Archive for September, 2012

September 30, 2012

Perjalanan Dinas PNS Rp 21 Triliun, Hatta: Harusnya Dipotong 50%

Perjalanan Dinas PNS Rp 21 Triliun, Hatta: Harusnya Dipotong 50%
Ramdhania El Hida – detikfinance
Minggu, 30/09/2012 18:18 WIB

Jakarta – Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai masih banyak ruang untuk menghemat anggaran perjalanan dinas yang pada tahun depan dialokasikan sebesar Rp 21 triliun. Hal ini berbeda dengan kesepakatan pemerintah dan DPR RI yang berencana memotong anggaran tersebut hanya 10 persen dari yang telah dialokasikan.

“Sepuluh persen itu masih belum maksimal, masih banyak yang bisa dihemat, kalau saya 50 persen,” ujar Hatta saat ditemui di Peresmian STEBANK Islam Sjafruddin Prawiranegara, Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan pihak pemerintah dan DPR-RI telah sepakat untuk memotong anggaran perjalanan dinas pemerintah. Anggaran perjalanan dinas yang telah dicantumkan dalam RAPBN 2013 sebesar Rp 21 triliun.

“Saya rasa itu sudah merupakan kesepahaman, kita di sidang kabinet sudah mendapatkan arahan dari bapak presiden untuk memotong perjalanan dinas. Didalam pembahasan dengan DPR rupanya DPR juga sama merekomendasikan hal yang sama,” ujar Agus Marto di DPR, beberapa waktu lalu.

Besarnya pemotongan anggaran perjalanan dinas tersebut, lanjut Agus Marto, diperkirakan sekitar 10% dari yang dialokasikan saat ini, yaitu sebesar Rp 21 triliun atau hanya sekitar Rp 2,1 triliun saja, meski sebelumnya ada usulan pemotongan hingga Rp 6-8 triliun atau 40%.

“Saya kira ada di kisaran 10%,” tegasnya.

(nia/dru)

Advertisements
September 30, 2012

Dibuka 5.000 Lowongan untuk Urus Peternakan Sapi RNI

detikFinance Industri
Dibuka 5.000 Lowongan untuk Urus Peternakan Sapi RNI
Zulfi Suhendra – detikfinance
Sabtu, 29/09/2012 15:46 WIB

Indramayu – PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tengah mengembangkan bisnis ternak sapi. Rencananya, perusahaan akan merekrut 5.000 masyarakat tak mampu untuk mengelola sebanyak 150 ribu sapi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro saat ditemui detikFinance di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (29/9/12).

“Warga miskin kita adopsi untuk mengelola sapi, sekitar 5.000 orang warga miskin menurut kriteria pemerintah, ada syarat-syaratnya,” ungkap Ismed.

Seperti diketahui, ruang lingkup bisnis RNI sedang merambah ke peternakan sapi. Diperkirakan total invetasi untuk peternakan ini mencapai Rp 1 triliun lebih yang berasal dari dana internal dan pinjaman bank dalam negeri.

“Investasinya kira-kira Rp 1 triliun untuk sapi dan juga termasuk pakan, instalasi kandang dan perawatannya. 40% dana internal, 60% dari Bank BRI dan BNI,” tambahnya.

Ismed mengatakan, perusahaan tergerak untuk berpartisipasi mewujudkan swasembada daging sapi dan menekan angka impor daging sapi.

“Ini bukan proyek merugi, ini hitungan bisnis, tapi yang paling penting agar kita bisa mengurangi ketergantungan impor, kalkulasi bisnis menjadi mutlak,” paparnya.

Dengan begitu, Ismed menargetkan, perusahaan bisa memasok sebanyak 100 ribu sapi ke pasar dalam negeri khususnya Jabodetabek dan Jawa Barat di periode 2013-2014.

“Kita targetkan keluar 100 ribu ekor sapi,” pungkasnya.

September 30, 2012

Indonesia Miliki 7.000 Badan Publik

Minggu,
30 September 2012
AKSES INFORMASI
Indonesia Miliki 7.000 Badan Publik
Jakarta, Kompas – Indonesia memiliki sekitar 7.000 badan publik, baik berbentuk lembaga negara maupun lembaga swadaya masyarakat. Badan publik adalah institusi yang dibiayai oleh negara atau memanfaatkan dana bantuan dari luar negeri.

”Namun, hingga sekarang Komisi Informasi baru bisa memantau 120 badan publik,” kata Abdul Rahman Ma’mun, Ketua Komisi Informasi Pusat, Jumat (28/9), dalam acara diskusi publik Manfaat Keterbukaan bagi Badan Publik dan Masyarakat.

Komisi Informasi sebagai lembaga independen bertugas untuk mendorong dan membantu masyarakat mendapatkan akses informasi seluas-luasnya dari badan publik. Selain itu, badan ini juga membantu menyelesaikan konflik jika masyarakat sulit mendapatkan informasi.

”Masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan informasi yang diinginkan bisa meminta bantuan Komisi Informasi agar informasi itu bisa diperoleh,” kata Ma’mun.

Keterbukaan informasi pada badan publik ini diatur melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Dalam UU ini diamanatkan bahwa masyarakat memiliki hak mendapatkan seluruh informasi yang dimiliki badan publik. Badan publik memiliki kewajiban membuka akses informasi tanpa harus diminta masyarakat. Tujuan didirikannya Komisi Informasi ini agar kepercayaan masyarakat terhadap badan publik meningkat.

Dyah Paramita, peneliti di bidang lingkungan, pernah bersengketa dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena kesulitan mendapatkan data. Setelah dimediasi Komisi Informasi Pusat, akhirnya data itu diperoleh. ”Namun, butuh waktu lebih dari tiga bulan untuk mendapatkan data,” ujarnya. (IND)

September 30, 2012

Proyek BUMN Harus Diawasi Bersama

Minggu,
30 September 2012
INFRASTRUKTUR
Proyek BUMN Harus Diawasi Bersama
Jakarta, Kompas – Langkah badan usaha milik negara menjadi lokomotif pembangunan infrastruktur sangat diapresiasi. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut sebaiknya diawasi bersama-sama supaya tidak merugikan masyarakat.

”Apabila biaya proyek digelembungkan, ketika infrastruktur terbangun, nanti masyarakat pengguna infrastruktur yang menanggungnya dalam bentuk tarif mahal,” kata ahli transportasi dari Universitas Trisakti, Jakarta, Fransiskus Trisbiantara, Jumat (28/9), di Jakarta.

Trisbiantara menambahkan, penggembungan biaya proyek itu tidak sekadar merugikan negara, tetapi juga warga pengguna. Kerugiannya juga akan dialami dalam jangka panjang.

Kini proyek-proyek infrastruktur skala besar di Indonesia memang dikerjakan badan usaha milik negara (BUMN). Sebagai contoh, Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dibangun PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dengan dana sekitar Rp 22 triliun. Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Bali, dibangun PT Jasa Marga (Persero) dan tiga BUMN lain. Kementerian BUMN juga telah meminta PT Hutama Karya segera membangun jalan tol di Sumatera. Hal ini sejalan dengan rekomendasi The Korea Transport Institute yang mengusulkan pemerintah membangun jalan tol tersebut lalu menjualnya ke swasta.

”Cara paling sederhana adalah membandingkan biaya konstruksi di Indonesia dengan biaya konstruksi di region ini. Misalnya, kita bandingkan dengan biaya konstruksi di Malaysia dan Singapura,” ujar Trisbiantara.

Ketika peran BUMN didorong, kata Trisbiantara, sebaiknya pemerintah segera membenahi diri. ”Dalam sektor jalan tol, tolong regulasi pembebasan lahan benar-benar dibenahi sehingga swasta juga tertarik membangun,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur Public Private Partnership Indonesia Windhu Hidranto Sudjono mengatakan, dalam kondisi darurat infrastruktur seperti sekarang, sudah tepat menyerahkan pembangunan infrastruktur kepada BUMN. ”Menugaskan BUMN karya untuk membangun infrastruktur kemudian meminta swasta mengoperasikan dan maintenance (memelihara) merupakan langkah maju. Jadi, kerja sama dengan swasta dikerjakan di tahap akhir proyek,” kata Windhu.

Akan tetapi, Windhu tetap mengharapkan peran swasta pada saatnya dapat ditingkatkan dalam pembangunan infrastruktur. Hal itu karena kebutuhan infrastruktur yang begitu tinggi tidak akan mampu hanya dipenuhi oleh BUMN. ”Harus diakui, prediksi permintaan kita terhadap infrastruktur meleset. Pelabuhan dan bandara, misalnya, kini penuh sesak,” kata Trisbiantara.

(RYO)

September 28, 2012

WASKITA KARYA: 50% Dana IPO Untuk Proyek Properti & Real Estate

WASKITA KARYA: 50% Dana IPO Untuk Proyek Properti & Real Estate
Gita A. Cakti
Jum’at, 28 September 2012 | 22:03 WIB

JAKARTA: PT Waskita Karya akan mengalokasikan 50% dana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) untuk pengembangan proyek properti dan real estate.

Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan perseroan berencana melepas 35% saham ke publik pada Desember 2012. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan mendapat dana sekitar Rp1 triliun.

Dana tersebut, lanjut dia, akan digunakan paling besar untuk proyek properti dan real estate sekitar 40%–50% atau Rp400 miliar—Rp500 miliar.

Selanjutnya untuk proyek pembangunan jalan tol sekitar 30%–40% atau Rp300 miliar—Rp400 miliar, dan sisanya 10% atau Rp100 miliar untuk pembangunan pabrik beton precast.

“Kami baru saja melakukan mini expose kepada BEI untuk rencana IPO. Kami paparkan target pengembangan kedepan serta penggunaan dananya. Paling besar kami akan pakai untuk properti dan real estate, sisanya untuk pabrik beton serta toll road,” ujarnya Jumat (28/9).

Dia menjelaskan pabrik beton tersebut sudah mulai di bangun di Bali. Pada tahap awal, kapasitas produksi pabrik itu sekitar 200.000 ton. Adapun kapasitas penuh ditargetkan berada pada kisaran 450.000 ton.

Saat ini, Choliq mengatakan pihaknya masih menunggu keluarnya peraturan pemerintah (PP) terkait perubahan status perseroan menjadi BUMN. Diharapkan PP tersebut akan keluar pada pekan depan.(msb)

September 28, 2012

BUMN RNI Siap Masuk Bisnis Grosir dan Minimarket di 2013

BUMN RNI Siap Masuk Bisnis Grosir dan Minimarket di 2013
Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Kamis, 27/09/2012 16:38 WIB

Jakarta – PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan memperluas lini ke bisnis supermarket dan minimarket.

BUMN yang memiliki lini usaha pembuatan kondom terbesar di Asia Tenggara ini, pada Januari 2013 siap meluncurkan 1 unit gerai Rajawali Grosir dan 4 unit gerai Rajawali Mart atau minimarket.

Dirut RNI Ismed Hasan Putro mengaku, konsep Rajawali Grosir akan menjual semua kebutuhan pokok, obat-obatan dan perlengkapan rumah tangga kepada pedagang besar dan toko untuk dijual kembali.

“Sedangkan Rajawali Mart akan menjual minyak goreng, gula, daging sapi, mie instan dan segala kebutuhan pokok sehari-hari kepada konsumen langsung,” kata Ismed kepada detikFinance, Kamis (27/9/2012).

Nantinya, Rajawali Grosir dan Rajawali Mart akan dikelola langsung oleh Rajawali Nusindo, anak usaha RNI. “Ini akan dikelola oleh Rajawali Nusindo yang telah berpengalaman dan memiliki perwakilan di 42 kota,” imbuhnya.

Seperti diketahui RNI Holding memiliki beberapa anak usaha, mulai dari pabrik gula,perkebunan tebu, perkebunan sawit hingga produsen pembuat kondom. BUMN ini juga pernah ditugaskan mengimpor gula kristal putih (GKP).

September 28, 2012

INFRASTRUKTUR Menuju Harapan Baru

Semoga… terlaksana harapan baru ini

Jumat,28 September 2012
INFRASTRUKTUR
Menuju Harapan Baru
DIDIE SW
Kondisi pembangunan yang tidak merata di seluruh Indonesia salah satunya disebabkan oleh tidak meratanya infrastruktur yang tersedia. Pemerintah berulang kali memberikan pernyataan infrastruktur sulit dibangun karena dana yang terbatas, pembebasan lahan sulit, dan aturan hukum tak mendukung.

Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, di Washington DC, Amerika Serikat, mengungkapkan alasan lain. Dia mengatakan, sering terjadi kebuntuan dalam mengambil keputusan karena birokrat selalu mengacu pada undang-undang atau peraturan. Padahal, peraturan itu sering kali sudah ketinggalan zaman, tidak cocok dengan kondisi yang ada.

Hatta mengakui, segelintir orang yang sudah sangat lama menikmati kekuasaan berupaya keras tidak mau keluar dari zona aman mereka. ”Saya harus berterus terang, upaya mengeluarkan orang-orang ini dari zona aman mereka sangat sulit dan memakan waktu lama. Ini berbahaya dalam upaya memajukan Indonesia menuju negara yang kuat dan makmur,” kata Hatta, akhir pekan lalu.

Apa yang diungkapkan Hatta ini tentu saja menjawab apa yang selama ini terjadi pada birokrasi yang ada. Persoalan yang dihadapi, seperti anggaran minim atau medan yang sulit, seharusnya tidak dilihat sebagai kendala. Persoalan yang ada harus dilihat sebagai tantangan untuk dipecahkan.

Demikian juga dengan rencana pembangunan jalan tol di Sumatera, Jawa, dan Bali. Setidaknya ada 20 rencana jalan tol sejak tahun 2008 yang belum terwujud. Alasannya, BUMN yang ada harus memikirkan keuntungan bagi pemegang sahamnya. Demikian juga pihak swasta. Mereka harus memperhitungkan keuntungan dari investasi yang ditanamkan.

Untuk mengatasi masalah itu, Kementerian BUMN kini menunjuk PT Hutama Karya (Persero) untuk terjun ke jalan tol. Jadi, kementerian menunjuk perusahaan lain, selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk terjun di jalan tol. Perusahaan yang sepenuhnya milik pemerintah dan modal dari pemerintah sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak bisa.

Proyek pertama PT Hutama Karya adalah trans-Sumatera yang panjangnya 1.580 kilometer. Awal tahun 2013 proyek diharapkan sudah bisa dilaksanakan dan pada Maret 2013 pemancangan tiang pertama bisa dilakukan.

Apabila proyek ini selesai, jalan tol ini bisa dijual ke pihak swasta untuk pengoperasiannya. Ini tentu dengan harga yang sudah termasuk keuntungan bagi PT Hutama Karya. Hasil penjualan jalan tol ini nantinya dipakai untuk pembangunan jalan tol lain.

Dengan cara seperti ini, pembangunan jalan tol tidak akan tertunda-tunda lagi. Kemajuan bagi daerah-daerah yang dilewati jalan tol juga akan semakin cepat. Rakyat pun diharapkan akan menjadi makmur.

Sebenarnya di sinilah inti dari tugas sebenarnya pemerintah, yakni mampu mendorong kemajuan bagi rakyatnya dengan semua kebijakan yang prorakyat tanpa melihat masalah sebagai kendala. (M Clara Wresti)

September 28, 2012

Pelindo II Gandeng Microsoft Bikin Sistem Pelabuhan Terbesar di Dunia

Lho bukannya Pelindo sudah menggandeng Telkom Sigma untuk implentasi sistem layanan..??
Microsoft untuk layanan pelabuhan ??? Yang bener aja.. KPK harus memeriksa deal ini..

Pelindo II Gandeng Microsoft Bikin Sistem Pelabuhan Terbesar di Dunia
Wahyu Daniel – detikfinance
Kamis, 27/09/2012 20:35 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menggandeng SOGET dan Microsoft untuk mengimplementasikan layanan sistem pelabuhan atau Port Community System terbesar di dunia.

Sistem ini akan dijalankan di Jakarta, dan selanjutnya di pelabuhan lain di Indonesia. Sistem SOGET PCS merupakan sistem layanan port clearance dasar yang meliputi surat izin kelaikan berlayar, surat izin kesehatan kapal, surat bebas karantina, entry/exit permit, serta izin untuk sebuah kapal bersandar atau berlayar.

Indonesia dengan jumlah 111 pelabuhan komersial dan 614 pelabuhan non komersial membutuhkan sistem ini sehingga kegiatan logistik bisa berjalan dengan cepat. Sistem ini bisa mengefisiensikan rantai logistik nasional dengan mudah.

“Penerapan sistem ini akan memperkuat dan mengakselerasi implementasi Inaportnet (Indonesia Port Net System) yang merupakan elemen vital dalam mendukung konektivitas domestik dan internasional Indonesia. Penguatan konektivitas ini akan meningkatkan kinerja logistik dan daya saing Indonesia,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam siaran pers yang dikutip, Kamis (27/9/2012).

Sementara Direktur Utama Pelindo II yang juga merupakan operator Pelabuhan Tanjung Priok yaitu RJ Lino mengatakan, dengan sistem ini maka standar keamanan dan fasilitas di pelabuhan Indonesia bakal meningkat.

SOGET bekerjasama dengan Microsoft, menyediakan sistem pelabuhan satu pintu yang mamastikan operasional pelabuhan bakal efisien.

Rencananya sistem ini akan diimplementasikan secara penuh pada Oktober 2013. Pemasangan sistem ini akan dilakukan mulai minggu pertama Oktober 2012.

September 27, 2012

Mantan Pejabat Intel dan Yahoo Jadi Direktur Mandala Airlines

Mantan Pejabat Intel dan Yahoo Jadi Direktur Mandala Airlines
Wahyu Daniel – detikfinance
Kamis, 27/09/2012 18:57 WIB

Jakarta – Maskapai penerbangan nasional PT Mandala Airlines menunjuk direktur komersial baru yaitu Brata Rafly. Sebelumnya Brata pernah bekerja sebagai Director Sales and Chief Representative untuk Indonesia Timur di Intel Corporation dan juga Country Sales Director di Yahoo! Indonesia.

Brata efektif sebagai Direktur Komersial Mandala mulai 27 September 2012. Pria ini berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang sales dan marketing dari perusahaan multinasional baik di tingkat lokal maupun global.

“Saya sangat senang dan bangga dapat bergabung dengan perusahaan penerbangan nasional seperti Mandala, yang telah kembali mengepakkan sayapnya di industri penerbangan Indonesia. Didukung oleh pemegang saham dengan standar internasional yang mengedepankan keamanan, reliabilitas dan ketepatan waktu seperti Tiger Airways, dikombinasikan dengan salah satu perusahaan investasi terkemuka di Indonesia, Saratoga Capital, saya percaya Mandala dapat mewarnai langit Indonesia dan regional dengan keceriaan warna stripes Mandala,” ujar Brata dalam siaran pers, Kamis (27/9/2012).

Pada enam bulan pertamanya, Mandala telah melakukan ekspansi secara agresif. Salah satunya adalah membuka empat rute baru di Desember serta menambah jumlah armadanya dengan sebuah Airbus A320 yang baru.

“Kami yakin kehadiran Brata akan memberikan nilai lebih bagi perusahaan di tengah ekspansi agresif kami tahun ini. Brata memiliki bakat, kemampuan serta pengalaman yang dapat memaksimalkan pelayanan Mandala bagi penumpang setia kami, sekaligus meningkatkan bisnis perusahaan. Kami percaya perkenalan Brata dengan tim Mandala dapat melahirkan ide-ide fantastis dan inovatif untuk mengembangkan kinerja perusahaan,” kata Presiden Direktur Mandala Airlines Paul Rombeek.

Sejak revitalisasi perusahaan di awal 2012, di bawah arahan manajemen baru Saratoga Group dan Tiger Airways, Mandala saat ini beroperasi antara Jakarta–Medan; Medan–Singapura; Jakarta–Kuala Lumpur dan Jakarta-Bangkok. Mulai Desember mendatang, Mandala akan membuka rute baru untuk Jakarta-Padang, Denpasar-Surabaya, Padang-Singapura, dan Denpasar-Singapura.

September 27, 2012

Media terkemuka Rusia promosikan tujuan wisata Indonesia

Media terkemuka Rusia promosikan tujuan wisata Indonesia

Rabu, 26 September 2012 05:54 WIB | 1409 Views

Melihat satu kali lebih baik daripada mendengar seribu kali”,

Berita Terkait

Bersepeda sampai ke China
Putri Pariwisata Indonesia populerkan Laut Olele
Pangeran Panji Asmorobangun tebar pesona di Rusia
KBRI di Moskow rayakan dua kemenangan
Firmanzah: BUMN sulit jadi sapi perah parpol

Galeri Terkait
Promosi Pariwisata Papua
Promosi Pariwisata Papua
Duta Wisata 2011
Duta Wisata 2011

Mana penerbangan langsung ke Moskow ??

London (ANTARA News) – Sebanyak tiga wartawan dari tiga media terkemuka Rusia mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) mengunjungi berbagai daerah tujuan wisata Indonesia sebagai langkah untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui artikel yang dipublikasikan di media Rusia.

Ketiga wartawan tersebut adalah Leonid Perskiy dari Kantor Berita Interfax, Irina Nekhoroskina dari Kantor Berita Ria Novosti dan Andrey Grechannik dari Surat Kabar Komsomolskaya Pravda, kata Sekretaris Dua KBRI Moskow, Enjay Diana kepada ANTARA London, Rabu.

Dubes Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun dalam pertemuan dengan para wartawan di ruang kerjanya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kantor berita dan media Rusia yang mengirimkan wartawannya kegiatan Famtrip.

Dubes berharap dengan program Famtrip ini akan lebih banyak berita dan informasi mengenai daerah-daerah tujuan wisata Indonesia yang dimuat di media Rusia dan dibaca oleh calon wisatawan Rusia.

Dikatakannya program ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melihat secara langsung potensi-potensi pariwisata Indonesia.

“Melihat satu kali lebih baik daripada mendengar seribu kali,” ujar Dubes Djauhari Oratmangun setelah menceritakan sekilas tentang keindahan pantai dan obyek wisata di Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Lombok yang akan dikunjungi.

Menurut Djauhari Oratmangun, selain menikmati keindahan alam dan iklim tropis di Indonesia untuk nantinya dapat disampaikan kepada pembaca di seluruh wilayah Rusia, kunjungan ini dapat dimanfaatkan pula untuk menikmati wisata kuliner Indonesia.

Keindahan laut Indonesia

Irina Nekhoroskina dari Ria Novosti sangat antusias dengan program yang akan diselenggarakan termasuk rencananya untuk menikmati keindahan laut di Indonesia dan membuat foto-foto alam laut Indonesia.

Sementara itu, Leonid Perskiy mewakili wartawan lainnya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti program Famtrip.

“Kami berharap agar di tahun-tahun mendatang jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia akan terus meningkat mengingat besarnya potensi yang dimiliki Indonesia”, ujar Leonid Perskiy.

Program Famtrip untuk wartawan/travel writers Rusia ini merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan KBRI Moskow berlangsung tanggal 26 September hingga 3 Oktober dengan mengunjungi obyek-obyek wisata di Jakarta, Yogyakarta, Bali dan Lombok.

Untuk Program Famtrip kali ini tujuan wisata yang akan dikunjungi antara lain Kota Tua di Jakarta, Kraton Yogyakarta, menyaksikan sendratari Ramayana di Candi Prambanan, Candi Borobudur, Pura Taman Ayun, Danau Beratan dan Tanah Lot di Bali.

Di Lombok para wartawan akan dibawa menyaksikan keindahan Gili Trawangan, Desa Senaru dan Air terjun Sendanggile serta menyaksikan pembuatan tenun songket Lombok.

Pada tahun 2011 sebanyak 90.900 wisatawan Rusia berkunjung ke Indonesia atau meningkat 15 persen dari tahun 2010 yang tercatat sebanyak 79.100.

Berbagai program terus dilakukan oleh KBRI Moskow bekerjasama dengan instansi-instansi tekait di Indonesia untuk lebih meningkatkan arus wisatawan Rusia ke Indonesia, salah satunya dengan program Famtrip wartawan ini.

Diharapkan pada tahun 2012 ini wisatawan Rusia ke Indonesia melebihi 100 ribu orang, demikian harapan Dubes Djauhari Oratmangun.