Laporan timwas Bank Century


males untuk percaya lagi timwas Century.. karena anggotannya saja banyak yang kredibilitasnya buruk :

Mr Bamsoet, dan mister Misbakhun (mantan anggota) .

 

Rekayasa Century kian Kentara

Rekayasa Century kian Kentara
 
 
 

 

BI dinilai memaksakan indikator psikologi pasar saat menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemis.

MANTANang gotatim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century DPR Akbar Faisal membeberkan dokumen penting tentang rentetan rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam penentuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemis.
Ada indikasi rekayasa dalam penentuan itu.

Menurut Akbar, dalam rapat yang berpuncak pada 20 November 2008 malam, BI diduga kuat memanipulasi kesimpulan sistemis yang diikuti pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun.

Akbar memaparkan, data Analisis Risiko Sistemis Sistem Perbankan Indonesia dari BI yang didapat Pansus Century tertanggal 19 dan 20 November 2008 menyebutkan empat parameter sistemic assessment. Keempat parameter itu yakni institusi keuangan, pasar keuangan, infrastruktur keuangan, dan sektor riil.

“Namun, hal itu berbeda di lampiran dari analisis tersebut. Sistemic assessment ada lima parameter, yakni institusi keuangan, pasar keuangan, sistem pembayaran, sektor riil, dan psikologi pasar,“ jelas Akbar di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, poin psikologi pasar sengaja dicantumkan untuk memberi kesan Bank Century memang bank gagal berdampak sistemis. Bahkan, tegas Akbar, sejak awal rapat Dewan Gubernur BI pada 31 Oktober hingga 20 November 2008, ada upaya untuk mengarahkan kesimpulan tersebut.

Hal itu diperkuat hasil transkrip pembicaraan dalam rapat Dewan Gu bernur BI pada 20 November 2008.

Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, misalnya, berkata, “…sedangkan dari sisi psikologi pasar, ini yang kami tekankan di sini. Jadi secara umum, sebetulnya di halaman empat ini kami sampaikan begini Pak, penutupan Bank Century ini berpotensi menimbulkan dampak sistemis.“

Gubernur BI saat itu, Boediono, pun berpendapat hal itu justru memperle mah. Mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom pun menimpali, “Apalagi matriks gampang dibaca, kesimpulannya enggak ada apa-apa.

Kalau mau yang tadi Bapak bacain aja dimatriksin gitu lo.“

Menurut Akbar, adanya poin psiko logi pasar perlu dipersoalkan. “Empat (indikator) yang pertama itu kuantitatif, bisa terukur dan dikenal dengan ilmu perbankan. Tetapi, BI memunculkan psikologi pasar, itu sama halnya `pasal karet’, dipaksa masuk aja itu.“

Anggota Timwas Century dari PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan dokumen yang diserahkan Akbar itu sudah dike tahui timwas, tetapi tetap menarik untuk didalami. Sebaliknya, Juru Bicara Wapres Boediono, Yopie Hidayat, menegaskan dokumen tersebut bukanlah sesuatu yang baru.

Kemarin, timwas sedianya memanggil KPK, tetapi KPK menolak hadir karena DPR meminta mereka membuka hasil pemeriksaan Sri Mulyani di AS.
“Tidak bisa kami membuka, bahkan kepada DPR. Demi hukum tidak boleh,“ ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjo anto. (Mad/Fid/*/X-8)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/publications/MI/MI/2013/05/30/articlehtmls/Rekayasa-Century-kian-Kentara-30052013001023.shtml

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: