Miliaran Rupiah Mengalir ke Angie


 

Jumat,
29 Juni 2012
 

 

 

Miliaran Rupiah Mengalir ke Angie

Nasrullah: Angie Bukan Pengepul Dana

Jakarta, Kompas – Tersangka Angelina Sondakh diduga menerima uang miliaran rupiah dari Grup Permai. Uang tersebut diduga merupakan hasil korupsi terkait pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Angelina Sondakh, atau biasa disapa Angie, sebagai tersangka pemberian hadiah atau janji terkait pembahasan anggaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Terkait kasus di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemberian hadiah atau janji ini berhubungan dengan pembahasan anggaran untuk 16 universitas negeri.

Kamis (28/6), KPK memeriksa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai saksi untuk Angelina. Kemarin KPK juga memeriksa Jeffrey Manuel Rawis, seorang jurnalis, sebagai saksi untuk Angelina.

”Nazaruddin diperiksa karena dia mengetahui adanya dugaan aliran dana ke tersangka AS (Angelina Sondakh),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis, di Gedung KPK, Jakarta.

Informasi yang diperoleh Kompas dari KPK menyebutkan, aliran dana ke Angelina tercatat sepanjang Maret hingga November 2010. Pada Maret, Angelina menerima Rp 70 juta dan 100.000 dollar AS dari Grup Permai. Pada April, Angelina tercatat hanya menerima sekali aliran dana sebesar Rp 2,5 miliar.

Pada Mei, Angelina tercatat menerima empat kali aliran dana, yakni Rp 2 miliar, Rp 3 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 2 miliar. Pada Juni, Angelina menerima dua kali aliran dana sebesar 100.000 dollar AS dan 100.000 dollar AS. Setelah itu, baru pada bulan September Angelina kembali menerima aliran dana sebesar 300.000 dollar AS.

Kemudian, sepanjang Oktober, Angelina menerima empat kali aliran dana, yakni 300.000 dollar AS, 200.000 dollar AS, 400.000 dollar AS, dan 500.000 dollar AS. Aliran dana terakhir di tahun 2010 diterima Angelina pada bulan November sebanyak dua kali, yakni 500.000 dollar AS dan Rp 10 juta.

Pengepul

Angelina diketahui merupakan pengepul uang yang dia terima dari Grup Permai. Dari Angelina, uang tersebut mengalir ke sejumlah politikus lain di DPR yang ikut membahas berbagai proyek yang tendernya dimenangkan atau dibantu dimenangkan oleh Grup Permai. Nama Angelina sebagai pengepul uang ini pernah disebut oleh Nazaruddin.

Dalam sidang kasus dugaan suap wisma atlet beberapa waktu lalu, Nazaruddin mengungkapkan, dalam pertemuan tim pencari fakta Partai Demokrat saat kasus ini mencuat, Angelina mengaku menerima uang sebesar Rp 9 miliar. Menurut Nazaruddin, berdasarkan pengakuan Angelina, Rp 8 miliar di antaranya diserahkan kepada Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir.

Nazaruddin menambahkan, ternyata dari Mirwan uang kembali mengalir ke politikus Partai Demokrat lainnya, bahkan ke Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebesar Rp 2 miliar. Mirwan, menurut Nazaruddin, hanya menerima Rp 1,5 miliar.

Semua politikus Partai Demokrat yang disebut Nazaruddin menerima uang itu telah membantah tudingan tersebut.

Tak hanya politikus Partai Demokrat, saat dalam pelarian Nazaruddin juga pernah mengatakan bahwa politikus PDI-P, I Wayan Koster, disebut menerima uang terkait pembahasan anggaran wisma atlet.

Bahkan, dalam persidangan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Mindo Rosalina Manulang, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis mengaku pernah dimintai uang untuk Angelina dan Koster. Saat menjadi saksi dalam persidangan Nazaruddin, Koster membantah semua tudingan yang menyebut bahwa dirinya ikut menerima uang.

Dari catatan

Secara terpisah, penasihat hukum Angelina, Teuku Nasrullah, mengatakan, soal aliran dana ke kliennya tersebut hanya bersumber dari catatan Mindo dan Yulianis. Nasrullah mengungkapkan, dia bisa membuktikan di pengadilan nanti bahwa tak benar adanya aliran dana ke Angelina.

”Nanti di pengadilan akan saya buktikan bahwa itu hanya catatan Mindo dan Yulianis. Catatan mereka itu kan banyak tidak benarnya. Bahkan itu diakui sendiri oleh Nazaruddin,” katanya.

Nasrullah juga membantah bahwa Angelina merupakan pengepul dana yang dia peroleh dari Grup Permai, untuk selanjutnya ditransfer kepada sejumlah politikus. ”Tidak benar itu. Kami bantah. Itu hanya tudingan-tudingan Nazaruddin yang tidak ada buktinya,” kata Nasrullah.

Terkait dengan peran Jeffrey yang dalam persidangan disebut Yulianis meneleponnya dan meminta uang sebesar Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar, Nasrullah mengatakan, kliennya mengenal Jeffrey sebagai wartawan yang mempromosikan buku tentang Angelina.

”Bu Angie tidak kenal Jeffrey yang disebut menerima uang. Tidak ada itu. Kalau Jeffrey yang dikenal klien saya, yang mempromosikan buku tentang Bu Angie,” kata Nasrullah.

Pada persidangan kasus dugaan suap wisma atlet dengan terdakwa Nazaruddin, dalam kesaksiannya Yulianis mengaku pernah ditelepon Jeffrey. Menurut Yulianis, dari cerita Mindo, Jeffrey adalah anggota staf Angelina untuk menerima uang sebesar Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar.

Informasi yang diperoleh Kompas menyebutkan bahwa Jeffrey yang diperiksa KPK pada Kamis kemarin inilah yang selama ini dicari KPK. Jeffrey tercatat sudah lebih dari sekali diperiksa KPK.

Pada pemeriksaan pertama, Jeffrey mengaku tak pernah menerima uang dari Angelina. Padahal, berdasarkan catatan yang dimiliki KPK, dia tercatat menerima transfer uang dari Angelina sebanyak tiga kali, jumlahnya puluhan juta rupiah. KPK mencocokkan foto Jeffrey dan mengonfirmasikannya ke Angelina bahwa dia orang yang selama ini dicari KPK.

Tak kenal Mindo

Seusai diperiksa KPK kemarin, Jeffrey membantah menerima uang dari Angelina dan menampung uang dari Grup Permai untuk politikus Partai Demokrat tersebut. Jeffrey mengatakan, dia memang punya hubungan dengan Angelina dan pernah bertugas di DPR, tetapi dia tidak mengenal Mindo ataupun Yulianis.

”Mungkin Jeffrey yang lain (yang menerima uang dari Angelina dan menampung uang dari Grup Permai untuk Angelina). Saya juga wartawan dan melakukan investigasi. Yang saya dengar, Jefri ini nama lengkapnya Jefri Limbad,” kata Jeffrey.

Sementara itu, seusai diperiksa KPK, Nazaruddin mengakui bahwa Angelina adalah koordinator Badan Anggaran (Banggar) di Komisi X DPR yang membahas anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk 16 universitas negeri.

”Kalau untuk dana pendidikan, yang mengelola koordinator Banggar dari Komisi X, itu Angie. Tapi bukan dia sendiri. Banyak orang lain yang juga mengelola,” katanya. (BIL)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: