Anjungan PHE-40 Siap Beroperasi


 

BUMN cap kuda laut ini memang luar biasa “malas” : usaha dan produksi ” sumberdaya alam (minyak bumi yang berlimpah dibiarkan digarap oleh asing. Konon sekarang Pertamina sudah agak rajin : “Kalau dibandingkan, sekarang gas minyak kita yang diproduksi perusahaan asing sekitar 74 persen. Pada masa lalu, lebih dari 90 persen diusahakan dan diproduksi perusahaan asing,” kata Gde. 
Rabu,12 September 2012
 

 

MIGAS

 

 

Kompas/Priyombodo
 

Anjungan lepas pantai PHE-40, yang telah diperbaiki dari kerusakan akibat ditabrak kapal barang pada Agustus 2010, siap dikirim ke lokasi blok West Madura Offshore di 70 mil lepas pantai Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (10/9).

Jakarta, Kompas – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore siap mengoperasikan lagi anjungan lepas pantai PHE-40. Langkah ini menyusul selesainya perbaikan anjungan tersebut, yang pada 11 Agustus 2010 miring 17,5 derajat karena ditabrak kapal barang di blok WMO, sekitar 70 mil lepas pantai Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Senin (10/9), anjungan yang sudah diperbaiki tersebut berada di atas tongkang dan siap dilayarkan dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju lokasi blok West Madura Offshore (WMO).

”Anjungan ini kami kerjakan dalam waktu lebih kurang enam bulan,” kata Presiden Direktur PT Adiguna SE Sasha Papadimitriou.

Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Salis Aprilian menuturkan, dibutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk melayarkan anjungan tersebut. ”Pembangunan di sana sekitar satu bulan sehingga pada awal November PHE-40 diharapkan sudah beroperasi,” katanya.

Salis menuturkan, pengoperasian anjungan PHE-40 tersebut akan menambah produksi PHE WMO 1.500-2.500 barrel per hari (bph).

Saat tertabrak kapal barang pada tahun 2010, produksi minyak anjungan PHE-40 sebesar 1.600 bph dan produksi gas sekitar 15 juta kaki kubik per hari.

Senior Executive Vice President and General Manager PHE WMO Imron Asjhari mengatakan, selain pemasangan anjungan PHE-40, rencananya akan dipasang pula tiga anjungan baru lain, yakni PHE-38B, PHE-39, dan PHE-54.

Selain itu, direncanakan juga pengeboran sumur-sumur baru, baik sumur eksplorasi maupun sumur pengembangan.

Sementara itu Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Gde Pradnyana mengatakan, pihaknya berharap langkah-langkah tersebut akan terus meningkatkan produksi minyak di blok WMO.

”Secara bertahap terlihat produksi WMO mulai meningkat, sebelumnya di bawah 10.000 bph dan sekarang mendekati 13.000 bph,” kata Gde.

Penuturan Gde, pada masa lalu (era UU Migas lama) ketika Pertamina menjadi pemegang hak kuasa tambang, Pertamina kelihatan lebih asyik menyerahkan kegiatan-kegiatan hulunya kepada perusahaan asing ketimbang ke perusahaan nasional.

”Kalau dibandingkan, sekarang gas minyak kita yang diproduksi perusahaan asing sekitar 74 persen. Pada masa lalu, lebih dari 90 persen diusahakan dan diproduksi perusahaan asing,” kata Gde. (C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: