Transportasi Telan Rp 3,2 Triliun


Senin,
29 Oktober 2012

 

 

Dinas Perhubungan Butuh 3.000 Pegawai Baru

Jakarta, Kompas – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai merealisasikan rencana memperbaiki sektor transportasi untuk mengurai kemacetan. Eksekutif mengusulkan anggaran transportasi tahun 2013 sebesar Rp 3,2 triliun. Dana itu jauh lebih besar dari anggaran tahun lalu yang Rp 1,2 triliun.

Beberapa program yang menelan anggaran besar adalah pengadaan 1.000 bus sedang (25 kursi), pembelian 600 bus transjakarta, perekrutan 3.000 pegawai negeri sipil, dan pembangunan Koridor XIII bus transjakarta.

”Memang terjadi peningkatan anggaran yang luar biasa, seperti yang disampaikan Gubernur, tetapi ini demi pelayanan kepada masyarakat dalam bidang transportasi. Dari semua program itu, paling banyak terfokus pada bus transjakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Minggu (28/10), di Jakarta.

Setelah pembangunan Koridor XII bus transjakarta (Tanjung Priok-Pluit) diselesaikan, akan dilanjutkan dengan pembangunan Koridor XIII (Ciledug-Blok M), Koridor XIV (Kali Malang-Blok M), dan Koridor XV (Depok-Manggarai).

Awal tahun 2013, Pemprov DKI mulai membuat detail engineering design dan melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) Koridor XIII transjakarta. Desain dan amdal selanjutnya dipakai sebagai dasar lelang fisik pada Agustus sampai September 2013. Setelah itu, pembangunan fisik baru dimulai, yang kemudian dipercepat tahun 2014. Target penyelesaian pembangunan fisik Koridor XV bus transjakarta selesai tahun 2015.

”Kami usulkan alokasi anggarannya multy years dari 2013 hingga 2015. Tahun 2013, alokasi yang kami usulkan Rp 300 miliar, tahun 2014 sebanyak Rp 800 miliar, dan tahun 2015 senilai Rp 300 miliar,” katanya.

Tahun depan, halte transjakarta akan diperbaiki agar sesuai dengan bus gandeng. Selain itu, separator bus transjakarta ditinggikan jadi 50 sentimeter.

Pegawai baru

Eksekutif juga mengusulkan agar ada penambahan karyawan dinas perhubungan yang selama ini 600 orang bertambah 3.000 orang lagi. Sebanyak 2.500 orang akan ditempatkan di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Sebanyak 400 petugas lain bertugas di kantor dinas perhubungan (kantor pusat), sementara 50 orang bertugas di Kepulauan Seribu dan 50 orang lagi di Pelabuhan Muara Angke. ”Kami ingin meningkatkan pelayanan, jadi butuh pegawai lebih banyak,” katanya.

Pegawai baru itu akan bertugas menjaga sterilisasi jalur bus transjakarta, menertibkan perparkiran, menertibkan 3 in 1, menertibkan jalur pejalan kaki, dan menjaga kelancaran hari bebas kendaraan bermotor. ”Mereka akan bertugas dua shift, yakni pukul 06.00-14.00 dan pukul 14.00-22.00. Paling tidak persoalan transjakarta dapat diatasi dalam hal sterilisasi dan krisis armada,” katanya.

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta agar semua satuan kerja perangkat dinas membuat program yang efektif agar mudah pengawasan anggarannya.

Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Uchok Sky Khadafy menanggapi positif usulan itu. Ia mengingatkan agar berhati-hati menggunakan anggaran. Seperti rencana hibah bus ukuran sedang untuk badan usaha swasta yang diberikan eksekutif. Pola ini berpeluang muncul penyalahgunaan anggaran. Ia menyarankan, mekanisme hibah diberikan melalui kerja sama antara badan usaha pemerintah dan badan usaha swasta agar pertanggungjawaban keuangannya jelas.(NDY)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: