Archive for November, 2012

November 30, 2012

SBY: Era Buruh Murah Sudah Usai

 

setuju 1000 %, tapi pungli, preman, pejabat korup, polisi korup dan politisi korup yang suka memeras pengusaha  juga dibersihkan pak! Jika kelompok pengambil rente ini berhasil dibersihkan, kesejahteraan buruh menjadi kenyataan, pak Esbeye..
 
Mega Putra Ratya – detikfinance
Jumat, 30/11/2012 14:48 WIB
 
 
 
 
Foto: Setpres
Jakarta – Presiden SBY menyatakan dirinya mendukung kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jakarta yang naik menjadi Rp 2,2 juta per bulan. Era buruh murah telah usai.

Hal ini disampaikan oleh SBY saat memberikan pengarahan di hadapan para Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, termasuk para anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Jakarta, Jumat (30/11/2012).

“Saya ingin sampaikan sekali. Posisi pemerintah jelas, upah dan kesejahteraan buruh harus semakin meningkat dan benar-benar makin layak. Itu kewajban moral. Era buruh murah dan tidak mendapatkan keadilan sudah usai. Kita berangkat dari situ,” tegas SBY.

Namun SBY menjelaskan, dengan kesejahteraan yang terus meningkat, buruh tidak dibenarkan untuk melakukan aksi kekerasan termasuk sweeping yang mengganggu produktivitas perusahaan. 

“Tidak dibenarkan melakukan tindakan kekerasan misalnya aksi sweeping dan ganggu pekerjaan di berbagai perusahaan. Dipaksa untuk berhenti. Tidak dibenarkan. Polri memiliki tugas itu. Mencegah aksi dan pemaksaan seperti itu,” kata SBY.

Untuk perusahaan yang tidak mampu membayar gaji karyawan sesuai UMP, SBY mengatakan bisa dirundingkan antara pengusaha dengan pekerja. Kemudian bisa diajukan penangguhan kepada pemerintah pusat dan daerah.

“Jika ada perusahaan yang memiliki kesulitan, lakukan pembicaraan dengan pemerintah. Pemerintah juga harus mau menanggapi apa yang dihadapi dunia usaha, agar dapat solusi yang tepat dan adil. Solusi yang adil untuk buruh dan perusahaan sehingga semuanya diuntungkan,” papar SBY.

Saat ini kalangan pengusaha memang tengah memprotes kebijakan pemerintah daerah, seperti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang menaikan UMP tahun depan menjadi Rp 2,2 juta per bulan. Keputusan ini dianggap memberatkan pengusaha khususnya pelaku UKM.

Advertisements
November 30, 2012

Ekspansi Sawit Tak BolehKonversi Lahan Pertanian

 

Investordaily 30 Nov 2012

NUSA DUA – Pemerintah meminta ekspansi

perkebunan kelapa sawit tidak dilakukan dengan

mengonversi lahan pertanian produktif, sebab

upaya itu akan mengancam ketahanan pangan

nasional. Sebaliknya, pelaku usaha di sektor tersebut

bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan

ketahanan pangan dengan menyisihkan sebagian

lahannya untuk tanaman pangan.

 

Menteri Pertanian Suswono mengatakan

kebutuhan pangan kini telah

menjadi salah satu isu utama di

ranah global. Krisis pangan sudah

terjadi di beberapa negara di belahan

dunia. Indonesia memang belum

sampai pada tahap itu, meski Indonesia

kini mengimpor sejumlah komoditas

pangan dalam jumlah cukup

besar, seperti beras, kedelai, daging,

dan gula. Sejumlah upaya harus dilakukan

untuk menghindarkan Indonesia

dari krisis pangan tersebut.

“Tingginya harga sawit mendorong

konversi lahan pertanian menjadi

kebun sawit, itu terjadi di sejumlah

sentra perkebunan sawit. Jambi

misalnya, saat ini telah menggantungkan

pasokan berasnya ke daerah

lain akibat banyaknya lahan padi

yang dikonversi,” kata Mentan saat

menjadi pembicara kunci dalam

International Palm Oil Conference

(IPOC) Ke-8 and 2013 Price Outlook

di Nusa Dua Bali, Kamis (29/11).

Mentan mengatakan, saat harga

tinggi, menanam sawit memang lebih

menguntungkan daripada menanam

padi. Namun hendaknya pelaku

usaha kelapa sawit bisa memikirkan

masak-masak dalam berekspansi

dengan tidak menggunakan lahan

pertanian produktif. Bagaimanapun

pangan menjadi persoalan

utama bangsa yang harus diselesaikan

secara bersama.

“Bila perlu ada itikad baik dari pelaku

usaha untuk menyisihkan lahan

untuk memenuhi kebutuhan pangan

pokok. Jadi kalaupun krisis, pangan

pokok tetap tersedia di dalam

negeri. Kita juga sudah membicarakan

pemanfaatan sebagian hutan tanaman

industri (HTI) sebagai lahan

pangan dengan Kementerian Kehutanan,”

ungkap Mentan.

Saat ini, kata Suswono, Kementan

telah menginisiasi integrasi sawit

dengan ternak. Jika dalam 1 hektare

(ha) lahan bisa dipelihara dua ekor

sapi, dengan luas kebun sawit nasional

8 juta ha bisa diperoleh 16 juta

ekor sapi. Upaya integrasi tersebut

bisa dijalankan oleh pelaku kelapa

sawit sebagai bentuk dukungan sektor

tersebut terhadap ketahanan pangan,

terutama daging.

Lebih jauh Suswono mengatakan,

untuk meningkatkan produksi pelaku

usaha sawit tak melulu harus menambah

areal lahan. Pelaku usaha

bisa melakukan peningkatan produktivitas

sawit, ini terutama bisa

diterapkan petani kelapa sawit yang

kini menguasai 3,38 juta ha atau 40%

dari total luas kebun sawit nasional.

Produktivitas minyak sawit mentah

(crude palm oil/CPO) nasional kini

3 ton per ha. Jika produksi bisa dioptimalkan

menjadi 5 ton per ha, produksi

CPO nasional bisa mencapai

45 juta ton per tahun.

“Pemerintah sebenarnya telah

mengaloksikan 18 juta ha lahan untuk

sawit namun izin yang diterbitkan

baru 9,8 juta ha. Namun jika peningkatan

produktivitas bisa dilakukan,

tentu pengusaha tidak perlu investasi

besar-besaran untuk menambah

lahan,” ungkap Mentan.

Suswono mengakui, industri sawit

Indonesia menghadapi banyak tantangan

seperti kampanye negatif

atas produk CPO nasional. Kampanye

negatif itu murni kepentingan

bisnis dan tidak ada bukti ilmiah

yang menunjukkan CPO Indonesia

tidak sehat. Kampanye itu wajar

diluncurkan pihak-pihak tertentu di

kancah internasional mengingat

Indonesia memiliki keunggulan produksi,

dari 25 juta ton hanya 7 juta

ton yang digunakan di dalam negeri.

“Keunggulan produksi itu menjadikan

negara-negara lain iri sehingga

melakukan kampanye hitam yang

sebenarnya hanya untuk kepentingan

bisnis. Tapi kita telah bekerja sama dengan

beberapa negara termasuk Amerika

Serikat untuk melakukan penelitian

terkait bahaya CPO terhadap

kesehatan. Tapi kita belum bisa

publikasikan hasilnya,” ujar Mentan.

Salah satu contoh kampanye hitam

yang baru-baru dilakukan oleh

Prancis dengan berencana menaikkan

bea masuk hingga 300% untuk

CPO. Namun usulan itu dibatalkan

parlemen karena belum ada bukti tentang

bahaya sawit bagi kesehatan.

Menurut Mentan, pihaknya melawan

kampanye negatif itu dengan kampanye

positif, misalnya dengan mempersilakan

perkebunan sawit melakukan

sertifikasi sawit berkelanjutan.

Saat ini ada 15 perusahaan yang

hampir menjalani proses audit sertifikasi

Indonesia Sustainable Palm

Oil (ISPO) dan tujuh perusahaan

yang hampir selesai. Kementan berharap

hingga akhir tahun ini sudah

ada 20 perusahaan sudah memperoleh

sertifikat ISPO.

Moratorium Hambat Ekspansi

Di tempat yang sama, Ketua

Umum Gabungan Pengusaha Kelapa

Sawit Indonesia (Gapki) Joefly J

Bahroeny meminta pemerintah

memperhatikan enam masukan pelaku

usaha untuk memajukan industri

sawit nasional. Salah satu masukan

Gapki itu adalah agar penghentian

sementara (moratorium) izin perkebunan

sawit tidak diperpanjang.

Joefly mengungkapkan, jika kebijakan

moratorium yang tertuang dalam

Inpres No 10 Tahun 2011 tentang

Penundaan Pemberian Izin Baru

dan Penyempurnaan Tata Kelola

Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut

itu diperpanjang, pengembangan

industri kelapa sawit nasional

akan mandek.

Perpanjangan moratorium itu

akan berdampak terhadap penurunan

produksi kelapa sawit di tengah

meningkatnya permintaan global.

“Kebijakan moratorium itu bisa

menghambat ekspansi kelapa sawit

Indonesia. Selain itu bisa menimbulkan

persepsi negatif terhadap kelapa

sawit Indonesia,” ungkap Joefly.

Menurut Joefly, masukan-masukan

dari Gapki perlu dipertimbangkan

pemerintah mengingat pemerintah

menargetkan produksi CPO

mencapai 40 juta ton pada 2020. Kebutuhan

CPO didorong oleh pertumbuhan

jumlah penduduk dan

pendapatan per kapita yang menyebabkan

orang lebih konsumtif. Faktor

lainnya yaitu potensi penyerapan

untuk industri biodiesel dalam negeri

dengan kapasitas produksi 4 juta

ton per tahun.

IPOC Ke-8 and 2013 Price Outlook

merupakan ajang bagi pelaku bisnis dan

pemangku kepentingan (stakeholders),

owner, CEO dan eksekutif, dan para

pengambil kebijakan baik tingkat

nasional maupun internasional, untuk

bersama-sama membahas isu-isu

strategis di seputar industri perkebunan

kelapa sawit. Tema IPOC and 2013 Price

Outlook kali ini adalah Palm Oil: Sustaining

Growth, Expanding Trade.

November 30, 2012

Perdana Karya Perkasa Mengincar Dana Rp 6,5 Triliun

Jumat,
30 November 2012

AKSI KORPORASI

jakarta, kompas – Perusahaan pertambangan batubara PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) berencana melaksanakan penawaran umum terbatas pertama dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue pada awal tahun 2013. Perdana mengincar dana Rp 6,5 triliun.

Corporate Secretary PKPK Heri Priyambodo mengungkapkan, dalam aksi korporasi itu, manajemen perseroan berencana menerbitkan 26 miliar unit saham biasa bernilai nominal Rp 200 per saham dan ditawarkan seharga Rp 250 per saham.

”Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai akuisisi seluruh kepemilikan saham Ringetop Holding Venture Ltd pada RITS Ventures Ltd, induk perusahaan dari PT Indo Wana Bara Mining Coal (Indo Wana) yang menguasai area IUP batubara seluas 5.000 hektar di Kutai Barat, Kaltim, dengan nilai akuisisi Rp 5,060 triliun,” kata Heri, di Jakarta, Kamis (29/11).

Jika rencana itu terealisasi, total saham perseroan yang beredar mencapai 26,6 miliar unit saham atau sekitar 53,2 persen dari modal dasar perseroan sebanyak 50 miliar unit saham. Sisanya, sebanyak 23,4 miliar unit saham perseroan, merupakan saham dalam portofolio.

Area izin usaha pertambangan Indo Wana diperkirakan memiliki cadangan batubara 447 juta ton. Menurut Heri, sisa perolehan dana Rp 960 miliar bakal digunakan untuk membangun PLTU di Karimun, Kepulauan Riau, Rp 192 miliar untuk operasi tambang, dan Rp 288 miliar untuk modal kerja. Manajemen akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa pada 28 Desember 2012. (BEN)

November 30, 2012

Pertumbuhan Sektor Manufaktur Membaik

Jumat,
30 November 2012
 

INDUSTRI

 

 

Yogyakarta, Kompas – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 diperkirakan masih akan cukup kuat, yakni tetap di atas 6 persen. Pertumbuhan ekonomi ini dicapai dengan semakin membaiknya sektor manufaktur.

”Dulu—katakan lima tahun lalu—pertumbuhan sektor manufaktur hanya 4-5 persen. Belakangan sudah mulai naik ke arah 6 persen bahkan lebih,” kata Chief Economist Danamon Anton Gunawan pada acara Media Workshop di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (29/11).

Anton mengatakan, bertambahnya kelas menengah di Indonesia menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan konsumsi. Inflasi pada 2013 diperkirakan lebih tinggi.

”Tahun ini mungkin bisa di bawah 5 persen. Namun, inflasi pada 2013, forecast (perkiraan) kami ada di angka 6,2 persen,” kata Anton.

Faktor yang diperkirakan menyebabkan inflasi pada 2013 lebih tinggi daripada tahun 2012, antara lain kecenderungan kenaikan harga pangan, termasuk akibat cuaca dan kenaikan tarif listrik. ”Listrik ini menurut perhitungan kami menyumbang inflasi 0,3-0,5 persen,” ujarnya.

Investasi langsung

Sementara itu, ekonom Danamon, Dian Ayu Yustina, mengatakan, membaiknya pertumbuhan sektor manufaktur antara lain karena banyaknya investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI).

”Selain itu, juga adanya kebijakan pemerintah yang mendukung bertumbuhnya industri manufaktur,” kata Dian.

Penuturan Dian, kebijakan larangan ekspor bahan mentah mineral pada 2014—yang diawali dengan pengenaan pajak ekspor bagi bahan mentah mineral—mendorong investor membangun pabrik pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah.

”Dengan kebijakan seperti ini, investor melihat, meski ekspor bahan mentah dibatasi, ada prospek di bidang manufaktur yang bisa digarap di Indonesia,” ujar Dian. Apalagi, Indonesia memiliki potensisumber daya alam yang melimpah, selain besarnya pasar domestik yang juga berpeluang untuk digarap.

(CAS)

November 30, 2012

Tol Cisumdawu Mulai Dibangun

Jumat,
30 November 2012
 

INFRASTRUKTUR

 

 

ANTARA/UNANG
 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (kedua dari kiri) pada peletakan batu pertama pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (29/11). Pembangunan jalan tol sepanjang 60,5 kilometer itu ditargetkan selesai dalam 720 hari.

Sumedang, kompas – Pembangunan jalan bebas hambatan (jalan tol) Cileunyi-Sumedang-Dawuan tahap I di Jawa Barat dimulai. Jalan tol yang nantinya sepanjang 60,28 kilometer ini menelan biaya keseluruhan Rp 5 triliun.

Dengan dibangunnya jalan tol ini, waktu tempuh Bandung-Sumedang yang semula dua jam akan menjadi hanya 15 menit. Pembangunan jalan tol ini ditandai peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto di Rancakalong, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

”Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari rencana strategis Kementerian PU 2010-2012, yakni menambah jaringan jalan tol di Pulau Jawa,” kata Djoko dalam siaran pers yang diterima Kompas, kemarin.

Pembangunan ini sangat penting karena dibicarakan sejak 2005, tetapi baru bisa terlaksana akhir 2012. ”Persoalannya ada di administrasi, karena itu harus bisa selesai tepat waktu, yakni tahun 2014,” ujar Djoko.

Selain itu, Djoko juga berharap pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan bagi rencana pembangunan jalan serta jembatan di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto dalam laporannya menerangkan, pembangunan tahap I ini mempunyai panjang 6,3 km dengan nilai kontrak Rp 1,022 triliun. ”Pendanaannya berasal dari APBN sebesar 10 persen dan yang 90 persen pinjaman dari China,” ujar Murjanto.

Pembangunan jalan tol ini dikerjakan konsorsium Shanghai Construction Group (China) dengan PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya.

”Pekerjaan jalan tol ini dibagi menjadi enam seksi pembangunan. Seksi I Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 9,80 km, seksi II Tanjungsari-Sumedang sepanjang 17,51 km, Sumedang-Cimalaka 3,73 km, Cimalaka-Legok 6,96 km, Legok-Ujungjaya 16,35 km, dan seksi VI Ujungjaya-Kertajati sepanjang 4 km,” kata Murjanto.

Murjanto menambahkan, Tol Cisumdawu akan menghubungkan Bandung dengan rencana pembangunan Bandara Internasional Kertajati dan Tol Cikampek-Palimanan.

”Jalan tol ini juga akan menjadi pengamanan aset nasional ruas Cadas Pangeran karena pengendara akan mempunyai pilihan untuk melintas di jalan tol. Jalan biasa akan lebih awet,” katanya. (*/ARN)

November 29, 2012

Produser animasi Jepang akan investasi di Indonesia

 

 
 

Produser animasi Jepang akan investasi di Indonesia

Sabtu, 24 November 2012 16:44 WIB | 2806 Views

 
 

Jakarta (ANTARA News) – Beberapa produser film dan animasi Jepang menyatakan berencana menanamkan modal di Indonesia dan akan mewujudkan investasi dalam waktu dekat.

“Kami sudah menyiapkan dana investasi dua juta dolar AS untuk membuat film bertema semi-animasi di Indonesia,” kata Director Head of Nikkatsu Studio, Keizo Yuri, saat mengunjungi Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2012 di Jakarta, Sabtu.

Nakkatsu Corporation, yang memproduksi film “The Killers,” akan merealisasikan investasi dalam waktu dekat dengan melakukan produksi bersama dengan perusahaan Indonesia.

Menurut Yuri, prospek industri animasi dan film di Indonesia termasuk pasarnya tergolong cerah dan menjanjikan.

“Saya pikir Jepang dan Indonesia akan maju bersama di bidang film dan animasi,” kata produser film “Yattare-Man.” 

Nakkatsu Corporation, kata dia, siap berbagi ilmu dan pengalaman dengan para pelaku industri film dan animasi di Indonesia.

Wakil Presiden International Business Development Aniplex Jepang, Hiroshi Sasaki, juga menyatakan sedang menjajaki pasar film dan konten animasi di Indonesia.

“Saya hanya dua hari di sini, sebelumnya saya belum tahu pasar Asia seperti apa. Ternyata sangat apresiatif, ada banyak toko komik dan toko buku di sini. Ini mencerminkan ada peluang dan kesempatan yang besar di Indonesia,” ujarnya.

Pelaku usaha lokal, Direktur Caravan Studio, Chris Lie, mengaku selama ini 92 persen proyek yang dia kerjakan adalah pesanan dari negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan sebagian Eropa.

“Ini menunjukkan belum ada yang butuh service kita di sini,” katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, perlu ada sosialisasi dan dukungan kebijakan pemerintah seperti kewajiban bagi stasiun televisi untuk menayangkan animasi lokal.

“Kebijakan wajib tayang lebih penting ketimbang bantuan permodalan. Harus ada slot untuk animasi lokal,” tuturnya.

Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Armein Firmansyah, mengatakan pemerintah berusaha mendorong pertumbuhan industri animasi dalam negeri. 

“Kita akan mengarah ke sana, karena kalau kita tidak segera bergerak industri konten animasi kita bisa dikuasai asing,” tukasnya.

 (H016)

November 29, 2012

Spektakuler, bisnis PTDI tahun 2012 raih Rp8,2 triliun

 

Kamis, 22 November 2012 11:30 WIB | 1482 Views

PT Dirgantara Indonesia (antarasumsel.com)

 
 
  

Bandung, 22/11 (ANTARA News) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) mencatat lompatan kinerja bisnis spektakuler dalam sejarahnya dengan memperoleh kontrak Rp8,2 triliun untuk  tahun 2012.       
 
“Berkat kerja keras seluruh jajaran karyawan dan manajemen serta perhatian Pemerintah, tahun ini kami mencatat kinerja bisnis yang bisa dikatakan spektakuler,” kata Kepala Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Sonny Saleh Ibrahim kepada pers di Bandung, Kamis.

Sonny mengatakan, pencapaian nilai kontrak yang didapat PTDI tahun 2012 mencapai Rp.8,2 triliun, dan tercatat sebagai nilai kontrak terbesar yang pernah diperoleh PTDI selama ini. Nilai kontrak sebesar itu bahkan belum pernah tercapai sejak PTDI (dulu IPTN) berdiri.

Nilai kontrak tersebut ditegaskan Sonny sangat besar untuk sebuah perusahaan sekelas PTDI yang sebenarnya masih membutuhkan modal kerja sangat besar juga agar kontrak-kontrak yang diraih tersebut bisa dikerjakan sesuai pesanan yang masuk. “Terus terang, kami memerlukan modal kerja besar secepatnya,” katanya.

Selain itu, kata Sonny, kepercayaan para pemesan kepada PTDI tersebut bukan sesuatu yang mudah didapat karena seluruh jajaran karyawan dan manajemen telah bekerja keras dan menunjukkan tekad kuat membawa nama PTDI sebagai perusahaan kebanggaan bangsa lagi.

Sepanjang tahun 2012, PTDI selain bisa memenuhi pesanan-pesanan jumlah besar dan tepat waktu untuk komponen-komponen pesanan Airbus, termasuk komponen penting sayap tengah depan Airbus A380, juga kontrak pesawat siap pakai seperti NC212 dan CN235 patroli laut dari Korea Selatan.

Hal mendasar lainnya, ialah dukungan pemerintah terhadap PTDI menguat  sejak 2008, dengan terbitnya Perpres No.28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional, dan juga pada  dibentuknya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di antaranya tentang pemberdayaan   industri pertahanan dalam negeri.

Dukungan dari pemerintah bertahap  dirasakan oleh PTDI, khususnya dalam pemesanan pesawat terbang maupun helikopter yang melimpah. “Tanpa adanya keberpihakan pemerintah terhadap industri strategis seperti halnya PTDI, kebangkitan industri kedirgantaraan mustahil dapat maju,” kata Sonny yang juga dikenal sebagai pakar roket di PTDI.

Pada tahun 2011, pemerintah memutuskan untuk merevitalisasi dan merestrukturisasi PTDI.   Menyambut program Pemerintah tersebut, PTDI mengajukan proposal rencana usaha untuk aktivitas program revitalisasi dan restrukturisasi tersebut dalam bentuk Penyertaan Modal Negara  (PMN).

Dijelaskan, ada dua bentuk PMN yang dibuat yaitu tunai dan bukan-tunai (cash dan non cash). Untuk yang non cash, PTDI meminta kepada Pemerintah agar hutang-hutang PTDI masa lalu dalam bentuk Soft Loan Agreement (SLA) dijadikan PMN, dan permohonan ini telah terpenuhi pada tahun 2012.  

Untuk yang PMN cash, PTDI mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp2,2 triliun dan telah disetujui nilai Rp1 triliun akan dicairkan tahun 2012, namun  realisasi pencairannya masih tertunda, sisanya akan diberikan pada tahun 2013.

Kebutuhan pemberian PMN cash ini di antaranya adalah untuk peremajaan dan peningkatan kapasitas produksi dan modal kerja, kebutuhan bisnis yang sedang ditunggu PTDI, demikian Sonny.
 (T.E-004/)

Editor: Adi Lazuardi

November 29, 2012

Minimnya IPO BUMN Kembali Disentil

Kamis,
29 November 2012
 

PASAR MODAL

 

 

Jakarta, Kompas – Minimnya jumlah badan usaha milik negara yang menawarkan saham perdana (initial public offering) di Bursa Efek Indonesia kembali disayangkan. Selain menumbuhkan pasar modal nasional, masuk ke pasar modal juga berarti mendorong transparansi keuangan BUMN di Indonesia.

”Tahun ini hanya PT Waskita Karya. Saya prihatin dengan kondisi itu,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida, dalam acara Investor Summit di Jakarta, Rabu (28/11).

Menurut Nurhaida, otoritas pasar modal terus mendorong lebih banyak BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta potensial untuk menawarkan sahamnya di pasar modal nasional. Jumlah investor diharapkan lebih banyak, kapitalisasi pasar modal nasional lebih besar, dan tercipta transparansi khususnya di sektor keuangan perusahaan.

Nurhaida mendesak Kementerian BUMN dapat mendorong lebih banyak BUMN mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). ”Perlu ada kerja sama, termasuk mendorong perusahaan besar lainnya melakukan IPO. Selama ini kebanyakan mereka yang mendapat modal dari bank dengan melaksanakan IPO bakal lebih berimbang sumber pendanaannya,” ujarnya.

Keluhan minimnya BUMN yang menawarkan sahamnya di lantai bursa nasional beberapa kali disampaikan sejumlah pihak, antara lain BEI dan Kementerian Keuangan. Direktur Utama BEI Ito Warsito, misalnya, pernahmengatakan, perusahaanperusahaan perkebunan BUMN adalah perusahaan-perusahaan andalan terkemuka di negeri ini. Sayangnya, yang menawarkan saham di BEI tergolong minim jumlahnya. Hingga saat ini baru 18 dari 140 BUMN yang melantai di BEI.

Salah satu BUMN, Waskita Karya, bakal menawarkan maksimal 3,08 miliar atau 32 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana akhir tahun ini. Dengan harga penawaran itu, minimal dana yang dapat diraih Waskita dari aksi korporasi kali ini sebesar Rp 986,341 miliar.

Seperti diungkapkan Direktur Utama PT Waskita Karya M Choliq, pihaknya mengincar dana Rp 1,1 triliun. Sekitar 60 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja yang bersifat permanen dan sisanya 40 persen akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. ”Saat ini waktu yang sangat tepat untuk melakukan IPO karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mencapai rekor dan bertahan cukup baik,” kata Choliq pada paparan publik pekan lalu.

Ito Warsito menyatakan, kegiatan Investor Summit dimaksudkan agar kegiatan investasi di pasar modal nasional dapat dimanfaatkan masyarakat. Ajang ini sekaligus menjadi pertemuan investor dan emiten.(BEN)

November 29, 2012

Mobil Buatan Bekasi Siap Diekspor ke Thailand

 

Syubhan Akib – detikOto
Kamis, 29/11/2012 18:17 WIB
 
Jakarta – Lawan Avanza, Xenia dan Ertiga siap dilahirkan oleh Chevrolet. Mobil itu bernama Chevrolet Spin dan akan segera di produksi di Pondok Ungu, Bekasi. Mobil buatan Bekasi itu ternyata juga akan diekspor ke berbagai negara, termasuk Thailand.

Mobil ini akan segera di produksi di Bekasi. Namun bertepatan dengan ajang Thailand International Motor Expo 2012, Chevrolet Thailand pun ikut memperkenalkan mobil ini.

Rangkaian acara perkenalan Chevrolet Spin itu merupakan rangkaian acara menjelang penjualan mobil ini di tahun 2013 mendatang. Sebelumnya, publik Indonesia juga sudah melihatnya di ajang Indonesia International Motor Show beberapa waktu silam.

Di mata pabrikan Chevrolet Thailand, Spin adalah sebuah produk baru yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan, khususnya untuk pasar mobil Thailand dimana permintaan pasar untuk jenis MPV compact seperti Spin terus meningkat. 

Dikatakan mereka, Spin juga merupakan hasil karya terbaru tim desain Chevrolet Global yang berusaha menghindari pembuatan MPV yang terlihat ‘biasa’, dan tidak sama dengan jenis compact MPV lainnya yang ada di jalan sekarang. 

Potongan garis dan desain yang gagah menjadikan Spin berpenampilan unik dan penuh kepribadian. Sekilas, produk ini memiliki seluruh kualitas desain dan DNA Chevrolet yang jelas. Penampilannya yang kokoh diperjelas dengan sisi garis yang mengesankan dan garis sabuk tinggi. Garis maskulin tersebut juga memaksimalkan keaerodinamisan kendaraan ini.

Jarak sumbu roda sepanjang 2.620 milimeter yang diaplikasi mobil ini mampu memberikan ruang untuk lima hingga tujuh penumpang atau kapasitas ruang hingga 1.668 liter, ditambah dengan sebuah tangki bahan bakar berkapasitas 53 liter. 

Di pasar seperti Thailand dimana kemampuan untuk membawa penumpang atau barang menjadi hal yang penting, kehadiran Spin tentu saja merupakan jawaban terbaik untuk pengendara yang menginginkan sesuatu yang lebih luas daripada sebuah mobil, namun tidak sebesar SUV.

Sebagai tambahan untuk mobil berpenumpang 7 orang, tempat duduk bergaya teater juga memberikan pandangan yang jelas ke depan dengan ruang yang luas. Sebagai tambahan konfigurasi 23 tempat duduk yang berbeda, perlengkapan Spin, klaster instrumen dan 32 aksesoris kompartemen menunjukkan desain ergonomis kelas dunia untuk penggunaan user-friendly yang lebih baik. 

Di interior desainer dan insinyur GM berusaha untuk meninggalkan arsitektur MPV yang membosankan dengan penggunaan materi-materi penghambat suara. Upaya pembuatan kedap suara difokuskan pada paking, weather-strip, dan paking karet serta tutup dinding pelindung api.

Nuansa nyaman mobil ini juga makin tercipta melalui instrumen panel dual tone dan perak dengan aksen krom pada pegangan pintu, kemudi, radio, tombol AC, tuas persneling, rem tangan dan ventilasi udara.

Ciri lain dari sederetan panjang desain interior Chevrolet adalah penunjuk indikator yang memiliki font eksklusif dan iluminiasi ‘ice blue’ yang dibenamkan dalam model Chevrolet lainnya. Dalam sentuhan modern, rancangan interior dilengkapi speedometer digital yang diapit oleh tachometer analog. Sedangkan port USB menjadi saluran konektivitas dalam kendaraan.

Bagasi Spin memiliki kapasitas muat yang besar sehingga dapat memuat tanaman dalam pot yang tinggi atau sepeda, tanpa harus mengbongkarnya. Dengan tujuh penumpang, kapasitas isinya mencapai 162 liter. 

Dengan lima penumpang, bertambah menjadi 710 liter, dan mungkin mencapai 1.668 liter dengan tempat duduk baris tengah yang dilipat ke bawah. Hal tersebut memberikan ruang yang dua kali lebih luas daripada ukuran mobil sedan – semua relatif senyap dan nyaman, dengan interior dan pengendalian seperti mobil sedan.

Desain, ruang, kualitas, kemampuan berkendara dan stabilitas juga merupakan bagian dari keunggulan Spin. Walaupun bagian pusat gravitasi yang sedikit lebih tinggi daripada sedan normal, hal tersebut menawarkan stabilitas dan kenyamanan yang serupa dengan sedan, berkat suspensi yang disesuaikan dengan baik. Spin akan terasa nyaman pada banyak jalanan bebas hambatan dan jalanan pedesaan di Thailand.

Posisi mengemudi Spin yang tinggi juga memberikan perasaan aman, dengan visibilitas yang baik pada jalanan di depan. Pilihan mesin dan spesifikasi akan diumumkan mendekati peluncurannya tahun depan. 

Namun, bila melirik ke Brasil yang juga akan menjadi tempat lahir Spin, Chevrolet memasang mesin yang bisa menggunakan BBM etanol murni. Mesinnya memiliki kapasitas 1.800 cc SOHC.

Mesin ini memiliki exhaust manifold dan sebuah resonator untuk mengurangi kebisingan. Bagaimana soal tenaganya? Spin memiliki tenaga sampai 108 hp pada 6.200 rpm dan torsi 17.1 kgf.m pada 3.200 RPM. Transmisinya untuk tipe LTZ menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan. Sebenarnya untuk manual tersedia dengan 5 percepatan.

November 29, 2012

Produksi Pesawat C295 Dipindah ke Bandung

 

 Maju terus PT DI…
 
 
29 November 2012

 
 
Pesawat CN-295 TNI AU (photo : Joseph Tonna)
 
Bandung, (Antara) — Seluruh aktivitas produksi pesawat transpor menengah C295 sedang dalam proses dipindahkan oleh Airbus Military dari Sevilla, Spanyol, ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung.
 
“Selain tingginya faktor kepercayaan Airbus Military kepada kami, ke depan mereka memang hanya akan memusatkan perhatian pada produksi pesawat transpor militer berbadan lebar A400M,” kata IP Windu Nugroho, staf senior Divisi Komunikasi PTDI, di Bandung, Rabu.
 
Dalam proses pemindahan itu, PTDI kini sedang membangun pusat pengiriman (delivery center) untuk pesawat CN295, sebutan selanjutnya bagi C295 setelah produksi bersama dilaksanakan.
 
”Kegiatan ini salah satu bentuk perwujudan program revitalisasi di tubuh PTDI,” kata Windu.
 
Proses pembangunan ‘delivery center’ disertai pula dengan proses pembangunan lini perakitan akhir (final assembly line) CN295. Pengerjaannya dibantu oleh tim ahli dari Airbus Military sebagai mitra bisnis. Delivery Center CN295 diharapkan selesai pada kuartal pertama 2013.
 
Setelah fasilitas itu siap, PTDI akan mampu mengirimkan pesawat hasil produksinya empat unit per tahun ke seluruh customernya, khususnya untuk pesawat ke tiga hingga ke tujuh pesanan TNI AU dari sembilan pesawat yang dipesannya, dengan dua sudah diserahkan ke TNI-AU bulan lalu.
 
Windu menjelaskan, Kementerian Pertahanan RI memutuskan pembelian sembilan CN295 pengganti pesawat-pesawat Fokker F-27 yang sudah dioperasikan TNI-AU sejak pertengahan 1970-an. Pengadaan CN295 untuk TNI-AU itu ditandatangani saat pameran kedirgantaraan Singapore Airshow, Februari 2012.
 
PTDI dan Airbus Military memiliki sejarah kerja sama panjang di berbagai bidang industri penerbangan sejak tahun 1976.
 
Dalam kurun waktu tersebut, PTDI telah memproduksi 102 unit NC212-200, 10 unit NC212- 400, 60 unit CN235 dalam berbagai varian dan misi, 200 unit CN235 sharing component untuk Airbus Military, 2 unit CN295, dan 88 unit C295 sharing component untuk Airbus Military.
 
Sebagai mitra, PTDI clan Airbus Military akan terus terlibat bersama dalam berbagai hal, diantaranya dalam pendistribusian teknologi dan pengetahuan seputar area manufaktur, manajemen proyek, teknologi informatika clan pengembangan komersil, yang tentunya akan menguntungkan ke dua belah pihak.
 
Terkait dengan proyek bersama itu, pesawat CN295 pertamakali diluncurkan oleh Airbus Military pada tahun 1996. Pesawat ini merupakan versi pengembangan dari CN235 yang sudah populer, dengan menawarkan kapasitas dan jangkauan lebih besar. Keduanya telah menjadi pesawat terlaris dalam segmen pasar masing-masing.
 
CN295 memiliki tingkat keandalan dan dukungan operasional tinggi seperti CN235, dan terbukti di medan pertempuran dan sukses dalam misi berkondisi panas, padang pasir, maritim serta kondisi dingin/es.
 
Pesawat ini dilengkapi “highly integrated avionics system (HIAS), sistem avionik terpadu modern berdasarkan Thales Topdeck Avionics.
 
Konsep arsitektur pesawat yang fleksibel dan penggunaan peralatan sipil/militer teknologi ganda memastikan kesuksesan misi taktis, potensi pertumbuhan untuk peralatan di masa depan, serta kesesuaian dengan lingkungan dirgantara sipil dewasa ini.
 
Ciri lain CN295 adalah avionik kokpit kaca pesawat terdiri dari empat matriks liquid crystal display berukuran besar (6×8 inci), kompatibel dengan kacamata malam hari. Sistem avioniknya terintegrasi dengan layar multifungsi untuk memperbaiki kesadaran situasional bagi pilot serta mengurangi beban kerja pilot dan meningkatkan efektivitas misi.
 
Pesawat ini juga memiliki alat perlindungan diri di lingkungan berbahaya seperti Irak dan Afghanistan, berupa pelindung kokpit, perangkat untuk mendeteksi radar (RWR), misil (MAWS) dan laser (LWS) serta memberitahukannya pada pilot, serta penglepas bunga api (flare dispenser).
 
CN295 juga mempunyai pilihan kapabilitas mengisi bahan bakar di tengah penerbangan. Pesawat CN295 memberikan tingkat multifungsi dan fleksibilitas yang luas, memenuhi kebutuhan kinerja dengan biaya rendah, dan lapangan udara yang kecil dan tidak beraspal, dengan layanan dukungan sepanjang usia pesawat.
 
CN295 pesawat segala misi, transportasi personel dan kargo hingga evakuasi, komunikasi dan logistik, ataupun kapabilitas air-dropping tersertifikasi. Semua ini dijalankan dengan waktu pengubahan konfigurasi tercepat, sehingga menurunkan risiko ketika beroperasi di lingkungan berbahaya. (*/sun)
 
 
Diposkan oleh di 08:49