PT Semen Gresik Jadi Lokomotif


Senin,
15 Oktober 2012

BUMN

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan melihat foto Pabrik Tuban IV PT Semen Gresik yang baru diresmikannya, di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (13/10). Dengan tambahan produksi 3 juta ton per tahun dari Pabrik Tuban IV, total produksi PT Semen Gresik pada akhir 2012 mencapai 26 juta ton.

Tuban, Kompas – Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengharapkan PT Semen Gresik menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. PT Semen Gresik juga diharapkan menjadi badan usaha milik negara yang diandalkan di tingkat internasional. Dengan kapasitas terpasang 26 juta ton per tahun, PT Semen Gresik menjadi pabrik semen terbesar di Asia Tenggara mengalahkan Siam Cement Thailand.

Menurut Dahlan Iskan, dengan ekspansi besar-besaran, PT Semen Gresik diandalkan bisa menjadi penyangga kebutuhan pembangunan infrastruktur dan properti. ”Industri semen sangat strategis sehingga diharapkan PT Semen Gresik tidak hanya ekspansi dalam negeri, tetapi juga bisa dijagokan di tingkat internasional,” ujar Dahlan Iskan saat peresmian Pabrik Tuban IV PT Semen Gresik, di Tuban, Jawa Sabtu (13/10).

Dahlan memetakan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi tiga. Pertama, berperan memperkuat ketahanan nasional, yaitu BUMN bidang pangan dan pertahanan, termasuk senjata. Kategori kedua, BUMN yang menjadi lokomotif pertumbuhan. Kategori ketiga, BUMN disiapkan untuk ekspansi dan bersaing di tingkat dunia.

Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto menyatakan, Semen Gresik Group siap bersaing di pasar global. Saat ini ada upaya memperkuat kapasitas produksi termasuk dengan pembangunan Pabrik Tuban IV yang berkapasitas 3 juta ton per tahun.

Pabrik Tonasa V di Makasar, Sulawesi Selatan, juga berkapasitas 3 juta ton per tahun. ”Pembangunan pabrik baru di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatera Barat), juga dalam proses,” ujar Dwi.

Ia menyebutkan total investasi pembangunan Pabrik Tuban IV sebesar Rp 3,18 triliun, dengan melibatkan 3.900 tenaga kerja. Pabrik itu memulai produksi secara komersial sejak 1 Juli 2012. Bahkan sebagian mesin beroperasi sejak Januari 2012.

Menurut Dwi, dengan beroperasinya Pabrik Tuban IV dan Pabrik Tonasa V, kapasitas produksi Semen Gresik Group–yang meliputi PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik–mencapai 26 juta ton per tahun. Perseroan berusaha mempertahankan menguasai pasar domestik dengan membangun pabrik pengepakan (packing plant). Saat ini sudah ada 15 dari 29 pabrik pengepakan yang direncanakan.

Dwi juga menyebutkan pendapatan perseroan naik 170 persen dari Rp 6,07 triliun tahun 2004 menjadi 16,4 triliun pada 2011. Laba bersih meningkat dari Rp 509 miliar pada 2004 menjadi Rp 3,9 triliun pada 2011. (ACI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: