Penyertaan Modal Negara Jadi Modus Upeti BUMN


Anggota Dewan yang “terhormat” = tukang peras uang  negara & rakyat 

RABU, 31 OKTOBER 2012 | 13:49 WIB

 

 

TEMPO.COJakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan akan mengevaluasi kucuran penanaman modal negara (PMN) untuk sejumlah badan usaha milik negara pada 2013. “Ke depan saya tidak mau. Kalau mati, ya mati saja,” kata Dahlan, di kantornya, Rabu, 31 Oktober 2012.

Evaluasi Dahlan dilakukan menyusul adanya laporan bahwa sejumlah BUMN diminta menyetorkan upeti kepada anggota DPR sebagai syarat pencairan PMN. “Mengapa untuk mencairkan sesuatu yang telah disetujui, harus lewat DPR lagi? Maksudnya apa?” kata Dahlan. 

Sebelumnya, sumber Tempo mengungkapkan beberapa direktur utama perusahaan pelat merah penerima PMN pernah didatangi oleh beberapa anggota DPR. Mereka diminta menyetor sejumlah uang bila ingin PMN-nya segera cair. Oknum anggota DPR tersebut meminta agar upeti itu tidak diambil dari kas dan pencatatan perusahaan, melainkan dari vendor saja. “Jangan pakai uang perusahaan,” ujar sumber, menirukan saran oknum anggota DPR itu.

Berdasarkan surat Menteri Keuangan No.S-318/MK.06/2012, ada enam BUMN strategis yang bakal dapat dana PMN tahun ini. Perusahaan itu adalah PAL (Rp 600 miliar), Pindad (Rp 300 miliar), PT DI (Rp 600 miliar), Industri Kapal Indonesia (Rp 200 miliar), Merpati (Rp 200 miliar), dan PT Garam (Rp 100 miliar). Dari keenam BUMN itu, Merpati dan Pindad sampai sekarang belum cair PMN-nya. 

Dahlan Iskan mengatakan akan memecat para direksi BUMN yang kedapatan berkongkalingkong dengan DPR. “Kalau sampai ada, saya pecat,” ujarnya. 

ANANDA PUTRI 

 

+++++++++++

 

SELASA, 30 OKTOBER 2012 | 12:38 WIB

SMS Inisial Anggota DPR ”Tukang Peras”  

 

TEMPO.COJakarta – Pesan pendek (SMS) mengenai inisial anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diduga kerap memalak perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) beredar di masyarakat. 

Dalam SMS ini diseolah-olahkan data dikeluarkan oleh Humas BUMN. “Ini Inisial Anggota DPR RI yg memeras BUMN: AK, IM, SN, NW, BS (Golkar) PM, EV, CK (PDIP) AR, IR, SUR ( PKS) FA (HANURA) ALM, NAS, (PAN) JA, SG, MJ (PD) MUZ (GERINDRA) Info: Humas BUMN.” Bunyi kutipan sms yang dikirim oleh nomer +62812841514XX

Juru bicara Kementerian BUMN, Faisal Hilmi, membantah bahwa data tersebut bersumber dari Humas BUMN. Ia pun bercerita pertama tahu soal ini wartawan kemarin malem. “Saya kaget, soalnya tidak merasa keluarkan itu.”

Dengan beredarnya sandek ini, kata Faisal, anggota DPR pun jadi “gerah”. “Pak Aria Bima langsung telepon saya jam 09.34 tadi,” ujarnya.

Dalam percakapannya dengan Aria, Faisal menuturkan Aria mengkonfirmasi benarkah data itu dikeluarkan Humas BUMN. “Saya jawab bukan,” ujarnya.

Ia pun mengatakan Aria meminta dirinya untuk menjelaskan duduk permasalahan. “Biar DPR dan Pak Dahlan tidak makin panas,” ucap Faisal menirukan Aria.

Ketika dikonfirmasi ke Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ia pun mengatakan tidak tahu-menahu ihwal inisial tersebut. “Saya tidak tahu, belum baca,” ujarnya. Namun, ia yakin bahwa bukan BUMN yang mengedarkan sandek tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: