APP Bidik PenjualanTisu Rp 3 Triliun


 

 

Investor daily 13 September

 

JAKARTA – Perusahaan Sinar Mas Group, Asia

Pulp & Paper Group (APP), menargetkan penjualan

tisu naik sekitar 33% mencapai Rp 3 triliun pada

2012 dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan

itu bakal didorong oleh peningkatan penjualan di

pasar domestik dan ekspor.

 

“Penjualan domestik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir

seiring membaiknya perekonomian.

 

Untuk pasar ekspor, fokus kami ke negara-negara Asia, karena konsumsinya

masih rendah dibandingkan Eropa,” ujar Direktur APP Suhendra

Wiriadinata di Jakarta, Rabu (12/9).

Dia mengatakan hal itu usai menghadiri acara penghargaan Indonesia’s

Women Brand Champion. Paseo,produk tisu APP, berhasil menggondol

penghargaan tersebut untuk kategori tisu.

 

Dia menjelaskan, sebanyak 30% penjualan tisu APP disumbangkan

dari pasar domestik dan sisanya pasar ekspor. Saat ini, ekspor APP mengarah

ke beberapa negara, antara lain Australia, Amerika Serikat, dan beberapa

negara Asean.

APP masuk bisnis tisu melalui dua unit usahanya, yakni PT Pindo Deli

Pulp & Paper Mills dan PT Univenus.Kapasitas terpasang pabrik tisu APP

mencapai 630 ribu ton per tahun, dengan tingkat pemanfaatan kapasitas

terpasang (utilisasi) rata-rata mencapai80-90%. Beberapa merek tisu keluaran

APP antara lain Paseo, Nice,Jolly, Toply, dan Livi.

 

Menurut Suhendra, pihaknya saat

ini masih mengkaji penambahan kapasitas

pabrik tisu. Namun dia belum

dapat memastikan, kapan rencana itu

akan dieksekusi.

“Untuk ekspansi, kami harus memperhitungkan

skema pendanaan dan kesiapan

bahan bakunya. Selain itu, harus

ada market yang menampung produksi.

Semua ini masih kami kaji,” papar dia.

APP merupakan unit usaha Sinar

Mas Group di sektor kertas dan bubur

kayu (pulp). Berdasarkan catatan Investor

Daily, APP menargetkan penjualan

tahun ini mencapai US$ 5,9-6,3 miliar

(Rp 59 triliun), tumbuh 5-10% dibandingkan

tahun lalu US$ 5,7 miliar.

Sementara itu, Suhendra menuturkan,

penghargaan Indonesia’s Women

Brand Champion untuk Paseo sangat

bermakna bagi APP. Ini menunjukkan

produk-produk APP berkualitas dan

menjadi pilihan konsumen. Indonesia’s

Women Brand Champion adalah penghargaan

yang diberikan sejak 2010

melalui studi komprehensif MarkPlus

Insight.

Rencana APP

Sementara itu, APP juga terus memperkuat

lini produksinya dengan rencana

pembangunan pabrik pulp baru

terintegrasi, yang akan dibangun di

Sumatera Selatan. Suhendra mengatakan,

pihaknya sedang me-review rencana

tersebut bersama dengan para

investor lain, tanpa mau menyebut kapasitas

produksi dan nilai investasinya.

“Rencana ini juga sejalan dengan program

hilirisasi industri dan Masterplan

Percepatan dan Perluasan Pembangunan

Ekonomi Indonesia (MP3EI)

yang diluncurkan oleh pemerintah, sehingga

diharapkan membuka lapangan

pekerjaan, berkontribusi terhadap pertumbuhan

ekonomi, dan kesejahteraan

masyarakat,” kata dia, belum lama ini.

Menurut dia, bagian penting dalam

proses review tersebut meliputi besaran

investasi pabrik yang memenuhi

skala ekonomis, pembiayaannya, ketersediaan

bahan baku yang lestari

dari hutan tanaman industri (HTI),

serta mempertimbangkan kondisi

pasar pulp dan kertas dunia.

Sedangkan Direktur Industri Hasil

Hutan dan Perkebunan Kementerian

Perindustrian (Kemenperin) Aryan

Wargadalam mengaku menerima laporan

bahwa APP berencana membangun

pabrik pulp berkapasitas 2 juta

ton di Sumatera Selatan. Total nilai investasinya

pun diperkirakan bisa mencapai

US$ 3 miliar (Rp 28,61 triliun).

“Nanti, itu baru menyusul dibuat

pabrik kertasnya. Kalau untuk produksi

1 ton pulp butuh dana US$ 1.500, tinggal

dikalikan saja untuk mengetahui

nilai investasinya,” ujar Aryan.

Suhendra melanjutkan, saat ini, kapasitas

produksi pulp dan kertas yang dimiliki

APP mencapai 9,2 juta ton per tahun.

Sedangkan khusus kapasitas produksi

pulp sebesar 3,3 juta ton per tahun.

Produksi pulp perseroan sebagian

digunakan untuk memproduksi kertas

sendiri, termasuk tisu dan sebagian

lagi diekspor. Sementara itu, produksi

kertas APP sebesar 40% dipasarkan

di dalam negeri dan 60% diekspor.

Perusahaan ini menguasai pangsa pasar

kertas terbesar sekitar 65% di Asia,

dengan negara tujuan ekspor ke Tiongkok,

Jepang dan Asean, Timur Tengah,

dan Afrika 15%, Amerika 10%, Eropa

7%, dan Australia 3%.

Suhendra menuturkan, APP mengkaji

ekspansi pabrik pulp di Sumatera

Selatan juga karena mempertimbangkan

potensi pasar pulp dan kertas yang

cukup besar, baik pasar domestik maupun

ekspor.

Selama ini, semua produksi pulp

yang dihasilkan pabrik perseroan hampir

100% terserap, baik untuk kebutuhan

domestik maupun ekspor. Keberadaan

pabrik baru akan memperkuat

lini produksi pulp, sekaligus

untuk memasok bahan baku untuk

enam pabrik pulp dan kertas yang bernaung

di bawah payung usaha APP.

Selain menjadi induk usaha PT Pindo

Deli Pulp & Paper Mills dan PT Univenus,

APP saat ini juga memiliki anak

usaha lain, yakni PT Indah Kiat Pulp &

Paper Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi

Kimia Tbk, PT Lontar Papyrus Pulp &

Paper Industries, dan PT Ekamas Fortuna.

(lm/eme)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: