Pemerintah Dorong Ekspor ke Nigeria


iya asal jangan impor “narkoba” dari Nigeria juga.

Sabtu,09 Februari 2013

PERDAGANGAN

Jakarta, Kompas – Pemerintah mendorong kalangan swasta dan badan usaha milik negara untuk memanfaatkan pasar di Nigeria. Peluang ekspor ke negara kaya minyak di Afrika tersebut sangat terbuka lebar.

”Nigeria adalah negara dengan penduduk terbesar di Afrika, 170 juta orang. Pasar di sana meningkat terus dan kita pun bisa meningkatkan ekspor ke Nigeria,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Jumat (8/2), di halaman Istana Negara, Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Hatta seusai mengikuti pertemuan pagi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan juga diikuti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyant, serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Dalam pertemuan, Presiden Yudhoyono menceritakan situasi Nigeria yang dikunjungi beberapa hari lalu. Selain Nigeria, negara yang juga didatangi rombongan Presiden Yudhoyono dalam lawatannya, yaitu Liberia, Mesir, serta Arab Saudi.

Menurut Hatta, ternyata ada 17 perusahaan Indonesia yang telah berinvestasi di Nigeria. Mereka bergerak di berbagai jenis usaha, antara lain mi instan, farmasi, petrokimia, minyak dan gas bumi (migas). ”Presiden Nigeria akan datang kemari. Ia akan melakukan kerja sama yang bernilai besar,” ucapnya.

Hatta mengungkapkan, Nigeria adalah negara kaya minyak. Oleh karena itu, Indonesia sudah seharusnya menjalin hubungan baik dengan Nigeria sehingga berpeluang lebih baik untuk memperoleh hak pengelolaan ladang minyak di negara itu.

Namun, hal yang paling penting dan mendesak adalah memanfaatkan pasar Nigeria yang besar sebagai tujuan ekspor produk Indonesia.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun, ikut dalam rombongan Presiden Yudhoyono ke Nigeria. Derom memanfaatkan kunjungan tersebut untuk bertemu sejumlah pengusaha dan peneliti di Nigeria dan Pantai Gading. Dari hasil pertemuan tersebut, dia mendapatkan informasi kebutuhan pasar Nigeria tersebut.

Derom mengemukakan, Indonesia berpeluang mengisi kebutuhan pasar minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) Nigeria. Nigeria baru memproduksi sekitar 400.000 ton CPO dari kebutuhan 2 juta ton per tahun.

”Saat ini bea masuk CPO di Nigeria 35 persen. Ada kisah sukses, investor pabrik semen Nigeria mendapatkan kemudahan mengimpor semen untuk menutupi kekurangan produksi sampai kebutuhan lokal terpenuhi. (Kisah sukses) ini dapat memperluas pasar ekspor jika investor Indonesia bisa mendapatkannya juga,” kata Derom. Indonesia merupakan produsen CPO terbesar dunia yang menghasilkan sedikitnya 26 juta ton tahun 2012 dari kebun seluas 8,9 juta hektar. (ATO/HAM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: