Uang Suap Fathanah Mengalir ke Artis Hingga Model Seksi


 

Liputan6.com, Jakarta : Ahmad Fathanah kini menjadi bahan pembicaraan. Namanya pertama kali terkuak saat dia tertangkap tangan KPK saat sedang bersama dengan seorang mahasiswi. Saat itu pula, Fathanah diketahui sedang membawa uang suap sebesar Rp 1 miliar yang diduga akan diberikan kepada mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.
VITALIA SESHA_fathonah
KPK pun menetapkan Fathanah sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus impor daging sapi. Tak hanya itu, Fathanah juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang.Terkait kasus terakhir, KPK sudah menyita sejumlah aset milik Fathanah. 5 Mobil sudah disita KPK yakni Toyota Prado hitam dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard Putih dengan nomor polisi B 53 FTI, Toyota FJ Cruiser hitam dengan nomor polisi B 1330 SZZ, dan Mercedes Benz tipe C 200 hitam bernopol B 8749 BS, serta Honda Jazz warna putih.Tak hanya itu, KPK juga sudah memeriksa 3 perempuan cantik yang terkait dengan Fathanah. Sebut saja Maharani Suciyono, Septi Sanustika, dan Ayu Azhari. Satu perempuan cantik lainnya kini menjadi incaran KPK.1. Maharani Suciyono

Maharani ditangkap saat sedang bersama dengan Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta. Maharani mengaku sempat diberi Rp 10 juta oleh Fathanah. Belakangan, uang Rp 10 juta itu diketahui diambil Fathanah dari uang suap Rp 1 miliar yang diberikan perusahaan impor daging untuk Luthfi.

Mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan itu mengaku bertemu Fathanah pertama kali di Mal Senayan City pada (28/1). Saat itu, Fathanah mengirimkan secarik kertas kepada Maharani dan mengajaknya makan malam.

Undangan Fathanah itu kemudian disambut Maharani. Pada Selasa (29/1), keduanya bertemu di kafe Hotel Le Meridien. Perbincangan ringan terjadi. AF mengaku kepada Rani sebagai Ahmad Fathanah, seorang pengusaha. “Kami sama sekali tidak membahas masalah-masalah politik atau suap menyuap,” ujar Rani. Tak ada pula pembicaraan mengenai AF yang ingin “menyewa” Rani atau menyiapkannya sebagai gratifikasi seksual.

Usai mengobrol, keduanya memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum meningglakna lokasi, AF tiba-tiba memberikan uang sebesar Rp 10 juta kepada Rani. “Saya kaget dan tidak menyangka diberi uang sebesar itu dari lelaki yang baru pertama dikenal,” jelasnya.

Saking bingungnya, Rani sampai bertanya kepada AF tentang keaslian dari uang tersebut. AF pun meyakinkan Rani bahwa uang yang diberikannya asli. Sayang, belum lagi keluar dari kafe itu, penyidik KPK datang menahan keduanya. Sejak itu, Rani diinapkan di Gedung KPK untuk diperiksa. Rani kini telah mengembalikan uang itu ke KPK.

2. Ayu Azhari

KPK sudah 2 kali memeriksa artis lawas itu. Diketahui, Ayu menerima Rp 20 juta dan US 1.800 dari Fathanah. Uang itu kini sudah dikembalikan ke KPK>

Kuasa Hukum Ayu, Fahmi Bachmid, mengakui kliennya menerima uang itu dari Ahmad Fathanah. Menurutnya, uang itu adalah komitmen dari orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu untuk melibatkan Ayu dalam kegiatan kampanye PKS.

“Ada komitmen, Fathanah mengklaim Ayu akan dilibatkan dalam kampanye pilkada yang tak tahu pilkada apa. Jadi itu bukan pemberian cuma-cuma,” kata Fahmi saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (4/3/2013).

Menurut Fahmi kliennya bertemu dengan Fathanah sebanyak 3 kali di tempat berbeda. Yakni di Plaza Indonesia, Pacific Place dan Pasar Festival. Setiap pertemuan, Ayu selalu diberikan uang fee itu.

“Pertama sebesar US$ 800, kemudian US 1.000, dan ada Rp 10 juta. Pemberian ada yang transfer dan ada yang cash, yang Rp 10 juta itu transfer,” jelasnya.
bandot
Selain itu Rp 10 juta juga diberikan Fathanah melalui rekening anak Ayu, Axel Gondokusumo. Fathanah berjanji akan mengorbitkan Axel di dunia hiburan. “Ayu kan juga sebagai manajer anaknya yang kebetulan bermain musik,” ujarnya.

Fahmi menegaskan, dia sudah meminta kepada Ayu untuk mengembalikan seluruh uang yang pernah diterima dari Fathanah. “Senin besok, Ayu akan kembali datang ke KPK untuk memberikan rekening koran Bank Mandiri, biar KPK teliti seluruh penerimaan dan pengeluaran Ayu,” ujarnya.

3. Septi Sanustika

KPK juga sudah memeriksa seorang perempuan cantik bernama Septi Sanustika. Septi diketahui adalah istri dari Fathanah.

Namun, Septi mengaku tak pernah menikmati aset yang berkaitan dengan kasus suaminya. “Tidak ada, tidak ada aset. Hartanya cuma anaknya. Anaknya doang yang dititipin,” kata Septi usai diperiksa KPK, Rabu (1/5/2013).

Septi yang merupakan 1 dari 4 istri Ahmad Fathanah ini pun enggan berkomentar lebih banyak mengenai keterlibatan suaminya pada kasus suap senilai Rp 1 miliar. “Sudah ya, tidak ada apa-apa. Apaan sih ini? Sudah kaya artis saja. Tanya penyidik saja,” ujar Septi.

4. Vita

Nama Vita ini diketahui saat KPK menyita mobil Honda Jazz milik Fathanah. Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, menjelaskan, mobil Honda Jazz yang diduga milik Ahmad Fathanah disita dari seseorang bernama Novita. Namun, Johan tak merinci identitas wanita itu.

Belum diketahui apakah Vita yang dimaksud itu adalah seorang model seksi dari sebuah majalah dewasa. (Ary)

SENIN, 06 MEI 2013 | 14:41 WIB

Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?

Siapa Vitalia Shesya, Teman Dekat Ahmad Fathanah?  

Vitalia Shesya, artis dan bekas model sampul majalah “Popular”, menerima aliran duit dari Ahmad Fathanah sebesar Rp 200-250 juta. Uang itu menurutnya merupakan pemberian Fathanah sebagai teman dekat. Twitter/@PopularMagz

 

TEMPO.COJakarta – Bagi sebagian pembaca majalahPopular mungkin tidak asing dengan wajah Vitalia Shesya. Sebab, perempuan ini memang model foto majalah dewasa itu. Namun kini nama Vitalia tidak cuma terdengar di telinga penikmat majalah Popular. Masyarakat yang mengikuti pemberitaan kasus korupsi pun mulai mengetahui namanya.

Berdasarkan penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi, Vitalia diduga berhubungan dengan Ahmad Fathanah, tersangka kasus dugaan suap kuota impor daging. Bahkan Vitalia diduga menerima sejumlah uang dan barang dari Fathanah.

Dugaan ini diperkuat dengan penyitaan mobil Honda Jazz dan jam tangan mewah Chopard milik Vitalia. Kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., Honda Jazz dibeli Vitalia dari uang pemberian Fathanah, sekitar Rp 200-250 juta itu. Mobil putih ini berpelat nomor B-15-VTA.

Sejak KPK mengendus hubungan Vitalia dengan Fathanah, penyidik sudah dua kali memeriksa Vitalia. Namun tak banyak yang mengetahui profil perempuan ini. Vitalia hanya dikenal sebagai model majalah Popular. Wajahnya pernah terpampang pada edisi Februari dalam rubrik “9 Popular Angels Revelation”.

Dalam edisi itu, majalah Popular memampang foto Vitalia yang tengah berpose seksi di atas kasur. Nuansanya serbaputih. Bersama foto, tercantum juga artikel berjudul, “Vitalia Shesya, Why Are You So Sexy?” Namun, hingga kini, Vitalia masih belum dapat dihubungi dan dimintai konfirmasi soal kedekatannya dengan Fathanah.

MUNAWWAROH

 Ayu Azhari Kembalikan Rp 38 Juta ke KPK

Ayu Azhari Kembalikan Rp 38 Juta ke KPK
Penulis : Icha Rastika | Jumat, 3 Mei 2013 | 20:57 WIBJAKARTA, KOMPAS.com — Artis Ayu Azhari ternyata menyambangi Gedung
Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (3/5/2013), untuk mengembalikan uang
yang diterimanya dari Ahmad Fathanah. Juru Bicara KPK Johan Budi
mengungkapkan, Ayu mendapatkan uang dari Fathanah senilai Rp 20 juta dan
1.800 dollar AS.424913_10151283937153884_760994566_n“Menurut penyidik, Ayu hari ini bukan untuk pemeriksaan, tetapi balikin
uang Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS. Uang itu adalah pemberian
Fathanah,” kata Johan di Jakarta, Jumat.

Menurut Johan, Ayu menerima dana sekitar Rp 38 juta itu sebagai uang
muka pembayaran pekerjaannya manggung di acara Partai Keadilan Sejahtera
(PKS). Namun, lanjut Johan, Ayu belum sempat manggung di acara tersebut.
“Jadi gini, uang itu sebagai panjer (uang muka) kalau nanti dia
manggung, ada acara yang menurut Fathanah itu memang terkait PKS,” katanya.

Kendati demikian, Johan belum dapat memastikan apakah pengembalian uang
ini atas inisiatif Ayu atau karena didesak penyidik KPK. Saat mendatangi
Gedung KPK, Jumat siang tadi, Ayu tidak membantah dapat uang dari
Fathanah. Dia mengaku datang ke KPK untuk menyerahkan bukti rekening
korannya.

“Bukti-bukti rekening koran saya, ada beberapa, saya serahkan memang
karena saya tidak pernah menerima dari siapa pun,” kata Ayu yang
didampingi pengacaranya, Fahmi Bachmid.

Menurut Ayu, kedatangannya kali ini bukan karena panggilan penyidik. Ayu
menyerahkan bukti dokumen rekening korannya itu atas inisiatif dia
sendiri. “Biar diklarifikasi saja, untuk KPK melihat, memudahkan
pemeriksaan,” ujarnya.

Fahmi menambahkan, pihaknya merasa perlu mengantarkan bukti rekening
koran ini karena terkait dengan pertanyaan yang diajukan penyidik KPK
kepada Ayu dalam pemeriksaan pada Rabu (1/5/2013). Saat pemeriksaan
tersebut, kata Fahmi, penyidik KPK sempat bertanya soal sirkulasi uang
di rekening Ayu.

“Ya namanya sirkulasi itu, soal uang keluar, uang masuk,” tambah Fahmi.

Sebelumnya, KPK memeriksa Ayu sebagai saksi untuk Fathanah, orang dekat
mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadi tersangka kasus
dugaan tindak pidana pencucian uang rekomendasi kuota impor daging sapi.

++++++++++

Selasa, 14/05/2013 12:30 WIB

Kiki Amalia Jumpa Pers Soal Fathanah, Ada Apa?

 

Nugraha Rodiana – detikNews

 
 
 
 

Jakarta – Entah mengapa, tiba-tiba artis Kiki Amalia menggelar jumpa pers soal Ahmad Fathanah. Tak ada angin tak ada hujan, Kiki mengirim pesan dirinya akan menanggapi isu soal Fathanah. Apakah dia mendapat aliran uang?

“Datang saja deh ke Tee Box jam 1,” kata Kiki dalam pesan singkatnya, Selasa (14/5/2013).

Tak jelas apa yang akan disampaikan Kiki. Sejauh ini nama Kiki tak pernah ada dalam daftar perempuan yang dipanggil KPK. Kiki juga tak pernah disebut-sebut dekat dengan Fathanah. Kiki saat ini tengah dalam proses cerai dengan pesepakbola Markus Horison.

“Hari ini aku presscon,” ujar Kiki.

Soal Fathanah ini memang banyak menyeret nama perempuan. KPK sudah memeriksa 6 orang yakini Maharany Suciyono, Ayu Azhari, Sefti Sanustika, Dewi Kirana, Tri Kurnia, dan Vitalia Shesya.

Kabar terbaru datang dari PPATK yang menyebut ada 20 perempuan yang mendapat aliran dana dari Fathanah. Siapa saja? Kita tunggu pemeriksaan KPK. Fathanah sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus pencucian uang dan suap terkait izin sapi impor.

 
+++++++++++++++
Dewi Kirana - Bela Pati
 
SENIN, 13 MEI 2013 | 16:52 WIB

Saksi Baru Fathanah: Dewi Kirana

 

TEMPO.COJakarta – Pemanggilan saksi-saksi bagi tersangka kasus suap kuota impor daging Ahmad Fathanah terus dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini, KPK memanggil satu lagi saksi bernama Dewi Kirana.

“Dipanggil untuk tersangka AF,” kata Kepala Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha saat dihubungi Tempo pada Senin, 13 Mei 2013.

Nama Kirana baru pertama kali muncul pada daftar pemeriksaan KPK. Berdasarkan penelusuran yang dihimpunTempo, Dewi Kirana diduga adalah penyanyi dangdut dengan julukan The Queen of Pantura. Video musik Dewi dapat diakses di YouTube dengan lagu yang berjudul Braja Tumawa. Sampai saat berita ini ditulis, Tempo belum melihat para saksi yang datang ke Gedung KPK yang disinyalir sebagai Dewi Kirana.

Sejak ditangkap, nama Fathanah kerap dihubungkan dengan beberapa wanita. Saat ditangkap, Fathanah sedang bersama seorang perempuan bernama Maharani Suciyono. Dari Maharani disita uang senilai Rp 10 juta. Lalu pada 1 Mei 2013, KPK memanggil aktris Ayu Azhari terkait kasus yang sama. Dua hari kemudian, ia mengembalikan uang Rp 20 juta dan US$ 1.800 yang dimaksudkan sebagai uang muka untuk Ayu yang direncanakan akan mengisi acara di kampanye PKS.

Selanjutnya, pada 6 Mei 2013, KPK menyita satu unit mobil Honda Jazz putih bernomor polisi B 15 VTA dan satu buah jam tangan mewah merk Chopard milik model majalah Popular, Vitalia Shesya.

Sehari setelahnya, pada 7 Mei 2013 KPK menyita mobil Honda Freed berpelat B 881 LAA, sebuah gelang Hermes, dan sebuah jam tangan Rolex milik Tri Kurnia Puspita. “Nilai gelang Hermes sekitar Rp 50-70 juta, sedangkan jamnya di atas 10 juta,” kata juru bicara KPK Johan Budi saat dihubungi Tempo. Kali ini, nama Fathanah kembali dikaitkan dengan penyanyi Dewi Kirana.

+++++
KAMIS, 16 MEI 2013 | 06:18 WIB

Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

Fathanah Akui Indehoy dengan Maharani

Maharani Suciyono. TEMPO/Dhemas reviyanto

 

TEMPO.COJakarta – Tersangka kasus suap izin impor daging sapi, Ahmad Fathanah, mengaku sedang berasyik-masyuk saat ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Januari lalu. Pengakuan Fathanah kepada penyidik, dia mengaku menyewa kamar di Hotel Le Meridien khusus untuk berduaan dengan Maharani Suciyono, perempuan yang ikut diciduk bersamanya.

“Saya menyewa satu kamar dengan nomor 1740 untuk indehoy bersama-sama,” katanya seperti tertulis dalam dokumen yang diperoleh Tempo. “Saat itu kemudian pintu kamar saya diketuk oleh petugas dan setelah saya buka, saya ditangkap oleh petugas KPK.” Menurut Fathanah, pertemuan dengan Maharani diawali dengan teleponnya ke mahasiswi Universitas Moestopo itu.

Sebelum indehoy dengan Maharani, Fathanah mengambil duit Rp 1 miliar dari kantor PT Indoguna Utama, perusahaan pengimpor daging sapi. Duit itu rencananya akan diberikan untuk Luthfi Hasan Ishaaq, saat itu Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Barulah dia meluncur ke Le Meridien dengan Toyota Land Cruiser Prado hitam yang dikemudikan sopirnya.

Soal indehoy dengan Maharani, cerita Fathanah berbeda dengan versi penyidik. Sumber Tempo di KPK mengatakan penyidik masuk ke kamar Fathanah bersama petugas keamanan hotel yang membawa kunci duplikat. Sebelum masuk kamar, penyidik mendengar suara berisik dari kamar tempat Fathanah dan Maharani berduaan. Kepada penyidik,Fathanah mengaku membayar Rani Rp 10 juta untuk berkencan selama dua jam.

Maharani pada 5 Februari lalu membeberkan pertemuannya dengan Fathanah. Dia mengaku bertemu Fathanah di sebuah kafe di Senayan City. Seorang pelayan kemudian memberikan secarik kertas bertuliskan nomor telepon Fathanah. Ia mengaku diundang Fathanah makan malam di Le Meridien. “Karena saya berpikir positif, biar enggak dibilang sombong, saya temuin. Tapi saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk mencari keuntungan dalam perkenalan itu,” ujar Rani.

Fathanah sebenarnya sudah memiliki beberapa istri. Salah satunya adalah Sefti Sanustika yang mengaku kecewa dengan kelakuan suaminya. Fathanah juga dekat dengan sejumlah perempuan seperti model majalah Popular Vitalia Shesya yang mengaku dibelikan mobil oleh Fathanah, dan pedangdut Dewi Kirana. Baca selengkapnya: Perempuan di Sekitar Fathanah.

 

  • Dewi Kirana Bantah Kenal Ahmad FathanahDewi Kirana Bantah Kenal Ahmad Fathanah

+++++++++++++++

Rani Mengaku Diberi Fathanah Rp10 Juta untuk Hubungan Intim

Ini terungkap dalam persidangan terdakwa Arya Abdi dan Juard Effendi.

ddd
Jum’at, 17 Mei 2013, 14:32Hadi Suprapto, Dedy Priatmojo
Maharani tidak bisa mengelak dicecar jaksa M Rum

Maharani tidak bisa mengelak dicecar jaksa M Rum(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Maharani Suciono mengaku diajak berhubungan intim oleh Ahmad Fathanah, tersangka korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Maharani merupakan mahasiswa universitas swasta di Jakarta yang bersama Ahmad Fathanah saat dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Januari lalu.

Hal ini terungkap dalam persidangan terdakwa kasus suap pengaturan kuota impor sapi dengan terdakwa Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat 17 Mei 2013.

Awalnya hakim bertanya soal pertemuan Rani dengan Fathanah saat itu. Rani mengaku, sebelumnya ia ditelepon untuk bertemu di Hotel Le Meridien. “Jam 5 saya berangkat dari tempat teman. Sampai sana jam setengah 6. Lupa pokoknya lewat dari jam 5,” kata dia.

Keduanya bertemu di kafe yang ada di hotel tersebut. Setelah berbincang sebentar, Fathanah kemudian mengajak Rani ke atas. Mereka naik ke lantai 17 dan masuk ke kamar 1740. “Tidak lama petugas KPK datang. Yang buka pintu Pak Ahmad,” katanya.

Saat persidangan, jaksa M Rum mempertanyakan imbalan Rp10 juta yang diberikan Ahmad Fathanah kepada Rani.

Uang itu dari mana, tanya jaksa kepada Rani. “Dikasih Pak Ahmad,” jawab Rani.

Saat ditanya lagi untuk keperluan apa uang sebesar itu, Rani berkilah. “Tidak tahu, saya dikasih Pak Ahmad Rp10 juta,” kata dia.

Namun jaksa belum puas dengan jawaban Rani. “Izin yang mulia, di poin BAP No 6 ini ada pertanyaan apakah saudara diajak berhubungan intim oleh AF?” tanya Jaksa itu kepada Rani.

Tidak bisa berkilah lagi, Rani menjawab, “Iya, untuk menemani Pak Ahmad.”

“Dikasih uang itu katanya untuk itu (berhubungan intim)?” tanya jaksa lagi. Pertanyaan ini kembali dijawab, “Iya.”

Rani juga ditanya awal perkenalan dengan Fathanah. Kata Rani, ia kenal Fathanah sehari sebelumnya di salah satu mal Jakarta. “Lagi makan siang, ada Pak Ahmad Fathanah di situ, cuma saya nggak begitu paham. Nggak kenalan secara langsung. Saya hmad Fathanah, saya pengusaha, seperti itu saja,” kata Rani.

Anda punya proyek? “Oh nggak,” jawab Rani.

Maharani yang mengenakan blus putih dan celana panjang hitam ke PN Tipikor  sedang bersama Fathanah saat KPK menangkapnya di Hotel Le Meridien pada 29 Januari. Saat itu KPK menyita uang sebanyak Rp10 juta yang diberikan Fathanah kepada lajang berambut panjang ini. Namun setelah menjalani pemeriksaan, Maharani dinyatakan tidak terbukti dan dilepaskan penyidik. (umi)

++++++++++++++++++++++++

SENIN, 20 MEI 2013 | 05:49 WIB

Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah

Ilham Arief Serahkan Rp 7 Miliar ke Fathanah

Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

  

TEMPO.CO Jakarta:Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddinmengaku pernah menyerahkan uang senilai Rp 7 miliar pada tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah.Menurut Ilham, duit itu adalah duit pemenangannya untuk Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

“Saya serahkan melalui Fathanah Rp 7 miliar. Setahu saya mekanismenya memang diserahkan ke DPP PKS dulu, baru nanti disampaikan ke DPW PKS,” kata Ilham kepada Tempo,Ahad, 19 Mei 2013. Dia mengaku tidak tahu kemana uang itu mengalir seusai diserahkan pada Fathanah.

“Saya gak tahu cuci uangnya dimana. Gak ngerti,” ujar Ilham. Dia juga mengaku menyetorkan duit Rp 1 miliar langsung ke DPW PKS. “Itu waktu hari-H sebagai biaya saksi. Jadi total yang saya berikan Rp 8 miliar,” kata dia.

Ilham memiliki tanda terima duit pemenangan yang dia berikan lewat Fathanah. “Tapi jumlahnya hanya Rp 6,8 miliar,” ujar dia. Dia mengaku tidak tahu sisa duit Rp 200 juta dari Rp 7 miliar yang dititipkan pada Fathanah. Soal membayar duit pemenangan, Ilham mengaku tidak mempermasalahkannya. “Saya pikir itu biasa,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan Partai Keadilan Sejahtera Andi Muhammad Pasluddin enggan menyebut keterlibatan Ahmad Fathanah dalam aliran dana pemenangan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan. PKS bersama dengan koalisi 19 partai lainnya ketika itu mengusung Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin sebagai bakal Sulsel-1.

“Saya lupa jumlah uangnya berapa. Itu kan sudah lama,” kata Andi kepada Tempo, Ahad, 19 April 2013. Dia tidak mau menyebutkan jumlah dana pemenangan Ilham yang mengalir ke Tim Pemenangan Pilgub Sulawesi Selatan dari PKS.

 

One Trackback to “Uang Suap Fathanah Mengalir ke Artis Hingga Model Seksi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: