Archive for August, 2013

August 31, 2013

Investor Kurang Minati Proyek Jalan Tol dan Air Minum

 

 

 

Friday, August 30, 2013       19:42 WIB

Investor Kurang Minati Proyek Jalan Tol dan Air Minum
Jakarta: Proyek infrastruktur biasanya kerap menjadi rebutan para investor, namun tidak dengan proyek jalan tol dan air minum yang dinilai sepi peminat lantaran persoalan harga.

Pengamat Ekonomi, Aviliani mengatakan, dua proyek tersebut tidak menarik bagi investor. Padahal pembangunan proyek jalan tol dan air minum sangat mendesak untuk digarap di Indonesia.

“Alasan mereka tidak tertarik dengan proyek jalan tol dan air minum karena harga atau tarifnya ditentukan oleh pemerintah. Jadi ketika DPR tidak setuju, maka harga tetap berlaku seperti itu,” ujar dia pada acara FGD PT SMI (Persero), Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Seperti diketahui, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia sebagian besar mengalami kerugian akibat rendahnya penetapan tarif air minum. Pasalnya PDAM tersebut menerapkan tarif di bawah full cost recovery.

“Investor kalau mau menanamkan modalnya pada suatu proyek juga akan mempertimbangkan Internal Rate of Return (IRR),” ujar Aviliani.

Di samping itu, dia mencermati proyek lain menyangkut barang publik, yakni kelistrikan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) ini menggambarkan persoalan listrik menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur di setiap koridor.

“Mau bangun sesuatu di daerah tapi listrik tidak ada. Sedangkan utang PLN sudah cukup banyak sehingga mereka tidak bisa mengembangkan (listrik) lebih banyak, jadi harus ada bantuan dari pihak swasta,” pungkas Aviliani.

http://bisnis.liputan6.com/read/679617/investor-kurang-minati-proyek-jalan-tol-dan-air-minum

Advertisements
August 31, 2013

PT Telkom Resmikan Universitas Telkom

Sabtu, 31 Agustus 2013 | 20:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) meresmikan perguruan tinggi barunya dengan nama  Universitas Telkom, , Sabtu siang, 31 Agustus 2013. “Urusan pendidikan tidak mungkin dikelola penuh oleh pemerintah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Muhammad Nuh saat menghadiri peresmian universitas itu di  Bandung Technoplex, Jalan Terusan Buah Batu, Bandung, Sabtu, 31 Agustus 2013.

Menurut dia, keberadaan Universitas Telkom  sejalan dengan program Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  Telkom, merupakan perusahaan yang teruji kualitasnya. “Saya yakin, tidak lama lagi, Universitas dibawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) itu mampu sejajar dengan perguruan tinggi negeri lainnya,” kata Nuh.

Di kawasan Bandung Technoplex, terdapat juga perguruan tinggi telkom lainnya seperti, Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Politeknik Telkom dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom. Namun, masyarakat di kawasan rawan banjir tersebut, masih pada taraf hidup menengah kebawah. “Saya harap masyarakat sekitar yang miskin, bisa diakses secara khusus oleh Telkom,” katanya.

Semntara itu, Direktur PT Telkom Arif Yahya mengatakan, peresmian Universitas Telkom  ini merupakan upaya menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara luas. “Dunia semakin dinamis, cara mengantisipasi masa depan adalah dengan cara membuat masa depan,” kata Arif.

Dia menambahkan, Universitas Telkom merupakan bentuk masterpiece Telkom berikutnya, setelah sebelumnya Telkom menghadirkan Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion.

Sementara, untuk meraih pendidikan di kampus bertaraf internasional ini tergolong mahal. “Biayanya dari Rp 4,5 juta per semester sampai Rp 15 juta per semester,” kata Ketua Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) Johni Girsang.

Telkom melalui YPT, lanjut Johni, telah melakukan usaha pendidikan sejak 23 Mei 1990, diawali dengan berdirinya STT Telkon dan Master in Business Administration Bandung.

August 31, 2013

Bangun Smelter, Freeport Minta Kepastian Perpanjangan Kontrak

Saturday, August 31, 2013       12:27 WIB
Bangun Smelter, Freeport Minta Kepastian Perpanjangan Kontrak

Ipotnews – PT Freeport Indonesia mengakui bahwa pihaknya masih ragu untuk membangun smelter  walau secara keuangan mereka menyatakan tidak ada masalah. Namun, saat ini Freeport tetap melakukan studi terkait pembangunan smelter.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto mengatakan, untuk membangun smelter harus dibarengi dengan cadangan mineral yang dimiliki. Sedangkan cadangan Freeport untuk wilayah pertambangan atas atau open pit, saat ini kapasitasnya hanya sampai 2016, Sedangkan untuk pertambangan bawah tanah atau underground, Freeport masih menunggu keputusan pemerintah terkait perpanjangan kontrak Freeport.

“Itu yang menjadi pertimbangan kita, cadangan open pit hanya sampai 2016. Bangun smelter itu harusnya cadangan bertahan hingga 15 tahun kedepan,” ujar Rozik di Bogor, Sabtu (31/8).

Studi yang dilakukan Freeport saat ini untuk menentukan nilai keekonomian, dan diharapkan studi tersebut dapat selesai dalam waktu lima bulan. Menurut Rozik, semua itu tergantung pada keputusan pemerintah terkait perpanjangan kontrak. Freeport sendiri berharap kontraknya bisa diperpanjang hingga 2041.

Menurut pengakuan Rozik, saat ini Freeport telah memiliki smelter, namun tidak memasok seluruh konsentrat yang dimiliki Freeport. Dalam peraturan juga tidak tertulis pembangunan smelter harus di lokasi tambang, dan Freeport juga menanyakan terkait pembangunan smelter, karena dalam kontrak Freeport tidak ada kewajiban konsentrat harus dilebur di dalam negeri.

“Saya sudah bangun di Gresik, tapi kan tidak harus seluruhnya diolah di dalam negeri. Dan Gresik sampai sekarang masih beroperasi,” ujarnya.

Saat ini, produksi Freeport kalau dalam posisi normal per hari sebanyak 220 ribu ton, untuk tahun ini Freeport memperkirakan produksinya hanya mencapai 80 persen dari target, karena pasca kecelakaan di trowongan bawah tanah Big Gossan, lokasi pertambangan Freeport ditutup selama dua bulan.

August 29, 2013

Ini Dia 2 Orang yang Ditunjuk Dahlan Jadi Tukang ‘Bersih-bersih’ BUMN

M Iqbal – detikfinance
Kamis, 29/08/2013 16:05 WIB

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2013/08/29/4/dahlankpk.jpgDahlan Iskan Saat Memakai Baju Slogan Anti Korupsi
Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan terus mendorong para BUMN terhindar dari praktik korupsi. Untuk mewujudkan hal itu, Dahlan saat ini tengah menyusun ‘Roadmap BUMN Bersih’.

“Sebetulnya ini rahasia, sudah terbentuk timnya yang disebut tim penyusunan Roadmap Menuju BUMN Bersih. Tim ini anggotanya antara lain, Pak Erry Riyana yang dulu di KPK, terus ada Dirut KAI Pak Jonan (Ignasius Jonan) yang terkenal sekali bersihnya, dan ada 5 orang anggota di situ,” kata Dahlan Iskan usai diwawancarai oleh komite konvensi capres PD di Wisma Kodel, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (29/8/2013).

Dahlan meminta kepada tim roadmap untuk merumuskan apa definisi bersih untuk BUMN. Kemudian, ada tingkatan bersih tingkat I, tingkat II dan tingkat III.

“Bersih tingkat I, seluruh komisaris dan direksinya bersih. Mungkin bawahannya belum bersih, tapi komisaris dan direksinya harus bersih sejak 1 November tahun ini. Bukan berarti sekarang enggak, tapi komitmennya 1 November mengikat dirinya menjadi bersih tingkat,” kata mantan bos PLN ini.

Kemudian bersih tingkat II, yaitu direksi dan komisaris menjamin dan mengusahakan agar satu level di bawah direksi itu bersih. Misalnya kepala devisi, wakil-wakil direktur bersih dalam 3 bulan.

“Apakah setuju atau enggak dalam waktu 3 bulan itu, kalau tim menawarkan 6 bulan saya akan pikirkan setuju atau tidak,” kata Dahlan.

Terakhir bersih tingkat III, yaitu seluruh kepala bagian harus bersih, dan ini dijamin oleh direksi dan komisarisnya.

Rencananya setelah roadmap ini dirumuskan, masing-masing direksi BUMN yang merasa bersih atau bisa bersih, mendaftarkan diri mulai 1 November 2013 kepadanya sebagai Menteri BUMN.

“Saya ingin lihat berapa direksi yang menyatakan dirinya bersih atau yang menyatakan pada 1 November dirinya bisa bersih. Bagi direksi yang menyatakan dirinya bersih kita akan lihat bersih tidak,” papar Dahlan.

Setelah itu akan dimonitor dengan menunjuk BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sebagai tim surveyor untuk menilai secara periodik apakah betul-betul bersih atau tidak.

“Direksi yang tidak berani mendaftarkan diri sebagai direksi bersih akan diberlakukan roadmap yang akan disusun tim, apa yang harus dilakukan bulan pertama. Karena kadang-kadang dia tidak bersih karena aturannya tidak cocok, atau aturan tendernya belum jadi,” ucapnya.

Menurut Dahlan, dalam setahun roadmap menuju BUMN bersih harus selesai. “Itu komitmen saya di bidang pemberantasan korupsi,” katanya.

August 29, 2013

Orang RI Simpan Rp 1.500 T di Singapura, Kemenkeu: Tak Bisa Dilarang

 

Coba turunkan pajak di Indonesia , dan ciptakan iklim investasi yang nyaman bakalan balik tuh duit yang berada di Singapore

Maikel Jefriando – detikfinance
Rabu, 28/08/2013 20:43 WIB

https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2013/08/28/5/uang.jpg Foto: Rupiah (dok.detikFInance)

Jakarta – Sampai saat ini, ada dana Rp 1.500 triliun milik orang Indonesia yang disimpan di Singapura. Kondisi ini tidak bisa ditindak oleh pemerintah, karena memang tidak ada aturannya.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengakui, dana yang sebagian besar dalam dolar tersebut, sebenarnya bisa membantu devisa Indonesia dan menangani pelemahan rupiah yang terjadi saat ini. Tapi apa daya.

“Ya sangat menolong (pelemahan rupiah), tapi kita kan begitu karena loncat valasnya kan bebas. Ketika dia dapat dolar banyak, tidak harus masuk pasar Indonesia. Itu saja. Kalau Singapura tahu sendirilah, karena ada tax haven, mereka bisa deal soal tax (pajak), kerahasian dijaga,” ujar Bambang di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Bambang mengaku pemerintah tidak bisa membujuk warga negara Indonesia (WNI) yang sudah menyimpan dananya di Singapura. “Ya nggak bisa dong, ini kan masalah uang nggak kenal warga negara, jadi kita harus bujuk dengan kita nggak mau memberi insentif fiskal ke mereka kan. Karena itu cuma menyimpan uang saja,” tutur Bambang.

Menurutnya, kondisi ini merupakan isu jangka panjang yang harus dipikirkan secara bersama. Perlu ada langkah atau kebijakan untuk memperdalam instrumen keuangan.

“Jadi ya ini isu jangka panjang. Tapi kita nya harus memperdalam pasar keuangan itu sendiri. Jadi yang diperbanyak itu instrumen keuangnnya. Jadi ada kebijakan yang seperti itu arahnya,” pungkasnya.

Sebelumnya Bos Bank Mandiri Budi Gunadi mengatakan orang kaya Indonesia saat ini banyak menempatkan dananya di luar negeri seperti Singapura. Salah satunya karena alasan keamanan pengelolaan keuangan.

Setidaknya ada sekitar Rp 1.500 triliun dana orang kaya asal Indonesia yang ditanamkan atau ditempatkan di Singapura.

“Sebenarnya US$ 200-an miliar ya. Itu setara Rp 1.500 triliun lebih. Itu data dari beberapa perusahaan riset tentang tentang uang orang Indonesia di sana (Singapura),” ucap Budi.

Disebutkan Budi jumlah dana tersebut akan terus bertambah seiring makin naiknya jumlah orang kaya asal Indonesia. Budi menilai alasan keamanan sebagai motivasi banyaknya jumlah dana yang ditaruh di Singapura. Padahal dari tingkat pengembalian dana atau imbal hasil investasi di Singapura tidak terlalu besar.

Tags:
August 29, 2013

Bisnis Narco Tentara

Selain menyelundupkan BBM  dan kayu,  bisnis Narco  juga sangat menggiurkan

 

SABTU, 06 JULI 2013 | 09:58 WIB

Aset Milik Tentara Serma BW Miliaran

TEMPO/Budi Yanto

TEMPO.COJakarta – Badan Narkotika Nasional menangkap enam tersangka pemasok narkotika di Pekanbaru. Dua di antaranya merupakan anggota TNI Angkatan Udara, yakni Sersan Mayor BW dan Sersan Dua RY. BNN menduga dari bisnis narkobanya, BW memiliki aset miliaran rupiah. “Dia berperan sebagai pemasok narkoba di diskotik-diskotik di Pekanbaru. Dia memiliki aset yang sangat banyak,” kata Kepala Deputi Pemberantasan Narkoba BNN, Inspektur Jenderal Benny Joshua Mamoto, ketika dihubungi pada Jumat, 6 Juli 2013, kemarin.

Aset BW yang sudah disita BNN, antara lain restoran, rumah mewah, kebun kelapa sawit, dan mobil Nissan X-Trail. BW juga diduga memiliki dealer motor Suzuki. Namun, Benny belum dapat memerinci total nilai aset tersebut, karena BNN masih melakukan penggeledahan hingga kemarin. Sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB kemarin, BNN menggeledah rumah BW di Jalan Mantri, RT 2 RW 1, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

Menurut Ketua RT 2 Chairunnas, BNN menyita satu bundel buku tabungan dan satu set mesin penghitung uang. “Pada saat penggeledahan, anak tersangka sempat marah-marah,” kata Chairunnas.

BNN menangkap BW bersama RY di Pekanbaru pada 2 Juli lalu. “Dia ditangkap setelah menerima narkoba dari temannya yang juga oknum aparat (RY), dengan barang bukti berupa 300 butir ekstasi,” kata Benny. BNN kemudian menangkap seorang wanita berinisial DA bersama suaminya berinisial MA dan rekannya PC, dengan barang bukti sabu seberat 500 gram.

Keesokan harinya, BNN menggerebek diskotek XP di Jalan Sudirman, Pekanbaru. Enam pegawai diskotek ikut digelandang petugas BNN, yakni A, S, HS, MA, RH, dan C. Di diskotek tersebut, BNN mendapati sebanyak 61 butir inex dan 97 butir happy five. Baru pada 4 Juli BNN menangkap seorang pria berinisial KS yang memasok sabu kepada RY. Ketika menangkap KS, BNN juga mendapati barang bukti sabu seberat 10 gram. “Semua narkotika ini dipasok dari Malaysia dan kasusnya masih kami kembangkan,” ujar Benny.

Kini, seluruh tersangka sudah ditahan di tahanan BNN, Cawang, Jakarta Timur. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup atau hukuman mati.

TNI Angkatan Udara berjanji akan mengusut kasus ini. “Perintah saya, proses sesuai dengan ketentuan,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia ketika dihubungi kemarin.

AFRILIA SURYANIS | RIYAN NOFITRA | INDRA WIJAYA | FANNY FEBIANA

August 29, 2013

Dahlan Minta PT Semen Indonesia Bangun Pabrik Baru Di Kupang

Thursday, August 29, 2013       12:06 WIB
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mendapat tugas membangun pabrik semen baru di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pabrik baru ini tak ada kaitannya dengan Semen Kupang yang selama ini sudah ada.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan saat ditemui usai rapat pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat Surveyor Indonesia Jakarta, Kamis (29/8/2013).

“Semen Indonesia nggak perlu selamatkan Semen Kupang. Saya tugaskan Semen Indonesia bangun pabrik semen di Kupang,” Ucap Dahlan.

Disebutkan Dahlan meskipun saat ini di daerah Kupang telah terdapat pabrik semen milik Semen Kupang namun kontribusinya sangat kecil terhadap pemenuhan kebutuhan semen. Diakuinya daerah NTT membutuhkan pabrik semen baru untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

“Dulu kita punya pabrik Semen Kupang. Itu rugi beberapa tahun. Kemudian KSO (kerja sama operasi) dengan swasta. Itu pabrik Semen Kupang 1 dan 2. Pabrik seuprit. Daerah NTT perlu pabrik semen agar daerah maju,” jelasnya.

Untuk perhitungan bisnis, Dahlan menyerahkan hal ini ke internal korporasi Semen Indonesia.

“Semen Indonesia ekspansi ke sana. Korporasi harus menentukan,” seru Dahlan.

Sumber: detikcom

August 28, 2013

Edan 2 Menteri di acara HUT FPI

  Harusnya dua menteri “kunyuk ” ini dipecat oleh SBY .  Bagian dari politik santun atau politik dungu ?
Rabu, 28 Agustus 2013 | 00:20 WIB

Dua Menteri di Acara FPI

Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri semestinya menjaga jarak dengan organisasi seperti Front Pembela Islam (FPI). Banyak kontroversi yang menyelimuti organisasi yang sering diidentikkan dengan tindak kekerasan ketika menyerbu tempat-tempat yang mereka anggap mengumbar maksiat itu. Perilaku tersebut terang kontradiktif dengan prinsip kasih sayang dalam Islam.

Kehadiran kedua menteri tersebut dalam acara musyawarah nasional FPI ke-3 dan ulang tahun FPI ke-15 pekan lalu itu menunjukkan adanya toleransi yang sangat besar dari pemerintah terhadap FPI. Hal ini juga memperkuat penilaian banyak kalangan bahwa pemerintah bersikap ambigu terhadap organisasi tersebut. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah selalu menyatakan tidak menenggang kekerasan, tapi pemerintah juga tidak pernah bertindak tegas terhadap FPI manakala mereka melakukan tindak kekerasan terhadap pihak lain.

Yang mengkhawatirkan, kekerasan yang dilakukan FPI kini sudah meluas, tidak hanya terhadap lokasi atau kegiatan yang dicap melayani kemaksiatan, tapi juga terhadap masyarakat secara umum. Beberapa kali FPI bentrok dengan masyarakat kebanyakan. Dua peristiwa berurutan terjadi dalam dua bulan terakhir, di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, dan Lamongan, Jawa Timur.

Lebih menggelikan lagi adalah pidato Suryadharma ketika membuka acara tersebut. Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu memuji FPI karena, di usianya yang baru 15 tahun, organisasi ini sudah terlihat kematangannya. Bahkan Suryadharma mengatakan bahwa nasionalisme FPI tidak perlu diragukan lagi. Ia menyebutkan FPI adalah organisasi Islam pencinta Pancasila, nasionalisme, dan negara Indonesia. FPI bukan musuh Pancasila.

Suryadharma seolah lupa akan tindakan sejumlah anggota FPI yang justru bertentangan dengan kebinekaan kita. Lima tahun lalu, anggota organisasi itu menyerang anggota Aliansi Kebangsaan untuk Keyakinan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) di area Monumen Nasional, Jakarta. Di Surabaya, sekelompok orang yang diduga FPI membubarkan acara dialog Islam-Kristen. Kelompok yang sama juga membubarkan sebuah diskusi buku di Yogyakarta.

Pidato Salim pada saat penutupan pun tak kalah aneh. Seolah tak mau kalah, Salim juga menyampaikan pujian kepada FPI. Menurut dia, FPI semakin hari semakin bagus, semakin meningkat, dan semakin diterima masyarakat. Pernyataan Salim jelas berbeda dengan kenyataan yang ada. Sebab, banyak kalangan meminta agar FPI dibubarkan karena tindak kekerasan mereka yang kian meluas.

Kita cemas bahwa kedatangan Suryadharma dan Salim justru dimaknai sebagai stempel sekaligus restu bagi FPI untuk melanjutkan “misinya”. Padahal kita berharap setiap organisasi, apa pun misinya, tidak menggunakan kekerasan ketika bertindak. Suryadharma memang tak lupa menyentil FPI dengan memberi nasihat agar organisasi ini tidak melakukan kekerasan yang dilarang oleh Islam.

Sayangnya, sulit membayangkan pimpinan dan anggota FPI akan mengikuti nasihat Menteri Agama. Perlu jeweran yang keras agar perilaku kekerasan ini bisa dihentikan.

August 28, 2013

Perusahaan Penerbangan Tumbuh, Sekolah Pilot Pun Semerbak

RABU, 28 AGUSTUS 2013

kompas logo

TRANSPORTASI

Rasa bangga dan lega tergambar pada wajah orangtua wisudawan Bali International Flight Academy, pekan lalu. Tidak sia-sia rasanya uang ratusan juta rupiah untuk menyekolahkan anak-anak telah berbuah manis. Tidak lama lagi para wisudawan itu akan menjadi kopilot di maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Pada usia yang tergolong masih sangat muda, para pilot itu akan mendapat gaji minimal 2.000 dollar AS atau Rp 20 juta. Ini baru gaji pokok. Jika ditambah uang terbang, bukan tidak mungkin penghasilan bulanan pilot muda itu mencapai 4.000 dollar AS.

Iming-iming penghasilan besar, penampilan gagah, dan setiap saat bisa ke luar negeri membuat banyak keluarga bercita-cita menjadikan putra-putrinya sebagai pilot. Dengan banyaknya kelas menengah di Indonesia, perjalanan dengan pesawat udara juga meningkat. Perusahaan penerbangan harus menambah jumlah pesawat dan sudah barang tentu personel pun harus ditambah.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Novijanto Herupratomo mengatakan, tahun ini Garuda mendatangkan 24 pesawat baru. Jika satu pesawat membutuhkan lima set kru, berarti Garuda butuh tambahan pilot 120 orang. Penambahan pilot ini akan terus berlangsung karena Garuda mempunyai rencana kerja untuk terus menambah pesawat hingga mencapai 381 pesawat pada tahun 2025.

Kebutuhan akan pilot tidak hanya dialami Garuda. Maskapai penerbangan lainnya juga butuh pilot. Permasalahannya adalah kecepatan sekolah-sekolah pilot memproduksi pilot. Biaya yang tinggi dan keterbatasan fasilitas menjadi kendala. Di sekolah pilot milik negara, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan Curug, biayanya sangat terjangkau. Namun, kapasitas dan fasilitasnya terbatas. Jumlah pesawat latih tidak banyak sehingga siswa butuh waktu yang lebih lama untuk mencapai jam terbang minimal.

Sebagai jalan keluar, saat ini, sekolah pilot swasta bermunculan di dalam negeri dan luar negeri. Biaya sekolah pilot yang bonafide, seperti di Selandia Baru, mencapai 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,1 miliar.

Namun, tidak semua sekolah mematok biaya tinggi. Sekolah pilot swasta di Indonesia sekitar Rp 650 juta. Di Filipina, biaya sekolah pilot ada yang hanya Rp 450 juta. Dengan biaya yang lebih murah, berbahasa Inggris, dan mendapat lisensi asing, sekolah di Filipina menjadi pilihan warga Indonesia. Namun, sayangnya, tidak semua sekolah pilot berkualitas.

Belum lama ini 91 siswa asal Indonesia tertipu oleh sekolah pilot Aviatour Flight School di Lapu-lapu City, Filipina. Mereka sudah membayar, tetapi aktivitas sekolah tidak jelas.

OS Samson, orangtua salah seorang siswa Aviatour Flight School, mengatakan, setelah mengecek dan mendengar informasi dari berbagai pihak di Filipina, ternyata sekolah itu tidak menjalankan kewajibannya sebagai penyelenggara sekolah dengan benar. ”Kami sudah menjadi korban praktik sekolah pilot yang tidak bertanggung jawab. Kami sedang menempuh upaya pengembalian dana atau refund melalui pengacara kami di Filipina. Jika tidak berhasil, kami akan menempuh jalur hukum melalui interpol,” kata Samson di Jakarta, Senin (26/8).

Menurut Federasi Pilot Indonesia, beberapa kali telah terjadi kasus seperti Aviatour Flight School. ”Ada empat keluhan utama. Pertama, masa pendidikan yang selesai tidak tepat waktu, siswa ditelantarkan selama pendidikan, adanya hidden cost atau tingginya pembiayaan tidak terduga yang dibebankan. Terakhir, setelah biaya pendidikan dibayar lunas, tidak ada kegiatan belajar yang berkelanjutan,” kata Hasfrinsyah, Presiden Federasi Pilot Indonesia.

Saat ini di Indonesia ada 18 sekolah pilot yang diawasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dan Federasi Pilot Indonesia. Kerja sama pemerintah dan federasi, antara lain, mencakup pengawasan kualitas sekolah, termasuk kurikulum. Maklum pilot sedang ramai. (M Clara Wresti)

KOMENTAR
August 28, 2013

KPK akan Jerat Aktor Intelektual Mafia Migas

Semoga bisa berhasil.. KPK berani tidak jerat Moh.Reza ( ingat kasus minyak Zatapi).  Moh Reza sudah sangat menggurita, tidak ada yang berani menyentuh dia, karena networknya sudah menguasai Cikeas dan besan presiden.

 

 

KPK akan Jerat Aktor Intelektual Mafia Migas

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti signifikan
untuk menjerat aktor intelektual di balik ka sus suap belasan mi liar
rupiah di SKK Migas.

“(Dari) hasil penyitaan semua dokumen itu (kami) bisa menyimpulkan
bukti-bukti sudah terang benderang dan signifikan untuk membongkar aktor
intelektual dalam kasus korupsi di SKK Migas,” kata Ketua KPK Abraham
Samad, kemarin.

Samad pun mengatakan tidak menutup kemungkinan akan memanggil Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Komite Pengawas SKK Migas
Jero Wacik.

“Kami belum jadwalkan, ma sih menunggu tahapan dari verifikasi dokumen
dan barang bukti hasil penyitaan,” ujar Samad.

Selain itu, lembaga antirasywah itu sedang memeriksa setumpuk dokumen
atau bukti lain terkait dengan kasus suap yang melibatkan tersangka Rudi
Rubiandini tersebut.

“Belum dapat saya sampaikan kepada publik. Hal terse but merupakan
materi dalam teknis penyidikan yang dilakukan KPK,” ungkap Abraham.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar menyatakan
alasan utama pembubaran BP Migas ialah potensi korupsi lembaga itu dalam
menentukan kon trak migas di Indonesia.

Namun, pemerintah justru membentuk SKK Migas de ngan wewenang dan
perilaku nyaris mirip pendahulunya.

“Namun, bagaimana? Itu do main pemerintah,” keluhnya.

Akil menyebutkan ketika mengeluarkan putusan terkait dengan pembubaran
BP Migas pada November 2012, MK melihat model pengelolaan BP Migas yang
tidak sesuai dengan Pasal 33 UUD 45. Selain itu, pengelolaan BP Migas
menimbulkan praktik yang berbiaya tinggi.

Setelah BP Migas dibubarkan, pemerintah membentuk SKK Migas untuk
mengisi kekosongan. Parahnya, selain tidak memiliki landasan UU, metode
kerja yang dilakukan SKK Migas ternyata tidak berbeda dengan BP Migas.

“SKK Migas dibentuk atas diskresi presiden. Jadi, (SKK Migas) sepenuhnya
tanggung jawab pemerintah,” tandas Akil. (Che/*/*/X-3)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/08/20/ArticleHtmls/KPK-akan-Jerat-Aktor-Intelektual-Mafia-Migas-20082013001031.shtml?Mode=1#