KPPU Minta AirAsia Sampaikan Notifikasi Akuisisi Batavia Air


Selasa,31 Juli 2012
AirAsia Ikuti Aturan
KPPU Minta AirAsia Sampaikan Notifikasi Akuisisi Batavia Air

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tadjuddin Noer Said memberikan keterangan kepada wartawan menyikapi kenaikan harga kedelai dan akuisisi Batavia Air oleh AirAsia di Jakarta, Senin (30/7). Terkait akuisisi Batavia Air, KPPU mendorong AirAsia untuk melakukan notifikasi tentang akuisisi yang dilakukan terhadap Batavia Air dalam 30 hari kerja sejak akuisisi terjadi.

Jakarta, Kompas – AirAsia memastikan pengambilalihan saham maskapai Batavia Air oleh AirAsia Bhd dan PT Fersindo Nusaperkasa dikerjakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. AirAsia memastikan berbisnis berdasarkan pada regulasi.

”Akuisisi masih dalam proses,” kata Presiden Direktur Indonesia AirAsia (IAA) Dharmadi kepada Kompas, Senin (30/7), tentang perkembangan pengambilalihan saham Batavia Air.

Senin siang, di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said menyarankan notifikasi akuisisi Batavia Air oleh AirAsia. Sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, diatur notifikasi tentang akuisisi dijalankan dalam 30 hari kerja sejak akuisisi terjadi secara efektif.

Namun, jangankan sekadar notifikasi, Dharmadi mengatakan, ”Sebelum itu (akuisisi berakhir), kita (AirAsia) dapat juga konsultasi dengan KPPU.” Intinya supaya proses akuisisi tidak melanggar peraturan yang berlaku di Indonesia.

Dharmadi menambahkan, kalau dari sisi PT Fersindo Nusaperkasa—dalam kapasitas investor penanaman modal dalam negeri—dipastikan pelaporan dilakukan dalam 30 hari kerja. ”Setelah akuisisi selesai pasti dilaporkan,” ujar dia.

Akuisisi atas saham Batavia Air akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap I akuisisi 76,95 persen saham yang akan dikerjakan tahun ini. Tahap II terhadap 23,05 persen saham yang ditargetkan selesai pada triwulan II-2013. Nilai total akuisisinya mencapai 80 juta dollar AS atau sekitar Rp 720 miliar.

”Lebih baik apabila notifikasi dilakukan setelah akuisisi tahap I dan tahap II,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum KPPU Ahmad Junaedi. Dia menambahkan, ”Makin cepat diketahui dampak akuisisi bagi masyarakat akan lebih baik,” kata dia.

Sebagaimana dikatakan Chief Executive Officer Group AirAsia Tony Fernandes, Kamis pekan lalu, ”bersatunya” AirAsia Indonesia dan Batavia Air tidak akan merebut pangsa pasar maskapai lain. ”Kami justru mengembangkan pasar. Juga mendatangkan lebih banyak turis ke Indonesia,” kata dia.

Penilaian akuisisi oleh KPPU, kata Tadjuddin, tidak terkait status hukum pelaku usaha, asing atau domestik. Akan tetapi, lebih kepada konsentrasi pasar berdasarkan Indeks Hirschman-Herfindahl. Justifikasi dan dampaknya akan dikaji dari empat parameter. Keempat parameter itu adalah menyebabkan hambatan pada pesaing, menghilangkan efisiensi usaha, ternyata tidak benar-benar dibutuhkan untuk menghindari pailit, dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat.

Izin otoritas

Pengamat pasar modal, Yanuar Rizky, berpendapat, isu lisensi operator dan perpindahan kepemilikan saham pengendali itu harus memperoleh izin Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dari sisi persaingan usaha, KPPU akan melihat apakah terjadi penguasaan pangsa pasar mayoritas oleh dua operator atau tidak.

”Kalau tidak dapat izin, maka tidak dapat terjadi pengalihan saham. Ini persis seperti kasus DBS-Danamon di industri perbankan. Bukan karena aturan di sahamnya, tapi aturan industrinya yang mengatur tentang kepemilikan saham di industrinya,” kata Yanuar.

Menurut Yanuar, KPPU bakal melihat perihal ada tidaknya unsur kartel dalam proses itu. Dasar pemberian lisensi itu sekaligus menyangkut proteksi, lokal versus asing, dan atau menghindari pangsa pasar dikuasai oleh operator terafiliasi. ”Jadi, salahnya belum mengurus izin ke Kemenhub sudah berbicara ke khalayak umum. Itu salah secara prosedural,” kata dia.

Yanuar bahkan menengarai, ini menjadi upaya atau modus pihak-pihak yang terlibat di dalamnya untuk mencari keuntungan dari perbankan dan pasar modal. (RYO/BEN)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: