The end of SBYnomics : Dari Kesayangan Investor, Indonesia Kini Dinilai Negara Rentan


The End of SBY nomic or Hattanomic or whatever the nomic’s is.

Untuk urusan ekonomi di negeri ini ada adagium; Presiden boleh gonta ganti, tapi tim ekonominya (kaum teknokrat) mesti  sama !  Istilah boleh Soehartonomic, Widjojonomic, Hitmannomics,  Habibienomic, Hattanomic,  atau yang terakhir Sbynomic tapi  ISInya   tetap menjijikan karena penuh kosmetik ; ” pro rakyat” ..

Inilah 5 pilar ekonomi  kebijakan ekonomi Indonesia apapun itu namanya  :

1    MONETER : Rejim devisa BEBAS LEPAS tidak boleh diganggu gugat. Kebijakan  devisa bebas ini harus dijaga  kalau perlu sampai KIAMAT.  Hot Money itu bukan masalah tapi  kenikmatan  !  Hot money itu Investasi Asing, jadi tidak usah repot!   Rupiah  anjlok  $ US 1′-  menjadi Rp  100.000,-  TIDAK USAH khawatir karena  akan ada kesimbangan baru seperti  persis seperti bualan sang  Menteri , kalau perlu BUANG saja nol  nya  (DENOMINASI),

2.  KOMODITAS UNGGULAN:  Pertahankan Indonesia sebagai  pengekspor produk  komoditas : Minyak dan Gas,  Batubara, Mineral,dan Sawit, karena tidak akan  pernah  habis.   Reproduksi cerita bahwa sumber daya alam  Indonesia bisa sampai ribuan tahun. DONT  WORRY BE HAPPY ! Jika sumber daya habis ya tinggal Import saja , tidak usah repot !  Ekonomi sudah biasa Import mulai dari Ikan Asin, Garam, Cabe sampai Ferarri.

3.   ETOS BANGSA dan KOMPETENSI  :  Bina terus  etos bangsa Indonesia  agar terus  mengemari  KONSUMSI,  MENGHUTANG,  BOROS dan HIDUP MUNAFIK ( luar kelihatan alim religius  tapi doyan  perempuan, HEDON  dan korup).   Hidup tidak usah produktif tapi yang penting adalah GAYA HIDUP  Wow !  Duit boleh cekak tapi gaya hidup harus selalu kelihatan tinggi ! Bagi yang masih miskin :beri BLT ( Bantuan langsung Tunai ). Kaum menengah “tertolong” karena ada Kartu Kredit  ! Sedangkan kaum elit tinggal ” malak” pengusaha saja, macam si Rudi Rubiandini mengumpulkan  duit dari mafia minyak untuk THR anggota DPR.

Anak bangsa yang kreatif dan gemar mencipta:  segera hambat,buat frustrasi  dan eksport ke negara tetangga ( Singapore atau Malaysia).  Anak bangsa yang kritis : segera beri jabatan empuk birokrasi atau jadikan dia anggota DPR,  staf khusus buat  Menteri atau Presiden. Selesai Perkara !

4. BIROKRASI  :  JANGAN  diganggu   birokrasi . Biarkan mereka bekerja  secara profesional untuk memperkaya dirinya sendiri dan memburu rente.  Yang penting  pastikan tiap tahun ada kenaikan gaji PNS dan renumerasi !     Porsi untuk Pembangunan Infrastruktur  dijaga minimal , yang penting gaji dan pensiun PNS !

5.   BURUH :  Jaga agar buruh Indonesia  SELALU diupah MINIMUM.   Upah minimumnya  diapakan juga  ya TETAP  SE -MINIMUM MUNGKIN. Jika tidak puas silahkan jadi TKI atau TKW. Yang paling konyol justru yang mempraktekan pengupahan minimun adalah BUMN.

Yang buat saya takjub juga tim ekonomi biasanya harus mengikuti kursus di Lemhanas. Tapi toh hasilnya  sama saja. Karena faham ini memang sudah melekat sampai tulang sumsumnya mereka.

Menurut saya 15 tahun reformasi ekonomi politik  hasilnya  capaiannya SAMA saja ! Yang sering saya baca di koran di satu sisi  selalu mengatakan fundamental ekonomi kuat atau mantab. Di sisi lain mengatakan struktur ekonomi ternyata lemah atau payah.   Dari dua statemenent itu orang awam seperti saya bisa menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia memang LEMAH alias PAYAH. Hal ini ibarat mengatakan bahwa rumah kita bagus karena  fundasi rumah kuat walaupun  tiang rumah keropos.  Rumah yang bagus dinilai karena punya fondasi yang bagus dan tiang yang kokoh..  Itu juga contoh ” tipu tipu”  ekonom teknokrat Indonesia.

Atau mereka memakai jurus  menyalahkan orang lain , contohnya bahwa kondisi ekonomi compang camping seperti sekarang ini memang karena kesepakatan republik dengan n IMF, World Bank dan juga WTO. Oleh sebab itu  mereka  harus ” tega” mengorbankan kepentingan NASIONAL .

Dari guntingan media  bisa saya kumpulkan bisa saya  kesimpulan point 1-5 jelas tampak.   

1).Bayangkan selama 10 tahun atau 15 tahun terakhir ini ekonomi Indonesia hanya mengandalkan komoditas semata ( batubara dan sawit), dan itupun hasil yang masuk ke kembali ke ibu Pertiwi hanya sebagian kecil saja. Semuanya  di parkir di Bank SINGAPORE ! Sekarang pada giliran perusahaan nya harus membayar hutang mereka mencari di Indonesia, yang akibatnya kurs mata uang rupiah jadi terjun bebas.

2) Entah kena setan apa  tim ekonom yang terdiri dari manusia nan pinter  ini, bisa kokoh mempertahankan rejim devisa bebas lepas.  Jika ditanya urusan  HOT MONEY  mereka   pasang aksi pura pura bodoh.  Spekulan dan tukang cuci uang  panas dibiarkan mengais  laba pada sistem keuangan negeri ini.   Namun, jika mereka sudah pada posisi terpojok jawaban klise sudah siap : jawabannya adalah  akan segera disiapkan paket kebijakan moneter dan sektor riil.  Memang paket kebijakan itu dikeluarkan tapi masalah HOT MONEY ini tidak pernah tersentuh sama sekali.  konyol !  Contoh bengis dari mereka selanjutnya adalah   tega mengorbankan  ekonomi warganegara indonesia sendiri, misalnya  seperti menaikan suku bunga bank.Kenaikan suku bunga ini dengan cerdik dibungkus oleh dalih untuk mengatasi HOT MONEY.    Walhasil warga negeri ini yang sudah kesulitan mencari nafkah dan mendapatkan kondisi hidup layak,  sekalinya dia mampu mencicil rumah langsung kena timpa bunga bank  yang mendadak naik .  Yang paling spektakuler adalah   spread bunga bank   sepertinya dibiarkan permanen  ( spread bunga bank Indonesia bisa dianggap yang paling tinggi di dunia) Tidak mengherankan bank bank di Indonesia rata mentereng semua gedungnya. Yang

Jadi ekonom di negeri ini saya bertanya tanya apa yang mereka pikirkan buat kepentingan bangsa ? .
Hanya sebagian kecil pejabat. politikus yang mengurus ekonomi dan keuangan saya yakini  memilik  itikad kuat  membela atau melindungi kepentingan nasional .  Jadi agak repot kalau mereka disebut gerombolan Neolib.  Coba jika mereka punya rasa sedikit saja untuk membela kepentingan NASIONAL (NATIONAL INTEREST)  hasilnya pasti struktur perekonomian lebih kuat dari yang sekarang. Tapi nyatanya yang terjadi justru kebalikannya oleh mereka struktur ekonomi dibiarkan lemah, dan masyarakat dininak bobokan dengan konsumsi yang tinggi.   Negeri ini nyaris semua impor, Mulai dari Garam sampai Ferrari.  Masyarakat tidak  pernah diajarkan etos untuk menjadi manusia  produktif dan kreatif .  Sayang nilai budaya dan agama  yang dianut  memang lebih  mendorong indvidu untuk menjadi manusia konsumtif  saja sampai mati, karena yang penting adalah urusan akhirat !

Kondisi bawaan yang sudah ” kaprut”, oleh kaum elit politik justru makin diexploitasi.   Elit Politik negeri ini memang biasa menginjak kepala orang lain agar kesenangannya tercapai atau gaya hidup hedonnya bisa terpenuhi.

Lihat saja mobil para petinggi partai politik , nyaris semuanya mobil mewah impor, walaupun penghasilan tidak jelas.l   Mereka sengaja menimbun duit cash di rumahnya, lihat kasus si Anas menyimpan duit 1 M di rumah, busyet deh. Perusahaan saja jarang menyimpan uang kas sampai  Rp 1 M. Duo si Luthpi Ishooq dan Fathonah  dan Anas Urbaningrum mungkin bisa menjadi satu sample bagaimana brutalnya  prilaku konsuntif elit politik negeri ini.

Contoh klasik  lainnya  adalah industri bahan

dasar , seperti kilang minyak. Sampai hari ini pembangunan kilang minyak  hanya berputar putar pada level Feasibility Studies . Padahal orang awam  tahu bahwa bangun kilang dalam kondisi sekarang  sudah pasti feasible dan menguntungkan .   Tentakel   Mafia Minyak Moh Riza  Cs memang kuat sekali mencekram pada semua level, walaupun pemerintah sudah menyiapkan duit lewat APBN untuk membangun minyak, eh tahunya menteri ESDM bisa mengatakan pemerintah tidak punya duit .. Gimana ini ?? Walhasil import minyak dari kilang Singapore jalan terus entah sampai kapan dan pundi pundi si Moh Riza cs tetap teriisi dollar .

4)  Era SBY penerimaan pajak-bea cukai digenjot secara serius, mulai dari periode si Sri Mulyani sampai ke periode  Agus Marto/Chattib Basri . Wel, memang  target penerimaan pajak tidak selalu tercapai karena direktorat pajak – bea cukai masih banyak tikus macam si Gayus, Dhana dan Heru .   Sebenarnya publik bisa didorong untuk lebih banyak membayar pajak  tapi ya hasil Pajak dipakai untuk membangun, membangun infrastruktur dong. Sekarang ini  pengeluarann negara sampai sekarang dipakai hanya untuk menutup bayar gaji PNS saja. lebih dari 30 % buat bayar gaji doang. Jadi jangan salahkan jika masyarakat malas membayar pajak !

Dan lebih gilanya periode 10 tahun belakangan gaji para petinggi ini semakin absurd besaran nilainya.. contoh pegawai lembaga keuangan atau SKK Migas  gaji minimal mereka bisa Rp 131 juta.  ( lihat saja  Gaji Paling rendah Rp131 juta di sektor keuangan)  dan lihat juga (Kekayaan Presiden dan Wapres RI naik).   Ironisnya Gaji besar ini tidak berhasil menurunkan niat mereka untuk berbuat korup.

_________________________

ddd
Rabu, 27 November 2013, 16:50Siti Nuraisyah Dewi, R. Jihad Akbar

VIVAnews – Indonesia harus siap untuk menghadapi kondisi ekonomi global tanpa adanya program stimulus moneter di Amerika. Kesiapan tersebut terkait akan ditariknya program tersebut oleh Federal Reserve.Menteri Keuangan, M Chatib Basri, dalam acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Rabu 27 November 2013 mengungkapkan, tanda-tanda kembali normalnya ekonomi dunia tanpa program stimulus itu, menjadikan Indonesia masuk lima besar negara yang dikategorikan ekonomi rentan.”Sebab, selama 4 tahun, kita hidup di dunia yang dibantu olehquantitative easing. Sebenarnya, kalau kita bicara dengan dunia yang normal adalah dunia tanpa quantitative easing,” tuturnya.Persepsi terhadap Indonesia, menurut Chatib, setelah pengumuman akan ditariknya program stimulus itu, RI tidak menjadi negara kesayangan investor untuk berinvestasi. Kenapa, karena wacana tersebut diperburuk oleh fakta bahwa neraca transaksi berjalan mengalami defisit tinggi.”Bagaimana Indonesia sebagai sebuah negara yang menjadisecond fastest growing di dunia setelah China, karena kondisi ini masuk ke negara fragile five,” ungkapnya.Karena itu, dia menegaskan, menghadapi ancaman eksternal tersebut, ekonomi domestik harus diperkuat. Upaya itu diharapkan dapat menopang ekonomi Indonesia di masa depan.

Kelima negara yang dikategorikan rentan saat ini adalah India, Indonesia, Turki, Afrika Selatan, dan Brasil. “Dalam IMFcommittee meeting di Washington itu, utusan pemerintahan diminta menjelaskan posisi masing-masing negara,” imbuhnya. (art)

+++++++++++++++

KAMIS, 28 NOVEMBER 2013

kompas logo

Lindungi Kepentingan Nasional

Perundingan di Geneva Buntu

JAKARTA, KOMPAS — Ukuran keberhasilan Konferensi Tingkat Menteri Ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia di Bali pada 3-6 Desember 2013 adalah terlindunginya kepentingan nasional. Para pejabat yang terlibat dalam konferensi diharapkan tidak menjadi agen negara-negara maju.”Secara pribadi delegasi bisa dikatakan hebat di mata dunia. Namun, untuk apa kehebatan individu yang dia dapat kalau nantinya kepentingan nasional harus dikorbankan,” kata mantan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Rabu (27/11), di Jakarta.Bungaran menyatakan, liberalisasi perdagangan di sektor pertanian dalam kerja sama multilateral di bawah payung Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) harus mengedepankan semangat keadilan.”Pertanyaan mendasarnya apakah posisi negara berkembang dan negara miskin sudah seimbang dengan negara-negara maju sehingga harus berkompetisi di pasar yang sama tanpa perlindungan?” kata Bungaran.Tuntutan negara-negara maju agar negara berkembang, termasuk Indonesia, mengurangi subsidi di sektor pertanian sangat tidak adil. Sekarang subsidi pertanian di negara maju rendah, tetapi dulu mereka menikmati subsidi yang sangat besar.

Investasi negara-negara maju di sektor pertanian sudah besar sehingga tidak perlu subsidi. Negara berkembang belum melakukan investasi apa-apa. ”Kita bukan tidak setuju dengan liberalisasi. Liberalisasi setuju, tetapi tidak sekarang,” ujarnya.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, subsidi yang lebih tinggi untuk sektor pertanian di negara berkembang dan negara maju harus diberikan demi menjaga ketahanan pangan. Apalagi populasi penduduk di negara berkembang dan miskin tinggi.

Sekarang ini banyak petani kecil yang membutuhkan insentif untuk meningkatkan kualitas produk mereka agar memiliki daya saing.

Sementara itu, perundingan negara-negara anggota dalam sidang umum WTO di Geneva, Swiss, menjelang Konferensi Tingkat Menteri WTO di Bali, 3-6 Desember mendatang, tidak menghasilkan kesepakatan.

Dengan demikian, 10 pokok pembahasan dalam sidang umum itu akan dibawa ke Bali untuk dinegosiasikan. Permintaan negara maju untuk menyederhanakan aturan dan prosedur perdagangan ditolak oleh negara berkembang. Proposal kelompok G-33, yang beranggotakan 46 negara dan dipimpin Indonesia, untuk menaikkan stok pangan hingga 15 persen dari produksi nasional belum disepakati oleh negara-negara maju.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menjelaskan, Indonesia masih akan memperjuangkan proposal itu di Bali.(MAS/AHA)

KOMENTAR
+++++++++++++

Memalukan, Indonesia Impor Ikan Asin”

 November 27, 2013

Demo Petani (mdnbns)

Demo Petani (mdnbns)

intelijen – Ada yang salah dengan sistem yang dibangun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintahan SBY lebih mengutamakan impor dari negara lain dibandingkan dengan mengembangkan potensi dalam negeri.

Kecaman itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Aula Fakultas Kedokteran UI Salemba, Rabu (27/11).

Prabowo menyebutkan, saat ini Indonesia impor kebutuhan pokok dari negara lain. Mulai dari beras, gandum, singkong, jagung, dan daging sapi. Bahkan yang sangat memalukan, Indonesia impor ikan asin.

Fakta lain diungkapkan Prabowo, berdasarkan kunjungan Prabowo di sejumlah daerah pelosok di Indonesia. Prabowo merasa miris melihat kondisi petani dan nelayan yang tidak mendapatkan untung dari usaha yang dijalankan karena memang tidak ada perhatian dari pemerintah.

Sebagai konsekuensi dari kondisi itu, kata Prabowo, para petani dan nelayan akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan memilih menjadi buruh di kota.

Lebih jauh Probowo mengingatkan, jika pemerintah tidak berpihak kepada petani dan nelayan, maka Indonesia menjadi bangsa yang tidak produktif.

+++++++++++++++++++++

Alasan klasik dari 10 tahun lalu.. Lobbi  Mafia Minyak (moh Riza cs) ya Pak. Jadi biar kita terus impor dari Singapore

Indonesia Belum Punya Uang Untuk Bangun Kilang Minyak Baru

Wiji Nurhayat – detikfinance
Kamis, 28/11/2013 19:33 WIB

Jakarta -Pemerintah menyatakan belum memiliki anggaran untuk bisa membangun kilang minyak baru, guna mengurangi impoor BBM. Anggaran pembangunan kilang yang sempat dilontarkan selama ini baru sebatas wacana.Pembangunan kilang minyak baru sangat penting guna menahan laju importasi BBM yang besar di dalam negeri, dan membuat neraca perdagangan defisit. Akhirnya, nilai tukar rupiah tertekan, sebab kebutuhan dolar untuk mengimpor BBM tinggi.”Belum ada, belum ada, baru rencana saja, duitnya belum ada masih jauh,” kata Askolani saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Namun menurutnya, pemerintah sudah menganggarkan dana sebesar Rp 250 miliar dari APBN 2013 untuk membiayai studi kelayakan (feasibility study) pembangunan kilang.

“Tahun 2013 juga belum ada. Yang ada itu dana untuk studinya tetapi untuk perencanaannya belum ada,” cetusnya.

Sebenarnya ada dua investor asing yang berminat membangun kilang minyak baru di Indonesia. Namun keinginan investor itu untuk mendapatkan insentif pajak belum direstui pemerintah.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, keberadaan kilang minyak baru sangat penting di tengah kondisi ketergantungan impor minyak yang tinggi. Apalag kondisi rupiah yang terpuruk terhadap dolar, membuat impor minyak makin mahal.

“Kita itu harusnya sudah bangun kilang, kalau tidak maka Indonesia akan terus impor minyak,” ujar Jero ditemui di acara 4th ASEAN Ministerial Meeting on Minerals (AMMIN) and Associated Meetings di Nusa Dua, Bali, Kamis (28/11/2013).

Namun yang terjadi saat ini, tidak ada satupun kilang minyak baru yang mulai dibangun. Menurut Jero, kondisi ini terjadi karena pemerintah terlalu banyak berdebat.

“Saya sudah setujui, kenapa sekarang mandek, tanyalah Pak Menkeu (Menteri Keuangan Chatib Basri) di mana macetnya? Kalau saya ditanya kapan bangunnya ya kemarin sudah bikin, mau itu dananya dari APBN, mau swasta yang penting cepat bikin, terlalu banyak berdebat kita ini,” tegas Jero.

(wij/dnl)

++++++++++++++++++++++++++++++++

Sebulan RI Impor Minyak Rp 21 Triliun, Terbanyak Dari Singapura dan Malaysia

Maikel Jefriando – detikfinance
Selasa, 03/12/2013 13:21 WIB

Index Artikel Ini   Klik “Next” untuk membaca artikel selanjutnya1 dari 8 Next »

Jakarta – Sepanjang Oktober 2013 lalu, Indonesia melakukan impor 2,24 juta ton minyak dengan nilai US$ 2,14 miliar atau Rp 21,4 triliun. Dari jumlah itu, impor bensin jenis premium mencapai 1,04 juta ton, senilai US$ 1,06 miliar atau Rp 10 triliun. Dari mana saja negaranya?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yan diterima detikFinance, Selasa (3/12/2013), minyak dan BBM impor di Indonesia ternyata terbanyak dari Singapura dan Malaysia.

Dari total impor minyak tersebut, impor bahan bakar pesawat mencapai 1.856 ton dengan nilai US$ 2,66 juta. Kemudian bahan bakar diesel mencapa 775 ribu ton dengan nilai US$ 685,3 juta, serta impor hasil minyak lainnya sebanyak 424 ribu ton dengan nilai US$ 390,8 juta.

Berikut adalah negara asal impor hasil minyak:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: