Batu bara : Perusahaan di Kalsel Masih Kurangi Produksi


 

 
Pesta batu bara usai..

 

Rabu,
29 Agustus 2012
 

 

BATUBARA

 

 

BANJARMASIN, KOMPAS – Langkah sejumlah perusahaan batubara di Kalimantan Selatan mengurangi produksi diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Hal ini disebabkan lesunya permintaan batubara di pasaran internasional yang terjadi sejak akhir 2011 belum juga membaik.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Heryozani Dharma mengatakan, tahun 2011, produksi batubara di Kalsel mencapai 138,78 juta ton. Dari angka tersebut, yang terjual, termasuk ke pasar internasional, mencapai 123,84 juta ton.

”Kami belum tahu pasti jumlah produksi selama 2012, tetapi diperkirakan turun dibandingkan dengan 2011. Yang jelas, sejumlah perusahaan mengurangi produksi sebagai dampak kondisi di luar negeri. Kami berharap produksi kembali membaik,” ujar Heryozani pada acara pembinaan terhadap perusahaan batubara, Selasa (28/8), di Banjarmasin.

Saat ini terdapat 2 perusahaan batubara di Kalsel yang memegang izin kontrak karya, 19 (3 di antaranya masih penyelidikan dan eksplorasi) pemegang izin perjanjian kontrak pertambangan batubara, serta 667 (273 eksplorasi dan 394 eksploitasi) pemegang izin usaha pertambangan (IUP). Perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, seperti Kota Baru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

Menurut Heryozani, krisis yang terjadi di Eropa berimbas ke Asia dan Amerika. Industri di sana banyak yang mengalami penurunan produksi sehingga kebutuhan batubaranya berkurang. China dan India, yang sebelumnya mendatangkan banyak batubara dari Indonesia, kini sudah bisa mencukupi kebutuhan sendiri.

”Sementara daya tahan batubara Kalsel di udara hanya 21 hari. Low range punya kita mayoritas jenis ini. Akhirnya, pengusaha membiarkan batubaranya berada di dalam tanah dahulu sembari menunggu kondisi membaik,” ucapnya.

Soal penurunan produksi dibenarkan Johansyah dari bagian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Bumi Rantau Energi. Menurut dia, perusahaan secara otomatis mengurangi produksi batubara karena semua tergantung pada permintaan. Sayangnya, saat ini Johansyah belum bisa menginformasikan angka penurunan produksi perusahaannya.

”Kita tidak bisa terlepas dari kondisi global. Terasa sekali dari sisi produksi karena penurunan permintaan arahnya ke produksi. Meski pemegang IUP (bukan perusahaan besar), kami juga ikut terimbas,” ujarnya. (WER)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: