di bawah pimpinan Menteri
Sharif C Sutardjo. “KKP memiliki
konsep pembangunan sektor perikanan
dan kelautan ke arah industrialisasi.
Kami menyesuaikan visi
dan misi itu,” papar Aziz.
Konsep Industrialisasi
Pembangunan sektor kelautan dan
perikanan di bawah Sharif C Sutardjo
memprioritaskan pendekatan industrialisasi.
Pendekatan ini mensyaratkan
keterlibatan swasta ke sektor-sektor
unggulan kelautan dan perikanan.
Sejumlah pabrik pengolahan diharapkan
dibangun di sentra-sentra produksi
perikanan. Melalui pendekatan ini,
industri dalam negeri diharapkan berjalan
dan nilai tambah dari produk
dalam negeri bisa diperoleh.
Pendekatan industrialisasi versi
Sharif C Sutardjo berbeda dengan
pendahulunya, Fadel Muhammad.
Mantan Gubernur Provinsi Gorontalo
itu menggunakan pendekatan kawasan.
Pendekatan ini mensyaratkan
pengembangan industri baik hulu dan
hilir harus dilakukan di kawasan yang
sama. Konsep ini dikenal dengan minapolitan.
Terdapat 40 kawasan minapolitan
yang sudah dirintis Fadel. Namun,
kini pendekatan minapolitan tak
lagi diteruskan Sharif C Sutardjo.
Menurut Aziz, pihaknya masih
harus banyak berbenah bersama
pemerintah dalam menciptakan fondasi
yang kuat menuju industrialisasi.
Safari juga mengaku prosedur
ekspor di KKP cukup rumit. “Terutama
terkait CoLO atau Certificate
of Legal Origin, semacam dokumen
perizinan ekspor. Dalam hal ini, KKP
harus mendukung kami,” kata Aziz.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum
Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan
Yugi Prayanto mengatakan, dengan
potensi yang ada seharusnya
Indonesia mampu menjadi produsen
perikanan yang mampu mengambil
porsi besar dalam pasar dunia.
Menurut Yugi, industri rumput laut
memerlukan keterkaitan erat antara
hulu dan hilir. Hulu banyak didominasi
petani dan nelayan yang memproduksi
komoditas itu. Sementara hilir
menghadirkan pabrik pengolahan
yakni industri berbagai skala. “Industri
hilir biasanya menguasai teknologi,
sedangkan hulu kurang,” kata Yugi.
Dalam kaitan itu, lanjut Yugi, petani
dan pelaku industri harus bersinergi.
Yugi menganjurkan,
pengembangan rumput laut bisa dilakukan
melalui konsep klaster.
Model klaster merupakan pembangunan
kawasan budidaya yang diintegrasikan.
Sejumlah pemangku kepentingan
dapat terhubung satu sama lain. Kelompok
itu antara lain, petani, lembaga
usaha lepas panen pedesaan (ULP2), perusahaan
penghela, pelayanan pengembangan
bisnis (BDS), dan lembaga pembiayaan
(Bank atau LPBB). ”Dengan komitmen
yang kuat dari semua pemangku
kepentingan, target KKP memproduksi
10 juta ton rumput laut pada 2014 bisa
dicapai,” papar Yugi. (ina)

May 29, 2012

Wayan Koster Dicecar “Hanya SDM terampil dan Pembahasan Anggaran di DPR

Investor daily 29 Mei 2012

JAKARTA – Anggota Komisi
X DPR I Wayan Koster diperiksa
sebagai saksi kasus dugaan suap
pembahasan anggaran di Kemenpora
dan Kemendiknas dengan
tersangka Angelina Sondakh.
Dalam pemeriksaan, Koster
mengaku ditanyai penyidik
seputar pembahasan anggaran.
“Seputar pembahasan anggaran.
Ya, sekitar 20 pertanyaan,”
ujar Koster usai diperiksa
selama tujuh jam di Kantor
KPK, Jakarta, Senin (28/5).
Mengenai fakta persidangan
yang menyebutkan ada aliran
dana kepadanya, Koster membantah.
Pria asal Bali mengaku
tak tahu-menahu kasus suap tersebut.
“Nggak ada, nggak ada.
Saya nggak tahu,” kilahnya.
Sebelumnya, nama I Wayan
Koster disebut-sebut bersama
Angelina Sondakh sebagai anggota
Banggar DPR, menerima Rp
5 miliar dari Permai Group. Uang
itu diduga terkait pembahasan
dan persetujuan anggaran untuk
pembangunan Wisma Alet SEA
Games di Jakabaring, Sumatera
Selatan, senilai Rp 191 miliar.
Salah seorang sopir di Permai
Grup milik M Nazaruddin, Luthfi,
juga sempat mengaku pada 5
Mei 2010 mengantarkan uang
Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar yang
masing-masing dibungkus kardus
printer dan kardus rokok ke
ruangan kerja Koster di Gedung
DPR. Keterangan Lutfi diakui
oleh Wakil Direktur Keuangan
Permai Group Yulianis.
Sementara juru bicara KPK,
Johan Budi SP, mengatakan, pemeriksaan
atas Koster untuk
mengungkap kasus dugaan
suap Wisma Atlet SEA Games
dan proyek laboratorium di sejumlah
perguruan tinggi negeri
(PTN). (ris)