INFRASTRUKTUR Menuju Harapan Baru


Semoga… terlaksana harapan baru ini

Jumat,28 September 2012
INFRASTRUKTUR
Menuju Harapan Baru
DIDIE SW
Kondisi pembangunan yang tidak merata di seluruh Indonesia salah satunya disebabkan oleh tidak meratanya infrastruktur yang tersedia. Pemerintah berulang kali memberikan pernyataan infrastruktur sulit dibangun karena dana yang terbatas, pembebasan lahan sulit, dan aturan hukum tak mendukung.

Namun, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, di Washington DC, Amerika Serikat, mengungkapkan alasan lain. Dia mengatakan, sering terjadi kebuntuan dalam mengambil keputusan karena birokrat selalu mengacu pada undang-undang atau peraturan. Padahal, peraturan itu sering kali sudah ketinggalan zaman, tidak cocok dengan kondisi yang ada.

Hatta mengakui, segelintir orang yang sudah sangat lama menikmati kekuasaan berupaya keras tidak mau keluar dari zona aman mereka. ”Saya harus berterus terang, upaya mengeluarkan orang-orang ini dari zona aman mereka sangat sulit dan memakan waktu lama. Ini berbahaya dalam upaya memajukan Indonesia menuju negara yang kuat dan makmur,” kata Hatta, akhir pekan lalu.

Apa yang diungkapkan Hatta ini tentu saja menjawab apa yang selama ini terjadi pada birokrasi yang ada. Persoalan yang dihadapi, seperti anggaran minim atau medan yang sulit, seharusnya tidak dilihat sebagai kendala. Persoalan yang ada harus dilihat sebagai tantangan untuk dipecahkan.

Demikian juga dengan rencana pembangunan jalan tol di Sumatera, Jawa, dan Bali. Setidaknya ada 20 rencana jalan tol sejak tahun 2008 yang belum terwujud. Alasannya, BUMN yang ada harus memikirkan keuntungan bagi pemegang sahamnya. Demikian juga pihak swasta. Mereka harus memperhitungkan keuntungan dari investasi yang ditanamkan.

Untuk mengatasi masalah itu, Kementerian BUMN kini menunjuk PT Hutama Karya (Persero) untuk terjun ke jalan tol. Jadi, kementerian menunjuk perusahaan lain, selain PT Jasa Marga (Persero) Tbk, untuk terjun di jalan tol. Perusahaan yang sepenuhnya milik pemerintah dan modal dari pemerintah sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak bisa.

Proyek pertama PT Hutama Karya adalah trans-Sumatera yang panjangnya 1.580 kilometer. Awal tahun 2013 proyek diharapkan sudah bisa dilaksanakan dan pada Maret 2013 pemancangan tiang pertama bisa dilakukan.

Apabila proyek ini selesai, jalan tol ini bisa dijual ke pihak swasta untuk pengoperasiannya. Ini tentu dengan harga yang sudah termasuk keuntungan bagi PT Hutama Karya. Hasil penjualan jalan tol ini nantinya dipakai untuk pembangunan jalan tol lain.

Dengan cara seperti ini, pembangunan jalan tol tidak akan tertunda-tunda lagi. Kemajuan bagi daerah-daerah yang dilewati jalan tol juga akan semakin cepat. Rakyat pun diharapkan akan menjadi makmur.

Sebenarnya di sinilah inti dari tugas sebenarnya pemerintah, yakni mampu mendorong kemajuan bagi rakyatnya dengan semua kebijakan yang prorakyat tanpa melihat masalah sebagai kendala. (M Clara Wresti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: