Archive for June, 2012

June 30, 2012

Pemegang Akun Triomacan2000 Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan

Sabtu, 30/06/2012 20:27 WIB

Pemegang Akun Triomacan2000 Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Foto: detikcom

Jakarta Pemilik akun twitter @triomacan2000 dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan. Adalah Staf Khusus Mendagri, Umar Hasibuan yang ikut melakukan pelaporan.

“Jadi begini saya kan tahu pemilik akun twitter triomacan2000. Saya tahu dia itu namanya Raden Nuh, ada satu lagi Usharjono, ibunya lagi sakit dirawat di RS Salemba,” ungkap Staf Khusus Mendagri, Umar Syadat Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (30/6/2012).

Umar ingin menanyakan langsung ke Raden Nuh, kenapa akun twitter triomacan2000 terus mengungkap data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya menyangkut pesantren milik ayahnya.

“Saya samperin karena melalui twitter dia katakan bahwa pesantren bapak saya disuap Rp 1 miliar oleh Kementerian PDT. Saya datang ke sana bersama Ongen teman saya dan adik angkat saya Judika Goeltoem,” ungkapnya.

Namun ternyata mereka sudah bertemu lebih dulu di kantin. Umar kemudian berencana memotret pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut.

“Terus saya bilang boleh saya foto? dia bilang kamu mau foto aku kalau boleh, terus saya foto, tapi setelah saya foto, lalu dia mau mukul saya. Waktu dia nyamperin saya, adik saya nyamperin, kemudian dia mukulin adik saya Judika Goeltoem itu sampai luka kepalanya benjol sampai bajunya robek setelah itu dia mau ngajak damai, tapi saya bilang tidak bisa ini penganiayaan,” katanya.

Umar menolak berdamai, dia lalu melaporkan pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut ke Polres Jakarta Pusat.

“Saya sekarang di polres ke Jakarta Pusat yang lapor adik saya Judika Goeltoem,” katanya.

Sedang akun twitter @triomacan2000 memberikan keterangan melalui timelinenya. Melalui penjelasannya, triomacam2000 mengungkap perkelahian karena Umar dan kawannya mengambil foto tanpa izin.

“Tiba-tiba DR. Umar Syadat mengarahkan kamera blackberry nya ke arah kami. Kami kaget. Dan larang dia ambil foto tanpa izin kami. Meski kami larang, dia tetap ambil foto kami yang kami ketahui karena lampu blizt-nya menyala terang ke wajah kami. Kami lalu datangi beliau,” jelas akun tersebut.

Dia juga menyangkal memukul adik Umar terlebih dahulu. “Melihat saya mau dipukul, rekan saya langsung mencegah dengan menahan teman Dr. Umar Syadat. Tapi rekan kami ditolak keras sampai terjengkang ,” kisahnya.

Sementara itu pantauan detikcom di Polres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, belum ada yang melakukan pelaporan. Petugas piket yang berjaga mengaku melum menerima pelaporan.

Sabtu, 30/06/2012 20:27 WIB

Pemegang Akun Triomacan2000 Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Foto: detikcom

Jakarta Pemilik akun twitter @triomacan2000 dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan. Adalah Staf Khusus Mendagri, Umar Hasibuan yang ikut melakukan pelaporan.

“Jadi begini saya kan tahu pemilik akun twitter triomacan2000. Saya tahu dia itu namanya Raden Nuh, ada satu lagi Usharjono, ibunya lagi sakit dirawat di RS Salemba,” ungkap Staf Khusus Mendagri, Umar Syadat Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (30/6/2012).

Umar ingin menanyakan langsung ke Raden Nuh, kenapa akun twitter triomacan2000 terus mengungkap data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya menyangkut pesantren milik ayahnya.

“Saya samperin karena melalui twitter dia katakan bahwa pesantren bapak saya disuap Rp 1 miliar oleh Kementerian PDT. Saya datang ke sana bersama Ongen teman saya dan adik angkat saya Judika Goeltoem,” ungkapnya.

Namun ternyata mereka sudah bertemu lebih dulu di kantin. Umar kemudian berencana memotret pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut.

“Terus saya bilang boleh saya foto? dia bilang kamu mau foto aku kalau boleh, terus saya foto, tapi setelah saya foto, lalu dia mau mukul saya. Waktu dia nyamperin saya, adik saya nyamperin, kemudian dia mukulin adik saya Judika Goeltoem itu sampai luka kepalanya benjol sampai bajunya robek setelah itu dia mau ngajak damai, tapi saya bilang tidak bisa ini penganiayaan,” katanya.

Umar menolak berdamai, dia lalu melaporkan pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut ke Polres Jakarta Pusat.

“Saya sekarang di polres ke Jakarta Pusat yang lapor adik saya Judika Goeltoem,” katanya.

Sedang akun twitter @triomacan2000 memberikan keterangan melalui timelinenya. Melalui penjelasannya, triomacam2000 mengungkap perkelahian karena Umar dan kawannya mengambil foto tanpa izin.

“Tiba-tiba DR. Umar Syadat mengarahkan kamera blackberry nya ke arah kami. Kami kaget. Dan larang dia ambil foto tanpa izin kami. Meski kami larang, dia tetap ambil foto kami yang kami ketahui karena lampu blizt-nya menyala terang ke wajah kami. Kami lalu datangi beliau,” jelas akun tersebut.

Dia juga menyangkal memukul adik Umar terlebih dahulu. “Melihat saya mau dipukul, rekan saya langsung mencegah dengan menahan teman Dr. Umar Syadat. Tapi rekan kami ditolak keras sampai terjengkang ,” kisahnya.

Sementara itu pantauan detikcom di Polres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, belum ada yang melakukan pelaporan. Petugas piket yang berjaga mengaku melum menerima pelaporan.

Sabtu, 30/06/2012 20:27 WIB

Pemegang Akun Triomacan2000 Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Foto: detikcom

Jakarta Pemilik akun twitter @triomacan2000 dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan. Adalah Staf Khusus Mendagri, Umar Hasibuan yang ikut melakukan pelaporan.

“Jadi begini saya kan tahu pemilik akun twitter triomacan2000. Saya tahu dia itu namanya Raden Nuh, ada satu lagi Usharjono, ibunya lagi sakit dirawat di RS Salemba,” ungkap Staf Khusus Mendagri, Umar Syadat Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (30/6/2012).

Umar ingin menanyakan langsung ke Raden Nuh, kenapa akun twitter triomacan2000 terus mengungkap data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya menyangkut pesantren milik ayahnya.

“Saya samperin karena melalui twitter dia katakan bahwa pesantren bapak saya disuap Rp 1 miliar oleh Kementerian PDT. Saya datang ke sana bersama Ongen teman saya dan adik angkat saya Judika Goeltoem,” ungkapnya.

Namun ternyata mereka sudah bertemu lebih dulu di kantin. Umar kemudian berencana memotret pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut.

“Terus saya bilang boleh saya foto? dia bilang kamu mau foto aku kalau boleh, terus saya foto, tapi setelah saya foto, lalu dia mau mukul saya. Waktu dia nyamperin saya, adik saya nyamperin, kemudian dia mukulin adik saya Judika Goeltoem itu sampai luka kepalanya benjol sampai bajunya robek setelah itu dia mau ngajak damai, tapi saya bilang tidak bisa ini penganiayaan,” katanya.

Umar menolak berdamai, dia lalu melaporkan pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut ke Polres Jakarta Pusat.

“Saya sekarang di polres ke Jakarta Pusat yang lapor adik saya Judika Goeltoem,” katanya.

Sedang akun twitter @triomacan2000 memberikan keterangan melalui timelinenya. Melalui penjelasannya, triomacam2000 mengungkap perkelahian karena Umar dan kawannya mengambil foto tanpa izin.

“Tiba-tiba DR. Umar Syadat mengarahkan kamera blackberry nya ke arah kami. Kami kaget. Dan larang dia ambil foto tanpa izin kami. Meski kami larang, dia tetap ambil foto kami yang kami ketahui karena lampu blizt-nya menyala terang ke wajah kami. Kami lalu datangi beliau,” jelas akun tersebut.

Dia juga menyangkal memukul adik Umar terlebih dahulu. “Melihat saya mau dipukul, rekan saya langsung mencegah dengan menahan teman Dr. Umar Syadat. Tapi rekan kami ditolak keras sampai terjengkang ,” kisahnya.

Sementara itu pantauan detikcom di Polres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, belum ada yang melakukan pelaporan. Petugas piket yang berjaga mengaku melum menerima pelaporan.

Sabtu, 30/06/2012 20:27 WIB

Pemegang Akun Triomacan2000 Dipolisikan Atas Dugaan Penganiayaan

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Foto: detikcom

Jakarta Pemilik akun twitter @triomacan2000 dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat atas dugaan penganiayaan. Adalah Staf Khusus Mendagri, Umar Hasibuan yang ikut melakukan pelaporan.

“Jadi begini saya kan tahu pemilik akun twitter triomacan2000. Saya tahu dia itu namanya Raden Nuh, ada satu lagi Usharjono, ibunya lagi sakit dirawat di RS Salemba,” ungkap Staf Khusus Mendagri, Umar Syadat Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (30/6/2012).

Umar ingin menanyakan langsung ke Raden Nuh, kenapa akun twitter triomacan2000 terus mengungkap data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya menyangkut pesantren milik ayahnya.

“Saya samperin karena melalui twitter dia katakan bahwa pesantren bapak saya disuap Rp 1 miliar oleh Kementerian PDT. Saya datang ke sana bersama Ongen teman saya dan adik angkat saya Judika Goeltoem,” ungkapnya.

Namun ternyata mereka sudah bertemu lebih dulu di kantin. Umar kemudian berencana memotret pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut.

“Terus saya bilang boleh saya foto? dia bilang kamu mau foto aku kalau boleh, terus saya foto, tapi setelah saya foto, lalu dia mau mukul saya. Waktu dia nyamperin saya, adik saya nyamperin, kemudian dia mukulin adik saya Judika Goeltoem itu sampai luka kepalanya benjol sampai bajunya robek setelah itu dia mau ngajak damai, tapi saya bilang tidak bisa ini penganiayaan,” katanya.

Umar menolak berdamai, dia lalu melaporkan pemilik akun twitter triomacan2000 tersebut ke Polres Jakarta Pusat.

“Saya sekarang di polres ke Jakarta Pusat yang lapor adik saya Judika Goeltoem,” katanya.

Sedang akun twitter @triomacan2000 memberikan keterangan melalui timelinenya. Melalui penjelasannya, triomacam2000 mengungkap perkelahian karena Umar dan kawannya mengambil foto tanpa izin.

“Tiba-tiba DR. Umar Syadat mengarahkan kamera blackberry nya ke arah kami. Kami kaget. Dan larang dia ambil foto tanpa izin kami. Meski kami larang, dia tetap ambil foto kami yang kami ketahui karena lampu blizt-nya menyala terang ke wajah kami. Kami lalu datangi beliau,” jelas akun tersebut.

Dia juga menyangkal memukul adik Umar terlebih dahulu. “Melihat saya mau dipukul, rekan saya langsung mencegah dengan menahan teman Dr. Umar Syadat. Tapi rekan kami ditolak keras sampai terjengkang ,” kisahnya.

Sementara itu pantauan detikcom di Polres Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, belum ada yang melakukan pelaporan. Petugas piket yang berjaga mengaku melum menerima pelaporan.

Sabtu, 30/06/2012 20:27 WIB

Advertisements
June 29, 2012

Menteri Agama: Petugas Pencatat Nikah Wajar Terima Amplop

Kalau begitu para petugas pencatat nikah lebih baik dikeluarkan saja PNS dan jadi pegawai swasta.

Jumat, 29/06/2012 20:35 WIB
Menteri Agama: Petugas Pencatat Nikah Wajar Terima Amplop
Nala Edwin – detikNews

Jakarta Menteri Agama Suryadharma Ali menilai wajar jika petugas pencatat nikah menerima amplop dalam pekerjaannya sehari-hari. Hal ini disebabkan petugas pencatat nikah bekerja diluar waktu kerja dan juga di luar kantor.

“Itu wajar (terima amplop) karena mereka bekerja di luar kantor dan juga di luar jam kerja,” kata kata Menteri Agama Suryadharma di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).

Hal ini disampaikan Suryadharma diahadapan ratusan ulama MUI yang sedang mengikuti Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia ke-IV yang digelar di Pondok Pesantren Cipasung. Suryadharma hadir dalam pesantren ini sebagai salah seorang pembicara dalam acara itu.

Suryadharma membandingkan tugas pencatat nikah dengan pekerja pembuat KTP di kelurahan. Menurutnya petugas pembuat KTP bekerja sesuai dengan jam kerja dan juga pembuatan KTP dilakukan di dalam kantor.

“Kalau jam bikin KTP harus pada jam kerja. Kalau lewat jam kerja tidak dilayani. Ini juga berlaku dalam pembuatan surat lainnya seperti SIM atau IMB,” katanya.

Sedangkan pencatat nikah bekerja di luar jam kerja. Mereka biasanya bekerja pada Jumat sore atau hari Sabtu dan Minggu dimana biasanya pernikahan digelar.

Para petugas pencatat nikah juga bekerja di luar kantor, mereka biasanya dipanggil di rumah, gedung atau juga masjid tempat acara pernikahan berlangsung.

“Mereka juga tidak dapat tunjangan khusus dan kadang mereka juga harus melintasi bukit atau melewati sungai,” katanya.

Suryadharma mengatakan, dapat dengan mudah menghentikan pemberian amplop ini, yaitu dengan melarang petugas pencatat nikah melakukan tugasnya di luar waktu kerja dan di luar kantor.

“Jadi pernikahan harus dilakukan di kantor KUA. Lalu bagaimana kalau yang menikah ada 5 atau 10 orang dan kantornya sempit,” katanya.

(nal

June 29, 2012

Permasalahan Buku dan Pemihakan Pemerintah

 

Jumat,
29 Juni 2012
 

 

INDUSTRI PERBUKUAN

Permasalahan Buku dan Pemihakan Pemerintah

 

Kompas/Bahana Patria Gupta
 

 

Oleh ST SULARTO

Dalam perubahan super cepat industri buku—konvensional kertas, digital, ataupun elektronik (electronic book)—di manakah letak peranan pemerintah? Karena mindset (baca: kecurigaan) pemerintah, buku berarti bisnis, sekian jenis pajak dikenakan. Jumlah jenis pajak pun terbanyak dibanding sektor industri lain.

Hasil survei Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jakarta 2011 menunjukkan hanya 15 persen penerbit meyakini ada keberpihakan pemerintah. Masyarakat memang mengapresiasi pembentukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dua tahun lalu, tetapi kehadirannya belum memberikan dampak langsung pada pertumbuhan industri buku. Padahal persentase nilai tambah ekonomi kreatif subsektor penerbitan dan percetakan menempati urutan tertinggi dibandingkan dengan 12 subsektor ekonomi kreatif lain, sebesar 17,5 persen.

Di saat yang sama, serupa pada industri media massa cetak, ramalan Thomas Meyer bahwa industri cetak akan mati, tetap jadi prediksi yang terus menghantui. Cetak tidak akan mati, ya, tetapi ketika tren penurunan media cetak termasuk buku terus merosot, yang diperlukan bukan hanya keyakinan, malainkan juga upaya supaya tidak melorot dan apalagi benar-benar habis.

Banyak dilakukan terobosan yang di kalangan industri media massa dikembangkan strategi multimedia, multiplatform, multichannel (3M). Kehadiran digital dan elektronik menjadi komplementer dan tidak saling mengerkah. Sinergi menjadi keniscayaan agar bisa bertahan dan berkembang. Strategi tersebut sudah dilakukan bertahun-tahun lebih awal dibanding Indonesia oleh para penerbit luar negeri.

Dari pameran tahunan perbukuan dunia, Frankfurt Bookfair, selalu terpajang jutaan penerbit buku dunia bergulat mempelajari perkembangan dan kecenderungan, seperti teknologi, desain, minat pembaca, bahkan trik-trik pemasaran buku.

Dari pameran terakhir, Oktober 2011, tersaji terjadinya perubahan signifikan yang menyangkut teknologi dan kebiasaan pembaca. Industri buku dunia—dari sisi ekonomis—sejak beberapa tahun lalu sudah dirasakan terus merosot. Terjadi misalnya di Inggris sebesar 6,1 persen, Amerika Serikat (AS) 5,7 persen, Spanyol 2,3 persen. Jepang, negara dengan kultur baca tinggi baik lewat cetak maupun elektronik, walaupun penjualan buku naik 1 persen, tetapi pendapatan turun 1,5 persen (Patricius Cahanar, Kompas, 9/12/2011).

Lewat internet

Di banyak negara mulai berlangsung bentuk baru penjualan lewat media internet, elektronik, ataupun cetak. Hadirnya media sosial, seperti Facebook dan Twitter, pun dijadikan sarana memperluas pasar. Bermunculan penerbit buku independen, yakni penulis sekaligus menjadi penerbit, bahkan provider menjadi penerbit. Amazon misalnya, tidak hanya mengunggah naskah ke internet, tetapi juga menjadi penerbit—tren yang semakin menonjol terjadi di Jerman dan AS.

Di Indonesia tidak ada data pasti tentang jumlah judul dan eksemplar yang terbit setiap tahun. Akan tetapi, angka berkisar pada 15.000-25.000 judul dengan rata-rata cetak setiap judul 3.000-4.000 eksemplar.

Sementara itu data di Ikapi Pusat tahun 2010 mematok angka sekitar 25.000 judul buku baru di Indonesia, 16.000 di Malaysia, 189.295 di China, AS 75.000, India 60.000, Jepang 40.000, Vietnam 15.000, dan Malaysia 10.000 judul.

Lemahnya budaya baca?

Benarkah kondisi perbukuan di Indonesia disebabkan oleh, antara lain, lemahnya budaya baca? Barangkali begitu, apalagi ketika mulai berkembang budaya baca bersamaan dengan budaya omong berkembang pula budaya elektronik. Yang terjadi adalah besarnya pemakaian telepon seluler.

Kisaran jumlah judul tidak beranjak dari tahun ke tahun, begitu juga jumlah eksemplar, tetapi dengan semakin lebarnya ratio jumlah penduduk, jumlah judul buku, dan jumlah eksemplar, dunia perbukuan di Indonesia semakin merosot. Sementara itu di saat yang sama, melonjak pemakaian telepon seluler.

Tidak hanya merosot dari sisi kuantitas, merosot pula jumlah penulis dan mereka yang ingin melakoni kerja sebagai penulis buku. Menjadi penulis buku menuntut kesiapan bahan lebih komprehensif dibandingkan dengan menjadi penulis koran atau majalah, begitu juga penulis berbagai gaman lain. Dituntut sikap kerja asketis. Dituntut napas panjang, sementara perolehan dari sisi finansial kurang sebanding dengan menulis artikel pendek.

Gelapkah industri perbukuan? Tidak, asalkan dipenuhi beberapa syarat, termasuk bagaimana menghidupkan perpustakaan dan toko buku, yang melayani tiga sarana media sekaligus, yakni multimedia, multichannel, dan multiplatform.

Pertama, peningkatan peran pemerintah dalam mengembangkan industri perbukuan. Perlu dekonstruksi mindset , bahwa industri buku selain bisnis juga idealisme. Dengan mindset itu menjadi keharusan meninjau kembali jenis-jenis pajak ataupun besaran persentase yang dikenakan pada industri buku.

Kedua, terus dikembangkan dan diperluas strategi 3M seperti yang sudah dikembangkan dalam industri media cetak. Strategi 3M diperlukan, selain sebagai bagian dari jurus terus bertahan agar tidak cepat mati, juga bagian dari memberikan sumbangan besar industri ilmu pengetahuan sebagai bagian dari peradaban manusia.

Ketiga, karena industri buku berjalan seiring dengan tumbuh kembangnya ilmu pengetahuan—beberapa negara maju hasil ilmu-ilmu baru sebanding dengan perkembangan jumlah judul dan eksemplar buku—penghargaan pada pemangku profesi keilmuan yang bekerja dalam sepi, jauh dari hiruk-pikuk publikasi dan terus tekun bersemangat asketis, memperoleh perhatian yang dijabarkan dalam bentuk konkret kesejahteraan.

Keempat, di saat yang sama perlu diberikan perlindungan pada para pemegang hak cipta intelektual, dan memberikan sanksi yuridis bagi para pelanggar ataupun pelaku pembajakan. Pembajakan memang salah satu penghambat berkembangnya profesi penulis, perilaku yang dalam kenyataan selalu pembajak lebih diuntungkan daripada penggugat, penerbit yang bukunya dibajak.

Kelima, hadirnya Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia, sebuah yayasan nirlaba yang tujuannya memberikan perlindungan kepada pemegang hak cipta, dan Yayasan Nusa Membaca—sesama yayasan nirlaba—yang ingin ikut serta terlibat dalam pengembangan minat baca masyarakat, merupakan dua gerakan yang perlu memperoleh dukungan luas.

June 29, 2012

First Media Targetkan 600 Ribu Pelanggan

 

 

Investor daily 29 Juni 2012

 

JAKARTA – Sebagai penyedia layanan TV

berbayar (Home Cable) sekaligus akses

internet berkecepatan tinggi (FastNet), PT

LinkNet (First Media) saat ini telah

menghimpun sebanyak 500 ribu pelanggan.

Jumlah tersebut tumbuh 30% dari tahun lalu.

Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan

bisa menggaet pelanggan menjadi 600 ribu.

“Jumlahnya memang belum banyak,

namun kami terus berupaya menawarkan

berbagai sarana dan fasilitas bagi pelanggan

kami di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali,

terutama pelanggan-pelanggan di kawasan

residence,” kata General Manager Marketing

PT Link Net Fransisca Kallista Arnan saat

peluncuran layanan Personal Video Recorder

(PVR) di Jakarta, Kamis (28/6).

Sebagai pembanding, jumlah pelanggan

First Media belum sebesar MNC Sky Vision

yang mencapai 1,3 juta dan Telkom Vision

yang mencapai 1,2 juta. Namun, lanjut Fransisca,

perseroan akan fokus ke layanan High

Definition (HD) tahun ini. Sebelumnya perseroan

juga telah meluncurkan inovasi video

on demand. Fitur tersebut memfasilitasi penonton

untuk memilih sendiri program yang

ingin mereka tonton.

“Dibanding kompetitor, kami fokus ke layanan

HD, dengan begitu kami memberikan nilai

lebih kepada pelanggan, dan tentunya juga didukung

dengan infrastuktur yang kuat,” ujar dia.

First Media, kata Fransisca, telah memiliki

120 channel hingga saat ini. Dari angka

tersebut 21 channel merupakan saluran HD.

Pada akhir tahun ini, perseroan akan

menambah menjadi 130 channel, dengan

penambahan 10 channel HD baru. “Setiap

bulannya paling tidak ada satu atau dua

channel HD baru,” imbuhnya.

Salah satu produk terbaru perseroan

adalah First Media Digital Recorder.

Fransisca menerangkan, dengan layanan

baru ini, pelanggan dapat melakukan pause,

rewind, dan fast forward program TV secara

live atau record pada program yang mereka

ingin tonton. “Layanan seperti ini memang

bukan yang pertama di Indonesia, namun

yang kami tawarkan untuk paket ini jauh

lebih lengkap dibanding kompetitor, kami

menawarkan tayangan HD, video on

demand, dan recorder,” jelas dia.

Sedangkan Divison Head Product Management

PT LinkNet Dedy Handoko menerangkan,

pelanggan First Media dapat menggunakan

set top box yang sama untuk layanan

terdahulu, yakni video on demand. Namun

harus ditambah dengan perangkat hardisk

eksternal 500 GB. “Hardisk ini juga khusus dari

First Media, dengan 500 GB dapat merekam

tayangan sekitar 300 jam,” kata dia (c03)

June 29, 2012

ICW Temukan Bukti Nasir Sering Kunjungi Nazaruddin

Politisi busuk ini masih bebas lepas rupanya…
 
Jakarta | Tuesday, 14 February 2012 | Gema Trisna Yudha | 0 komentar | A | A | A
 
ICW Temukan Bukti Nasir Sering Kunjungi Nazaruddin

Jurnas.com | KUNJUNGAN anggota Komisi III DPR, M Nasir ke saudara kandungnya, M Nazaruddin, di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang diduga tidak hanya sekali. Indonesia Corruption Watch (ICW) menuturkan, M Nasir beberapa kali mengunjungi Nazaruddin tanpa mengisi buku tamu. “Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata didapat informasi bahwa Nasir bukan sekali itu saja datang mengunjungi Nazaruddin di (LP) Cipinang,” kata peneliti bidang korupsi politik ICW Apung Widadi di Jakarta, Selasa (14/2).

Dia menuturkan, penyelidikan yang dilakukan ICW mendapati Nasir tak hanya mendatangi Nazaruddin pada Rabu (8/2) lalu. Dalam buku tamu LP Cipinang, M Nasir tercatat beberapa kali mengunjungi Nazaruddin. Pada 25 Desember 2011 Nasir mengunjungi Nazaruddin pukul 19.30 WIB, 26 Desember 2011 pukul 20.00 WIB, dan 30 Desember 2011 pukul 18.45 WIB. 

Pada kunjungan yang dipergoki Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, Nasir justru tidak mengisi daftar tamu. Karenanya, menurut Apung, besar kemungkinan Nasir kerap berkunjung tanpa mengisi buku tamu. “Pertemuan tanggal 8 Februari 2012 melalui sidak Wamenkumham dan tim di Rutan Cipinang tidak tertulis dalam buku tamu daftar pengunjung Nazaruddin. Sehingga diduga Nasir sering berkunjung ke Nazaruddin tanpa mengisi buku pengunjung di Rutan Cipinang,”kata Apung.

June 29, 2012

Politisi Golkar Zulkarnaen Djabar jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Al Qur’an

Politisi eks partai Orba ini memang top ! berbagi “kaveling” di Departemen Agama

 

 

Politisi Golkar Zulkarnaen Djabar jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Al Qur’an

Filed under: KKNNusantara — Tinggalkan Komentar
Juni 29, 2012

JAKARTA—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi  menaikkan status  kasus korupsi proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama  ke penyidikan,  dikarenakan  sudah ada tersangka yang ditetapkan oleh lembaga yang dipimpin oleh Abraham Samad tersebut.

“ZD  (Zulkarnaen Djabar) sudah dikeluarkan sprindiknya (surat perintah dimulainya penyidikan), dinyatakan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjodjanto, Kamis (28/6) malam.

Diberitakan sebelumnya, KPK menelusuri dua peristiwa tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Al Quran tahun tahun anggaran 2011-2012. Pertama, dugaan transaksi suap terkait pembahasan anggaran pengadaan Al Quran senilai Rp 35 miliar. Kedua, dugaan korupsi pada proses pengadaan Al Quran.

Selain anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Djabar  juga anggota Badan Anggaran DPR RI. KPK menjerat politisi Partai Golkar itu denga pasal suap. Ia diduga telah menerima imbalan atau hadiah saat pembahasan anggaran pengadaan Al Quran

++++++++++++

Jakarta | Friday, 29 June 2012 | Melati Hasanah Elandis | 0 komentar | A | A | A
 
Dugaan Korupsi Al Quran, KPK Geledah Rumah Zulkarnaen Djabar
 
 

Jurnas.com | KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama (Kemenag).

Selain kantor Kemenag, rumah anggota Komisi VIII DPR RI, Zulkarnaen Djabar juga digeledah petugas KPK.

“Benar, penggeledahan sedang dilakukan sekarang,” kata Ketua KPK, Abraham Samad, saat dikonfirmasi, Jumat (29/6).

Kediaman Zulkarnaen berlokasi di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Rumah Zulkarnaen beralamat di Jalan Merak Nomor 17, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede. Penggeledahan di rumah politisi Partai Golkar itu sudah dilakukan sejak pagi tadi.

Zulkarnaen telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian hadiah untuk pembahasan anggaran proyek pengadaan Al Quran. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR itu diduga menerima aliran dana pada proses pembahasan anggaran Kemenag.

“ZD sudah dikeluarkan sprintdiknya dinyatakan sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat dikonfirmasi Jurnal Nasional, Kamis malam (28/6).

KPK menelusuri dua peristiwa tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Al Quran tahun anggaran 2011-2012. Pertama, dugaan transaksi suap terkait pembahasan anggaran pengadaan Al Quran senilai Rp35 miliar. Kedua, dugaan korupsi pada proses pengadaan Al Quran.

+++++++++++++++++++

Jumat, 29/06/2012 17:22 WIB

Korupsi Alquran, Zulkarnain Diduga Terima Suap dari Anaknya Sendiri

Fajar Pratama – detikNews
 
 
 
 

Jakarta Anggota Komisi VIII Zulkarnain Djabar ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Politisi asal Golkar ini menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu. 

Dan menariknya, uang yang dia terima antara lain dari Dendy Prasetia, anak kandungnya sendiri.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Zulkarnain menyetir pejabat di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia serta PT Karya Sinergy Alam Indonesia (KSAI) dalam proyek pengadaan Al-Quran. Dirut PT KSAI Dendy Prasetia ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Abraham menyatakan Dendy merupakan anak kandung dari Zulkarnain. Perputaran uang panas pun banyak berkutat di keluarga politisi Golkar itu.

“Iya dia itu anaknya ZD,” ujar Abraham kepada detikcom, Jumat (9/6/2012).

Nah, diketahui, Dendy selama tahun 2011-2012 mengalirkan uang ratusan juga hingga milliaran rupiah secara bertahap. “Dilakukan secara bertahap,” ujar Abraham.

Selain itu Samad mengatakan, Zulkarnain juga menyetir petinggi di Kemenag agar memenangkan perusahaan di tender proyek laboratorium komputer pada 2011. Abraham menyebut perusahaan yang menyuap Zulkarnain dalam proyek ini adalah PT BKM.

“Dia juga memerintahkan oknum Ditjen Bimas Islam untuk mengamankan proyek laboratorium dan sistem komunikasi,” ujar Abraham.

Belum diketahui siapa pejabat di Ditjen Pendidikan Islam di Kemenag yang disetir oleh Zulkarnain. Sedang Zulkarnain yang dikonfirmasi tidak memberikan respons

+++++++++++++++++

Jumat, 29/06/2012 17:01 WIB

Zulkarnain Pernah Disebut Terima Ribuan USD Terkait Pengawasan Haji

Moksa Hutasoit – detikNews
 
 
 
 

Jakarta Anggota Komisi VIII, Zulkarnain Djabar, dijadikan tersangka dalam kasus pengadaan kitab suci Alquran di Kementerian Agama. Nama Zulkarnain juga pernah dikait-kaitkan dalam kasus gratifikasi pelaksanaan haji di kementerian yang sama.

Penelusuran detikcom, Jumat (29/6/2012), kasus ini sempat menjadi ramai di tahun 2008 silam. Saat itu Zulkarnain dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) karena diduga telah menerima uang dari kementerian sebesar US$ 2.845. 

Dana itu diberikan untuk ongkos pengawasan haji ke Arab Saudi tahun 2006. Selain Zulkarnain, ada juga nama lain yang dilaporkan ICW, yakni Said Abdullah.

Yang menarik, kasus dugaan gratifikasi ini pun sebenarnya sudah dilaporkan ke KPK. Namun tidak ada kelanjutan dari laporan tersebut. 

Meski akui terima dana dari Kementerian, Zulkarnain sendiri sudah membantah soal tudingan gratifikasi itu. Ia beralasan tidak ada anggaran dari DPR untuk pengawasan haji di luar musim haji.

“Untuk perjalanan dinas ke luar negeri untuk pengawasan haji di luar musim haji itu tidak ada. Anggaran dari DPR hanya pada saat musim haji. Jadi tidak benar saya menerima dana dari 2 lembaga,” ujar Zulkarnain kepada detikcom, Sabtu (20/12/2008) lalu.

“Kalau memang bermasalah, besok pun bisa saya kembalikan,” tegasnya soal dana itu.

Setelah empat tahun berlalu, Zulkarnain kembali harus berhadapan dengan KPK. Dan kali ini, status politisi Golkar ini sudah dijadikan tersangka di kasus pengadaan kitab suci Alquran. Apa lagi alasan yang bakal disampaikan Zulkarnain kali ini?

(mok/nwk) 

 

++++++++++++++++

 

SENIN, 02 JULI 2012 | 11:31 WIB

Tersangka Korupsi Quran Disadap KPK?  

 

TEMPO.COJakarta – Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, menduga kuat alat komunikasi anggota Dewan, Zulkarnaen Djabar, disadap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari hasil sadapan itulah, kata Uchok, KPK menetapkan Zulkarnaen sebagai tersangka korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian 
Agama. 

“Saya kira mereka disadap,” kata Uchok saat dihubungi pada Senin, 2 Juli 2012.

Zulkarnaen Djabar adalah anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golkar. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama bersama dengan putra sulungnya, Dendy Prasetya. Dendy adalah Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia. PT Sinergi yang dipimpin Dendy adalah perusahaan yang memenangkan tender pengadaan Al-Quran senilai Rp 55 miliar.

Kasus korupsi ini ditengarai juga melibatkan kader Golkar lain. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi rekaman percakapan Dendy dengan pengurus Departemen Desentralisasi dan Pembangunan Daerah Golkar, Fahd A. Rafiq. “Apakah kaveling untuk kiai sudah disediakan?” demikian percakapan seperti ditulis Majalah Tempo pekan ini.

Saat dihubungi sehari sebelum KPK mengumumkan penetapan tersangka, Zulkarnaen mengaku belum tahu bahwa dia dibidik KPK. “Saya tidak tahu saya tersangka,” kata Zulkarnaen, Kamis, 28 Juni 2012 lalu. Ia juga mengaku belum pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Hal ini semakin menguatkan dugaan Uchok bahwa hasil sadapan lah yang membuat Zulkarnaen ditetapkan sebagai tersangka.

Uchok menilai kasus yang melibatkan anggota Dewan serta pemilik perusahaan–yang rupanya satu keluarga–menunjukkan bahwa korupsi telah terjadi di tingkat perencanaan. Sebelum proyek pengadaan dimulai, para tersangka telah mengatur jalannya proyek.

ANANDA BADUDU

June 29, 2012

Membangunkan Sains Indonesia

 

Jumat,
29 Juni 2012
 

 

 

Membangunkan Sains Indonesia

 

DIDIE SW
 

 

Bambang Hidayat

Peta hasil kemampuan akademis kita dapat ditera dari akumulasi publikasi ilmiah serta sumbangannya pada kemajuan perekonomian dan pembukaan lapangan kerja. Namun, masa hibernasi yang lama membuat banyak sektor pendidikan dan penelitian terbengkalai.

Indeks yang dicitrakan oleh metrik pertama, publikasi ilmiah, tidak dapat dihindari karena merupakan pencerminan kemampuan mengungkap rahasia alam, baik di bidang sains murni maupun terapan.

Metrik kedua merupakan ukuran komitmen kita pada pembangunan bangsa sekaligus unjuk watak pendidikan dan kemampuan lembaga penelitian, baik di lingkup perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Lembaga seperti ini merentang pengertian sains, teknologi, dan budaya dalam medan sosial bangsanya. Yang pertama menumbuhkan tantangan pada alur kecerdasan dan intelektualitas. Yang kedua menghadirkan daya dorong laju penciptaan intelektual, keprigelan, dan kejelian memandang kesempatan.

Kesempatan adalah peluang yang tidak pernah bermata. Oleh karena itu, kejelian kita diperlukan untuk menangkap kesempatan lewat pembaruan dan ekonomi (Rahardi Ramelan, Kompas, 1 Juni 2012).

Studi baru dari peneliti Australia memanfaatkan data Institute for Science Information (ISI) menunjukkan berita gembira: ke-10 anggota ASEAN menghasilkan makalah ilmu pengetahuan tiga kali lebih banyak selama dekade terakhir daripada dekade sebelumnya.

Menggembirakan, tetapi runutan rinci akan membuat kita berkerut dahi: 45 persen produk ilmiah ini dihasilkan Singapura, diikuti Thailand 21 persen dan Malaysia 16 persen pada lapisan kedua. Baru pada lapisan ketiga terlihat sumbangan Vietnam 6 persen, Indonesia 5 persen, dan Filipina 5 persen.

Ini jelas gambaran kurang menyenangkan dari perspektif Indonesia, apalagi ada dua hal lagi yang seharusnya menjadi cambuk bagi kita. Pertama, Thailand dan Malaysia menunjukkan peningkatan terbesar, sedangkan Indonesia dan Filipina peningkatannya terkecil.

Kedua, Vietnam sangat kuat di bidang fisika dan matematika, Singapura pada sains materi dan nanoteknologi, Thailand pada ilmu pengetahuan gizi dan makanan. Malaysia berjaya pada rekayasa dan Filipina pertanian.

Berada pada lapisan ketiga, apalagi di bawah Malaysia dan Thailand tanpa keunggulan ilmu pengetahuan, tentu tidak membanggakan. Sedikitnya ada dua argumen yang mengakibatkan unjuk kerja kita terpuruk. Pertama, riset di perguruan tinggi (PT) serta lembaga pemerintah kurang efisien-efektif. Terutama karena sistemik penyelenggaraan penelitian kurang mendukung, di samping melemahnya kemauan dan kemampuan sumber daya manusia.

Membangun asa

Ibarat komputer, elemen pembangkit sistem ilmu pengetahuan di negara kita nyaris hang dan perlu segera di-boot ulang. Maka, yang harus diubah pertama kali adalah pemahaman para pemangku kepentingan akademis mengenai hakikat pendidikan tinggi.

PT adalah sasana tempat pengalihan dan pengembangan ilmu yang bisa melahirkan ilmu-ilmu baru atau terapan yang membangun. Jadi, selain sebagai tempat penyemaian kemampuan intelektual, PT adalah tempat mengkaji pemikiran. Riset yang dilakukan secara terintegrasi dengan pendidikan (pascasarjana) tentu saja merupakan cita-cita Tri Dharma PT. Pendidikan dan riset akan secara interaktif menguatkan kontribusi PT dalam menghasilkan produk sadar kebutuhan masyarakat.

Karena jumlah dana penelitian terbatas, dibutuhkan strategi pendanaan. Konsekuensinya, penetapan area dan topik riset unggulan di PT tidak hanya sah, tetapi merupakan suatu keharusan kalau hasil hendak dipertandingkan dengan sumbangannya. Maka, mekanisme pemilihan tema jelas berbeda dengan agenda riset nasional (ARN).

Jika ARN bersifat top-down, di PT mekanisme harus bersifat bottom-up, yakni mengakomodasi bakat, minat, dan tujuan khas peneliti. Hal ini penting karena seperti hasil studi di atas, setiap negara hanya mampu mencuatkan satu atau beberapa keunggulan hasil penelitian. Kaidah ”ambeg parama arta” sangat penting sebagai wawasan, bukan mendiskriminasi unggulan.

Keunggulan SDM dapat diketahui dengan cermat dari basis data yang sudah ada, seperti ISI Thomson. Penentuan kualitas dan kuantitas sumber daya alam (SDA) dapat dilakukan melalui pemetaan kekayaan nasional. Keunggulan SDA, mulai dari keanekaan hayati, kedudukan Indonesia dalam lingkup ring of fire, sampai ke panjang pesisir kita, zoonis, dan peri kebinatangan tropika, merupakan energi potensial untuk bersaing dalam kancah riset internasional.

Tentu saja kita tidak boleh menelantarkan bidang lain karena akan terjadi pengerdilan suatu bidang ilmu. Porsi 30 persen dana penelitian yang dicanangkan pemerintah untuk dikompetisikan akan masuk ke sini. Di samping itu, pemerintah memikul kewajiban luhur mencarikan dana alternatif bagi bidang-bidang langka. Perlu kepekaan sistemik memilah tema keilmuan dan rekayasa yang memberi kegunaan pada masa depan.

Unsur penentu

Penggunaan indeks ISI sebagai patokan kinerja pengembangan sains memerlukan redefinisi pengertian jurnal internasional. Hakikat penulisan ilmiah adalah peneliti memasarkan hasil risetnya. Proses ini akan dinilai berhasil jika ada ”pembeli”.

Sebuah makalah dianggap ”dibeli” jika ada yang membaca, mengutip, dan menindaklanjuti makalah tersebut. Definisi impact factor (IF) penting untuk dipahami. Sebuah jurnal dengan IF tinggi menunjukkan bahwa jurnal tersebut sering dikutip sehingga harus memiliki IF.

Baru-baru ini kolega dari Malaysia menginformasikan jika negaranya hanya mendefinisikan dua jenis publikasi, dengan IF dan tanpa IF. Hanya yang pertama yang mendapat insentif!

Baik di PT maupun lembaga penelitian ujung tombak riset adalah para senior yang sering dimanifestasikan dalam sosok guru besar atau profesor riset. Mereka adalah elite dalam masyarakat pendidikan dan penelitian yang diharapkan menjadi ujung tombak kemajuan sains.

Jadi, sistem harus ”memaksa” kelompok elite ini melaksanakan tugas luhurnya untuk publikasi riset ataupun wawasan pemikiran akademik yang bermakna. Salah satu tugas senior di PT adalah membimbing mahasiswa S-3 dan menanamkan jiwa keilmiahan. Jadi, tidak salah jika kualitas pendidikan strata S-3 hendak disejajarkan dengan kualitas global.

Di beberapa universitas, baik di dalam maupun di luar negeri (Malaysia, misalnya), publikasi internasional bukan merupakan barang asing, baik bagi promotor maupun mahasiswa S-3. Sudah semestinya hal ini merupakan cetak biru program PT.

Tidak kurang penting adalah sistem insentif dan pemberian hibah penelitian. Sistem insentif yang berasas ”bagi rata” harus diganti dengan asas meritologi dan kepentingan keilmuan. Dana penelitian yang diberikan tepat-tempo membuat peneliti memiliki kepastian awal dan akhir kerjanya.

Bambang Hidayat Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia

June 29, 2012

Miliaran Rupiah Mengalir ke Angie

 

Jumat,
29 Juni 2012
 

 

 

Miliaran Rupiah Mengalir ke Angie

Nasrullah: Angie Bukan Pengepul Dana

Jakarta, Kompas – Tersangka Angelina Sondakh diduga menerima uang miliaran rupiah dari Grup Permai. Uang tersebut diduga merupakan hasil korupsi terkait pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Angelina Sondakh, atau biasa disapa Angie, sebagai tersangka pemberian hadiah atau janji terkait pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Terkait kasus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemberian hadiah atau janji ini berhubungan dengan pembahasan anggaran untuk 16 universitas negeri.

Kamis (28/6), KPK memeriksa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai saksi untuk Angelina. Kemarin KPK juga memeriksa Jeffrey Manuel Rawis, seorang jurnalis, sebagai saksi untuk Angelina.

”Nazaruddin diperiksa karena dia mengetahui adanya dugaan aliran dana ke tersangka AS (Angelina Sondakh),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis, di Gedung KPK, Jakarta.

Informasi yang diperoleh Kompas dari KPK menyebutkan, aliran dana ke Angelina tercatat sepanjang Maret hingga November 2010. Pada Maret, Angelina menerima Rp 70 juta dan 100.000 dollar AS dari Grup Permai. Pada April, Angelina tercatat hanya menerima sekali aliran dana sebesar Rp 2,5 miliar.

Pada Mei, Angelina tercatat menerima empat kali aliran dana, yakni Rp 2 miliar, Rp 3 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 2 miliar. Pada Juni, Angelina menerima dua kali aliran dana sebesar 100.000 dollar AS dan 100.000 dollar AS. Setelah itu, baru pada bulan September Angelina kembali menerima aliran dana sebesar 300.000 dollar AS.

Kemudian, sepanjang Oktober, Angelina menerima empat kali aliran dana, yakni 300.000 dollar AS, 200.000 dollar AS, 400.000 dollar AS, dan 500.000 dollar AS. Aliran dana terakhir di tahun 2010 diterima Angelina pada bulan November sebanyak dua kali, yakni 500.000 dollar AS dan Rp 10 juta.

Pengepul

Angelina diketahui merupakan pengepul uang yang dia terima dari Grup Permai. Dari Angelina, uang tersebut mengalir ke sejumlah politikus lain di DPR yang ikut membahas berbagai proyek yang tendernya dimenangkan atau dibantu dimenangkan oleh Grup Permai. Nama Angelina sebagai pengepul uang ini pernah disebut oleh Nazaruddin.

Dalam sidang kasus dugaan suap wisma atlet beberapa waktu lalu, Nazaruddin mengungkapkan, dalam pertemuan tim pencari fakta Partai Demokrat saat kasus ini mencuat, Angelina mengaku menerima uang sebesar Rp 9 miliar. Menurut Nazaruddin, berdasarkan pengakuan Angelina, Rp 8 miliar di antaranya diserahkan kepada Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir.

Nazaruddin menambahkan, ternyata dari Mirwan uang kembali mengalir ke politikus Partai Demokrat lainnya, bahkan ke Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 miliar. Mirwan, menurut Nazaruddin, hanya menerima Rp 1,5 miliar.

Semua politikus Partai Demokrat yang disebut Nazaruddin menerima uang itu telah membantah tudingan tersebut.

Tak hanya politikus Partai Demokrat, saat dalam pelarian Nazaruddin juga pernah mengatakan bahwa politikus PDI-P, I Wayan Koster, disebut menerima uang terkait pembahasan anggaran wisma atlet.

Bahkan, dalam persidangan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengaku pernah dimintai uang untuk Angelina dan Koster. Saat menjadi saksi dalam persidangan Nazaruddin, Koster membantah semua tudingan yang menyebut bahwa dirinya ikut menerima uang.

Dari catatan

Secara terpisah, penasihat hukum Angelina, Teuku Nasrullah, mengatakan, soal aliran dana ke kliennya tersebut hanya bersumber dari catatan Mindo dan Yulianis. Nasrullah mengungkapkan, dia bisa membuktikan di pengadilan nanti bahwa tak benar adanya aliran dana ke Angelina.

”Nanti di pengadilan akan saya buktikan bahwa itu hanya catatan Mindo dan Yulianis. Catatan mereka itu kan banyak tidak benarnya. Bahkan itu diakui sendiri oleh Nazaruddin,” katanya.

Nasrullah juga membantah bahwa Angelina merupakan pengepul dana yang dia peroleh dari Grup Permai, untuk selanjutnya ditransfer kepada sejumlah politikus. ”Tidak benar itu. Kami bantah. Itu hanya tudingan-tudingan Nazaruddin yang tidak ada buktinya,” kata Nasrullah.

Terkait dengan peran Jeffrey yang dalam persidangan disebut Yulianis meneleponnya dan meminta uang sebesar Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar, Nasrullah mengatakan, kliennya mengenal Jeffrey sebagai wartawan yang mempromosikan buku tentang Angelina.

”Bu Angie tidak kenal Jeffrey yang disebut menerima uang. Tidak ada itu. Kalau Jeffrey yang dikenal klien saya, yang mempromosikan buku tentang Bu Angie,” kata Nasrullah.

Pada persidangan kasus dugaan suap wisma atlet dengan terdakwa Nazaruddin, dalam kesaksiannya Yulianis mengaku pernah ditelepon Jeffrey. Menurut Yulianis, dari cerita Mindo, Jeffrey adalah anggota staf Angelina untuk menerima uang sebesar Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar.

Informasi yang diperoleh Kompas menyebutkan bahwa Jeffrey yang diperiksa KPK pada Kamis kemarin inilah yang selama ini dicari KPK. Jeffrey tercatat sudah lebih dari sekali diperiksa KPK.

Pada pemeriksaan pertama, Jeffrey mengaku tak pernah menerima uang dari Angelina. Padahal, berdasarkan catatan yang dimiliki KPK, dia tercatat menerima transfer uang dari Angelina sebanyak tiga kali, jumlahnya puluhan juta rupiah. KPK mencocokkan foto Jeffrey dan mengonfirmasikannya ke Angelina bahwa dia orang yang selama ini dicari KPK.

Tak kenal Mindo

Seusai diperiksa KPK kemarin, Jeffrey membantah menerima uang dari Angelina dan menampung uang dari Grup Permai untuk politikus Partai Demokrat tersebut. Jeffrey mengatakan, dia memang punya hubungan dengan Angelina dan pernah bertugas di DPR, tetapi dia tidak mengenal Mindo ataupun Yulianis.

”Mungkin Jeffrey yang lain (yang menerima uang dari Angelina dan menampung uang dari Grup Permai untuk Angelina). Saya juga wartawan dan melakukan investigasi. Yang saya dengar, Jefri ini nama lengkapnya Jefri Limbad,” kata Jeffrey.

Sementara itu, seusai diperiksa KPK, Nazaruddin mengakui bahwa Angelina adalah koordinator Badan Anggaran (Banggar) di Komisi X DPR yang membahas anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk 16 universitas negeri.

”Kalau untuk dana pendidikan, yang mengelola koordinator Banggar dari Komisi X, itu Angie. Tapi bukan dia sendiri. Banyak orang lain yang juga mengelola,” katanya. (BIL)

June 29, 2012

Kasus PON Riau, KPK Periksa Politisi Golkar Setya Novanto

“Jagoan ” Golkar ini  sudah beberapa kali diperiksa dan lolos terus… ,
Jumat, 29/06/2012 10:12 WIB

Kasus PON Riau, KPK Periksa Politisi Golkar Setya Novanto

Fajar Pratama – detikNews

Jakarta Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa politisi Partai Golkar, Setya Novanto. Ketua Fraksi Partai Golkar ini dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap PON Riau.

“Hari ini, KPK menjadwalkan pemanggilan kepada Setya Novanto, anggota DPR sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah terkait Perda di Provinsi Riau,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2012).

Setya dijawalkan diperiksa pukul 09.30 WIB. Namun, ia rupanya telah datang sejak pukul 08.15 WIB dan ditemani seorang koleganya.

Korupsi PON Riau bermula dari penangkapan tujuh anggota DPRD Riau, dua pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, dan empat pegawai swasta pada 3 April lalu.

Dari penangkapan tersebut, KPK berhasil menyita barang bukti sejumlah Rp 900 juta yang diduga sebagai uang suap tersebut.

Akhirnya pada perkembangannya, KPK menetapkan empat tersangka, yakni M Faisal Aswan selaku anggota DPRD dari Partai Golkar, Muhammad Dunir dari PKB, Eka Dharma Putra selaku Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dispora Riau, dan Rahmat Syahputra selaku karyawan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. Belakangan Kadispora Lukman Abbas menyusul ditetapkan sebagai tersangka. Bersama Lukman, ada juga anggota DPRD Riau Taufan Andoso jadi tersangka.

Beredar kabar, pada suap terjadi di Riau, Gubernur Rusli Zainal dan Lukman tengah berada di Jakarta untuk bertemu dengan pejabat di pemerintah pusat. Ada dugaan uang sebesar Rp 900 juta tengah dibawa ke Jakarta pada saat itu.

Rusli sebelumnya membantah terlibat dalam kasus ini. Dia juga membantah mengetahui atau menyetujui gelontoran uang Rp 1,8 miliar.

June 29, 2012

6 TV Lokal LolosSeleksi TV Digital

 

Investor daily 29 Juni 2012

 

JAKARTA – Enam

penyelenggara siaran televisi

(TV) lokal lolos ke tahap

prakualifikasi, yakni PT Televisi

Anak Space Toon, Carlita TV,

Banten TV, Jak-TV, O Channel,

dan Radar TV. Keenam TV

lokal itu bersaing di zona 4

(DKI Jakarta dan Banten),

bersama penyelenggara

siaran TV swasta.

 

 

Wakil Ketua Umum Asosiasi TV Lokal Indonesia

(ATVLI) Agung Dharmajaya mengatakan,

keenam anggota ATVLI yang lolos itu berhasil

memenuhi syarat, termasuk menyediakan

jaminan penawaran (bid bonds) yang nilainya

hampir Rp 1 miliar, serta kesanggupan menyediakan

jaminan pelaksanaan (performance

bond) yang nilainya sekitar Rp 8,9 miliar.

“Pemerintah memberikan waktu yang

terbatas untuk persiapan seleksi, kami sudah

ajukan keberatan tetapi tetap tidak digubris.

Kami dipaksa bertarung dengan TV-TV lain

yang lebih kuat dari sisi permodalan,” kata

Agung di Jakarta, Kamis (28/6).

Proses selanjutnya, kata dia, TV lokal yang

lolos prakualifikasi mengajukan permohonan

sebagai lembaga penyelenggara multipleksing

yang dimulai pada 12 Juli hingga 16 Juli 2012.

Namun, masih banyak pertanyaan kepada

pemerintah yang belum terjawab. Pertama,

soal jaminan teknologi DBTV-2 yang saat ini

digunakan tidak akan berubah. Sebab,

perubahan teknologi akan membawa

konsekuensi beban tambahan yang tidak kecil.

“Sejauh ini kami belum dapat kajian yang

matang dari pemerintah soal pemanfaatan

teknologi ini, padahal era digitalisasi

membawa konsekuensi perubahan pola bisnis

dan teknik,” katanya.

Kedua, soal harga sewa yang ditetapkan

pemerintah terhadap pengisi konten. Hal ini

diperlukan untuk menghitung rencana investasi

dan potensi keuntungan yang bisa dicapai.

 

 

Ketiga, pemerintah harus membuka peluang

adanya kompensasi kepada penyelenggara TV

lokal yang pindah dari siaran analog ke digital,

karena mereka rata-rata masih mengantongi izin

siaran analog sesuai Izin Penyelenggara

Penyiaran (IPP) Tetap hingga 2020.

“Kami perlu kejelasan karena ini investasi yang

besar, untuk daerah Jakarta saja paling tidak ada

4 sampai 8 titik yang harus dibangun, satu titik

investasinya Rp 6 miliar. Kalau hitung-hitungan

bisnisnya tidak cermat kami akan rugi,” katanya.

Rp 40 Triliun

Sementara itu, mantan Ketua Pansus UU

Penyiaran Paulus Widiyanto mengatakan,

berdasarkan studi yang dilakukan pemerintah

pada 2006, potensi keuntungan yang bisa diraih

dari pemanfaatan frekuensi (700 MHz) yang

ditinggalkan siaran TV analog untuk dimanfaatkan

operator telekomunikasi bisa mencapai Rp 40

trilun. Dana itu bisa dimanfaatkan sebagai insentif

untuk migrasi siaran TV analog ke digital, seperti

insentif alat untuk penyelenggara TV, subsidi set

top box kepada masyarakat dan lain-lain.

“Namun, pemerintah belum mau terbuka

soal pemanfaatan frekuensi yang ditinggalkan

operator TV analog itu. Padahal di negara lain,

pemanfaatan frekuensi itu dibuat terbuka dan

jelas sehingga arah kebijakan ke depan bisa

diketahui masyarakat dan industri,” kata

mantan Ketua Pansus UU Penyiaran Paulus.

Penyelenggara siaran TV analog saat ini

menggunakan frekuensi 700 MHz. Kanal yang

tersedia di frekuensi itu sebanyak 150 MHz.

Frekuensi ini amat dinantikan operator

telekomunikasi untuk menyelenggarakan

layanan internet berkecepatan tinggi

berteknologi Long Term Evolution (LTE) atau

dikenal dengan teknologi generasi keempat (4G).

Bila pemerintah jadi mengalokasikan

frekuensi 700 MHz untuk LTE, dana yang bisa

diraih pemerintah sangat besar. Sebagai

perbandingan, untuk layanan telekomunikasi

berteknologi generasi ketiga (3G), pemerintah

menyediakan frekuensi 2.100 MHz. Dari 12

kanal (60MHz) yang tersedia, sebanyak 10 kanal

sudah dialokasikan ke operator. Tiap kanal,

operator harus membayar fee tahunan sebesar

Rp 160 miliar atau Rp 1,6 triliun untuk 10 kanal.

Sayangnya, lanjut Paulus, pemerintah tetap

menggelar seleksi TV digital tanpa menunggu

selesainya revisi UU No 32 tahun 2002 tentang

Penyiaran. Padahal, digitalisasi siaran TV itu

membutuhkan keputusan politik berupa UU,

mengingat proses migrasi itu membutuhkan

dana yang dibebankan kepada negara.